Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Regulasi (Registrasi Dan Praktek Keperawatan)1.

Regulasi (Registrasi Dan Praktek Keperawatan)1.

Ratings: (0)|Views: 277 |Likes:
Published by Azwar Sjarief

More info:

Published by: Azwar Sjarief on Jan 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/27/2014

pdf

text

original

 
 JUDUL : REGULASI (REGISTRASI DAN PRAKTEK KEPERAWATAN)1.DEFINISIRegulasi keperawatan (regristrasi & praktik keperawatan) adalah kebijakan atauketentuan yangmengatur profesi keperawatan dalam melaksanakan tugas profesinya danterkait dengankewajiban dan hak.Registrasi merupakan pencantuman nama seseorang dan informasi lain pada badan resmi baik milik pemerintah maupun non pemerintah. Perawat yang telah terdaftar diizinkanmemakai sebutan registered nurse. Untuk dapat terdaftar, perawat harustelahmenyelesaikan pendidikan keperawatan dan lulus ujian dari badan pendaftaran dengannilaiyang diterima. Izin praktik maupun registrasi harus diperbaharui setiap satu atauduatahun.Undang ± undang praktik keperawatan sudah lama menjadi bahan diskusi para perawat.PPNI pada kongres Nasional keduanya di Surabaya tahun 1980 mulaimerekomendasikan perlunya bahan-bahan perundang-undangan untuk perlindungan hukum bagitenagakeperawatan.Tidak adanya undang-undang perlindungan bagi perawat menyebabkan perawat secara penuh belum dapat bertanggung jawab terhadap pelayanan yang merekalakukan.Tumpang tindih antara tugas dokter dan perawat masih sering terjadi dan beberapa perawat lulusan pendidikan tinggi merasa frustasi karena tidak adanya kejelasantentang peran, fungsi dan kewenangannya. Hal ini juga menyebabkan semua perawatdianggapsama pengetahuan dan ketrampilannya, tanpa memperhatikan latar belakang ilmiahyangmereka miliki.2.KLASIFIKASIDalam masa transisi professional keperawatan diIndonesia, sistem pemberian izin praktik dan registrasi sudah saatnya segera diwujudkan untuk semua perawat baik bagilulusan SPK, akademi, sarjana keperawatan maupun program master keperawatan denganlingkup praktik sesuai dengan kompetensi masing-masing.Pengaturan praktik perawat dilakukan melalui Kepmenkes nomor 1239 tahun 2001tentang Registrasi danPraktik Perawat, yaitu setiap perawat yang melakukan praktik diunit pelayanan kesehatan milik  pemerintah maupun swasta diharuskan memiliki SuratIzin Praktik (SIP) dan Surat Izin Kerja(SIK). Pengawasan dan pembinaan terhadap praktik pribadi perawat dilakukan secara berjenjang,mulai dari tingkat Propinsi,Kabupaten sampai ke tingkat puskesmas. Pengawasan yang telahdilakukan selama inioleh pemerintah (Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur) belum sesuaidengan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1239 tahun 2001.SIP adalah suatu bukti tertulis pemberian kewenangan untuk menjalankan pekerjaankeperawatan diseluruh wilayah indonesia oleh departemen kesehatan.SIK adalah bukti tertulis yang diberikan perawat untuk melakukan praktek keperawatan disarana pelayanan kesehatan.SIPP adalah bukti tertulis yang diberikan kepada perawat untuk menjalankan praktik perwat perorangan atau bekelompok, Perawat yang memiliki SIPP dapatmelakukan asuhan dalam bentuk kunjungan rumah.Standar profesi yaitu pedoman yang harus dipergunakan sebagai petunjuk dalammenjalankan profesi secara baik.3.TUJUANAdapun tujuan darimakalah ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah RUU praktik keperawatan.1.Mengetahui definisi dan tujuan praktik 
 
