Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
85Activity
×
P. 1
Pemetaan Kelompok Islam Radikal Di Indonesia

Pemetaan Kelompok Islam Radikal Di Indonesia

Ratings:

4.0

(5)
|Views: 29,331|Likes:
Published by alchaidar

More info:

Published by: alchaidar on Nov 12, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/10/2013

pdf

text

original

 
P
EMETAAN
ELOMPOK 
I
SLAM
R
ADIKALDAN
I
SLAM
F
UNDAMENTALIS
D
I
I
NDONESIA
 Al Chaidar 
Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh
Bagian Pertama
:Islam Arus Utama (
Mainstream Islam
)
Islam, meskipun turun sebagai agama langit yang universal,ketika mengalami proses pembumian di setiap negara terbagidalam dua arus utama: Sunni dan Syi’ah. Kelompok Sunni adalahkelompok ummat Islam yang mengikuti
sunnah
dan berjama’ah,sehingga disebut
ahlussunnah wal jama’ah
. Sementara Syi’ahadalah kelompok umat Islam yang beraliran radikal yangmenganggap Ali bin Abi Thalib as setingkat atau bahkan lebihtinggi dari Nabi Muhammad SAW. Sunni dan Syi’ah berkembang keseluruh dunia termasuk di Indonesia. Indonesia adalah negeri dimana penganut Sunni sangat dominan dan Syi’ah hanya dianutoleh sebagian kecil masyarakat. Sunni di Indonesia terbagi dalamdua kelompok besar: Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.Nahdlatul Ulama mewakili sebagian terbesar ummat Islam Sunniyang berkarakter tradisional dengan figur ulama ortodoksnya(
kiyai
). Sementara Muhammadiyah mewakili ummat Islam Sunni
1
 
yang modern, anti
bid’ah
,
1
 
tahyul
2
dan
khurafat 
.
3
Kalau NUmemiliki sekolah tradisional berupa pesantren sebagai alatkaderisasi dan sosialisasi ajaran-ajarannya, maka Muhammadiyahmemiliki sekolah modern seperti madrasah atau sekolah Islammodern dalam bentuknya yang lain. Kedua kelompok ini salingberseteru dan menganggap salah (atau bahkan salingmengkhafirkan) satu sama lainnya. Sementara itu, di luar darikedua kelompok ini, yang tidak terpaku pada ajaran tradisionalmaupun modern yaitu kelompok Islam sempalan. Bagan 1 dibawah ini memperlihatkan kategorisasi kelompok-kelompok Islamdi Indonesia.Bagan 1Kategorisasi Islam di Indonesia
Kategorisasi Islam di Indonesia
Islam
Islam TradisionalIslam Modern
Islam Sempalan
1
 
Bid’ah
adalah praktek menambah-nambahkan ritual tertentu ke dalamritual utama Islam, seperti menyebut “Sayyidina” bagi Nabi Muhammad.
2
 
Tahyul
adalah kepercayaan mistik tradisional masyarakat lokal(umumnya Jawa) ke dalam sistem kepercayaan Islam. Mislanya sistemperdukunan
3
 
Khurafat 
adalah praktek kepercayaan kepada orang-orang besar yangdianggap turut memiliki kekuatan supranatural sehingga harus disebut dalamsetiap doa dan shalawat, seperti pemujaan terhadap Syekh Abdul Qadir Jailani.
2
 
Nahdlatul Ulama
Organisasi NU didirikan tahun 1926, pendirinya adalah KiaiHaji Hasyim Asy’ari. Istilah kiai dipergunakan sebagai sebutanbagi seorang guru Muslim. Organisasi ini didirikan sebagai reaksiterhadap pertumbuhan pesat organisasi Muhammadiyah. Dapatdikatakan, bahwa NU secara prinsip berhadapan dengan pola-polamodern yang dijalankan Muhammadiyah. Sekolah-sekolahMuhammadiyah dengan cepat tersebar di berbagai tempatsehingga dapat dianggap sebagai suatu ancaman bagi sekolah-sekolah tradisional maupun sekolah Islam pedesaan serta pusat-pusat pendidikan yang menjadi basis pesantren yang dikelolaulama-ulama tradisional.Kedua organisasi ini, pola kegiatan pendidikan dankemasyarakatannya selalu bersaing. Untuk menjadi kekuatanyang berpengaruh dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Jawa, NU punya pengikut besar dan mengakar di desa-desa, baikdi Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Pesantren yang menjadi basisNU membentuk perkampungan-perkampungan kecil di bawahpengawasan kiai dan para santri, yang memiliki hubunganemosional yang kuat dengan ketaatan serta komitmen kepadapesantrennya. Mereka ini mudah Anda kenal melalui pakaian khasyang mereka kenakan.Sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia yang memilikipuluhan juta massa, Nahdlatul Ulama (NU) nyaris selalu terlibatdalam setiap pergulatan politik. Dengan basis massa yang begitubesar, NU memang menggiurkan sebagai alat legitimasi politik,terlebih politik agama. Sejak kelahirannya pada 1926, warnapolitik sudah kental melekat pada NU. Tetapi sebagai ormaskeagamaan tradisional, kiprah politik NU tak lepas dari nilai- nilaidan norma-norma Islam yang secara baku dirumuskan dalamfikih, termasuk untuk masalah-masalah politik dan kenegaraan. Tak heran jika kemudian muncul terminologi fikih siyasah ataufikih politik yang mendasari setiap keputusan politik NU. Sayang,disiplin fikih siyasah itu belum memperoleh perhatian serius. Dipusat-pusat studi Islam, Timur Tengah maupun Barat, literaturfikih siyasah terhitung langka.
4
Apalagi di Indonesia. Bahkan dari
4
M. Ishom Hadzik dan A. Halim Asnafi, “Fikih Siyasah dan Budaya PolitikNU”,
 Jawa Pos,
24 Oktober 1996.
3

Activity (85)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
tinfuse liked this
Ryanda Kaleh liked this
Shifa Silfia liked this
Taukhid Mulya added this note|
Selama bepijak pada Al Qur'an dan AsSunah maka kita adalah saudara..... "innamal mu'minuuna Ikhwatun..." janganlah mudah di adu domba.....
Amir Eden liked this
Ahmad Zakariyah liked this
AnNa Nna Nnaa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->