Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Contoh ptk

Contoh ptk

Ratings: (0)|Views: 120|Likes:
Published by lestari_sofyana

More info:

Published by: lestari_sofyana on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/21/2013

pdf

text

original

 
Contoh ptk ² Document Transcript
y
 
1. BAB I PENDAHULUAN G. Latar Belakang Masalah Mata pelajaran PendidikanKewarganegaraan sering kurang diperhatikan oleh semua pihak di lingkungan sekolah, baik guru maupun siswa. Mata pelajaran PKn dianggap terlalu banyak menghafal, banyak membaca. Sehingga banyak siswa yang merasa jenuh dengan materi mata pelajaran ini.Kondisi tersebut sering diperparah oleh keadaan bahwa siswa merasa kurang tertarik,menganggap mudah, dan menganggap pelajaran yang menjemukan. Keberadaan mata pelajaran PKn sering dianggap kurang bermanfaat bagi siswa. Sejak mata pelajaran PKntidak termasuk mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Akhir Nasional, maka semakindianggap tidak berarti bagi siswa. Metode mengajar menjadi salah satu bagian yang ikutmemperburuk pan- dangan berbagai pihak tentang mata pelajaran PKn. Terlebih lagi jikamata pelajaran ini disampaikan dengan cara-cara yang kurang menarik. Penggunaanmetode menga-jar yang monoton, kurang variasi akan semakin memperparah keadaan.Kejenuhan siswa akan lebih cepat muncul dalam kondisi seperti ini. Kondisi seperti diatas merupakan bukti bahwa siswa memiliki motivasi yang rendah dalam kegiatan pembelajaran, terutama pelajaran PKn. Dengan motivasi yang rendah, sangat sulit bagiguru maupun siswa untuk dapat mencapai tujuan pem-belajaran yang diharapkan.Hamalik (1992:173) menyebutkan tentang motivasi bahwa ³Suatu masalah di dalamkelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, dan mengontrol
y
 
2. minat-minat´. Minat belajar anak harus dapat ditumbuhkan dalam setiap proses belajar mengajar. Minat belajar yang tinggi akan sangat berpengaruh terhadap peran serta atauaktifitas anak dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Proses membangkitkan minat belajar, mempertahankan minat belajar dan mengon-trol minat belajar menjadi bagianyang sangat penting dalam proses belajar mengajar. Jadi tanpa motivasi belajar yangmemadai, sangat sulit bagi pihak-pihak yang terkait dengan pembelajaran untuk dapatmencapai tujuan yang diharapkan. Motivasi belajar siswa dapat berasal dari dalamdirinya maupun dari luar dirinya. Kecerdasan, cita-cita atau harapan, kesenanganmerupakan faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang dapat menumbuhkan minat belajar yang tinggi. Kondisi lingkungan, metode mengajar, waktu belajar merupakanfaktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa yang dapat mempengaruhi minat belajar.Jika faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut dalam kondisi baik, maka minat belajar siswa juga semakin tinggi. Namun jika faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut kondi-sinya kurang kondusif, maka motivasi belajar siswa juga akan rendah. Keadaan tersebut juga terjadi pada siswa kelas 1 SDN Merjosari V, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Motivasi belajar siswa sangat rendah. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal, antaralain: (1) mata pelajaran PKni diberikan pada jam pelajaran terakhir; (2) siswa merasakurang tertarik pada pelajaran PKn; (3) siswa sulit untuk menguasai materi pelajaran; (4)kondisi in-put siswa relatif rendah; penggunaan metode yang kurang tepat. SDNMerjosari V merupakan salah satu sekolah yang berada di pinggiran kota. Siswa banyak yang kurang berminat terhadap mata pelajaran PKn. Pada siswa
y
 
