Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sensor Manusia

Sensor Manusia

Ratings: (0)|Views: 191 |Likes:
Published by revosilver
Bila lebih lengkap telfon03419604000
Bila lebih lengkap telfon03419604000

More info:

Published by: revosilver on Feb 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

 
KENDALI KERAN OTOMATIS PADA TOILET PRIA DENGAN SENSOR PIR ( PASSIVE INFRARED )
Elias Gabriel SakliressyJurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Gunadarma, Margonda Raya 100 Depok 16424 telp(021) 78881112, 7863788Tanggal Pembuatan : 16 Februari 2010Alat kendali keran otomatis ini dibuat dengan memanfaatkan sensor 
 Passive Infrared 
(PIR) sebagai pusat pengendalinya dan pendeteksi obyek berupa anggota tubuh manusia. Sensor PIR ini akan mengirimkan instruksi keRelay untuk menggerakkan keran solenoid yang berfungsi sebagai katup aliran air.
[1]
 Hasil analisa menunjukkan bahwa sensor PIR (Passive Infrared) pada alat ini dapat mendeteksi obyedalam jarak maksimum 150 cm meter. Ketika sensor PIR menerima radiasi dari obyek, maka keran
 solenoide
 membuka katub untuk mengalirkan air.Dengan adanya kendali keran otomatis yang dimanfaatkan dalam toilet pria dapat mempermudah manusiakarena dapat dikerjakan oleh sebuah alat elektronik yang berupa sensor dan sebuah pengontrol.1. PENDAHULUANKemajuan teknologi pada jaman ini sangatmeningkat pesat. Terutama pada teknologi yangmenggunakan kendali otomatis. Dengan adanyakendali otomatis ini maka peran kerja dari manusiasedikit berkurang atau sama sekali tidak ada seorang pun yang melakukan atau mengendalikan proses kerjaalat tersebut. Pekerjaan tersebut dapat digantikan olehsebuah alat elektronik yang berupa sensor dansebuah pengontrol. Sensor merupakan suatu hal yangwajib atau sangat dibutuhkan dalam suatu sistem.Pada umumnya kita membutuhkan sensor  pada suatu rangkaian digital. Pada saat sensor bekerjamaka suatu rangkaian digital akan bekerja sesuaidengan keinginan kita dan sesuai dengan karakteristik dari sensor tersebutUntuk alasan kemudahan dan praktis dalam penggunaannya kita memerlukan alat otomatis yangdapat membantu kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Alat yang dibuat ini akan memanfaatkan suhudan gerak yang dapat menentukan aktif atau tidaknyaalat tersebut. Dalam hal ini, akan digunakan suatausensor yaitu sensor PIR yang berfungsi sebagai sensor suhu dan gerak tubuh yang kemudian akan diteruskanke rangkaian.Aplikasi yang dimaksud bertujuan untuk mempermudah penggunaan tenaga manusia yaitutanpa harus memutar atau menekan keran, dalamaplikasi ini digunakan suatu indikator keran secaraotomatis menggunakan sensor PIR dan keran air otomatis. Proses kendali otomatis ini di tuangkandalam aplikasi Kendali keran otomatis pada toilet priadengan sensor PIR (Passive Infrared ).Bisa dipastikan pemanasan global memangtidak bisa dihindari, tapi para manusia bisameminimalisir dampak yang sudah terjadi, dan2. LANDASAN TEORI
[2]
 PIR (
 Passive Infrared Receiver 
) merupakansebuah sensor berbasiskan infrared. Akan tetapi, tidak seperti sensor infrared kebanyakan yang terdiri dariIR LED dan fototransisitor. PIR tidak memancarkanapapun seperti IR LED. Sesuai dengan namanya
 Passive
’, sensor ini hanya merespon energi dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki olehsetiap benda yang bias dideteksi oleh sensor ini biasanya tubuh manusia.Di dalam sensor PIR ini terdapat bagian- bagian yang mempunyai perannya masing-masingyaitu
 Fresnel Lens, IR Filter, Pyroelectric Sensor, Amplifier dan Comparator 
. Seperti pada Gambar 2.1 :Gambar 2.1.
Skema blok diagram Sensor PIR 
.Sensor PIR bekerja dengan menangkapenergi panas yang dihasilkan dari pancaran sinar inframerah pasif yang dimiliki setiap benda dengansuhu benda diatas nol mutlak. Seperti tubuh manusiayang memiliki suhu tubuh kira-kira 32°C, yangmerupakan suhu panas yang khas yang terdapat padalingkungan. Pancaran sinar inframerah inilah yangkemudian ditangkap oleh
 Pyroeletric sensor 
yang
 
