2
pada off farm, disisi lain petani hanya memanen 0,02 ha (super gurem) sehingga pertanianpenyumbang kemiskinan terbesar di Indonesia ; dan (2) Exchange farmer, mayoritas umur petanisaat ini 70 tahun dan yang berumur dibawah 30 tahun jumlahnya sedikit, kebanyakan generasimuda enggan menjadi petani.Pada tingkat petani masalah petani juga semakin banyak. Masalah tersebut diantaranya:rendahnya pengetahuan/wawasan, rendahnya tingkat keterampilan, kurangnya motivasi, tidak memiliki kemampuan pengelolaan usaha tani, kurangnya dukungan atas modal dan saranaproduksi usahatani, kurangnya dukungan kebijakan pemerintah, jarang mendapatkan bimbingandan conseling berupa penyuluhan dan tidak adanya wahana/tempat petani untuk belajar untuk meningkatkan kemapuan yang dibutuhkannya.Menemukan atau merancang berbagai solusi alternatif untuk memecahkan masalah diatas memerlukan kemampuan, ketrampilan dan kreativitas pihak-pihak yang terlibat. Merekaharus bisa mengatasi kompleksitas permasalahan yang dihadapi dan merancang solusi-solusialternatif yang berkualitas dan dapat memecahkan masalah itu. Selain itu, solusi-solusi tersebutharuslah dapat diterima oleh berbagai pihak yang terkait.
Rumusan Masalah
Sebagai
change agent
, pekerja pembangunan atau profesional lainnya, kita seringmenghadapi situasi yang dihadapi petani yang membingungkan, yang menghadirkan ketidak-pastian, dan menimbulkan kesulitan. Situasi itu membuat kita limbung, hilang keseimbangan dantidak berdaya.Dalam keadaan itu, wajar bila kita ingin segera keluar dari situasi yang sulit itu. Kitaingin segera memulihkan kembali equilibrium atau keseimbangan mental yang sempat tergangguitu. Kita ingin kembali berdaya seperti semula. Namun demikian, tepatkah tindakan coba-coba
(trial and error)
, yang biasanya langsung kita lakukan?Dewey (dalam Amri Jahi), pakar “berpikir reflektif,” yang menemukan prosespemecahan masalah ini pada 1910, menyarankan: agar kita menunda dulu tindakan itu, apa lagiyang sifatnya masih coba-coba. Pikirkan dulu, definisikan dulu, apa yang menimbulkankebingungan, ketidak pastian dan kesulitan yang merusak equilibrium kita tadi itu. Dengan katalain, rumuskan dulu “apa masalah yang kita hadapi!”