3. kelas 1 mata pelajaran PKn diberikan pada jam pelajaran terakhir. Kondisi siswa yangsudah merasa lelah, mengantuk, lapar, jenuh selalu muncul setiap kali menerima pelajaran. Sikap siswa terhadap mata pelajaran PKn masih relatif kurang. Sehingga siswasemakin sulit untuk dapat menguasai materi pada mata pelajaran PKn. Kondisi tersebutmerupakan tantangan bagi guru. Bagimana agar siswa dapat memiliki motivasi yang
 
lebih besar terhadap mata pelajaran PKn. Salah satu untuk meningkatkan motivasi belajar siswa adalah dengan menggunakan meto-de µTatas¶. Metode µTatas¶ merupakankombinasi dari metode µTanya jawab¶ dan metode µPenugasan/Pemberian tugas¶ yangdikemas secara terpadu dengan membe-rikan berbagai tambahan yang berupa µsangsi¶yang dapat mendorong siswa untuk dapat lebih menguasai materi pelajaran. Dengan penggunaan metode µTatas¶ yang dirancang secara matang dan dilaksanakan secara tepatdiharapkan dapat mendo-rong siswa lebih dapat meningkatkan persiapan dalammenerima pelajaran. Pening-katan motivasi belajar siswa juga diharapkan membawadampak positif yaitu pening-katan prestasi belajar pelajaran PKn. Terkait dengan permasalahan tersebut di atas, maka untuk mengkaji lebih mendalam tentang peningkatanmotivasi belajar siswa, peneliti ingin melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul³Peningkatan Motivasi Belajar PKn Dengan Menggunakan Metode µTatas¶ Siswa Kelas 1SDN Merjosari V Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang´. H. Fokus PenelitianBerdasarkan uraian dalam latar belakang masalah tersebut di atas, maka fokus
y
 
4. penelitian dalam PTK ini adalah ³Apakah motivasi belajar PKn dapat meningkatdengan penerapan metode µTatas¶ pada siswa kelas I SDN Merjosari V, KecamatanLowokwaru, Kota Malang´. I. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi meningkatnya motivasi belajar pelajaran PKn pada siswa kelas ISDN Merjosari V Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan penerapan metodeµTatas¶ dalam pembelajaran mata pelajaran PKn. Dengan peningkatan motivasi belajar  pada siswa, diharapkan juga membawa dampak positif yaitu peningkatan prestasi belajar  pada pelajaran PKn. J. Hipotesis Tindakan Berdasarkan latar belakang masalah, fokus penelitian dan tujuan penelitian tersebut di atas, hipotesis tindakan dalam penelitian iniadalah ³jika metode µTatas¶ diterapkan dalam pembelajaran pelajaran PKn, makamotivasi belajar siswa kelas I SDN Merjosari V Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang,akan meningkat´. K. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut: L. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan pedoman dalammelakukan kegiatan pembelajaran pada siswa yang berbeda tetapi memiliki kon-disi permasalahan yang sama.
y
 
5
. M. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melaku-kankegiatan penelitian yang sejenis. N. Bagi Kepala Sekolah, hasil penelitian ini dapatdigunakan sebagai dasar untuk merumuskan berbagai kebijakan tentang kegiatan pembelajaran yang dapat dila- kukan oleh guru yang berkaitan dengan peningkatanmotivasi belajar siswa dan peningkatan prestasi belajar. BAB II KAJIAN PUSTAKAYang diuraikan dalam kajian pustaka ini adalah meliputi: (1) motivasi belajar; (2) metodemengajar; (3) Pelajaran PKn; dan (4) pengaruh metode µTatas¶ terhadap motivasi belajar.O. Motivasi Belajar 1. Pengertian Motivasi Motivasi sering disebut motif. Banyak paraahli memberikan pengertian yang berbeda tentang motivasi. Perbedaan pandangan dapatdipahami sebagai kera-gaman pola
y
 
6
. berfikir, sudut pandang, situasi dan kondisi serta berbagai perbedaan se-cara khusus pada pribadi setiap manusia. Namun perbedaan yang ada justru semakin memperkayawawasan berbagai pihak tentang motivasi. McDonald dalam Hamalik (1992:173)menyatakan, ³motivation is an energy change within the person characterized byeffective arousal and anticipa-tory goal reaction´. (Motivasi merupakan suatu perubahanenergi dalam diri se-seorang yang dikarakteristiki oleh pemacu yang efektif dan reaksi-reaksi tujuan awalnya). Atas dasar pengertian di atas, motivasi mengandung tiga (3)
 
