Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
FPI Sebuah Keniscayaan

FPI Sebuah Keniscayaan

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 135|Likes:
Published by beMuslim
Oleh Ir. Muhamad Umar Alkatiri
Mantan Napol Kasus Peledakan BCA

FPI adalah organisasi tanpa badan hukum yang lahir spontan. Mereka yang ikut mendeklarasikan FPI hampir seratus persen adalah orang-orang yang tidak punya pengalaman berorganisasi. Bahkan ketika dideklarasikan, para pencetusnya tidak pernah berfikir akan punya cabang di berbagai daerah. Kenyataannya, cabang-cabang FPI tumbuh di berbagai daerah.
Oleh Ir. Muhamad Umar Alkatiri
Mantan Napol Kasus Peledakan BCA

FPI adalah organisasi tanpa badan hukum yang lahir spontan. Mereka yang ikut mendeklarasikan FPI hampir seratus persen adalah orang-orang yang tidak punya pengalaman berorganisasi. Bahkan ketika dideklarasikan, para pencetusnya tidak pernah berfikir akan punya cabang di berbagai daerah. Kenyataannya, cabang-cabang FPI tumbuh di berbagai daerah.

More info:

Published by: beMuslim on Nov 13, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2009

pdf

text

original

 
Oleh Ir. Muhamad Umar AlkatiriMantan Napol Kasus Peledakan BCA
FPI adalah organisasi tanpa badan hukum yang lahir spontan. Mereka yang ikutmendeklarasikan FPI hampir seratus persen adalah orang-orang yang tidak punya pengalaman berorganisasi. Bahkan ketika dideklarasikan, para pencetusnya tidak  pernah berfikir akan punya cabang di berbagai daerah. Kenyataannya, cabang-cabang FPI tumbuh di berbagai daerah.Ini artinya FPI memang dibutuhkan. Kebutuhan itudilahirkan oleh sikap pemerintah dan aparat hukum yang berat sebelah, juga akibat sikap kalangan Kristen yang arogan dan mau menang sendiri.Kebutuhan itu juga dilahirkan oleh media massa yang hampir seluruhnyadimiliki fundamentalis sekuler yang anti agama, namun sok tahu denganagama, dengan mempublikasikan pemikiran-pemikiran ‘progresif’ yangsesungguhnya menawarkan kesesatan bukan kedamaian.Salah seorang deklarator FPI Habib Rizieq pernah mengatakan, “
 Kalau semua petani menanam padi dan tak ada yang memberantas hama, makabersiaplah menerima panen yang gagal. Kalau semua petani memberantashama dan tak ada yang menanam padi maka bersiaplah tidak makan. Kedua pekerjaan itu harusdilakukan secara harmonis. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi munkar, keduanya harus ada yang melakukan. Karena itu harus ada rakyat yang bekerja untuk membangun negeri dan harusada polisi yang menjaga keamanan rakyat. Dan sebagai negara dengan mayoritas Islam maka di Indonesia harus ada pula umat Islam yang menjaga keamanan agama Islam. Untuk itulah FPI didirikan. Semoga ini menjadi pembagian tugas harmonis yang saling menguatkan.
Pernyataan Rizieq bukan tanpa alasan. Aparat penegak hukum tak berbuat semestinya ketika adayang melecehkan Islam. Misalnya, kasus pelecehan yang dilakukan Gus Dur, yang pernahmengatakan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci paling porno. Ketika itu, sekitar pertengahanJuni 2006, gabungan ulama Madura, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten dan DKIJakarta bersama dengan beberapa pimpinan ormas Islam, mendatangi Mabes Polri di Jakarta,mengadukan Gus Dur kepada Kepolisian terkait dengan penodaan terhadap Al-Quran. Namun, GusDur tidak pernah dimasukkan ke dalam sel karena pelecehannya itu, meski sejumlah ulama sudahmelaporkannya.Masih banyak ucapan dan perbuatan orang-orang sealiran Gus Dur yang gemar memprovokasi danmelecehkan agama Islam. Tapi, nyaris tak terjerat hukum. Syafii Maarif di
 Republika
berkali-kalimenulis dengan nada menyindir dan melecehkan, bahkan Maarif pernah menggunakan
istilahpreman berjubah
untuk menyerang lawan ideologisnya. Maarif juga pernah menelikung pemikiran buya HAMKA ketika ia membahas soal tafsir buya HAMKA terhadap surat Al-Baqarahayat 62 dan surat Al-Maidah ayat 69 (harian Republika, rubrik Resonansi, Selasa, 21 Nopember 2006).Ini sangat aneh. Maarif yang mantan Ketua PP Muhamadiyah lebih condong membela kekafiran berfikir, dan hal itu difasilitasi oleh harian
 Republika
yang katanya koran umat Islam. Bila Maarif dilaporkan ke polisi, ia tidak bisa dijerat hukum. Lalu ke mana kegeraman umat Islam itu dapatdisalurkan? Barangkali, FPI telah menjadi pilihan sebagai salah satu salurannya.1
 
