Holding Company,menunjukkan bahwa orientasi peraturan mengarah padakepentingan kekuasaan dan sumber pendanaan bagi pemerintah daerah bukan padakepentingan rakyat.f.
Upaya – upaya konstitusional yang dilakukan oleh berbagi pihak menuju pilgub,misalnya mengenai periodesasi jabatan gubernur dan hak konstitusional warganegara diduga masih sarat dengan kepentingan politik. Sementara itu berbagaiinstrument hukum yang berbeda masih tetap diberlakukan sehingga pendidikandemokrasi dan politik di tingkat rakyat belum berkembang bahkan makinmembingungkan sebab hanya dimainkan untuk kepentingan actor- actor politik.g.
Kini isu-isu gerakan separatis ikut dikaitkan dalam pemerintahan daerah, misalnyasaat pilkada,penyelenggaraan pemerintahan ataupun pada proyek infrastruktur. Adadugaan bahwa scenario melibatkan TPN/OPM pada batalnya proyek inftrastrukturyang bernilai milyaran rupiah sengaja dilakukan agar dananya dapat diselewengkansekaligus keterlibatan TPN/OPM dapat menimbulkan ketakutan bagi pihak – pihak yang akan memeriksa atau mendatangi tempat proyek infrastruktur tersebut.Isuseparatis juga makin kuat sebagai alat justifikasi untuk pengerahan aparat keamanandi sejumlah areal perusahaan(besar atau kecil) dan alat pertarungan eksistensi dariaparat keamanan.
2.
Sepuluh Tahun Otonomi Khusus(Otsus) : Gagal Memenuhi Hak – hak DasarRakyat Papua
a.
Setelah tuntutan pengembalian Otsus di tahun 2010,tahun 2011 lebih didominasioleh berita – berita mengenai evaluasi Otsus setidaknya berita evaluasi yangdilakukan oleh DPD RI, DPRP dan Kemendagri namun belum ada laporan dantindaklanjut dari proses evaluasi tersebut. Hingga kini pemerintah masihmempertahankan Otsus sebagai kebijakan yang dinilai mampu mengatasi berbagaipersoalan Papua, setidaknya belum ada pilihan lain.
b.
Pelaksanaan Otsus masih difokuskan pada penyelesaian permasalahan kesejahteraansedangkan pemenuhan hak sipil dan politik terutama dengan institusionalisasiinstrument Hak Asasi Manusia yang tercantum di dalam Otsus termasuk hak – hak berdemokrasi dan kebebasan berekpresi justru di represif. Meningkatnya kasus-kasus sipol dan ekosob di tahun 2011 semakin menunjukkan gagalnya Otsus sebagaisolusi buat Papua.
c.
Otsus bukan saja membuat banyak uang masuk ke Papua, Otsus juga membuatbanyak uang yang ditarik ke luar dari Papua mulai dari praktek pencairan dana Otsuspada lembaga pemerintahan di pusat dengan praktek”uang kecil beli uang besar’,