Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JIHAD DAKWAH

JIHAD DAKWAH

Ratings: (0)|Views: 588 |Likes:
Published by Nuratifah Nabilah

More info:

Published by: Nuratifah Nabilah on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/28/2013

pdf

text

original

 
PERANGKAT-PERANGKAT KHUSUS YANG DIPERGUNAKANJAMAAH DALAM MENTARBIYAH ANGGOTA-ANGGOTANYA
Dalam mentarbiyah para anggotanya, Jamaah mempergunakan beragamperangkat. Inilah yang akan kita uraikan di sini satu demi satu berda-sarkan dokumen-dokumen Jamaah, sejarah perjalanannya, buku-bukudan risalah yang ditulis oleh mi,}rsyid pertama dan pemimpin-pemimpin yang lain, serta para anggota Jamaah ini, bahkan yang ditulis oleh orangluar dari kalangan penulis Timur maupun Barat.Perangkat yang dipergunakan Jamaah untuk mentarbiyah para anggo_ tanya sangat beragam (dari yang umum hingga yang khusus) dan secarabertahap (dari keterikatan secara umum, lalu keterikatan persaudaraan,selanjutnya keterikatan dalam aktivitas, hingga keterikatan dalam jihad). Keberagaman bentuk dan tahapan ini tidak lain sebagai upayanyata akan perangkat-perangkat ideal dalam tarbiyah.Sesuai dengan data yang diambil dari sejarah Jamaah, perangkat-perangkat.itu meliputi:A. Usrah,B. Katibah,C. Rihlah,D. Mukhayam atau Mu'asykar,E. Daurah,F Nadwah, danG. Muktamar.Masing-masing perangkat ini memiliki tujuan, etika, dan syarat rukun-nya yang akan kami jelaskan dalam pembahasan berikutnya, insyaAllah.Sebelum berbicara secara rinci tentang berbagai perangkat, baik yangumum maupun yang khusus, kita harus berbicara terlebih dahulumengenai tahapan-tahapan keterikatan dalam Jamaah. Karena dalamtahapan inilah terdapat isyarat kuat bahwa proses tarbiyah dalamberbagai lini Jamaah ini tidak bersifat sporadis dan tidak bertujuanuntuk mendapatkan anggota secara kuantitatif belaka, sebagaimana yang banyak dilakukan oleh umumnya partai politik. Tahapan-tahapan dalam keterikatan ini telah kami singgung di mukaketika kita berbicara tentang pembentukan secara operasional dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin. Tarbiyah dalam Jamaah Ikhwanul Muslimin telah mendapatkan bentuk-nya yang komprehensif karena semenjak kelahirannya merekasenantiasa mencurahkan perhatian terhadap berbagai dimensifundamental dalam proses tarbiyah ini, yaitu:-
 