unsur, yaitu (a) perubahan energi dalam pribadi, (b) timbulnya perasaan, (c) pencapaiantujuan. a. Motivasi dimulai dari perubahan energi dalam diri pribadi, yaitu adanya peru- bahan- perubahan tertentu dalam organisme manusia. Dengan berbagai peru-bahan- perubahan yang terjadi akan mendorong manusia untuk selalu mengada-kan penyesuaian. b. Motivasi ditandai dengan timbulnya perasaan. Perasaan ini dapat muncul setiap saatdan dapat menekan emosinya sehingga dapat menimbulkan perilaku yang bermotif. c.Motivasi ditandai dengan reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan. Reaksi ini berupa responyang wajar dari akibat adanya perubahan energi dan munculnya perasaan yangmendorong manusia memiliki berbagai tujuan yang harus dipenuhi. Perubahan kebutuhanmotivasi menurut Festinger dalam Toha (199
6
: 188) dikemukakan bahwa perbedaandalam kognisi mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu. Perbedaan itu meliputiketidakserasian dan adanya kontradiksi antara dua hal. Hubungan perbedaan ini muncul, bila dua hal tersebut tidak dapat muncul secara bersama-sama.
y
 
7. Dorongan motivasi berkembang untuk memenuhi kebutuhan organisme, sekaligusmerupakan system yang memungkinkan organisme dapat memelihara ke- langsunganhidupnya. Kebutuhan-kebutuhan organisme merupakan penyebab mun- culnya doronganakan mengaktifkan tingkah laku yang dapat mengembalikan kese- imbangan fisiologisorganisme. Dorongan menjadi motivasi penggerak utama ting-kah laku. Tujuanmerupakan pemberi arah pada tingkah laku. Jika tujuan sudah tercapai, maka kebutuhan juga sudah terpenuhi untuk sementara. Dengan demikian orang akan menjadi puas.Sedangkan dorongan terhadap mental untuk berbuat se-suatu akan berhenti untuk sementara. Motivasi tujuan dapat digambarkan situasinya sebagai berikut ( Toha, 199
6
:189) : Gambar 2.1 : Situasi yang termotivasi Dorongan yang ada dalam diri seseorangmengarahkan ketercapaiannya tujuan. Dorongan yang paling kuat menghasilkan adanya perilaku, baik yang berupa aktivitas terarah ke tujuan atau aktivitas tujuan. Hamalik (1992:173) menyebutkan tentang motivasi bahwa ³Suatu masalah di
y
 
8. dalam kelas, motivasi adalah proses membangkitkan, mempertahankan, danmengontrol minat-minat´. Membangkitkan atau menumbuhkan minat pada seseoranguntuk melakukan suatu kegiatan sangat diperlukan. Mempertahankan berarti memeliharaminat yang sudah tumbuh secara baik dan selalu mengontrol agar minat tersebut tidak  padam dari diri seseorang. Berdasarkan uraian tersebut dapat dirumuskan bahwa motivasimerupa-kan segala sesuatu yang dapat menumbuhkan keinginan seseorang untuk melakukan kegiatan. Motif juga dapat diartikan sebagai daya penggerak dari dalam dandi dalam subyek untuk melakukan berbagai aktifitas dalam rangka mencapai tujuan yangdiharapkan. Motif juga dapat diartikan suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Motivasisering dikaitkan dengan prestasi. Keberhasilan seseorang dalam mencapai tujuan yangdiharapkan akan menjadi prestasi yang membanggakan dirinya. Prestasi yang tinggimerupakan harapan semua orang. Secara umum prestasi yang tinggi hanya dapat dicapaiapabila seseorang memiliki motivasi yang tinggi pula. Menurut Moekijat (1999: 192) bahwa ³« motivasi yang tinggi mengaki- batkan moril yang tinggi - suatu sikap dan persamaan yang positif terhadap peru-sahaan, pekerjaan, atasan, teman-teman sekerja,dan orang-orang bawahan ± dan moril yang tinggi mempunyai hubungan positif terhadaphasil yang tinggi´. Jadi motivasi dapat mempengaruhi moril yang dapat diwujudkandalam kinerja dan selan-jutnya mempengaruhi hasil yaitu meningkatkan produktifitas, baik kualitas maupun kuantitasnya. Motivasi untuk berprestasi juga dikemukakan oleh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->