Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Alur Pembuatan

Alur Pembuatan

Ratings: (0)|Views: 124 |Likes:
Published by Eddy Purwoko

More info:

Published by: Eddy Purwoko on Jan 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

 
Alur Pembuatan Program
Mei 2 Posted byArie Seorang programmer tidak melakukan pembuatan dan pengkodean program secara begi tu saja,namun mengikuti perencanaan dan metodologi yang terstruktur yang memisahkan proses suatuaplikasi menjadi beberapa bagian. Berikut ini langkah ± langkah sistematis dasar dalammenyelesaikan permasalahan pemrograman :1.
 
Mendefinisikan masalah2.
 
Menganalisa dan membuat rumusan pemecahan masalah3.
 
Desain Algoritma dan Representasi4.
 
Pengkodean, Uji Coba dan pembuatan dokumentasiUntuk memahami langkah dasar dalam pemecahan masalah dalam sebuah komputer mari kitamendefinisikan sebuah permasalahan yang akan diselesaikan langkah demi langkah sebagaimanametodologi pemecahan masalah yang akan dibahas selanjutnya.Masalah yang akan kitaselesaikan akan didefinisikan pada bagian selanjutnya.
M
endefinisikan masalah
 Seorang programmer umumnya mendapatkan tugas berdasarkan sebuah permasalahan. Sebelumsebuah program dapat terdesain dengan baik untuk menyelesaikan beberapa permasalahan,masalah±masalah yang terjadi harus dapat diketahui dan terdefinisi dengan baik untuk mendapatkan detail persyaratan input dan output. Sebuah pendefinisan yang jelas adalahsebagian dari penyelesaian masalah. Pemrograman komputer mempersyaratkan untuk mendefiniskan program terlebih dahulu sebelum membuat suatu penyelesaian masalah.
M
enganalisa dan membuat rumusan pemecahan masalah
 Setelah sebuah permasalahan terdefinisi secara memadai, langkah paling ringkas dan efisiendalam penyelesaian harus dirumuskan. Umumnya, langkah berikutnya meliputi memecahkanmasalah tersebut menjadi beberapa bagian kecil dan ringkas.
Desain Algoritma dan Representasi
 Setelah kita mengetahui dengan baik dan jelas mengenai permasalahan yang ingin diselesaikan,langkah selanjutnya yaitu membuat rumusan algoritma untuk menyelesaikan permasalahan.Dalam pemrograman komputer penyelesaian masalah didefinisikan dalam langkah demi langkah.Algoritma adalah urutan langkah ± langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secarasistematis dan logis. Logis merupakan kunci dari sebuah algoritma. Langkahlangkah dalamalgoritma harus logis dan bernilai benar atau salah.
 
Algoritma dapat diekpresikan dalam bahasa manusia, menggunakan presentasi grafik melaluisebuah FlowChart (diagram alir) ataupun melalui PseudoCode yang menjembatani antara bahasamanusia dengan bahasa pemrograman. Berdasarkan permasalahan yang terjadi, bagaimanakahkita dapat memberikan solusi penyelesaian secara umum dalam sebuah alur yang dapat denganmudah dimengerti.
Pengkodean, Uji Coba dan pembuatan dokumentasi
 Setelah membentuk algoritma, maka proses penulisan program dapat dimulai. Menggunakanalgoritma sebagai pedoman, maka kode program dapat ditulis sesuai bahasa pemrograman yangdipilih. Setelah menyelesaikan seluruh kode program, langkah selanjutnya yaitu menguji program tersebut apakah telah berfungsi sesuai tujuannya untuk memberikan suatu solusi untuk menyelesaikan suatu masalah. Bilamana terjadi kesalahan ± kesalahan logika atas program,disebut juga sebagai bugs, maka kita perlu untuk mengkaji ulang rumusan/algoritma yang telahdibuat, kemudian memperbaiki implementasi kode program yang mungkin keliru. Proses inidisebut dengan debugging.Terdapat dua tipe kesalahan (errors) yang akan dihadapi seorang programmer. Yang pertamaadalah compile-time error, dan yang kedua adalah runtime error. Compile-time errors muncul jika terdapat kesalahan penulisan kode program. Compiler akan mendeteksi kesalahan yangterjadi sehingga kode tersebut tidak akan bisa dikompilasi. Terlupakannya penulisan semi-colon(;) pada akhir sebuah pernyataan program atau kesalahan ejaan pada beberapa perintah dapatdisebut juga sebagai compile±time error. Compiler tidaklah sempurna sehingga tidak dapatmengidentifikasi seluruh kemungkinan kesalahan pada waktu kompilasi. Umumnya kesalahanyang terjadi adalah kesalahan logika seperti perulangan tanpa akhir. Tipe kesalahan ini disebutdengan runtime error. Sebagai contoh, penulisan kode pada program terlihat tanpa kesalahan,namun pada saat anda menelusuri struktur logika kode tersebut, bagian yang sama pada kodetereksekusi berulang±ulang tanpa akhir. Pada kasus tersebut compiler tidak cukup cerdas untuk menangkap kesalahan tipe ini pada saat proses kompilasi. Sehingga saat program dijalankan,aplikasi atau bahkan keseluruhan komputer mengalami hang karena mengalami proses perulangan yang tidak berakhir. Contoh lain dari run-time error adalah perhitungan atas nilaiyang salah, kesalahan penetapan kondisi dan lain sebagainya.Untuk memudahkan dalam memeriksa suatu kesalahan suatu program ataupun memahami jalannya program, kita juga perlu membuat suatu dokumentasi dari program yang dibuat.Dokumentasi tersebut berisi informasi mulai dari tujuan dan fungsi program, algoritma, sertacara penggunaannya.
 
