Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
7Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Ham Elsam 2003

Laporan Ham Elsam 2003

Ratings:

4.86

(7)
|Views: 4,555|Likes:
Published by sector31

More info:

Published by: sector31 on Nov 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/05/2012

pdf

text

original

 
Laporan Hak Asasi Manusia 2003
“Melemahnya Daya Penegakan Hak Asasi Manusia:Hutang, Kemiskinan dan Kekerasan”
Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat – ELSAM
Jl. Siaga II no.31 Pejaten BaratJakarta 12510 INDONESIATel.+62 21 79192564, 7972662Fax.+62 21 79192519Email:advokasi@indosat.net.id, elsam@nusa.or.idURL:www.elsam.or.id
 
Laporan Penegakan HAM 2003Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat
2
Daftar Isi
I.Gambaran UmumII.Pemisahan TNI-Polri yang Gagal: Melemahkan Upaya Penegakan HAMIII.Penyelidikan Pelanggaran Hak Asasi Manusia, Suatu Evaluasi terhadapFungsi Penyelidikan Komisi Nasional HAMIV.Macetnya Peradilan IndonesiaV.Menuju Suatu Krisis Permanen: Buruknya Hak Atas Pangan, Perumahan,Pendidikan dan KesehatanVI.Kesimpulan dan Rekomendasi
 
Laporan Penegakan HAM 2003Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat
3
I. Gambaran Umum
Pengantar
Tahun 2003 memperlihatkan kecilnya daya politik rejim Megawati dalam mendorongpenegakan hak asasi manusia. Pilihan tindakannya di bidang politik dan ekonomi bersifatrespon terbatas, sering kali di luar pertimbangan perlindungan hak asasi manusia, demi tujuanstabilitas politik yang terbatas pula. Akibatnya masyarakat Indonesia masuk dalam keadaan-keadaan hak asasi manusia yang sulit secara politik.Terdapat dua situasi yang bertentangan satu sama lain. Di satu sisi berlangsung tindakan-tindakan justice terhadap pelaku pelanggaran hak asasi manusia, yang merupakanpelaksanaan langsung dari Tap MPR dan UU 26/2000. Tetapi tindakan ini tidak memilikidukungan politik yang kuat. Di lain pihak, telah digelar operasi besar-besaran di Aceh yangmerupakan pelaksanaan keputusan presiden, dan berpotensi melahirkan kekerasan yangsistematik dan meluas. Keputusan ini mendapat dukungan politik begitu besar, baik berupapernyataan moral maupun dukungan dana, birokrasi dan aparatus pemerintahan.
1
Dukunganpolitik juga tidak datang bagi pengadilan Ad Hoc HAM untuk kasus Tanjung Priok, bagipencabutan ketetapan MPR yang melanggar prinsip hak asasi manusia, maupun bagi usahapencarian kebenaran dan pengungkapan kekerasan masa lalu.Dalam tahun ini pula rejim Megawati memilih memberikan komitmennya memberantasterorisme dari pada memberantas korupsi dan kekebalan hukum para pejabat publik.Parlemen juga memberi dukungan penuh dengan memberlakukan UU Terorismemenggantikan Perpu Anti-Terorisme. Tindakan terpadu melawan terorisme sarat denganancaman pelanggaran kebebasan dan keselamatan sipil, dan mengingatkan masyarakatIndonesia akan kembali digunakannya pasal-pasal subversi. Pemberlakuan ini jugamenimbulkan kekhawatiran kembali menguatnya wewenang lembaga-lembaga yang dahuluberperan penting dalam memelihara otoritarianisme. Sedangkan institusi-institusi demokratik yang masih lemah, setelah selama tiga puluh tahun digerogoti oleh otoritarianisme, berkurangkesempatannya untuk memperkuat diri.Sementara itu, pengadilan tidak berhasil menjalankan fungsi politik mendorong proseskonsolidasi demokrasi. Pengadilan kembali dilihat sebagai alat cuci tangan pelaku. Hasil daripersidangan yang sudah digelar sejak tahun lalu itu sangat buruk, karena sejumlah tersangkapenting telah dibebaskan.
2
Namun lebih dari itu, pengadilan ini tidak berhasil membongkarkejahatan terhadap kemanusiaan sebagai operasi skala nasional, melibatkan pembuatankebijakan dan sumberdaya nasional yang dijalankan oleh militer Indonesia sebagaimanafakta-fakta yang berhasil ditemukan oleh Komnas HAM.
3
Situasi sulit ini juga dirasakan oleh masyarakat kebanyakan. Mekanisme yang dapatdiandalkan masyarakat agar klaim haknya, yang telah diakui secara legal, konstitusional danpolitik,
4
itu terwujud, tidak efektif. Padahal, pada institusi-institusi negara (misalnya institusiperadilan, departemen kesehatan, pendidikan, perumahan, Komisi Nasional HAM) itulah
1
Lihat Briefing Paper Elsam No. 2, 2003.
2
Lihat Laporan monitoring pengadilan HAM Ad Hoc Timor Timur
3
Lihat David Cohen, Intended to Fail, Laporan ICTJ, New York, 2003
4
Berlakunya berbagai ketetapan tentang hak asasi manusia, tanah dan sumberdaya alam, pemberantasan korupsidan sebagainya merupakan buah terpenting dari penggulingan rejim Suharto. Lihat laporan ELSAM 2002,Paradoks Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Maryani Hm liked this
Rangga Narziz liked this
Jan Windy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->