Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rekruitmen Dan Penempatan Tenaga Pendidik

Rekruitmen Dan Penempatan Tenaga Pendidik

Ratings: (0)|Views: 1,164 |Likes:
Published by chierasain
Bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dinyatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Oleh karena itu tidaklah heran apabila Negara yang memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Menurut Tim Dosen FIP-IKIP Malang bahwa .Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani (Pikir, karsa, rasa, cipta, dan budi nurani) dan jasmani (Pancaindera serta keterampilan-keterampilan ( Tim Dosen FKIP Malang: 1981:7). Pendidikan merupakan sektor penting dari proses pembangunan nasional yang turut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia suatu Negara. Sumber daya terpenting suatu negara adalah Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas, dan usaha mereka kepada organisasi. Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan merencanakan, melaksanakan serta mengendalikan organisasi yang bersangkutan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk keberhasilan sekolah tersebut. Keberhasilan institusi pendidikan dalam mengemban misinya sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas mutu hasil kerja institusi pendidikan, seperti tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, biaya, anak didik, masyarakat dan lingkungan pendukungnya. Sub sistem tenaga kependidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dalam Undang-undang SISDIKNAS Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan (UU No: 20 Tentang Sisdiknas 2003: 3). Menurut UU RI No. 20 TH. 2003 SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) Pasal 40 Ayat 2, Guru sebagai tenaga kependidikan memiliki kewajiban sebagai berikut:
Bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnya terjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dinyatakan pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan menjadikan sumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahan di lingkungan kerja. Oleh karena itu tidaklah heran apabila Negara yang memiliki penduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mempunyai tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat. Menurut Tim Dosen FIP-IKIP Malang bahwa .Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkan kepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani (Pikir, karsa, rasa, cipta, dan budi nurani) dan jasmani (Pancaindera serta keterampilan-keterampilan ( Tim Dosen FKIP Malang: 1981:7). Pendidikan merupakan sektor penting dari proses pembangunan nasional yang turut meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia suatu Negara. Sumber daya terpenting suatu negara adalah Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas, dan usaha mereka kepada organisasi. Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan semata-mata ditentukan oleh Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, akan tetapi banyak ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berperan merencanakan, melaksanakan serta mengendalikan organisasi yang bersangkutan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk keberhasilan sekolah tersebut. Keberhasilan institusi pendidikan dalam mengemban misinya sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas mutu hasil kerja institusi pendidikan, seperti tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, biaya, anak didik, masyarakat dan lingkungan pendukungnya. Sub sistem tenaga kependidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dalam Undang-undang SISDIKNAS Tenaga kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan (UU No: 20 Tentang Sisdiknas 2003: 3). Menurut UU RI No. 20 TH. 2003 SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) Pasal 40 Ayat 2, Guru sebagai tenaga kependidikan memiliki kewajiban sebagai berikut:

More info:

Published by: chierasain on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

 
Seminar Aktual Masalah 
Masalah Pendidikan 
 
Rekruitmen dan Penempatan Tenaga Pendidik 
 
1
REKRUTMEN DANPENEMPATAN TENAGA
PENDIDIK
Writen By : Iwan Kosasih
 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 A.
 
Latar Belakang
 
Masalah
 
Bagaimanapun sederhananya peradaban suatu masyarakat, di dalamnyaterjadi atau berlangsung suatu proses pendidikan. Karena itulah sering dinyatak 
an
pendidikan telah ada sepanjang peradaban umat manusia. Pendidikan menjadikansumber daya manusia lebih cepat mengerti dan siap dalam menghadapi perubahandi lingkungan kerja. Oleh karena itu tidaklah heran apabila Negara yang memilikipenduduk dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan mempunyai tingkatpertumbuhan ekonomi yang pesat. Menurut Tim Dosen FIP-IKIP Malang bahwa.Pendidikan adalah aktivitas dan usaha manusia untuk meningkatkankepribadiannya dengan jalan membina potensi-potensi pribadinya, yaitu rohani(Pikir, karsa, rasa, cipta, dan budi nurani) dan jasmani (Pancaindera se
rta
keterampilan
-keterampilan ( Tim Dosen FKIP Malang: 1981:7).
Pendidikan
merupakan sektor penting dari proses pembangunan nasional yang turutmeningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia suatu Negara. Sumber dayaterpenting suatu negara adalah Sumber Daya Manusia (SDM), yaitu
orang
-
orang
yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas, dan usaha mereka kepada organisasi.Keberhasilan suatu organisasi baik besar maupun kecil bukan s
emata
-
mata
ditentukan oleh Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia, akan tetapi
banyak 
ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berperan
 merencanakan, melaksanakan serta mengendalikan organisasi yang bersangkutan.Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang menyelenggarakan kegiatanbelajar mengajar memerlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitasuntuk keberhasilan sekolah tersebut. Keberhasilan institusi pendidikan dalam
 
Seminar Aktual Masalah 
Masalah Pendidikan 
 
Rekruitmen dan Penempatan Tenaga Pendidik 
 
2
mengemban misinya sangat ditentukan oleh peningkatan kualitas mutu hasil kerjainstitusi pendidikan, seperti tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, biaya,anak didik, masyarakat dan lingkungan pendukungnya. Sub sistem tenagakependidikan merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk dapatmeningkatkan mutu pendidikan. Dalam
Undang
-undang SISDIKNAS Tenagakependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkatuntuk menunjang penyelenggaraan pendidikan (UU No: 20 Tentang Sisdiknas2003: 3). Menurut UU RI No. 20 TH. 2003 SISDIKNAS (Sistem Pendid
ikan
 
Nasional) Pasal 40 Ayat 2, Guru sebagai tenaga kependidikan memiliki kewajiban
 
sebagai berikut:
 1.
 
Menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif,
dinamis, dan dialogis.
 2.
 
Mempunyai komitmen secara profesional untuk meningkatkan mutup
endidikan;dan
 3.
 
Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukansesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya (UU.No: 20 Tentang
Sisdiknas, 2003:21).
 Dengan memiliki kewajiban yang telah dirumuskan di atas, ketika gurumemasuki ruang kelas, guru dapat menciptakan suasana pendidikan yangmenyenangkan dan kreatif sehingga anak didiknya pun menjadi lebih termotivasidan aktif dalam mengikuti kegiatan proses belajar mengajar. Selain itu, seorangguru juga memiliki kewajiban untuk dapat meningkatkan mutu pendidikan yaitudengan memiliki kemampuan baik secara jasmani dan rohani agar pengajaran
yang
akan diberikan kepada anak didiknya dapat dilaksanakan dengan baik danlancar serta memiliki implikasi yang positif terhadap hasil pembelajaran, dandapat menjaga nama baik lembaga, serta profesi yang ia geluti sehingga guru
tersebut dapat menjalankan kewajibannya dengan penuh rasa tanggung jawab.
 Guru harus peka dan tanggap terhadap perubahan-perubahan pembaharuan
serta ilmu pengetahuan dan t
eknologi
 
yang terus berkembang sejalan dengan
tuntutan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Disinilah tugasguru untuk senantiasa meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan,meningkatkan kualitas pendidikannya sehingga apa yang diberikan kepada
 
Seminar Aktual Masalah 
Masalah Pendidikan 
 
Rekruitmen dan Penempatan Tenaga Pendidik 
 
3
siswanya
tidak terlalu ketinggalan perkembangan kemajuan zaman
(Moh.Uzer Usman, 1995: 3)..
Dalam meningkatkan kualitas anak didiknya guru harus peka dan
tanggap
terhadap perubahan-perubahan pembaharuan serta ilmu pengetahuan danteknologi, untuk itu ketika proses kegiatan pembelajaran berlangsung seorangguru dapat menciptakan pembelajaran yang menarik dan memiliki jiwa semangatyang tinggi sehingga siswanya termotivasi dengan baik dan lebih berfikir kreatif dan inovatif guna menunjang kehidupannya dimasa datang dan dalam
menghadapi
 
tantangan
-tantangan pada era globalisasi saat ini. Sehingga dapatmenghasilkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan dapat meningkatkanmutu pendidikan
di sebuah lembaga pendidikan (sekolah).
 Menjelaskan bahwa reorganisasi lembaga
pengelola
pendidikan di daerah
pun masih diwarnai oleh tarik menarik kekuatan yang
 
bernuansa kecurigaan.
Budiyana (Kompas, 31 Mei 2002) menilai bahwa dari hal itu muncul kesankuat aparat pemerintah daerah ingin menjadi super power dalam birokrasi di
daer
ah dengan cara menempatkan orang-orang yang kurang kapabel danprofesional pada jabatan-jabatan strategis dilingkungan Dinas Pendidikandari pada menempatkan orang-orang eks Kanwil Depdiknas,
yangsebenarnya
lebih paham mengenai pendidikan
(Hadiyanto, tth:4).
 Pada era otonomi pendidikan, pemerintah daerah (pemda) memiliki
kewenangan
yang sangat besar bagi penentuan kualitas sumber daya manusia (guru) yangdiperlukan di daerah masing-masing. Dengan melalui otonomi daerah
(Pemda)
dapat memperhatikan lebih terhadap profesi guru dan diharapkan menjadi lebihdekat pada sasaran dalam peningkatan kulitas pendidikan bangsa. Oleh karena itu,dimasa yang akan datang aparat pemerintah daerah benar-
benar
harus memilikipola rekrutmen guru yang lebih bermutu lagi, sehingga terwujud guru yangberkompeten dan efektif. Dalam meningkatkan mutu pendidikan sangat berkaitanerat dengan masalah Sumber Daya Manusia, oleh karena itu proses rekrutmensumber daya manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting sekali danhanya akan
dapat
diperoleh melalui upaya rekrutmen yang efektif yaitu mengenaiinformasi yang akurat dan berkelanjutan tentang jumlah dan kualifikasi yangdiperlukan untuk berbagai bidang pekerjaan dan untuk pengembangan danpencapaian tujuan sebuah lembaga pendidikan. Tentu saja rekrutmen yang

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ike Sintadewi liked this
Netri Mariati liked this
Febrisa Yusmita liked this
Sofy Mahar liked this
Anggun Walinda liked this
sorasore liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->