Perangkat Lunak Sistem Informasi Bisnis (Sistem Informasi) merupakan salah satu faktor 
competitive advantage
penting bagi perusahaan yang mempergunakannya di era yang sangatkompetitif seperti saat ini. Sistem Informasi memungkinkan manajemen menjalankanoperasional perusahaan dengan lebih terkendali, mengambil keputusan berdasarkan informasiterbaru yang akurat dan merencanakan pengembangan perusahaan berdasarkan simulasikomputer yang detil dan akurat. Pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya sulit dan bahkan tidak mungkin untuk dilakukan menjadi mudah dilakukan dengan cepat dan akurat, misal :menerapkan
 just-in-time inventory
, memperoleh informasi keuangan, SDM, produksi, penjualansecara real-time, melakukan
what-if analysis
, dll.Secara umum, pengadaan Sistem Informasi dapat dilakukan perusahaan melalui 2 cara, yaitumembeli Package / Comercial Off-The-Shelf (COTS) Software atau membuat Tailor-made /Custom Software. Package Software merupakan software yang dibuat berdasarkan standar  proses bisnis umum dan / atau rancangan pengembang. Tailor-made Software merupakansoftware yang dibuat pengembang berdasarkan proses bisnis dan kebutuhan perusahaan. Olehkarena itu pengadaan Sistem Informasi dengan cara membuat Tailor-made Software memberikanlebih banyak keuntungan apabila dibandingkan dengan cara membeli Package Software.Keuntungan-keuntungan yang bisa didapat oleh perusahaan yang mengadakan SistemInformasinya dengan cara membuat Tailor-made Software antara lain :1.
 
I
nvestasi yang optimal
. Karakteristik utama Tailor-made Software adalah semuakebutuhan perusahaan dapat dipenuhi oleh fitur-fitur yang ada di dalam software danfitur-fitur yang ada di dalam software digunakan seluruhnya oleh perusahaan. Selain itu, proses di dalam software 100% sesuai dengan proses bisnis perusahaan. Dengandemikian, investasi perusahaan dalam bidang Sistem Informasi yang dibuat menjadioptimal dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi perusahaan. Sebagai perbandingan, pada umumnya pengguna Microsoft Word hanya mempergunakan sekitar 20% - 30% fitur yang ada di dalamnya. Hal ini berarti secara umum perusahaan pengguna Microsoft Word mengalami kerugian sebesar 70% - 80% dari investasi yangdikeluarkan untuk membeli lisensi Microsoft Word.2.
 
M
udah diterapkan dan dipergunakan
. Kesesuaian software dengan proses bisnis dankebutuhan perusahaan membawa pengaruh posisif bagi karyawan, antara lain : tingkat penolakan karyawan terhadap software menjadi rendah, pemahaman dan penggunaansoftware oleh karyawan dapat dilakukan dengan cepat, dll. Pengaruh positif inidimungkinkan karena secara mendasar karyawan tidak mengalami perubahan dalammelakukan proses bisnis yang menjadi tanggung-jawabnya sehingga proses penerapandan penggunaan software untuk mendukung kegiatan bisnis dapat dilakukan denganmudah. Namun demikian, keuntungan ini sulit didapat apabila Tailor-made Softwareyang dibuat merupakan software untuk menerapkan proses bisnis dan kebutuhan perusahaan yang merupakan hasil Rekayasa Ulang Proses Bisnis (Business ProcessReengineering / BPR).3.
 
T
erintegrasi
. Berdasarkan
b
est practise
Rekayasa Perangkat Lunak, perusahaan yangmembuat Tailor-made Software selain memperhatikan proses bisnis dan kebutuhannya juga harus memperhatikan standar arstitektur software yang sudah ada, seperti : platform, bahasa pemrograman, basis data, protokol, dll. Standar arsitektur software merupakan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->