Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pancasila

pancasila

Ratings: (0)|Views: 157|Likes:
Published by boysiubay

More info:

Published by: boysiubay on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
BAB VIIPANCASILA SEBAGAI PARADIGMA KEHIDUPAN DALAMMASYARAKAT BERBANGSA DAN BERNEGARAA.Pengertian Paradigma
Istilah paradigma pada awalnya berkembang dalam filsafat ilmupengetahuan. Secara terminologis tokoh yang mengembangkan istilah tersebutdalam dunia ilmu pengetahuan adalah
Thomas S. Khun
dalam bukunya yangberjudul
“The Structure Of Scientific Revolution”,paradigma
adalah suatuasumsi-asumsi dasar dan teoritis yang umum (merupakan suatu sumber nilai)sehingga merupakan suatu sumber hukum, metode serta penerapan dalam ilmupengetahuan sehingga sangat menentukan sifat, ciri serta karakter ilmupengetahuan itu sendiri.Dalam ilmu-ilmu sosial manakala suatu teori yang didasarkan pada suatuhasil penelitian ilmiah yang mendasarkan pada metode kuantitatif yang mengkajimanusia dan masyarakat berdasarkan pada sifat-sifat yang parsial, terukur,korelatif dan positivistik, maka hasil dari ilmu pengetahuan tersebut secaraepistemologis hanya mengkaji satu aspek saja dari obyek ilmu pengetahuanyaitu manusia.Dalam masalah yang populer istilah paradigma berkembang menjaditerminologi yang mengandung konotasi pengertian
sumber nilai, kerangka pikir,orientasi dasar, sumber asas serta tujuan
dari suatu perkembangan, perubahanserta proses dari suatu bidang tertentu termasuk dalam bidang pembangunan,reformasi maupun dalam pendidikan.
B.Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan
Tujuan negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalahsebagai berikut “Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darahIndonesia” hal ini merupakan tujuan negara hukum formal, adapun rumusan“Memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa” hal inimerupakan tujuan negara hukummaterial
,
yang secarakeseluruhan sebagaitujuan khusus atau nasional. Adapun tujuan umum atau internasional adalah“ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi dan keadilan sosial”.Secara filosofis hakikat kedudukan Pancasila sebagai paradigmapembangunan nasional mengandung suatu konsekuensi bahwa dalam segalaaspek pembangunan nasional kita harus mendasarkan pada hakikat nilai-nilaiPancasila. Karena nilai-nilai Pancasila mendasarkan diri pada dasar ontologismanusia sebagai subyek pendukung Pancasila sekaligus sebagai subyekpendukung negara. Unsur-unsur hakikat manusia
“monopluralis” 
meliputisusunan kodrat manusia
,
terdiri
rokhani (jiwa) dan jasmani (raga),
sifat kodratmanusia terdiri
makhluk individu dan makhluk sosial serta
kedudukan kodratmanusia
sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri dan makhluk Tuhan YME.
1.Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan IPTEK
 
Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (Iptek) pada hakikatnya merupakansuatu hasil kreativitas rohani manusia. Unsur rohani (jiwa) manusia meliputiaspek akal, rasa, dan kehendak. Akal merupakan potensi rohaniah manusiadalam hubungannya dengan intelektualitas, rasa dalam bidang estetis, dankehendak dalam bidang moral (etika).Tujuan yang esensial dari Iptek adalah demi kesejahteraan umatmanusia, sehingga Iptek pada hakekatnya tidak bebas nilai namun terikat olehnilai. Pengembangan Iptek sebagai hasil budaya manusia harus didasarkanpada moral Ketuhanan dan Kemanusiaan yang adil dan beradab.Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengkomplementasikan ilmupengetahuan, mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antaraakal, rasa dan kehendak. Berdasarkan sila ini Iptek tidak hanya memikirkan apayang ditemukan, dibuktikan dan diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksuddan akibatnya apakah merugikan manusia dengan sekitarnya.Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan Iptek harus bersifat beradab.Iptek adalah sebagai hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.Sila Persatuan Indonesia, mengkomplementasikan universalia daninternasionalisme (kemanusiaan) dalam sila-sila yang lain. Pengembangan Iptekhendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa sertakeluhuran bangsa sebagai bagian dari umat manusia di dunia.Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalampermusyawaratan/perwakilan mendasari pengembangan Iptek secarademokratis. Artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untukmengembangkan Iptek juga harus menghormati dan menghargai kebebasanorang lain dan harus memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik, dikaji ulangmaupun dibandingkan dengan penemuan ilmuwan lainnya.Sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,mengkomplementasikan pengembangan Iptek haruslah menjaga keseimbangankeadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalamhubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusiadengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara sertamanusia dengan alam lingkungannya.
2.Pancasila sebagai Paradigma PembangunanPOLEKSOSBUDHANKAM
Hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pengembanganPOLEKSOSBUDHANKAM. Pembangunan hakikatnya membangun manusiasecara lengkap, secara utuh meliputi seluruh unsur hakikat manusiamonopluralis, atau dengan kata lain membangun martabat manusia.Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Bidang PolitikPengembangan dan pembangunan bidang politik harus mendasarkanpada tuntutan hak dasar kemanusiaan yang di dalam istilah ilmu hukum dankenegaraan disebut hak asasi manusia.Dalam sistem politik negara harus mendasarkan pada kekuasaan yangbersumber pada penjelmaan hakikat manusia sebagai individu –mahluk sosialyang terjelma sebagai rakyat. Selain sistem politik negara Pancasila memberikandasar-dasar moralitas politik negara. Drs. Moh. Hatta, menyatakan bahwa“negara berdasarkan atas Ketuhanan yang Maha Esa, atas dasar Kemanusiaan
 