keperawatan2.Mengetahui pentingnya Undang-undang Praktik Keperawatan terkaitdengan profesi3.Untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat akan pelayanankesehatan khususnya pelayanan keperawatan4.Mengetahui isi Undang-Undang yang adadi Indonesia yang berkaitan dengan praktik keperawatan5.Mengetahui tugas pokok danfungsi Keperawatan dalam RUU KeperawatanTujuan Praktik KeperawatanKeperawatanadalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan bagianintegral dari pelayanankesehatan. Didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukankepada individu, keluarga,kelompok, dan masyarakat baik sehat maupun sakit yangmencakup seluruh proses kehidupanmanusia.Praktek keperawatan adalah tindakan mandiri perawat melalui kolaborasi dengansystemklien dan tenaga kesehatan lain dalam membrikan asuhan keperawatan sesuailingkupwewenang dan tanggung jawabnya pada berbagai tatanan pelayanan, termasuk  praktik keperawatan individual dan berkelompok.Pengaturan penyelenggaraan praktik keperawatan bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum kepada penerimadan pemberi jasa pelayanankeperawatan. Mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanankeperawatan yangdiberikan oleh perawat.4.PENJELASANAspek legal atau hukum,legal=sah, aspek legal dalam keperawatan =sah, perawatmempunyai hak & tindakankeperawatan yang sesuai dengan standar yang berlaku perluada ketetapan hukum yang mengatur hak & kewajiban seseorang yang berhubungan eratdengan tindakannya perawat sebagai tenagakesehatan diatur dalam:1. UU No. 23 Tentang Kesehatan2. PP Nomor 32 Tentang Tenaga Kesehatan3. Perda Kab.Kudus No. 11 Tahun 2004 Tentang Retribusi Pelayanan Tenaga Kesehatan4. SKB MENKES-KABKN NO.733-SKB-VI-2002 NO.10 th 2002 Tentang Jabatan5. UU No. 43 Th. 1999 TentangPOKOK2 KEPEGAWAIAN6. PERPRES No. 54 Th. 2007 Tentang Tunjangan FungsionalTenaga Kesehata7. PERPRES No. 26 Tahun 2007 Tentang Tunjangan Jabatan Struktural8. PP No. 12 Tahun 2002 Tentang Kenaikan Pangkat PNS9. PP No. 13 Tahun 2002 TentangPengangkatan PNS Dalam Jab. Struktural10. PP No. 13 Tahun 2007 Tentang Penetapan PensiunPokok 11. PP No. 43 Tahun 2007 Tentang PHD Menjadi PNS12. PP No. 099 Tahun 2000Tentang Kenaikan Pangkat PN13. PP No. 12 Tahun 2002 Tentang Perubahan PP 99 Th 2000Kenaikan Pangkat PNS14. PP Nomor 09 Tahun 2003 Tentang Pengangkatan, pemindahan dan pemberhentianPNS15. KEPMENPAN No. 138 Tahun 2002 Tentang Penghargaan Pegawai Negeri Sipil5.Pentingnya Undang-Undang Praktik Keperawatan.Ada beberapaalasan mengapa Undang-Undang Praktik Keperawatan dibutuhkan.Pertama, alasan filosofi.Perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatanderajat kesehatan. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatan mulai dari pelayanan pemerintah dan swasta,dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan. Tetapi pengabdian tersebut padakenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum, bahkan cenderungmenjadi objek hukum.Kedua, alasan yuridis. UUD 1945, pasal 5, menyebutkan bahwa Presidenmemegangkekuasaan membentuk Undang-Undang dengan persetujuan Dewan PerwakilanRakyat.Demikian Juga UU Nomor 23 tahun 1992, Pasal 32, secara eksplisit menyebutkan bahwa pelaksanaan pengobatan dan atau perawatan berdasarkan ilmu kedokteran dan atauilmukeperawatan, hanya dapat dilaksanakan oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahliandan kewenangan untuk itu. Sedang pasal 53, menyebutkan bahwa tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.Ketiga,
 
