Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembelajaran Analitik Sinetetik Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Smp

Pembelajaran Analitik Sinetetik Untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Smp

Ratings: (0)|Views: 748|Likes:
Published by azis_amirul36

More info:

Published by: azis_amirul36 on Jan 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
43
EDUCATIONIST
 
Vol. III No. 1 Januari 2009ISSN : 1907 - 8838
Pembelajaran Analitik Sintetik untuk MeningkatkanKemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik SMAAtas
Pembelajaran Analitik Sintetik untukMeningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis danKreatif Matematik Siswa SMA
S
alah satu tujuan pembelajaran matematikaadalah siswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif, dan pemecahan masalah(Depdiknas, 2002) Kemampuan ini sangatdiperlukan khususnya dalam menghadapiperkembangan IPTEKS yang semakin pesat dandiwarnai oleh suasana global selalu berubah, tidakpasti, dan kompetitif. Pembelajaran hendaknyaberlandaskan konstruktivisma, berpusat padasiswa, dan belajar dengan pemahaman melaluibelajar dengan melakukan, serta mengacu padaempat pilar UNESCO (Soedijarto, 2004) yaitu:
learning to know 
,
learning to do
,
learning to be
,dan
learning to live together 
.Sebagai implikasi dari prinsip di atas, makabahan ajar matematika hendaknya disusunsedemikian sehingga memberi kesempatan kepadasiswa untuk berkembangnya: (1) kemampuanmengkonstruksi konsep dan teorema berdasarkanpada pengalaman dan pengetahuan yang sudahdimilikinya; (2) kemampuan berpikir tingkattinggi misalnya berpikir kritis dan kreatif melaluisoal-soal pemecahan masalah; (3) kemampuanberkomunikasi dan berinteraksi, (4) sifat menghargaidan memahami pendapat yang berbeda sertasaling menyumbang ide melalui kerja kelompok;dan (6) sikap kerja keras, ulet, disiplin, jujur,serta motif berprestasi dalam matematika. Saranterhadap pembelajaran matematika di atas, sejalandengan pendapat beberapa pakar antara lain:(1) pembelajaran matematika harus memberikanpeluang kepada siswa untuk belajar berpikir matematis (Surakhmad, 2004), (2) pembelajaranmerupakan kegiatan atau upaya yang dilakukanoleh guru agar siswa belajar (Sukmadinata, 2004),(3) pembelajaran hendaknya memberi peluangkepada siswa untuk mengembangkan zonaperkembangan proximalnya melalui berbagai jenisbantuan yang tidak langsung (Vygotsky dalamBudiningsih, 2005).Pada saat ini masih terdapat kesenjanganantara saran pembelajaran yang ditawarkan dan
ABSTRACT
One purpose of mathematics teaching is developing creative and critical thinking and problemsolving skills. Involving senior high school students from three different school clusters inBandung and using synthetitical and analytical approaches with divergen and convergenintervention, the study investigates students’ critical and creative mathematical skills. Theinstruments consist of two sets of non-routine essay tests. The data were analyzed usingANOVA, Tukey test, and Chi-Kuadrat. The study found no difference between students’critical and creative mathematical thinking skills of synthetitical and analytical approaches
with divergen or convergen intervention classes. Both were classied as fairly good and better 
than that of conventional class. Besides, there was an interaction between school clusters andteaching approaches. School clusters tended to be more consistent with students’ critical andcreative mathematical thinking skills. The higher the school cluster the higher the students’mathematical thinking skills. The effectiveness of divergen and convergen intervention was,
however, inuenced by school clusters. A medium assosiation was also found between students
critical and creative mathematical thinking skills.
Keywords:
critical and creative mathematical thinking, zone of advanced development, problem-based creativity learning 
Tatang Mulyana
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
 
