Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
123Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AKSIOLOGI -FILSAFAT ILMU

AKSIOLOGI -FILSAFAT ILMU

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 5,983 |Likes:
Published by Totok Wahyu Abadi

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Totok Wahyu Abadi on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/24/2013

pdf

text

original

 
AKSIOLOGI : ANTARA ETIKA, MORAL, DAN ESTETIKATotok Wahyu Abadi(Peserta S3 Program Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan-SekolahPascasarjana UGM; NIM. 09/292702/SMU/00692; e-mail:totokwahyu@gmail.com)
Ilmu tanpa agama adalah buta, dan agama
tanpa ilmu adalah lumpuh
 Albert Eistein (1879
 – 
1917)
Abstrak
Ilmu pada hakikatnya adalah netral. Ketidaknetralan ilmu bergantung padamanusia. Secara ontologis dan aksiologis, manusialah yang menentukan danmemberikan penilaian tentang baik dan buruknya. Dalam sisi aksiologis, ilmuharuslah memberikan kontribusi yang lebih bermanfaat pada kehidupanmanusia. Makalah ini berupaya memaparkan bagaimana aksiologi sebagaisalah satu pilar utama filsafat mengungkap masalah nilai, etika, moral, danestetika.
Key words: aksiologi, nilai, etika, moral, dan estetika
 
1. PENDAHULUAN
Ada tiga pilar utama dalam filsafat ilmu yang selalu menjadi pedoman.Yaitu, ontologi, epistemologi, dan aksiologi (Jujun S.Suriasumantri,1987:5).Ketiga pilar itulah manusia berupaya untuk mencari dan menggali eksistensi ilmusedalam-dalamnya. Hakikat apa yang ingin diketahui manusia merupakan pokok bahasan dalam
ontologi.
Dalam hal ini manusia ingin mengetahui tentang
ada
 
atau eksistensi yang dapat dicerap oleh pancaindera.
 Epsitemologi
merupakanlandasan kedua filsafat yang mengungkapkan bagaimana manusia memperolehpengetahuan atau kebenaran tersebut. Setelah memperoleh pengetahuan, manfaatapa yang dapat digunakan dari pengetahuan itu. Inilah yang kemudian membawapemikiran kita menengok pada konsep
aksiologi
. Yaitu, filsafat yang membahasmasalah nilai kegunaan dari nilai pengetahuan.Persoalan-persoalan filsafat dapat dideskripsikan menjadi limaberdasarkan ciri-cirinya (Tim dosen Filsafat Ilmu UGM,2007:31-34; Jan Hendrik 
 
Rapar,1996:33-67). Kelima persoalan filsafat tersebut adalah metafisika,epistemologi, logika, etika, dan estetika.Istilah metafisika berasal dari kata Yunani
meta ta physika
, yang dapatdiartikan sebagai sesuatu yang ada di balik atau di belakang benda-benda fisik (tim dosen,2007:31). Metafisika juga dapat diartikan sebagai pemikiran tentangsifat yang paling dalam (
ultimate nature
) dari kenyataan atau keberadaan.Persoalan metafisika dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu ontologi, kosmologi(alam), dan antropologi (manusia).
Epistimologi, Ontologi, dan Aksiologi
 
TAHAPANONTOLOGI (HakikatIlmu) 
1. Obyek apa yang telah ditelaah ilmu?2. Bagaimana wujud yang hakiki dari obyek tersebut?3. Bagaimana hubungan antara obyek tadidengan daya tangkap manusia (sepertiberpikir, merasa, dan mengindera) yangmembuahkan pengetahuan?
EPISTIMOLOGI(Cara MendapatkanPe-ngetahuan)
1. Bagaimana proses yang memungkinkanditimbanyapengetahuan yang berupa ilmu?2. Bagaimana prosedurnya?3. Hal-hal apa yang harus diperhatikan agar kitamendapatkan pengetahuan dengan benar?4. Apa yang disebut dengan kebenaran itusendiri?5. Apa kriterianya?6. Sarana/cara/teknik apa yang membantu kitadalam mendapatkan pengetahuan yang berupailmu?
AKSIOLOGI(Guna Pengetahuan)
1. Untuk apa pengetahuan tersebut digunakan?2. Bagaimana kaitan antara cara penggunaantersebut dengan kaidah-kaidah moral?3. Bagaimana penentuan obyek yang ditelaahberdasarkan pilihan-pilihan moral?4. Bagaimana kaitan antara teknik proseduralyang merupakan operasionalisasi metodeilmiah dengan norma-normamoral/profesional?
 
Epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari asal mula atausumber, struktur, metode, dan validitas pengetahuan (Tim dosen,2007:32). Secaraetimologi, istilah epistemologi berasal dari Yunani
episteme
(pengetahuan) dan
logos
(ilmu/teori). Logika merupakan cabang filsafat yang berkenaan dengankegiatan berpikir dan bahasa. Dalam hal ini logika dapat didefinisikan sebagaiilmu bernalar secara runtut dan sistematis yang disampaikan denganmenggunakan bahasa. Tentu dalam hal ini terdapat sejumlah aturan yang harusditaati agar pernyataan-pernyataan yang disampaikan sah dan dapat diterima olehakal sehat baik diri kita sendiri maupun orang lain.Etika sering disebut sebagai filsafat moral.
 Ethos
yang berasal dari bahasaYunani dan berarti sifat, watak, kebiasaan merupakan istilah yang selalu merujuk pada etika. Begitu halnya dengan
ethikos
yang berarti susila, keadaban, ataukelakuan dan perbuatan yang baik. Sementara moral berasal dari bahasa Latinyaitu
mores
(bentuk jamak dari
mos
), yang berarti adat istiadat atau kebiasaan,watak, kelakuan, tabiat, dan cara hidup (Jan Hendrik Rapar,1996:63). Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia (tim dosen, 2007:33).Perbuatan yang dilakukan secara sadar dan bebas. Sedangkan objek formalnyaadalah kebaikan dan keburukan atau bermoral dan tidak bermoral dari tingkahlaku tersebut.Yang terakhir adalah estetika. Yaitu, cabang filsafat yang berkaitan dengankeindahan (
 philosophy of beauty
). Estetika berasal dari Yunani,
aesthetika
yaituhal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau
aisthesis
= cerapan indera.Perbincangan etika dan estetika selalu berkaitan dengan nilai-nilai. Perbedaannya,etika berkaitan dengan baik - jahat dan nilai-nilai moral sedangkan estetikaberkaitan dengan keindahan dan kejelekan serta nilai non-moral.
2. AKSIOLOGI
 Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya bahwa aksiologi adalah filsafatnilai. Nilai yang dimaksudkan adalah nilai kegunaan. Apa kegunaan ilmu itudalam kehidupan manusia? Tentu kita semua setuju dan sepakat bahwa ilmu telahbanyak memberikan manfaat dalam kehidupan dan kesejahteraan umat manusia didunia. Ilmu telah mampu mengubah dan memberantas bahaya bencana kelaparan,kemiskinan, mewabahnya berbagai penyakit, buta aksara, dan lain-lain bencanayang melanda wajah duka kehidupan manusia. Ilmu telah mampu membuatkehidupan manusia lebih mudah dan membantu melakukan pekerjaan dengan

Activity (123)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Dio Cahya liked this
PJ Sabar Wahyudi liked this
Ricky Ajjha added this note
mantab...thanks
hafis muaddab liked this
Iin Sri Lestari liked this
saifulakbars liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->