Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERAN PELATIH

PERAN PELATIH

Ratings: (0)|Views: 1,027 |Likes:
Published by RolandPnjsorkes

More info:

Published by: RolandPnjsorkes on Feb 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/20/2013

pdf

text

original

 
Falsafah,Tugas,Peran dan Kepribadian Pelatih
OLEH: SUBARNA, S.PdBAB IPENDAHULUAN A.Latar Belakang MasalahLahirnya seorang juara tidak dapat dilepaskan dari peranan pelatih. Meskipun bakatpembawaan merupakan modal dasar lahirnya seorang juara, namun persaingan ketat dalamolahraga dewasa ini telah melibatkan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu, sehinggatentu saja pelatih sangat memegang peran utama.Kepelatihan merupakan usaha atau kegiatan memberi perlakuan untuk membantu atletagar pada akhirnya atlet dapat mengembangkan diri sendiri dan meningkatkan bakatkemampuan, keterampilan, kondisi fisik, pengetahuan, sikap-sikap, penguasaan emosi sertakepribadian pada umumnya.Dalam olahragapun tentunya kita sepakat bahwa atlet diharapkan dapat berbuat sebaik ± baiknya, selain kemampuan pribadinya dapat berfungsi baik dalam suatu tingkat integrasitertentu, juga menunjukkan kematangan emosional serta dapat menguasai dirinya. Atas dasar itulah sehingga nantinya kita berharap bahwa olahraga dapat memberi dampak positif pada individu seperti peningkatan tanggung jawab, kejujuran dalam bermain,kerjasama, memperhatikan orang lain, kepemimpinan, menghargai para pelatih, wasit danpembina, setia, toleran, disiplin yang akhirnya dapat diharapkan menjadi warga negara yang baik.Selain itu kita juga berharap tentu saja tugas pelatih bukan sekedar hanya membantu atletuntuk meraih prestasi, akan tetapi pelatih juga harus menanamkan nilai-nilai luhur yangterkandung di dalam olahraga. Semua itu bisa terwujud apabila setiap pelatih bisamemahami sifat-sifat kepribadiannya sendiri untuk dapat menyadari kelemahan-kelemahannya, dan selanjutnya berusaha mencapai target yang ditetapkannya, untuk mencapai prestasi lebih tinggi, memenangkan pertandingan atau memecahkan rekornyasendiri.Namun kenyataan dilapangan tak jarang kita masih melihat beberapa pelatih yang belummemposisikan dirinya sebagai pelatih yang benar- benar sesuai dengan apa yang sudahmenjadi norma dan tugas tanggung jawabnya, diantaranya dengan mempertontonkantingkah lakunya ketika sedang dalam pertandingan yang tentu saja jauh dari keinginan dariharapan masyarakat pada umumnya.Sebagai contoh kasus, penulis mencoba menampilkan dua pelatih yang kurang menerimakekalahan timnya, contoh pertama pelatih Persik Kediri Jaya Hartono, pihaknya mengakutimnya telah dikerjai oleh wasit saat melawan Perseman Manokwari dalam laga terakhirputaran pertama Grup II Liga Divisi Utama Indonesia Ti-Phone di Stadion Sanggeng,
 
Manokwari, Papua Barat, Minggu (6/2) lalu. Bahkan ia menuding timnya telah dikerjain wasit, sehingaa permainan pun tidak berjalan secara fair play. "Kami dikerjai oleh wasithabis-habisan. Permainan tidak berjalan secara fair play. Sehingga kami banyak dirugikandengan keputusan yang sifatnya kontroversial," kata Jaya Hartono sebagaimana dilansirGOAL.com Indonesia.Hal serupa tentu saja tidak terjadi hanya diliga Indonesia, bahkan di liga seri A dunia,seperti halnya pelatih Napoli Walter Mazzari yang tidak puas dengan wasit saat pasukannyadibekap Ac Milan. BahkanMazzari mempertanyakan keputusan Nicola Rizzoli mengusir keluar Michele Pazienza dimenit 45, dan menganggap wasit tidak cermat melihat bahwa Napoli layak mendapatpenalti saat Lavezzi dijatuhkan Sokratis di kotak penalti. Atas ketidak puasannya tersebut bahkan Mzzari sempat menyidir wasit dengan pertanyaan ³Saya tidak ingin berbicara soal wasit. Wasit harus menunjukan konsistensi dalam semua situasi di sebuah pertandingan.Hand ball untuk Napoli, juga hand ball untuk Milan (bila kejadiannya sama),´ ungkapMazzari, seperti dikutip Football-Italia. Atas penomena di atas tentu saja kita sepakat bahwa banyak pelatih profesional pun ketikadi hadapkan dalam keadaan tertekan mereka menyimpang dari falsafah, kepribadiannyasebagai pelatih.B. PermasalahanBerdasarkan permasalahan tersebut, penulis akan membahasnya secara rinci berdasarkankajian beberapa literatur yang relevan, yang memfokuskan pada permasalahan secaraspesifik. Adapun permasalahan tersebut penulis rinci sebagai bentuk pertanyaan Apaimplementasi nilai pedagogi dan apa nilai-nilai penting dari falsafah, tugas, peran dankepribadian pelatih.C. TujuanMakalah ini bertujuan mendeskripsikan berbagai penomena pelatih khususnya yang berkenaan dengan falsafah, tugas, peran dan kepribadian pelatih. Selain itu nilai-naial apa yang penting dan bagaimana implementasi nilai pedagogi dari falsafah, tugas, peran dankepribadian pelatih.D. MetodaDalam memecahkan masalah dalam makalah ini, menggunakan metoda studi litelatur ,dimana penulis mencoba untuk mengeksplorasi berbagai referensi yang relevan dengantopik permasalahan yang penulis bahas.BAB IIPEMBAHASAN
 
