TIRAIKASIH–
http://cerita-silat.co.cc/
169 Bulan Sabit Di Bukit Patah–WIRO SABLENG 212
3
perak murni dan konon berasal dari tanah Arab terjatuh di tanah taksempat diambilnya ketika terjadi perkelahian antara dirinya denganWiro dan Si Kamba Mancuang. Masih untung dia bisa melarikan diriselamatkan nyawa sekaligus memboyong Puti Bungo Sekuntum.Akan halnya gadis cantik Puti Bungo Sekuntum, saat itutergeletak dalam keadaan tertotok di panggulan bahu kiri seorang lelakiberdestar dan berpakaian serba merah yang bukan lain adalah
Pandeka Bumi Langit Dari Sumanik.
Rambut panjang hitam tergerai awut-awutan, wajah pucat dan dua mata tertutup.Sekali-sekali Pandeka Bumi Langit meniup-niup tangan kanannya yang merah melepuh. Sewaktu terjadi pertarungan dengan Pendekar212 WiroSableng, dengan mengandalkan ilmu silat Sitaralak diaberhasil menyarangkan pukulan bernama
Tigo Alu Mangupak Lasuang.
Wiro semburkan darah akibat terluka di dalam walau tidak parah.Pandeka Bumi Langit sendiri mengelupas kulit tangan kanannya mulaidari ujung jari sampai ke pergelangan akibat hawa panas yangmemancar keluar dari tubuh Wiro berasal dari kapak sakti yang beradadalam badan sang pendekar. (Baca: “Fitnah Berdarah Di Tanah Agam”)Orang ketiga yang ikut bersama Tuanku Laras Muko Balang tentusaja adalah Ki Bonang Talang Ijo, orang tua sakti dari Kuto Gede ditanah Jawa. Kakek bersorban dan berjubah hijau ini, yang menjadipimpinan rombongan pencari Kupu Kupu Giok Ngarai Sianokkeadaannya mengenaskan sekaligus menggidikkan. Ketika bertarungmelawan Datuk Panglimo Kayo, walau dia berhasil membuat lawanakhirnya menemui ajal, namun Datuk Panglimo Kayo sempat menginjakhancur kening dan mata kanannya. Kini kening dan mata itu dibalutsehelai kain hitam tebal. Blangkon hijau berbunga hijau yangmerupakan salah satu senjata andalan masih bertengger di atas kepala. Tak jauh di sebelah kiri Ki Bonang berdiri seorang lelaki bermatasipit berkulit kuning. Tangan kanan dibalut di bagian siku. Inilah
Perwira Muda TengSien
yang daun telinga kanannya sumplungdihantam patahan goloknya sendiri sewaktu berkelahi melawanPendekar 212 Wiro Sableng. Seperti diketahui dia adalah orangkepercayaan Pangeran Chia di daratan Tiongkok yang merupakan ayahdari Chia Swie Kim. Perwira berkepandaian tinggi ini bersama tiga oranganak buahnya yang telah lebih dulu menemui ajal ditugaskan untukmengejar dan membawa kembali Chia Swie Kim yang didalam tubuhnyaterdapat sebuah benda pusaka keramat milik Kerajaan yaitu
Kupu Kupu Mata Dewa.
Di dalam menjalankan tugas Perwira Muda itu diberi wewenang untuk menyerahkan hadiah berupa batangan-batangan emassebanyak dua peti kepada siapa saja yang membantu mendapatkanputeri sang Pangeran. Satu peti telah diberikan kepada Ki Bonang dansemua orang yang memberikan pertolongan. Sisa satu peti disimpan disatu tempat rahasia dan baru akan diserahkan kalau Chia Swie Kimdalam bentuk seorang gadis ataupun dalam ujud kupu kupu batu giok