merupakan inti dari sensor PIR, sehinggamenyebabkan
 Pyroelectric sensor 
yang terdiri dari
 gallium nitride, caesium nitrat 
dan
litium tantalite
 menghasilkan arus listrik karena pancaran sinar inframerah pasif ini membawa energi panas.Prosesnya hampir sama seperti arus listrik yangterbentuk ketika sinar matahari mengenai
 solar cell 
.Sensor PIR hanya bereaksi pada tubuhmanusia saja. Hal ini disebabkan karena
 IR Filter 
 yang menyaring panjang gelombang sinar infra merah pasif.
 IR Filter 
dimodul sensor PIR ini mampumenyaring panjang gelombang sinar inframerah pasif antara 8 sampai 14 µm, sehingga panjang gelombangyang dihasilkan dari tubuh manusia yang berkisar antara 9 sampai 10 µm ini saja yang dapat dideteksioleh sensor. Ketika seseorang berjalan melewatisensor, sensor akan menangkap pancaran sinar inframerah pasif yang dipancarkan oleh tubuhmanusia yang memiliki suhu yang berbeda darilingkungan sehingga menyebabkan material
 pyroelectric
bereaksi menghasilkan arus listrik karenaadanya energy panas yang dibawa oleh sinar inframerah pasif tersebut. Kemudian sebuah sirkuit
amplifier 
yang ada menguatkan arus tersebut yangkemudian dibandingkan oleh
comparator 
sehinggamenghasilkan output.
Keran Selenoid / Motor
 Keran ini akan dihubungkan ke sumber arusDC dengan besar tegangan 12 Volt. Kondisi
 Normally Closed 
yaitu pada posisi tertutup pada saatkeran tidak bertegangan dan katup akan terbuka padasaat keran diberikan tegangan. Pada keran terdapatdua buah terminal yang disambung ke sumber tegangan dan relay. Keran solenoid adalah kombinasidari dua dasar unit fungsional antara lain :1.
 
Solenoid (electromagnet) dengan inti atau plungernya.2.
 
Badan keran yang berisi lubang, tempat piringan atau stop kontak ditempatkan untuk menghalangi atau mengalirkan aliran air.Aliran melalui lubang mulut keran akanterbuka atau tertutup tegantung keran tersebut diberitegangan atau tidak diberi tegangan. Apabilakumparan diberi energi, inti besi akan ditarik kedalam kumparan solenoid untuk membuka keran.Pegas atau per yang terdapat pada pangkal inti besiakan mengembalikan keran pada posisi semula, yaitutertutup apabila arus berhenti
Gambar 2.10 Keran Selonoid
 Aplikasi standar dari keran selonoid biasanyamenghendaki bahwa keran dipasang pada selang kecilyang menghubungkan air masuk dan air keluar. 3. PERANCANGAN ALATPerancangan alat ini hanya meliputi perangkat keras. Gambar 3.2 menunjukkan gambar rangkaian dari sistem yang dirancang. Sistemtersebut terdiri dari sensor PIR, rangkaianrelay dan keran / motor.Gambar 3.2.
Rangkaian Keseluruhan KendaliKeran Otomatis
Gambar 3.5. berikut adalah gambar blok rangkaian dari
Operational Amplifier 
(Op-Amp).
 
Op-Amp pada gambar tersebut berfungsi sebagai penguat tegangan dari sensor yang dikeluarkan dikaki source dari sensor. Karena tegangan output darisensor sangat kecil, maka perlu penguat beberapa kaliagar rangkaian sensor dapat bekerja.
Gambar 3.3 Rangkaian Kontrol dengan Op-Amp
IC LM324 merupakan IC OperationalAmplifier, IC ini mempunyai 4 buah op-amp yang berfungsi sebagai comparator. IC ini mempunyaitegangan kerja antara +5 V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk -Vcc.Pada rangkaian di atas, dimana pada IC1A berfungsi sebagai penguat dari output yang diberikanoleh sensor kemudian pada keluaran kaki 1 dari IC1Amemberikan tegangan melalui R5 dan C4 terhadapinverting amplifier pada IC1B melalui kaki 6 dari ICLM324.Pada rangkaian di atas C5 dan R8 berfungsisebagai filter tegangan dari kaki inverting IC1Bterhadap output dari IC1B. R8 berfungsi sebagai filter untuk mambatasi tegangan yang masuk dari invertingterhadap output dari IC1B yang dimana komparator  pada IC1B berfungsi untuk menurunkan tegangansampai setengah dari inputan. Dari keluaran pada IC1B menuju ke inputan dari IC1C dan IC1D yang berfungsi sebagai output.
Relay
Untuk blok output ini menggunakantransistor dengan tipe BD 139. Transistor inimempunyai karakteristik di antaranya sebagai berikut:
 
Tegangan basis-kolektor maksimalnyaadalah 45V
 
Tegangan kolektor-emitor maksimalnyaadalah 25V
 
Arus kolektor 
cut off 
adalah 0,1 A
 
hfe
atau
 
 ß 
 
nya adalah 250
 
Gambar 3.4 Rangkaian Output
Blok output sensor PIR memiliki cara kerjasebagai berikut : bila tegangan input yang masuk adalah high sebesar 5 V, yang berasal dari rangkaiansensor PIR untuk mengaktifkan transistor padarangkaian penggerak relay output dan melalui resistor 10 kΩ atau Rb. Besarnya arus basis yang masuk ketransistor BD 139 adalah :
 RcVcc Ic
=
 
Dimana : Vbb = 5 VVcc = 12 VVbe = 0,7 V untuk transistor silikonRe = 125Ω hambatan dalam padarelayRb = 0,5KΩ
 Ib
= 0,43
mA
 
1255
 Ic
=
  Ic
 sat 
=
40
mA
Pada rangkaian ini dipasang relay yangmemiliki hambatan dalam sebesar 125
dantransistor BD 139 memiliki βdc =250, maka untuk membuat transistor berada dalam keadaan jenuh (saturasi ) dibutuhkan arus basis minimal sebesar :

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
galau liked this
Jho Ker liked this
Erwan Rizal liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->