 Dalam pembahasan ini tentunya akan membahas lebih dalam lagi tentang falsafahpelatihan olahraga dan tugas, peran dan kepribadian pelatih. A.Falsafah PelatihBerbicara tentang falsafah tentu saja setiap orang mempunyai falsafah hidup masing-masing, termasuk juga dengan pelatih. Dan sebelum kita membahas lebih dalam tentangfalsafah pelatih, tentu kita harus mengenal terlebih dahulu apa arti dari falsafah itu sendiri.Salah satu arti dari falsafah adalah bahwa falsafah ialah suatu system dari prinsip-prinsip yang dipakai untuk membimbing orang dalam kegiatan-kegiatannya. (Harsono:1988).Jadi kalau kita bicara mengenai falsafah kepelatihan, kita bicara mengenai suatu perangkatsikap (attitudes) atau prinsip-prinsip dasar yang menuntun tabiat dan perilaku di dalamsituasi-situasi praktek. Ada pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya adalah³memenangkan setiap pertandingan´. Maka sikap dan perilakunya, serta cara menanganiolahraganya dan atlet-atletnya adalah tercermin dalam falsafahnya tersebut. Berbedadengan pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya adalah menanamkan kepribadian yang baik dan prilaku etis pada atlet-atletnya. Penangannya juga akan berbeda dengan pelatih-pelatih yang falsafah coachingnya lain.Dengan mengobservasi perilaku para atletnya, kita biasanya akan dapat mengetahuifalsafah pelatihnya. Gaya permainan para atletnya, rasa hormat (respect) yangdiperlihatkan kepada para ofisial dan lawan-lawannya, bahasa yang digunakannya. Perilakudi luar lapangan, kesanggupan untuk mengatasi stress-stress pertandingan, semangat bertandingnya, kesetiaan terhadap teman dan timnya, staminanya pada akhir-akhirpertandingan, ya,, sampai kepada kostum latihan dan pertandingannya, itu semua dapatmerupakan sebagian dari indikator ±indikator yang mencerminkan falsafah pelatihnya. Aspek-aspek falsafah dan etika coaching adalah saling berhubungan, yang keduanyamengacu kepada system nilai-nilai seseorang, sikap, kepercayaan (belief), dan prinsip-prinsip yang menuntun (guide) perilaku orang sebagaii pelatih (Harsono:1988).1. Motivasi menjadi pelatih.Motivasi memilih karier menjadi pelatih tentu saja setiap orang tidak sama, ada yangmemilih karier menjadi pelatih atas dasar ia ingin mengamalkan pengetahuan danketerampilan yang dimilikinya kepada orang lain, atau ada juga yang beranggap denganmenjadi pelatih ia bisa mendapat kepuasan setelah atlet didikannya memperlihatkanpeningkatan prestasi. Namun selain itu ada juga yang beranggapan dengan menjadi pelatihia akan memperoleh kekuasaan, seperti halnya memperoleh status dan pengakuandimasyarakat. Ada pula yang memang senang mengasuh anak-anak muda dan senang akanketerlibatan yang terus menerus dalam sensasi stress dan sensasi pertandingan. Dan tidak sedikit pula yang menjadikan keahlian melatihnya semata-mata sebagai sumber hidupnya.2. Harapan orang dari seorang pelatih.Dalam setiap profesi musti ada kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh anggotanya.Demikian pula dalam profesi melatih. Ada seperangkat ketentuan dan kewajiban moral

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mahpiansyah S Ip liked this
simsame liked this
Putra Manggis liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->