Manhaj yang shahih,
 
-
 
Perangkat yang komprenhensif, serta-
 
pimpinan yang tegas dan terpercaya.Adapun tentang manhaj yang shahih, Jamaah telah mendapatkannyadari Kitabullah, Sunah, sirah Rasul-Nya, serta hukum-hukum Islam yang bersih dari segala bentuk bid'ah dan manipulasi. Semua inimenjadi pijakan Ikhwan dalam mentarbiyah para anggotanya.Sedangkan mengenai perangkat yang komprehensif, ia ada tujuh pro-gram yang baru saja kita singgung dan akan kita jelaskan secara detaildalam pembahasan berikutnya.Yang terakhir adalah pimpinan yang tegas dan terpercaya. Ia dimulaidari jajaran para pemimpin (naqib) usrah hingga jenjang ketua umum(mursyid 'am) Jamaah.Selanjutnya kita akan membicarakannya satu persatu.
USRAH
Usrah menurut pemahaman Jamaah Ikhwanul Muslimin merupakanbatu-bata pertama dalam struktur bangunan Jamaah. Ia jugamerupakan landasan bagi pembentukan kepribadian anggota danperangkat paling tepat untuk mentarbiyah mereka secara integral,menyentuh seluruh sendi kepribadian, untuk selanjutnya memformatmereka dengan format Islam sesuai dengan Kitabullah dan SunahRasul-Nya.Oleh karena itu, dalam sejarah Jamaah usrah memiliki peran yangsangat penting sehingga dikategorikan sebagai salah satu pilar utama,bahkan pilar terpenting sebagai tempat bertumpu bagi bangunan Jamaah. Meskipun sebagian pemikir dan ahli fiqih Jamaah -karenamelihat Ikhwanul Muslimin sudah mendunia- berpendapat bahwa usrahmerupakan sarana yang sudah seharusnya ditinggalkan oleh Jamaahdan mencari alternatif lain sebagai penggantinya, atau sebagian yanglain menganggap bahwa Jamaah tidak lagi memerlukan tarbiyah yangmengikuti sistem usrah, saya ingin mengatakan bahwa para tokohterkemuka dalarn bidang pernikiran Jamaah yang lebih dalarnpemahamannya, lebih komprehensif persepsinya terhadap tuntutan-tuntutan Jamaah, sekaligus sebagai praktisi yang lebih paham terhadapmedan, berpendapat bahwa penerapan sistem usrah tetap sangat urgendan tidak bisa dilepaskan sama sekali. Sebagai bukti atas kebenaranpemahaman dan pemikiran yang diajukan, mereka melontarkanbeberapa argumentasi sebagai berikut:
Pertama
, tarbiyah melalui sistem usrah merupakan tarbiyah yang se-sungguhnya dan tak tergantikan, karena dalarn sistem usrah inilah
 
didapatkan kearifan, kejelian, dan langsung di bawah asuhan seorangsyaikh atau murabbi yang ia adalah naqib (pemimpin) usrah itu sendiri.Sedang program-programnya bersumber dari Kitabullah dan SunahRasul-Nya yang diatur dengan jadwal yang sudah dikaji sebelumnya.
Kedua,
tarbiyah dengan sistem usrah sarna sekali tidak bertentangandengan universalitas dakwah, karena universalitas dakwah inibersumber dari universalitas Islam, sistem, dan perundang-undangannya. Universalitas ini sama sekali bukan rekayasa Jamaah,sehingga kita tidak bisa rengatakan bahwa universalitas dakwah initelah tercapai, karenanva usrah sudah saatnya ditinggalkan. Jadi,adakah kontradiksi antara universalitas dengan pembinaan individudengan seorang guru dan menggunakan usrah sebagai perangkatnya? Tentu saja tidak.
Ketiga,
tarbiyah melalui usrah merupakan 'ttrjuan yang terkandungdalarn perangkat. Demikian itu karena penyiapan individu secara islami,pematangan mentalitas, pemikiran, aqidah, dan perilaku merupakankegiatan yang memerlukan kontinyuitas, sekaligus menjadi tujuanabadi. Kendatipun usrah termasuk perangkat, namun karena kuatnyaketerkaitan dengan tujuan, mengharuskan sistem usrah memilikikontinyuitas.
Keempat,
sepanjang perjalanan tarbiyah, hanya sistem usrahlah yangbisa memantapkan proses penyiapan individu islami dan secara integral,Oleh karenanya ia harus tetap berlanjut rneski daulah Islam telahberdiri tegak secara sempurna. Hal itu karena tarbiyah melalui usrahlah yang akan menyuplai sumber daya rnanusia bagi kebutuhan pemerintahdengan proses yang baik. Padahal pernerintah manapun akan selalumembutuhkan tersedianya Sumber Daya Manusia yang baik ini.
Kelima,
Taruhlah pemerintah Islarn telah tegak dan dapat menguasaisistem pangajaran dan media informasi. Namun ingatlah bahwakeduanya tidak akan mampu mentarbiyah anggota. Tarbiyah yangintegral, yang nrenanamkan dalarn jiwa sifat keutamaan, kesungguhan,dan kepekaan terhadap tanggung jawab memang berhubungan eratdengan proses pengajaran dan media informasi. Akan tetapi hanyausrah beserta sistemnyalah yang dapat mentarbiyah anggota dengantarbiyah islamiyah sesuai denganharapan. Tentang usrah, kita akan membahas beberapa hal sebagai berikut:1.
 
Sejarah usrah dalam Jamaah.2.
 
 Tujuan usrah; yang umum maupun khusus.3.
 
Rukun-rukun usrah.4.
 
Syarat-syarat usrah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->