44
EDUCATIONIST
 
Vol. III No. 1 Januari 2009ISSN : 1907 - 8838
Tatang Mulyana
hasil belajar yang diharapkan dengan pelaksanaanpembelajaran dan hasil belajar yang dicapai siswa.Kesenjangan di atas antara lain karena: (1) siswamasih mengalami kesulitan dalam menyelesaikanpersoalan rutin terlebih lagi persoalan yang
tidak rutin seperti berkir kritis dan berkir kreatif matematis, (2) proses berkir yang dilatihkan di
sekolah terbatas pada kognisi, ingatan, dan berpikir konvergen, sementara berpikir divergen danevaluasi kurang begitu diperhatikan (Seto, 2004),(3) kegiatan pembelajaran terfokus pada mencatat,menghapal, dan mengingat kembali (Soedijarto,2004), pembelajaran terkonsentrasi pada latihanyang bersifat prosedural dan mekanistis (Herman,2006).Beberapa studi yang relevan di antaranya(Cotton, 1991, Dekker dan Mohr, 2004, Herman,2006, Ratnaningsih, 2007, Saragih, 2007, Seng,2000, Suryadi (2005, dan Yaniawati, 2002)dengan memberikan pendekatan pembelajaranmatematika yang inovatif dan mengakomodasisaran-saran di atas melaporkan bahwa hasil belajar 
siswa dalam aspek berkir matematis tingkat tinggi
yang lebih baik dari pada melalui pembelajaranyang konvensional. Pada dasarnya dalam setiappembelajaran yang inovatif termuat beragamintervensi yang dihadapkan kepada siswabaikdalam bentuk tugas latihan atau pertanyaan yang
mengundang siswa berkir.
Dewasa ini SMA-SMA di kota atau kabupatentelah dikelompokkan menjadi SMA peringkat tinggi,peringkat sedang, dan peringkat rendah. Sementarapenerimaan siswa barunya diseleksi berdasarkanhasil nilai ujian nasional SMP. Akibatnya, SMAperingkat tinggi diisi oleh siswa lulusan SMP yangmempunyai nilai ujian nasional yang tinggi, SMAperingkat sedang diisi oleh siswa lulusan SMP yangmempunyai nilai ujian nasional sedang, dan SMAperingkat rendah diisi oleh siswa lulusan SMP yangmempunyai nilai ujian nasional rendah. Dengandiaturnya penerimaan siswa SMA seperti di atasdiharapkan prestasi siswa SMA dengan peringkattertentu akan lebih baik dari prestasi siswa SMAdengan peringkat di bawahnya. Namun mungkinsaja terdapat siswa dari SMA peringkat rendah yangmemiliki prestasi belajar lebih baik dari prestasisiswa dari SMA peringkat tinggi. Kondisi tersebutmungkin karena adanya suatu pembelajaran yanglebih cocok diterapkan di sekolah dengan peringkattertentu.Berdasarkan telaahan terhadap saranpembelajaran, kesenjangan yang ada antaraharapan dan kenyataan serta hasil belajar siswadi sekolah, serta hasil beberapa studi di atas,mendorong peneliti melakukan studi tentangpengaruh pembelajaran sintetik-analitik denganpemberian intervensi terhadap peningkatankemampuan berpikir kritis dan kreatif matematissiswa SMA dari sekolah dengan peringkat yangberbeda.
Metode
Berdasarkan rumusan dan kajian pustakadirumuskan beberapa hipotesis sebagai berikut:1. Kemampuan berpikir kritis matematissiswa yang mendapat PASID dan PASIKmasing-masing lebih baik dibandingdengan kemampuan siswa yang mendapatpembelajaran konvensional (PK).2. Kemampuan berpikir kreatif matematiksiswa yang mendapat PASID dan PASIKmasing-masing lebih baik dibandingdengan kemampuan siswa yang mendapatpembelajaran konvensional (PK).3. Terdapat interaksi antara variabelpembelajaran dan peringkat sekolahterhadap kemampuan berpikir kritismatematis.4. Terdapat interaksi antara variabelpembelajaran dan peringkat sekolahterhadap kemampuan berpikir kreatif matematis.5. Terdapat asosiasi antara kemampuanberpikir kritis matematis dan kemampuanberpikir kreatif matematis.Penelitian ini merupakan eksperimen dengandisain kelompok kontrol pretes-postes. Unit-uniteksperimen dilakukan di tiga kelas yang masing-masing menggunakan model pembelajaran analitiksintetik intervensi divergen (PASID), pembelajarananalitik sintetik intervensi konvergen (PASIK), danpembelajaran konvensional (PK).Dengan demikian disain eksperimen yangdipilih adalah sebagai berikut:O X1 OO X2 OO ODengan keterangan sebagai berikut :Pemilihan sampel dilakukan sebagai berikut:mula-mula diplih dipilih masing-masing satu
 