Kalau Republika saja berani memfasilitasi tulisan-tulisan yang seperti itu, apalagi harian Kompas,Koran Tempo, Media Indonesia, Majalah Tempo, Seputar Indonesia, Rakyat Merdeka, Indopos,Jawa Pos, dan sejumlah koran lainnya yang masih satu group dengan Kompas dan Jawa Pos.Kelompok Liberal menolak RUU-APPKoran dan majalah itu, sangat gigih menentang aspirasi umat Islam. KetikaRUU APP diperjuangkan, mereka memposisikan diri secara tegas, yaitu
menentang
. Begitu juga ketika Perda Syari’ah digulirkan, mereka juga ikut-ikutan menentang.Demikian halnya ketika aspirasi umat Islam meminta Ahmadiyahdibubarkan mereka juga menentang.Apa yang menjadi pendirian media massa itu jelas sebuah provokasi.Apalagi ditambah dengan provokasi sejumlah orang yang berpaham sepilis,seperti
Syafii Anwar
(ICIP),
Ahmad Suaedy
(The Wahid Institute),
Guntur Romly
(JIL) yang pernah mewawancarai Gus Dur, danmenghasilkan pelecehan berupa pernyataan “Al-Qur’an merupakan kitab suci paling pornoyangdisampaikan Gus Dur, sebagaimana pernah dipublikasikan pada situs JIL.Ketiga nama di atas, tercantum di dalam petisi AKKBB yang dimuat berbagai media. Dan… Subhanallah, Allahu Akbar…, ketiganya ternyatamenjadi korban kekerasan yang dilakukan massa Laskar Islam.Padahal, saya yakin massa Laskar Islam (yang di dalamnya terdapat laskar FPI) sama sekali tidak tahu siapa yang mereka pukuli itu.Mereka tidak kenal wajah
Syafii Anwar 
yang membela Ahmadiyah melalui berbagai wawancara dan tulisannya. Mereka tidak kenal wajah
 Ahmad Suaedy dari The Wahid Institute
yang tulisannya amat sangat membelaAhmadiyah dan aliran sesat lainnya. Mereka juga tidak kenal
Guntur Romli
aktivis JIL yang produktif menelurkan tulisan-tulisan penyesatan. Dari ketiga nama tadi, Guntur Romli yang paling parah, sehingga hampir seluruh wajahnya berbalut perban.Untung saja, Gus Dur dan Dawam Raharjo tidak hadir di Monas 01 Juni 2008 lalu. Kalau sajamereka hadir, entahlah apa yang akan terjadi. Mungkin lebih parah dari Guntur Romli. Logikanya,Guntur Romli saja yang tidak dikenal massa sudah sedemikian bonyok, apalagi Gus Dur danDawam Raharjo?Salah satu tulisan
Ahmad Suaedy
di situs The Wahid Institute berjudul
 Kasus Ahmadiyah dan Problematika Kebangsaan di Indonesia
, iamembahas (membela) Ahmadiyah dengan alasan yang tidak ada kaitannyadengan akidah. Seolah-olah para penolak Ahmadiyah itu adalah orang-orang yang menganut Wahhabi dan takut tersaingi oleh Ahmadiyah. Duaalinea tulisan Suaedy sebagai berikut:Pasang naiknya penyerangan dan kekerasan terhadap Ahmadiyah dan jugaaliran-aliran Islam tertentu, tampaknya tidak terpisah dari perkembanganinternasional, yaitu kian eratnya hubungan kelompok-kelompok Islamtertentu dengan negara-negara yang dominan di dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).2
 
