Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perihal Shalat Berjamaah

Perihal Shalat Berjamaah

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 791 |Likes:
Published by widjanarko
Daftar isi meliputi:
1. Kedudukan shalat dalam Islam
2. Asal mula disyari’atkannya Shalat Berjamaah
3. Pentingnya Shalat Berjamaah
4. Ancaman meninggalkan Shalat Berjamaah tanpa udzur
5. Macam-macam udzur/ halangan untuk Shalat berjama’ah
6. Kapan seseorang dikatakan memperoleh Shalat Berjama’ah
7. Letak imam dan ma’mum, serta hokum-hukum shaf
8. Mengenai Imam
9. Shalat Berjama’ah bagi wanita
10. Pemutup
Daftar isi meliputi:
1. Kedudukan shalat dalam Islam
2. Asal mula disyari’atkannya Shalat Berjamaah
3. Pentingnya Shalat Berjamaah
4. Ancaman meninggalkan Shalat Berjamaah tanpa udzur
5. Macam-macam udzur/ halangan untuk Shalat berjama’ah
6. Kapan seseorang dikatakan memperoleh Shalat Berjama’ah
7. Letak imam dan ma’mum, serta hokum-hukum shaf
8. Mengenai Imam
9. Shalat Berjama’ah bagi wanita
10. Pemutup

More info:

Published by: widjanarko on Nov 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2011

pdf

text

original

 
PERIHAL SHALAT BERJAMAAH
Dirangkum oleh Widjanarko untuk saudara-saudaraku yang di rahmati Allah swt.
Isinya meliputi:1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
1. Kedudukan shalat dalam Islam
Umar bin Khaththab r.a. menulis surat ….
“Sesungguhnya urusanmu yang paling  penting disisiku adalah shalat, barangsiapa yang menjaganya maka ia telah menjagadirinya dan barangsiapa menyia-nyiakan maka ia akan lebih menyia-nyiakan amalan yang lain, tak ada keuntungan sedikitpun dalam Islam bagi seorang yang telahmeninggalkan shalat”
1
.Telah diriwayatkan oleh Nabi saw, beliau bersabda “
Shalat adalah tiang agama”
.Tidakkah engkau tahu sesungguhnya tenda akan roboh bila tiangnya telah roboh, tidak  bermanfaat bila hanya dengan tali, tidak pula dengan pasak. Maka demikian itu pula(kedudukan) shalat dalam Islam
2
.
2. Asal mula disyari’atkannya Shalat Berjamaah
Pada waktu itu shalat merupakan syaria’t yang belum dimu’akkadkan, iadisyariatkan ketika di Madinah, dan shalat menjadi amalan tersendiri dalam syari’atIslam.Al Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Umar r.a., ia berkata: Kaum muslimin tatkaladi Madinah berkumpul dan hanya memperkirakan waktunya shalat tiba, tida
1
Kitab Shalat dan hukum meninggalkannya, Ibnu Qayyim al Jauziyah hal 403-404
2
Kitabus Shalat, oleh Imam Ahmad bin Hanbal hal 356
 ______________________________________________________________________________________ Date Created:
11/14/20081 of 7
 
menggunakan panggilan. Pada suatu hari mereka memperbincangkannya, sebagiankemudian ada yang berkata:
“Gunakan saja lonceng seperti halnya orang Nashrani”,
sebagian yang lain berkata: “
Gunakan saja terompet seperti terompetnya orang Yahudi”.
Kemudian Umar berkata:
“kenapa tidak kalian suruh saja seorang untuk menyerukandatangnya waktu shalat?”
. Kemudian Rasulullah bersabda:
“Wahai Bilal berdirilah dan serukan waktu tibanya shalat”
3
.
3. Pentingnya Shalat Berjamaah
Shalat berjama’ah adalah sebab terangkatnya derajat dan bertambahnya kebaikan,ia melebihi shalat sendirian, shalat berjama’ah lebih utama 27 derajat. Dari Abdullah binUmar r.a. Rasulullah saw bersabda:
“Shalat yang dilakukan berjama’ah itu lebih utama27 kali daripada shalat sendirian”
4
. 
Dan yang lainnya,
“Sesungguhnya Allah dan paramalaikat-Nya bershalawat atas orang-orang yang shalat berjama’ah pada shaf  pertama.” Sabda Nabi.
Ibnu Mas’ud berkata:
“Siapa yang ingin bertemu Allah sebagai seorang muslimharus menjaga benar-benar shalat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Maka sesungguhnya Allah telah mengajarkan kepada Nabi saw. beberapa kelakuan hidayah(sunanulhuda) dan menjaga shalat itu termasuk dari sunanulhuda. Andaikata kamu shalat di rumah sebagai kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah berarti kamumeninggalkan sunnah Nabimu, dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu pasti kamutersesat. Tidak ada balasan bagi orang yang mengambil air wudhu danmenyempurnakannya kemudian menuju masjid melainkan Allah akan menuliskannyakebaikan bagi setiap langkahnya dan derajatnya diangkat serta dosanya terhapus. Telahkita ketahui tidak ada orang yang meninggalkan sholat berjama’ah (dengan sengajatanpa adanya udzur/ halangan sesuai syari’at) kecuali hanya orang-orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya dan sungguh dahulu ada seseorang (yang sakit) yang dipapah oleh dua orang (untuk berangkat ke masjid) hingga di diberdirikan dibarisan shaf”
5
.
Ia berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah telah mengajarkan kepada kita jalan yang telah mendapat petunjuk, dan jalan yang ditunjuki adalah shalat di masjid yang didalamnya dikumandangkan adzan”
6
.Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda:
“Seandainya manusia mengetahui keutamaan memenuhi panggilan adzan dan shaf yang  pertama, kemudian ia tak mendapatkannya kecuali harus dengan mengundinya, tentuakan dilakukannya dan seandainya mereka tahu keutamaan shalat dhuhur tentu merekaakan berlomba untuk mendapatkannya, dan seandainya mereka tahu keutamaan shalat isyadan shubuh, niscaya mereka akan mendatanginya meski harus denganmerangkak”
7
.
3
Fathul Baari Syarh Shahih Bukhari 2/77
4
Shahih Muslim 1/451
5
HR. Muslim [Fiqih Shalat, 110]
6
Shahih Muslim 1/453 bab 44 kitab al Masajid wa mawadli’ush shalat no. 654
7
Kitab Adzan bab 9 shahih Bukhari [Shalat Jama’ah, hal. 33]
 ______________________________________________________________________________________ Date Created:
11/14/20082 of 7
 