45
EDUCATIONIST
 
Vol. III No. 1 Januari 2009ISSN : 1907 - 8838
Pembelajaran Analitik Sintetik untuk MeningkatkanKemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik SMAAtas
SMA yang mewakili sekolah peringkat baik,sedang dan peringkat kurang.X1 : Perlakuan dengan PASIDX2 : Perlakuan dengan PASIK
O : Tes Berpikir Kritis dan Berkir Kreatif 
MatematisSelain variabel pembelajaran, dalampenelitian ini juga dilibatkan variabel peringkatsekolah, yaitu peringkat sekolah tinggi, sedang,dan rendah yang telah ditetapkan oleh DinasPendidikan berdasarkan hasil ujian nasional SLTP.Sesuai dengan letak permasalahan yang telahdikemukakan pada latar belakang masalah, makapopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswaSMA di kota Bandung. Subyek sampel sebanyak388 siswa yang ditetapkan dengan langkah-langkah sebagai berikut: Pertama, memilih satusekolah secara acak dari masing-masing peringkatsekolah rendah, sedang, dan tinggi yang berada dikota Bandung. Kedua, memilih tiga kelas secaraacak dari kelas 1 SMA yang sudah terpilih padalangkah pertama, alasan diambil kelas satu adalahsiswa-siswanya belum mengikuti penjurusan,belum banyak terpengaruh oleh pembelajaranbiasa yang dilakukan oleh guru-guru SMA, danbelum banyak terpengaruh oleh bimbingan tesmasuk SPMB. Ketiga, dari tiga kelas pada masing-masing sekolah yang sudah terpilih dipilih secaraacak kelas pembelajaran analitik-sintetik intervensidivergen (PASID), pembelajaran analitik-sintetikintervensi konvergen (PASIK), dan pembelajarankonvensional (PK).Instrumen penelitian terdiri dari dua perangkat
tes, yaitu tes kemampuan berkir kritis matematisdan tes kemampuan berkir kreatif matematis
yang disusun khusus untuk penelitian ini. Di bawahini disajikan beberapa butir tes untuk mengukur 
kemampuan berkir kritis dan kreatif matematis.
Contoh 1
(Butir tes mengukur kemampuan
berkir kritis matematis)
Pertumbuhan bakteri A dan B mengikuti polasebagai berikut:buah titik berlaian, dan 4 buah titik berlainan?Tulis model matematika persoalan ini untuk ntitik berlainan!b. Berapa banyaknya titik berlainan jikamelalui titik-titik tersebut dapat ditarik sebanyak28 buah segmen garis berlainan?
Contoh 3
(Butir tes mengukur kemampuan
berkir kreatif matematis)
Menurut hasil penelitian, harga barang Z per unit di suatu kota merupakan fungsi kuadrat dari jumlah unit barang Z yang diminta. Beberapa jumlah unit barang Z yang diminta dan hargabarang Z per unit disajikan pada tabel berikut:
Jumlah Unit Barangyang DimintaHarga/Unit(Rp)
100200.000200170.000300120.000
Berapa harga barang per unit jika jumlahpermintaan terhadap barang tersebut adalah150 unit ?
Contoh 4
(Butir tes mengukur kemampuan
berkir kreatif matematis)
Ranti dan Rani merahasiakan suatu bilanganyang sama. Ranti mengkuadratkan bilangan itu,kemudian dijumlahkan dengan 5 kali bilanganitu, dan hasilnya ditambah dengan 6. SementaraRani mengalikan bilangan itu dengan 3 kemudiandijumlahkan dengan 3. Tentukan bilangan yangdirahasiakan Ranti dan Rani sehinga hasil akhir operasi-operasi yang dilakukan Ranti lebih besar dari hasil akhir operasi-operasi yang dilakukanRani!Pelaksanaan penelitian ini meliputi enamlangkah yaitu: (1) Penetapan sampel dilakukandengan cara seperti yang telah diuaraikan padaparagraf sebelumnya., (2) Peneliti melatih danmenyeleksi guru-guru matematik SMA yang akanditugasi melaksanakan pembelajaran analitiksintetik intervensi divergen, intervensi konvergen,dan pembelajaran konvensional, (3) Penelitimelaksanakan pretes berpikir kritis matematis danberpikir kreatif matematis siswa di kelas eksperimendan kelas kontrol pada masing-masing sekolahyang dijadikan sampel penelitian, (4) Guru yangsudah dilatih melaksanakan PASID dan PASIKdi kelas eksperimen dan PK di kelas kontrol padamasing-masing sekolah yang dijadikan sampelpenelitian, (5) Melaksanakan postes kemampuanberpikir kritis matematik dan kemampuan berpikir 
Contoh 2 
(Butir tes mengukur kemampuan
berkir kritis matematis)
a. Berapa banyaknya segmen garis berlainanyang dapat ditarik dari 2 buah titik berlainan, 3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->