Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Keperawatan Jantung

Keperawatan Jantung

Ratings: (0)|Views: 143 |Likes:
Published by Dedi Mukhlas
Solusi dalam penderita penyakit jantung :D
Solusi dalam penderita penyakit jantung :D

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Jan 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
DX KEPERAWATAN PENYAKIT JANTUNG
Diagnosa Keperawatan/Masalah Kolaborasi
 
Rencana keperawatan
 
Tujuan dan Kriteria Hasil
 
Intervensi
 
Nyeri Kronis
berhubungandengan ketidakmampuan fisik-psikososial kronis (metastasekanker, injuri neurologis, artritis)DS:
-
 
Kelelahan
-
 
Takut untuk injuri ulangDO:
-
 
 Atropi otot
-
 
Gangguan aktifitas
-
 
 Anoreksia
-
 
Perubahan pola tidur 
-
 
Respon simpatis (suhu dingin,perubahan posisi tubuh ,hipersensitif, perubahan beratbadan)
NOC:
 
Comfort level
 
 
Pain control
 
 
Pain level
 
Setelah dilakukan tindakankeperawatan selama …. nyerikronis pasien berkurangdengan kriteria hasil:
 
 
Tidak ada gangguan tidur 
 
 
Tidak ada gangguankonsentrasi
 
 
Tidak ada gangguanhubungan interpersonal
 
 
Tidak ada ekspresimenahan nyeri danungkapan secara verbal
 
 
Tidak ada tegangan otot
 
NIC :
Pain Manajemen
-
 
Monitor kepuasan pasien terhadapmanajemen nyeri
-
 
Tingkatkan istirahat dan tidur yang adekuat
-
 
Kelola anti analgetik ...........
-
 
Jelaskan pada pasien penyebab nyeri
-
 
Lakukan tehnik nonfarmakologis (relaksasi,masase punggung)
Diagnosa Keperawatan/Masalah Kolaborasi
 
Rencana keperawatan
 
Tujuan dan Kriteria Hasil
 
Intervensi
 
Nyeri akut
b
erhubungan dengan: Agen injuri (biologi, kimia, fisik,psikologis), kerusakan jaringanDS:
-
 
Laporan secara verbalDO:
-
 
Posisi untuk menahan nyeri
-
 
Tingkah laku berhati-hati
-
 
Gangguan tidur (mata sayu,tampak capek, sulit ataugerakan kacau, menyeringai)
-
 
Terfokus pada diri sendiri
-
 
Fokus menyempit (penurunanpersepsi waktu, kerusakanproses berpikir, penurunaninteraksi dengan orang danlingkungan)
NOC :
 
Pain Level,
 
pain control,
 
comfort levelSetelah dilakukan tinfakankeperawatan selama ….Pasien tidak mengalami nyeri,dengan kriteria hasil:
 
 
Mampu mengontrol nyeri(tahu penyebab nyeri, mampumenggunakan tehniknonfarmakologi untukmengurangi nyeri, mencaribantuan)
 
Melaporkan bahwa nyeriberkurang denganmenggunakan manajemennyeri
NIC :
 
Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi,kualitas dan faktor presipitasi
 
Observasi reaksi nonverbal dariketidaknyamanan
 
Bantu pasien dan keluarga untuk mencari danmenemukan dukungan
 
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhinyeri seperti suhu ruangan, pencahayaan dankebisingan
 
Kurangi faktor presipitasi nyeri
 
Kaji tipe dan sumber nyeri untuk menentukanintervensi
 
 Ajarkan tentang teknik non farmakologi: napasdala, relaksasi, distraksi, kompres hangat/ dingin
 
Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri:……...
 
-
 
Tingkah laku distraksi, contoh : jalan-jalan, menemui orang laindan/atau aktivitas, aktivitasberulang-ulang)
-
 
Respon autonom (sepertidiaphoresis, perubahantekanan darah, perubahannafas, nadi dan dilatasi pupil)
-
 
Perubahan autonomic dalamtonus otot (mungkin dalamrentang dari lemah ke kaku)
-
 
Tingkah laku ekspresif (contoh :gelisah, merintih, menangis,waspada, iritabel, nafaspanjang/berkeluh kesah)
-
 
Perubahan dalam nafsu makandan minum
 
Mampu mengenali nyeri(skala, intensitas, frekuensidan tanda nyeri)
 
Menyatakan rasa nyamansetelah nyeri berkurang
 
Tanda vital dalam rentangnormal
 
Tidak mengalami gangguantidur 
 
Tingkatkan istirahat
 
Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebabnyeri, berapa lama nyeri akan berkurang danantisipasi ketidaknyamanan dari prosedur 
 
