Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
REFRAKSI

REFRAKSI

Ratings: (0)|Views: 279|Likes:
Published by Bustanoel

More info:

Published by: Bustanoel on Jan 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2014

pdf

text

original

 
REFRAKSI
Mata dapat dianggap sebagai kamera potret, dimana sistimrefraksinya menghaislkan bayangan kecil, terbalik diretina. Rangsanganini diterima oleh batang dan kerucut diretina, yang diteruskan melalui saraf optic (N.II), kekorteks serebri pusat penglihatan, yang kemudian tampaksebagai bayangan yang tegak. Supaya bayangan tak kabur, kelebihancahaya diserap oleh lapisan epitel pigmen retina. Bila intensitas cahayaterlalu tinggi, pupil akan mengecil untuk menguranginya. Alat-lata refraksimata terdiri dari permukaan kornea, humir akueus (cairan bilik mata).,pemrukaan anterior: dan posterior lensa, badan kaca (corpus vitereum).Daya refraksi kornea hampir sama dengan humor akueus, sedang dayafraksi lensa hamper sama pula dengan badan kaca. Keseluruhan sistimrefraksi mata ini membentuk lensa yang cembung dengan focus 23 mm.dengan demikian pada mata emetrop, dalam keadaan mata istirahat,sinar yang sejajar, yang datang di mata, akan dibisakan tepat difoveasentralis dari retina. Fovea sentralis merupakan posterior principal focusdari sistim refraksi mata ini, dimana cahaya yang datangnya sejajar,setelah melalui system refraksi ini, bertemu. Letakknya 23 mm dibelakangkornea, tepat di bagian dalam macula lutea. Pembiasan yang terbesar terdapat pada permukaan anterior dari kornea, ditambah denganpermukaan anterior dan posterior dari lensa.
 
Refraksi mata : adalah perubahan jalannya cahaya, akibat mediarefrakta mata, dimana mata dalam keadaan istirahat. Maka dalamkeadaan istirahat berarti mata dalam keadaaan tidak berakomodasi.Akomodasi adalah kesanggupan mata untuk mempebesar dayapembiasanya. Tentang mekanisme akomodasi 121 2 teori.1.Teori Helmholtz: kalau mm, silaris berkoatraksi, maka iris danbadan siliar, dipergerakan kedepan bahwa, sehingga zonula Zinnai jadikendor, lensa menjadi lebih cembung, karena elastisitasnya sendiri.Banyak yang mengikuti teori ini
2.
Teori dari teschernig: Bila mm, siliaris berkontraksi, maka iris danbadan siliar digerakkan ke belakang atas, sehingga zonula Zinnimenjadi tegang, juga bagian perifer lensa menjadi tegang, sedangbagian tengahnya didorng kesentral dan menjadi cembungJarak tak terhingga: 5-6 m dari mata, sinar yang datang dari jarak ini jalannya sejajar sampai dimata.Pungutan remotum (R):Titik yang terjauh, yang dapat dilihat dengannyata tanpa akomodasi pada emetropia Eletaknya di titik tak terhingga.Pungtum proksimum (P):Titik terdekat yang dapat dilihat denganakomodasi maksimalDaerah akomodasi:jarka antara P RLebar Akomodasi (A):Tenaga yang dibutuhkan untuk melihat daerahakomodasi. Dinyatakan dioptri, besarnya sama
 
dengan kekuatan lensa konfeks yang harusdiletakkan didepan mata, yang menggantikanakomodasi untuk pungtum proksimum.A = 1/P …. 1/RPada emtropia;R letak pada jarak tak terhingga,P = 20 cmA = 1/P – 1/R = 100/20 -
 D
51/1
=     
Pada hipermetropia, dimana sebagian akomodasi diperlukan untukpenglihatan jauh, umpamanya 2D, kalau pungtum proksimumnya 20 cm,maka lebar akomodasi pada hipermetropia 2D, adalah 9I/P – I/R) + 2D =1--/20 + 2D = 7D. dari sini dapat dilihat, bahwa P pada emetropia samadengan P dan hipermetropia, tetapi lebar akomodasi emetropia lebih kecildari pada hipermetropia. Bila lebar akomodasi dari emetrpia sama denganhipermetropia, maka pungtum proksimum emetropia lebih kecil daru padahipermetropia.Pada miopa: untuk penglihatan jauh diperlukan lensa cekung,misalnya S-2 dioptri, P=10 cm. lebar akomodasi A = )I/P – I/R) – 2D =100/10 – 2 D = 8D.Jadi kalau lebar akomodasi myopia sama dengan metropia, makaP lebih dekat pada miopa dari pada emtropia. Sedang bila P pada myopiasama dengan emetropia, maka lebar akomisasi myopia lebih kecil daripada emtropia. A = 9100/10) (1/
1
) = 100 I) = 10 D pada emtropia.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
andremonyet liked this
Rezkyana Danil liked this
Samuel Christian liked this
anindians liked this
meliani.fitri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->