Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jihad

Jihad

Ratings: (0)|Views: 66 |Likes:
Published by Nuratifah Nabilah

More info:

Published by: Nuratifah Nabilah on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

 
HAL-HAL PENTING DALAM PELAKSANAAN JIHADMASA KINI
 
Setelah kita memahami ruang lingkup jihad yang telah dijelaskan dalam
syari‟at yang kemudian akan menjadikan kita lebih teguh dalam
menempuh perjalanan jihad kita pada masa kita sekarang ini, mungkinakan muncul sebuah pertanyaan yang mengganjal pada benak sebagian
kita, bagaimana mungkin jihad sebagaimana ditetapkan dalam syari‟at
tersebut bisa terlaksana dengan baik sementara kekuatan umat Islampersis sebagaimana yang diramalkan oleh Rosululloh
shollallohu „alai wa
sallam, yaitu seperti buih yang dibawa banjir, tidak mempunyai bobotsama sekali.Di sisi lain umat Islam sendiri sudah terlalu jauhmeninggalkan pemahaman-
pemahaman syari‟at mereka sendiri, sehingga
kebodohan merata di berbagai pemasalahan, sampai-sampai sesuatuyang sudah jelas sejelas matahari disiang bolongpun masih banyak yangtidak menyadarinya. Pemahaman Islam yang benar menjadi sebuahpemikiran yang sangat asing di sebagian besar masyarakat Islam itusendiri.
 
Rosululloh
shollallohu „alaihi wa sallam
bersabda:
 
ُ ْ َ َ  َاَ َْنَأُ ِ ُ  َ ِ َ ْ َ  َ َُ َ ََا  َاَ َ  َ َٍ ُُأ ُْ ِُ َُاُ 
»
 َ ْ ُ
:
ِ اَل ُَر  َ  َل َٍ ِ َْ َ  َ ِٍ  ِْ ِَأ
 ُوُ َِب ُ ُْ ِَ َ َ َ ْاُع ُِ ْ اِء َ ُ َٌء َ ُْ ُ ِ ََوٌ ِ َٍ ِ َْ َْ ُ ْَأْ  َ ْَ ْاُ ُ ِ ُ ُِ  َ ْُَو
»
َل َ ؟ُ ََ ْا  ََو ا ُ َ
: «
 ِتْ َ ْاُ َ ِاَ ََوِة َ َْا ُ
 
 “
Hampir-hampir datang waktunya kalian dikeroyok oleh semua bangsadari berbagai penjuru, sebagaimana mereka mengeroyok hidangan
mereka.” Kami (sahabat) bertanya:”Wahai Rosululloh, apakah karenawaktu itu jumlah kami sedikit?” Beliau menjawab:”Kalian ketika itu
banyak, akan tetapi kalian seperti buih banjir. Dicabut rasa takut dari hati musuh-musuh kalian dan dijadikan dalam hati kalian kelemahan
.” Mereka(sahabat) bertanya:”Apakah kelemahan itu ?” Beliau menjawab:”Cintahidup dan benci mati.” 
1
Dan Rosululloh shollallohu „alaihi wa sallam juga bersabda:
 
اَ  ََد َ ِْاُ ُ ْَ ََوِعْر ِْ ُ ِَرَوِ َ َ ْاَب َْذَأْُْ ََأَوِ َ ِ ْ ِْ ُ ْ َ َ َ اَذِإُ ُِ ْ َ ُذْ ُ ْ َ َُ  ُ ِِدَِإ ا ُ ِْ َ َ
 
 “
 Apabila kalian berjual beli dengan cara „iinah, mengikuti ekor 
-ekor sapi,rela dengan bercocok tanam dan kalian tinggalkan jihad, niscaya Allohakan menimpakan kepada kalian kehinaan yang tidak diangkatnya
kembali sampai kalian kembali kepada diin kalian.” 
2
Begitulah kehinaanpun melanda umat Islam hari ini. Alloh menimpakankehinaan kepada mereka lantaran jihad ditinggalkan. Kehinaan yangberupa berkuasanya orang-orang kafir terhadap mereka, berkuasanyaorang-orang yang tidak mempunyai kasih sayang kepada umat Islam
 
hanya lantaran mereka beriman kepada Alloh. Dan kehinaan ini termasukadzab pedih yang Alloh sebutkan dalam firman-Nya
 
ُ َآَِ ا  َ َأ  َ َ ْاِة َ َْ ِْ ُ ِَرَأِضْرَْاَِإْ ُ ْ َ اِ اِ ِ َِ اوُ ِاْ ُ ََ ِ اَذِإْ ُ َ  َ ا   ِَأ  ًاَ َْ ُ ْ َ ُ اوُ ِ َِإٌ ِ َِإِةَ ِْاِ َ ْاِة َ َْاُع َ َ َ َِةَ ِْاْ ِً  ًْ َْلِ ْ َ ْ َ َو   ٌِ َٍءْ َ ُ َ َُ اَو  ً ْ َُو ُ َََوْ ُَ ْ َ
 
 “
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan
kepada kamu :”Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu
meresa berat dan ingin tinggal ditempatmu. Apakah kamu puas dengankehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah akan menyiksa dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu)dengan kaum yang lain, dan tidak akan dapat memberi kemudharatankepada-
Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At 
-Taubah:38-39)
 
