Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
13Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
73711401 Bab x Pembuatan Dokumentasi Videoedit

73711401 Bab x Pembuatan Dokumentasi Videoedit

Ratings: (0)|Views: 973 |Likes:
Published by bhumijaya

More info:

Published by: bhumijaya on Feb 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

 
TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 
521
10.1. Kamera Video
10.1.1. Perencanaan pengambilan gambar
Perencanaan merupakan langkah penting dan mungkin juga sulit untukmenjadi ahli dan bisa jadi sangat menguras tenaga. Kamera bekerjahanya membutuhkan satu keterampilan dengan proses yang lebih besaruntuk tujuan menghasilkan video komplit, program TV atau presentasisejenis. Untuk menjadi baik bekerja dengan kamera harus memilikigambar yang bagus untuk diproses dan beberapa gagasan gambar dansuara seperti apa yang akan dihasilkan nanti.Gambar 10 – 1. Penyusunan Perencanaan ProgramPerbedaan pekerja amatir dan professional, bahwa amatir adalah "menunjuk dan mengambil gambar", sedangkan professionalpengambilan gambar terencana. Sesungguhnya pada saat tidakmempunyai waktu untuk mempersiapkan melaksanakan rekaman,seringkali aksi dimulai pada saat tak terduga dan itu harus dilakukan.Dalam kasus demikian sejauh mungkin rencana telah dibuatsebelumnya. Ini tidak bisa cukup dengan perencanaan adalahsegalanya. Pada umumnya kamera bekerja, dibagi dalam dua bagianyaitu Shoot Plan dan Shot Plan.
BAB 10
 
PEMBUATAN DOKUMENTASIVIDEO
 
 
Sri Waluyanti dkk TEKNIK AUDIO VIDEO 
522
DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 
 
10.1.2.
Shoot plan 
Dalam kasus ini kata shoot diartikan sebagai bagian pengambilangambar. Jika berpikir dari semua yang direkam sebagai bagian daripengambilan gambar, dan memiliki perencanaan untuk setiappengambilan gambar, kemudian akan didapatkan cara mengorganisirgambar yang lebih baik.Setiap pengambilan gambar harus jelas tujuannya. Setiap pekerjaanmengarah pada perencanaan yang lebih besar. Yang pasti apapun ituakan tergantung pada banyak faktor. Jika membuat film lakukanperencanaan dengan matang semua pengambilan gambar yangdiperlukan dengan skrip atau storyboard.
 
Jika membuat home video, perencanaan bisa dengan membuat arsiphistorikal untuk generasi penerus (lebih disarankan menggunakantopik)
 
Jika membuat proyek seperti pembuatan dokumentasi perkawinan,masih harus dipikirkan implikasi pengambilan gambar.Perencanaan berarti pengangkatan perilaku yang terkontrol. Bilamengangkat kamera video, lepaskan pemikiran “Ini akan nampak baikpada video” dan mulailah pengambilan gambar apa saja yang terjadi,sambil berpikir “ Apa yang aku inginkan ini akan tampak seperti apayang ada pada video. Kemudian ambil gambar beraksi mencapai tujuanpengambilan gambar.Perencanaan dilakukan sepanjang pengambilan gambar meliputi :berapa banyak footage yang diperlukan hingga selesai dan seberapalama pengambilan gambar ?. Peralatan checklist meliputi kamera, tripod,pita, batere, power supply mikropon dan peralatan audio, pencahayaan,stand, pena.
10.1.3. Penyusunan skenario dan story board
Persiapan dapat dilakukan dengan mempersiapkan skenario ataudilengkapi dengan story board yang membantu dalam mencapai efisiensikerja. Pengambilan gambar dokumentasi pribadi dapat dilakukan dengancara spontanitas. Untuk pekerjaan professional pengambilan gambarlapangan tidak bisa sepebuhnya mengandalkan spontanitas tenagalapangan. Bagaimanapun pengambilan gambar akan efektif apabiladilakukan perencaan secara matang. Penyusunan ini dilakukan meliputigambar yang diinginkan, lokasi, durasi waktu, informasi yang akandisampaikan. Rencana ini nantinya menjadi pedoman pelaksanaantenaga lapangan dari kameraman hingga penyelaras akhir. Pengambilangambar diberi nomor agar memudahkan dalam pelaksanaan editing,namun bukan berarti pengambilan gambar harus urut sesuai dengannomor gambar pada skenario. Pengambilan gambar untuk efisiensi tidakharus diurutkan sesuai nomor gambar pada skenario, namun didasarkanketuntasan kebutuhan gambar di lokasi.
 
TEKNIK AUDIO VIDEO Sri Waluyanti dkk DIREKTORAT PEMBINAAN SMK (2008) 
523
Dalam table di bawah ditunjukkan contoh skenario pembuatan filmlayanan masyarakat tata ruang kota untuk menuju sejahtera yang dibuatoleh Departemen Pekerjaan Umum. Dari apa yang dituliskan padaskenario bisa diperoleh gambaran akhir hasil pekerjaan, untuk siapainformasi ditujukan dan harapan yang akan diwujudkan.Tabel 10 – 1. Skenario Film Layanan Masyarakat
Menata Ruang Menuju Hidup Sejahtera 
No Visual Narasi Audio Waktu
00 5 01 10”

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->