Sebagaimana diketahui umum, OKI didominasi negara-negara kaya minyak di Timur Tengah yangmemiliki kepentingan menyebarkan Islam sesuai dengan cara pandang mereka, yang padaumumnya Wahabi, ke seluruh dunia.Mereka juga berambisi untuk menjadi representasi dunia Islam dibanding wilayah lain dankelompok Islam lain manapun. Ahmadiyah adalah salah satu aliran Islam yang memilikikepemimpinan (Amir) dunia yang berkedudukan di London. Struktur organisasi internasional yangkuat dan kepercayaan belahan dunia kepada Ahmadiyah yang cukup meyakinkan, menjadikannegara-negara dominan di dalam OKI kuatir. Mereka berupaya keras menindas aliran Islam yangmenjadi pesaing mereka, terutama secara internasional.Bukan cuma Ahmad Suaedy yang membela Ahmadiyah dengan landasan yang tidak jelas. Ada jugatulisan
Imam Ghazali Said
dengan judul
Membela Ahmadiyah yang  Dizalimi
:
GAI
dan
JAI
, setelah saya melakukan studi terhadap kitabTadzkirah, testimoni, interogasi, dan dialog dengan para tokoh dan kaumawam pengikut JAI, ternyata mereka tidak keluar dari kriteria muslim danmukmin di atas. Karena itu, saya konsisten mengikuti nurani dan kajianilmiah untuk “Membela JAItanpa mempertimbangkan akan dibencikelompok muslim yang menyesatkan Ahmadiyah atau tidak.” (Jawa Pos,Senin, 28 Apr 2008) Namun sampai kini, publik tidak pernah membaca kajian ilmiah karyaImam Ghazali Said yang dijadikan landasan membela Ahmadiyah. Apakahkajian ilmiahnya itu
reliable, valid 
atau tidak, kita tidak tahu. Kita juga tidak tahu, apakah diamempunyai kompetensi dan kualifikasi untuk melakukan kajian ilmiah terhadap Ahmadiyah?Kalau kajian ilmiahnya memang benar ada, silakan disajikan ke publik, kemudian dibandingkandengan hasil pemantauan Bakor Pakem yang dikeluarkan 16 April 2008 lalu. Bandingkan jugadengan hasil temuan fakta-fakta kebohongan Ahmadiyah yang ada di LPPI. Berani?Harian Kompas dan sebagainya, memang sudah bisa dipastikan akan selalu memposisikan dirimenentang aspirasi umat Islam, dan cenderung membela kekafiran sebagaimana dijajakan kaum
 sepilis
. Jangankan Kompas, harian Seputar Indonesia yang baru memasuki tahun ketiga saja, sudah berani memprovokasi dengan menampilkan tulisan penganut
 sepilis
di hariannya itu. Antara lain,Ayu Utami yang mengisi kolom tetap bertajuk 
 Kodok Ngorek 
, di halaman 13 Seputar IndonesiaMinggu.Sebagai contoh, kita ambil tiga tulisan
Ayu Utami
di harian Seputar Indonesia Minggu, beberapa saat sebelum ia cuti melahirkan. Yaitu,edisi 20 April 2008, edisi 27 April 2008 dan edisi 4 Mei 2008.Pada edisi 20 April 2008, Ayu Utami memberi judul tulisannya denganhal-hal yang berbau agama, yaitu “
Sekte Poligami
”. Padahal, yangdilaporkannya adalah sebuah sekte yang menganut paham seks bebas,dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan poligami yang dikenal umatIslam. Yaitu,
Commune Friedrichshof 
yang didirikan oleh Otto Muhl ditahun 1972 (di Austria), dan sekte
Yearning for Zion
yang saat inisedang populer di Texas.3

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->