Monitor vital sign sebelum dan sesudahpemberian analgesik pertama kali
 
Diagnosa Keperawatan/Masalah Kolaborasi
 
Rencana keperawatan
 
Tujuan dan Kriteria Hasil
 
Intervensi
 
Pola Nafas tidak efektif 
 berhubungan dengan :
-
 
Hiperventilasi
-
 
Penurunan energi/kelelahan
-
 
Perusakan/pelemahanmuskulo-skeletal
-
 
Kelelahan otot pernafasan
-
 
Hipoventilasi sindrom
-
 
Nyeri
-
 
Kecemasan
-
 
Disfungsi Neuromuskuler 
-
 
Obesitas
-
 
Injuri tulang belakangDS:
 
-
 
Dyspnea
-
 
Nafas pendekDO:
-
 
Penurunan tekananinspirasi/ekspirasi
-
 
Penurunan pertukaran udaraper menit
NOC:
 
Respiratory status :Ventilation
 
Respiratory status : Airwaypatency
 
Vital sign StatusSetelah dilakukan tindakankeperawatan selama………..pasien menunjukkankeefektifan pola nafas,dibuktikan dengan kriteria hasil:
 
Mendemonstrasikan batukefektif dan suara nafas yangbersih, tidak ada sianosisdan dyspneu (mampumengeluarkan sputum,mampu bernafas dg mudah,tidakada pursed lips)
 
Menunjukkan jalan nafasyang paten (klien tidakmerasa tercekik, irama
NIC:
 
Posisikan pasien untuk memaksimalkanventilasi
 
Pasang mayo bila perlu
 
Lakukan fisioterapi dada jika perlu
 
Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
 
 Auskultasi suara nafas, catat adanya suaratambahan
 
Berikan bronkodilator :-…………………..…………………….
 
Berikan pelembab udara Kassa basah NaClLembab
 
 Atur intake untuk cairan mengoptimalkankeseimbangan.
 
Monitor respirasi dan status O2
 
 
Bersihkan mulut, hidung dan secret trakea
 
 
Pertahankan jalan nafas yang paten
 
 
Observasi adanya tanda tanda hipoventilasi
 
 
Monitor adanya kecemasan pasien terhadapoksigenasi
 
 
Monitor vital sign
 
 
-
 
Menggunakan otot pernafasantambahan
-
 
Orthopnea
-
 
Pernafasan pursed-lip
-
 
Tahap ekspirasi berlangsungsangat lama
-
 
Penurunan kapasitas vital
-
 
Respirasi: < 11 – 24 x /mntnafas, frekuensi pernafasandalam rentang normal, tidakada suara nafas abnormal)
Tanda Tanda vital dalamrentang normal (tekanandarah, nadi, pernafasan)
 
 
Informasikan pada pasien dan keluarga tentangtehnik relaksasi untuk memperbaiki pola nafas.
 
 
 Ajarkan bagaimana batuk efektif 
 
 
Monitor pola nafas
Diagnosa Keperawatan/Masalah Kolaborasi
 
Rencana keperawatan
 
Tujuan dan Kriteria Hasil
 
Intervensi
 
Bersihan Jalan Nafas tidakefektif 
berhubungan dengan:
-
 
Infeksi, disfungsineuromuskular, hiperplasiadinding bronkus, alergi jalannafas, asma, trauma
-
 
Obstruksi jalan nafas : spasme jalan nafas, sekresi tertahan,banyaknya mukus, adanya jalan nafas buatan, sekresibronkus, adanya eksudat dialveolus, adanya benda asingdi jalan nafas.DS:
-
 
DispneuDO:
-
 
Penurunan suara nafas
-
 
Orthopneu
-
 
Cyanosis
-
 
Kelainan suara nafas (rales,wheezing)
-
 
Kesulitan berbicara
-
 
Batuk, tidak efekotif atau tidakada
-
 
Produksi sputum
NOC:
 
Respiratory status :Ventilation
 
Respiratory status : Airwaypatency
 
 Aspiration ControlSetelah dilakukan tindakankeperawatan selama…………..pasien menunjukkankeefektifan jalan nafasdibuktikan dengan kriteria hasil:
 
 
Mendemonstrasikan batukefektif dan suara nafasyang bersih, tidak adasianosis dan dyspneu(mampu mengeluarkansputum, bernafas denganmudah, tidak ada pursedlips)
 
Menunjukkan jalan nafasyang paten (klien tidakmerasa tercekik, iramanafas, frekuensi pernafasandalam rentang normal, tidak
 
Pastikan kebutuhan oral / tracheal suctioning.
 
Berikan O2 ……l/mnt, metode………
 
 Anjurkan pasien untuk istirahat dan napas dalam
 
Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi
 
Lakukan fisioterapi dada jika perlu
 
Keluarkan sekret dengan batuk atau suction
 
 Auskultasi suara nafas, catat adanya suaratambahan
 
Berikan bronkodilator :
-
 
………………………
-
 
……………………….
-
 
………………………
 
Monitor status hemodinamik
 
Berikan pelembab udara Kassa basah NaClLembab
 
Berikan antibiotik :…………………….…………………….
 
 Atur intake untuk cairan mengoptimalkankeseimbangan.
 
Monitor respirasi dan status O2
 
 
Pertahankan hidrasi yang adekuat untukmengencerkan sekret
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->