Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
78Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Imam Samudra : Aku Melawan Teroris

Imam Samudra : Aku Melawan Teroris

Ratings:

4.38

(13)
|Views: 23,169|Likes:
Published by beMuslim
Tulisan Imam Samudra
Tulisan Imam Samudra

More info:

Published by: beMuslim on Nov 13, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
 
Judul
 
AKU MELAWAN TERORIS
 Penulis : Abdul Azizalias Imam Samudra alias QudamaEditor : Bambang SukirnoTataletak : Studio 619Desain Cover : Rahmat RudiantoPenerbit : Jazeera PO Box 174 Solo,Tel. 0271 – 702 7661E-mail : jazeera@telkom.netSIUP No. : 229/11.35/PK/VI/2004Website :
Cetakan I : September 2004
 
HALAMAN PERSEMBAHAN
 
Bingkisan buat:Ayah dan bunda tercinta yang telah sekian lama tak bersua, dan kedua orangmertua yang soya hormati, semoga dirahmati Allah.Bidadariku dan sekalian cahaya mataku yang kucintai dan kukasihi semoga Allahmerahmati kalian...Seluruh ikhwan Mujahidin senasib seperjuangan yang telah dan sedang diuji dibawah siksaan, tekanan dan kini kuliah di ‘Kampus Teroris’ –semoga lulus danistiqamah.Seluruh ‘partner’ diskusi di alam maya, yang akan segera paham manhajsalafushshaleh bukan ‘salafushshaleh’ (dalam tanda petik).Keluarga syuhada Jihad Bom Bali dan bom lainnya, semoga diberi kesabaran olehAllah dan turut mendapat syafa’at di akhirat kelak...
 
 
TERIMA KASIH, MUSUHKU ..!!
 Syaikh Salman Fahd Audah
Terima kasih, musuh...!
 Engkau mengajariku bagaimana mendengar kritik yang pedas tanpa harus merasa galau.Engkau mengajariku bagaimana harus terus melangkah di jalan yang telah kutempuhtanpa ragu, meski kadang aku harus mendengar kata-kata yang kurang pantas atau tidak layak. Sungguh, ini adalah pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran yang tidak bisadidapatkan secara teori, bahkan oleh seseorang yang telah berupaya dan berupaya.Sampai kemudian Allah mendatangkan orang lain sebagai pelatih, yang memaksameneguk pil pahit untuk pertama kalinya, agar terbiasa untuk selanjutnya.
Terima kasih, musuh...!
 Engkaulah penyebab lahirnya pendisiplinan diri; agar diri tidak hanyut oleh pujian parapemuji. Sungguh, Allah menjadikanmu sebagai penyeimbang. Agar, seseorang tidak tertipu oleh pujian, atau sanjungan orang yang berlebihan, atau ujub yang tidak padatempatnya, dari para pengagum yang hanya melihat kebaikan dan kebaikan belaka.Berbeda dengan engkau! Engkau tidak melihat kecuali dari sisi lain. Atau, engkausejatinya melihat kebaikan tapi engkau buat ia menjadi buruk.
Terima kasih, musuh...!
 Engkau telah mencela lisan-lisan pembela kebenaran, menyerangnya, jugamenentangnya, yang karenanya mengobarkan sikap pembelaan yang hebat.Jika bukan karena nyala api yang membakarnyaAroma harum kayu gaharu takkan ada yang tahuTerima kasih, terima kasih! Engkau mempunyai kelebihan –sekalipun tidak engkauinginkan– dalam menciptakan iklim keseimbangan, juga obyektifitas sebuah pemikiran.Kadang, manusia meletakkan al-haq melampaui kadarnya. Dan engkau, menjadipenyebab ditegakkannya keseimbangan. Penyebab adanya evaluasi dan perbaikan. Maka, janganlah engkau diperbudak kemarahan atas sebab penolakanmu. Sebab seseorang, jikakepentingan telah masuk, tak dapat lagi melihat dan berpikir jernih. Yang tersisa hanyamenolak dan menentang. Tak ada lagi ketenangan dan kehati-hatiaan dalam dirinya. Tak ada lagi kecermatan dalam memandang pendapat orang yang berbeda dengannya.Padahal, boleh jadi yang berbeda itu benar, meski hanya sedikit.
Terima kasih, musuh...!
 Sungguh, Engkau telah mengasah semangat, menciptakan tantangan, membuka arena,dan menggelar kompetisi. Hingga setiap orang benar-benar terobsesi memenangkandirinya, berambisi meningkatkan dirinya, tuk meraih kedudukan yang tinggi nan utama.Ya, berlomba adalah sunnah syar’iyah, adalah ketentuan Rabbani. Bukankah Allah

Activity (78)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ya Untung Ya added this note|
aku ingin membuat yang membaca sadar, apakah muhammad tidak tertipu dengan suara-suara, bisikan-bisikan, cerita-cerita dan jibril (kalau ada) yang muhammad anggap wahyu? muhammad kan hanya mendengar cerita-cerita.
AS1222 liked this
Ayu Sri Jayanty liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->