yang adil dan beradab”. Hal ini menurutnya agar memberikan dasar-dasar moralsupaya negara tidak berdasarkan kekuasaan.Dalam sila-sila Pancasila tersusun atasurut-urutan sistematis, bahwadalam politik negara harus mendasarkan pada kerakyatan (sila IV), adapunpengembangan dan aktualisasi politik negara berdasarkan pada moralitasberturut-turut moral ketuhanan, moral kemanusiaan (sila II) dan moral persatuan,yaitu ikatan moralitas sebagai suatu bangsa (sila III). Adapun aktualisasi danpengembangan politik negara demi tercapainya keadilan dalam hidup bersama(sila V).Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan EkonomiMubyarto mengembangkan ekonomi kerakyatan, yaitu ekonomihumanistik yang mendasarkan pada tujuan demi kesejahteraan rakyat secaraluas. Maka sistem ekonomi Indonesia mendasarkan atas kekeluargaan seluruhbangsa. Tujuan ekonomi itu sendiri adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia,agar manusia menjadi lebih sejahtera. Ekonomi harus mendasarkan padakemanusiaan yaitu demi kesejahteraan manusia, sehingga harus menghindarkandiri dari pengembangan ekonomi yang hanya mendasarkan persaingan bebas,monopoli dan lainnya yang menimbulkan penderitaan pada manusia, penindasanatas manusia satu dengan lainnya.Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Sosial BudayaDalam pengembangan sosial budaya pada masa reformasi dewasa inikita harus mengangkat nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai dasar nilai yaitu nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Prinsip etika Pancasila pada hakikatnyabersifat humanistik, artinya nilai-nilai Pancasila mendasarkan pada nilai yangbersumber pada harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yangberbudaya. Dalam rangka pengembangan sosial budaya, Pancasila sebagaikerangka kesadaran yang dapat mendorong untuk
universalisasi 
, yaitumelepaskan simbol-simbol dari keterikatan struktur, dan
transendentalisasi 
. yaitumeningkatkan derajat kemerdekaan manusia, kebebasan spiritual.Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan HankamPertahanan dan Keamanan negara harus mendasarkan pada tujuan demitercapainya kesejahteraan hidup manusia sebagai makhluk Tuhan yang MahaEsa. Pertahanan dan Keamanan negara haruslah mendasarkan pada tujuandemi kepentingan rakyat sebagai warga negara. Pertahanan dan keamananharus menjamin hak-hak dasar, persamaan derajat serta kebebasankemanusiaan dan Hankam diperuntukkan demi terwujudnya keadilan dalammasyarakat agar negara benar-benar meletakkan pada fungsi yang sebenarnyasebagai suatu negara hukum dan bukannya suatu negara yang berdasarkankekuasaan.Pancasila sebagai Paradigma Pengembangan Kehidupan BeragamaPancasila telah memberikan dasar-dasar nilai yang fundamental bagibangsa Indonesia untukhidup secara damai dalam kehidupan beragama dinegara Indonesia. Dalam pengertian ini maka negara menegaskan dalam pokokpikiran ke IV bahwa
“Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa “ 
, iniberarti bahwa kehidupan dalam negara mendasarkan pada nilai-nilai Ketuhanan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->