alasan sosiologis. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan khususnya pelayanankeperawatan semakin meningkat. Hal ini karena adanya pergeseran paradigmadalam pemberian pelayanan kesehatan, dari model medikal yang menitikberatkan pelayanan pada diagnosis penyakit dan pengobatan, ke paradigma sehat yang lebihholistik yang melihat penyakit dangejala sebagai informasi dan bukan sebagai fokus pelayanan (Cohen, 1996).Keperawatanmerupakan salah satu profesi dalam dunia kesehatan . Sebagai profesi,tentunya pelayanan yangdiberikan harus professional, sehingga perawat/ners harusmemiliki kompetensi dan memenuhistandar praktik keperawatan, serta memperhatikankode etik dan moral profesi agar masyarakatmenerima pelayanan dan asuhan keperwatanyang bemutu. Tetapi bila kita lihat realita yang ada,dunia keprawatan di Indonesia sangatmemprihatinkan .Fenomene ³gray area´ pada berbagai jenis dan jenjang keperawatanyang ada maupun dengan profesi kesehatan lainnya masih sulitdihindari.6.PPNI mendorong disahkannya Undang-Undang Praktik KeperawatanDalam peringatan Hari Perawat Sedunia ini Persatuan Perawat Nasional Indonesia(PPNI) lebihmendorong disahkannya Undang-Undang Praktik Keperawatan. Hal inikarena pertama,Keperawatan sebagai profesi memiliki karateristik yaitu, adanyakelompok pengetahuan (body of knowledge) yang melandasi keterampilan untuk menyelesaikan masalah dalam tatanan praktik keperawatan; pendidikan yang memenuhistandar dan diselenggarakan di Perguruan Tinggi; pengendalian terhadap standar praktik; bertanggungjawab dan bertanggungugat terhadaptindakan yang dilakukan; memilih profesi keperawatan sebagai karir seumur hidup, dan;memperoleh pengakuanmasyarakat karena fungsi mandiri dan kewenangan penuh untuk melakukan pelayanandan asuhan keperawatan yang beriorientasi pada kebutuhan sistem klien(individu,keluarga, kelompok dan komunitas. Kedua, kewenangan penuh untuk bekerjasesuaidengan keilmuan keperawatan yang dipelajari dalam suatu sistem pendidikankeperawatanyang formal dan terstandar menuntut perawat untuk akuntabel terhadapkeputusan dan tindakanyang dilakukannya.Kewenangan yang dimiliki berimplikasi terhadap kesediaan untuk digugat,apabila perawat tidak bekerja sesuai standar dan kode etik. Oleh karena itu, perlu diatur sistemregistrasi, lisensi dan sertifikasi yang ditetapkan dengan peraturan dan perundang-undangan. Sistem ini akan melindungi masyarakat dari praktik perawat yang tidak kompeten,karena Konsil Keperawatan Indonesia yang kelak ditetapkan dalam UndangUndang Praktik Keperawatan akan menjalankan fungsinya. Konsil Keperawatan melaluiuji kompetensi akanmembatasi pemberian kewenangan melaksanakan praktik keperawatan hanya bagi perawat yangmempunyai pengetahuan yang dipersyaratkanuntuk praktik. Sistem registrasi, lisensi dansertifikasi ini akan meyakinkan masyarakat bahwa perawat yang melakukan praktik keperawatanmempunyai pengetahuan yangdiperlukan untuk bekerja sesuai standar. Ketiga, perawat telah memberikan konstribusi besar dalam peningkatan derajat kesehatan. Perawat berperan dalam memberikan pelayanan kesehatanmulai dari pelayanan pemerintah dan swasta, dari perkotaan hingga pelosok desa terpencil dan perbatasan.Tetapi pengabdian tersebut pada kenyataannya belum diimbangi dengan pemberian perlindungan hukum, bahkan cenderung menjadi objek hukum. Perawat jugamemilikikompetensi keilmuan, sikap rasional, etis dan profesional, semangat pengabdianyangtinggi, berdisiplin, kreatif, terampil, berbudi luhur dan dapat memegang teguh etika profesi.Disamping itu, Undang-Undang ini memiliki tujuan, lingkup profesi yang jelas,kemutlakan profesi, kepentingan bersama berbagai pihak (masyarakat, profesi, pemerintah dan pihak terkaitlainnya), keterwakilan yang seimbang, optimalisasi profesi,fleksibilitas, efisiensi dankeselarasan, universal, keadilan, serta kesetaraan dankesesuaian interprofesional (WHO,

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Anih Kurnia liked this
Anih Kurnia liked this
Ali Mahfudh liked this
Navisa Mavida liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->