Berangkat dari kenyataan tersebut (lemahnya umat Islam danberkuasanya orang-orang kafir dimuka bumi) mungkin sebagian akanmenilai bahwa hukum-
hukum syar‟i seputar jihad ini tidaklah relevan
pada zaman sekarang ini atau sebagian mencoba mentakwil-takwilkandengan pemahaman yang lain atau mencoba mencari program lain yangmenurut mereka lebih relevan dan realistis untuk masa sekarang ini.Maka tidak jarang kita dapati sebagiam mereka bergabung kedalampermainan demokrasi, sebagian lagi menutup diri dalam dunia dakwahdan tarbiyah saja sedangkan kemenangan umat mereka pasrahkansepenuhnya kepada Alloh tanpa mempersiapkan diri untuk berjihad. Lalu
sebenarnya bagaimana syari‟at menjawab persoalan ini.
 
Pada pembahasan ini kami akan mencoba menguraikan permasalah-permasalahan tersebut, sehingga kita bisa lebih memahami bahwa hukum jihad tersebut tetap relefan dan aplikatif untuk sepanjang masa. Dalamhal ini akan kami bagi menjadi dua pembahasan yaitu pembahasanseputar kondisi lemah yang menimpa umat Islam, bagaimana menurutpandangan Islam khususnya dalam kaitannya dengan jihad, dan
pembahasan i‟dad serta hal
-hal yang kaitannya dengan apa yang haruskerjakan ketika jihad tidak mampu kita kerjakan dikarenakan tidakadanya kemampuan untuk melaksanakannya.
 1.
 
KONDISI LEMAHNYA UMAT ISLAM DALAM KAITANNYADENGAN HUKUM JIHAD
 
Telah kami paparkan di atas bahwasanya kemampuan adalah syaratwajib jihad dan bukan syarat syahnya. Sehingga ketika secaraperhitungan kaum muslimin tidak mempunyai kemampuan untukmenumbangkan musuh tidak berarti secara otomatis jihad menjadi punah
 
atau jihad menjadi haram dan kaum mmuslimin harus kembali kepada
syari‟at wajibnya bersabar dalam menghadapi kedloliman orang
-orangkafir. Oleh karena itu perlu kiranya kita kaji bagaimana sebenarnyamenilai kondisi lemahnya
umat Islam sesuai dengan kaca mata syari‟at.
 1.
 
1.
 
Kajian Terhadap Tahapan-Tahapan Disyariatkannya Jihad
 
Para ulama‟ menyebutkan bahwasanya jihad itu disyari‟atkan melalui
empat tahapan sebagai berikut:
 1.
 
Tahapan larangan untuk berperang dan diperintahkan untukbersabar menghadapi gangguan dan cercaan dari orang-orangmusyrik dengan terus menebarkan dakwah.
 
Rosululloh shollallohu „alaihi wa sallam melang para sahabat beliau untuk
memerangi penduduk Mekah pada masa ini. Maka ketika ada sahabat
yang berkata kepada beliau:”Dulu ketika kami dalam keadaan musyrik
kami adalah orang-orang yang mulia, namun ketika kami beriman kamimenjadi orang-
orang yang hina.” Beliau bersabda kepadanya:”Aku
diperintahkan untuk memaafkan, maka janganlah kalian
memerangi………..” 
 
(HR. Nasa‟I VI/3, Baihaqi IX/11, dalam Mustadrok 
II/307 dan beliau berkata sesuai dengan Syarthul Bukhori namun Bukhori dan Muslim tidak meriwayatkannya, dan hal ini disepakati oleh Adz-Dzahabi.)
Dan larangan berperang ini disebutkan dalam firman Alloh:
 
ِ ْ َ ََ ِ ُ  َ ََة َا ا ُاَءَوَةَ ا ا ُ ِَأَوْ ُ َ ِ ْ َأ ا  ُْ ُََ ِَِ ا إ ْََأُُِ َ اَذِإُل َ ِ ْاُ  ََأْوَأِاِ َ ْ َ ََساَنْ َ ْَْ ُ ْ ٍ ََأَِإ أ َل َ ِ ْا  َ ْ َ ََ ْ َ ََِ  َ َر ا ُ ََوً َ ْ َ  ً ِ ََن ُ َ ْ ُََو  َ اِ َ ُُ ْ َ ةاوُُ ِ َ  َ ْاُع َ َْ ُٍِ َ
 
 “
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepadamere
ka:”Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikanlah shalat dantunaikanlah zakat!” Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba
-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia(musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari 
takutnya. Mereka berkata:”Ya Rabb kami, mengapa engkau wajibkan
berperang kepada kami Mengapa tidak engkau tangguhkan (kewajiban
berperang) kepada kami beberapa waktu lagi” Katakanlah:”Kesenangan
di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang
yang bertaqwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikitpun”.(An
-
Nisa‟: 77)
 1.
 
Dipebolehkannya untuk berperang dan tidak diwajibkan
 
Hal ini desebutkan dala firman Alloh yang berbunyi:
 
َانِإَو ا ُ ِ ُْ ُ َ ِَن ُ َ َ ُَِ  ِَنِذُأٌِ َ َْ ِِ ْ َ  َ َ
 “
Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karenasesungguhnaya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-
benar Maha Kuasa menolong mereka itu.” (Al 
-Hajj: 39)
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->