Ayat mulia ini merupakan nash tentang kewajiban shalat berjamaah. Dan dalamsurat An-Nisa' Allah berfirman yang artinya :
"Dan apabila kamu berada ditengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari merekaberdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang  shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan serokaat), maka hendaklah mereka daribelakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan kedua yang belum shalat, lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siagadan menyandang senjata." 
(An Nisa' 102)Pada ayat diatas Allah mewajibkan shalat berjamaah bagi kaum muslimin dalamkeadaan perang. Bagaimana bila dalam keadaan damai?!. Telah disebutkan diatas bahwa
"..dan hendaklah datang segolongan kedua yang belum shalat, lalu bershalatlahbersamamu.".
Ini adalah dalil bahwa shalat berjamaah adalah fardhu 'ain, bukan fardukifayah, ataupun sunnah. Jika hukumnya fardhu kifayah, pastilah gugur kewajiban berjamaah bagi kelompok kedua karena penunaian kelompok pertama. Dan jikahukumnya adalah sunnah, pastilah alasan yang paling utama adalah karena takut.Dan dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah r.a. berkata:
"Seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Ummu Maktum r.a. (yang buta matanya) datang kepada Nabi saw,
ia berkata:
"Wahai Rasulullah, aku mempunyai seorang penuntun yang kurang patuhkepadaku, sedang sepanjang jalan antara rumahku sampai masjid terdapat banyak  pepohonan dan semak berduri. Apakah aku diijinkan shalat di rumahku?”
Maka Nabisaw. ganti bertanya,
“Apakah kamu mendengar adzan, wahai Abdullah?
Abdullahmenjawab,
“Saya mendengar, ya Rasulullah!” “Kalau begitu sambutlah panggilan Allahuntuk shalat di masjid,”
Jawab Nabi saw
.
8
 
Pada suatu hari seusai mengimami shalat Ashar, Umar bin Khatab r.a.,menanyakan kabar sahabat yang tidak hadir berjama’ah. Seorang sahabat melaporkan,
“Kabarnya dia sakit, ya Amirul Mukminin!”.
Maka Umar r.a. menjenguk ke rumahnya.Setibanya di rumah segera mengetuk pintu. Dari dalam terdengar pertanyaan,
“Siapa yang mengetuk pintu?”
Dari luar Umar r.a. menjawab,
“Umar bin Khatab”.
Mengetahuiyang datang Amirul Mukminin maka ia segera membuka pintu. Sejurus ketika keduamata Umar r.a. menatap kedua mata sahabat tersebut maka Umar segera menegur,
 Kenapa engkau tidak shalat berjama’ah bersama kami, padahal Allah Ta’ala telahmemanggilmu dari atas langit ketujuh Hayya ‘alash shalaah akan tetapi kamu tidak menyahutnya! Sedangkan panggilan Umar sempat membuatmu gelisah dan ketakutan!”
9
 Dari beberapa hadits-hadits diatas jelaslah betapa pentingnya shalat berjama’ahterlebih lagi dilakukan di masjid sebagai pemenuhan panggilan Allah swt.
4. Ancaman meninggalkan Shalat Berjamaah tanpa udzur 
8
[Pesona Akhlak Rasulullah saw., hal.51]
9
[Pesona Akhlak Rasulullah saw., hal.52]
 ______________________________________________________________________________________ Date Created:
11/14/20083 of 7

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bilqis Rochmi liked this
Mey-mey Afrianti liked this
Achmad Rasyidi liked this
Achmad Rasyidi liked this
Deep Sea liked this
lybh liked this
Yusri Nugraha liked this
Yusri Nugraha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->