Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
cerita seks

cerita seks

Ratings: (0)|Views: 9,029 |Likes:

More info:

Published by: Supermen Ngemut Permen on Feb 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2014

pdf

text

original

 
cerita seks
, pada episode kali ini cerita seks bertopik tentang swinger dengan sahabat. Silahkan anda membaca
cerita seks
kali ini dansemoga anda menikmatinya.Mau coba ngepost pengalamanku ya…tapi karena yang kutulis inikisah nyata, nama-nama yang terlibat akan diganti semua. Mulanyaaku iseng doang, pada suatu pagi, waktu istriku mau ganti pakaian,kurekam dengan video hpku. Dia nggak nyadar sama sekali kalau akusedang merekamnya terutama waktu dia telanjang bulat. Beberapahari kemudian, entah kenapa aku punya semangat aneh, inginmemperlihatkan rekaman di hpku itu kepada Benny, sahabat dekatku.“Lihat nih, bini aku sexy kan?” kataku bangga. Benny melotot dan berdecak kagum, “Ck..ck…sexy sekali ya?”“Yayuk (nama istri Benny) pernah direkam gini?” tanyaku tetapdengan nada bangga.“Belum,” Benny menggeleng, “Tapi mau ah…nanti malam aku mauML sama dia, sekalian direkam diam-diam.”“Sip! Nanti lihatin ke aku ya,” kataku bersemangat, “sekalian aku juga nanti malam mau ML sama istriku, sambil direkam juga.”“Terus besok hasilnya tukaran ya, punya kamu lihatin ke aku, punyaaku lihatin ke kamu,” usul Benny yang langsung kusetujui.Malamnya, aku benar-benar ML dengan Lina, istriku. Dia tidak tahu bahwa aku merekamnya di hpku yang sudah kuatur letaknya sebelummengajaknya ML.Besoknya, aku dan sahabatku menepati janji. Kuserahkan hpku untuk ditonton oleh Benny, sementara aku menikmati hasil rekamansahabatku itu. Kami sama-sama terangsang oleh tontonan yang sangat pribadi sifatnya itu. Bahkan Benny sempat terlongong setelahmengembalikan hpku, seperti ada yang dipikirkan olehnya.“Jan…kalau kita swinger gimana? Jujur, aku belum pernah merasakanswinger,” kata Benny tiba-tiba.Aku terkejut. Tak pernah kupikir sebelumnya akan melakukan sepertiyang Benny usulkan itu.“Kamu jangan tersinggung, Jan,” Benny menepuk bahuku, “Ini cumausul…kalau kamu nggak keberatan, aku juga gak maksa. Yang jelas,kamu bisa nyobain Yayuk, aku nyobain Lina. Adil kan?”Aku terbengong-bengong. Terus terang, usul Benny mengejutkansekaligus membuatku bergairah. Kubayangkan istriku sedangdisetubuhi oleh sahabatku itu, sementara aku menyetubuhi istrinya.Baru diobrolkan saja penisku sudah ngacung, apalagi kalau benar- benar dilaksanakan. Maka setelah berpikir agak lama, kujawab, “Usuledan tapi menggiurkan. Cuman…gimana cara meyakinkan istriku ya?Kalau dia gak mau kan susah. Istrimu sendiri gimana?”“Soal istriku, serahkan padaku. Kamu urus Lina saja, atur supayamau,” kata Benny.“Lina sangat konservatif, kamu juga tahu itu kan?”“Lina yang konservatif apa kamu sendiri yang tidak mau swinger?”Benny menepuk bahuku sambil menertawakanku.“Aku mau…mau…tapi bagaimana cara meyakinkan Lina ya?”“Begini aja,” kata Benny di tengah kebingunganku, “kita jebak mereka ke dalam situasi yang mau tidak mau harus mereka terima.”“Maksudmu?”“Aku kan punya villa keluarga di Cipanas. Kita ajak mereka week enddi sana.”“Yayaya…jebakannya di sebelah mananya?”“Kita bawa Martini atau Tequila…minum rame2, kita pada minum disana. Setelah mereka rada kleyengan, kita matiin lampu sampai gelapsekali. Saat itu aku akan menelanjangi istriku, kamu juga telanjangiistrimu. Lalu kita bikin foreplay dengan istri kita masing-masing. Nah…lalu diem-diem kita tukar tempat. Kamu terkam istriku, akuterkam istrimu. Deal?”“Hahahaaa! Deal! Deal!” seruku gembira dengan usul sahabatku,meski sebenarnya ada tandatanya di hatiku : Benarkah mentalkusudah siap untuk membiarkan istriku disetubuhi orang lain? Tapi… bukankah aku juga akan menggauli istri Benny? Bukankah ini sangatadil bagi kami?Lalu kami tentukan harinya. Hari yang akan sangat bersejarahitu.Setelah aku berpisah dengan Benny, aku pulang dengan 1001khayalan di benakku. Membayangkan istriku yang manis dan bertubuh mulus itu akan digeluti oleh Benny, sementara aku akanmenggeluti Yayuk, istri Benny. Aneh, baru membayangkannya sajaaku jadi sangat terangsang. Apalagi pada waktu mengalaminyananti.Lina sudah 4 tahun jadi istriku. Pada saat kisah ini terjadi Linasudah berusia 26 tahun, sedangkan aku sendiri sudah hampir 30tahun. Kami sudah dikaruniai seorang putra yang baru berumur 2tahun. Ibu mertuaku sangat sayang pada Bernard, nama anakku, jauhmelebihi ketelatenan babysitter yang bekerja di rumahku sejak anakku berusia setahun. Karena itu tiada masalah kalau aku dan Lina bepergian, karena di rumahku ada babysitter dan ibu mertuaku.Makadengan wajah cerah Lina menyetujui ajakanku untuk berakhir pekandi Cipanas. “Benny punya villa di sana, ya Mas?” tanyanya.”Iya,” akumengangguk, “villa punya orang tuanya.””Benny dan Yayuk juga ikutnanti?””Ya iyalah. Kalau mereka gak ikut, ya gak enak dong kita pakevilla orang tanpa pemiliknya. Kecuali kalau kita sewa villa oranglain.”Singkatnya, pada hari yang telah ditentukan, Benny dan Yayuk menyampar ke rumahku dengan Honda Citynya. Aku pun secepatnyamemanaskan mesin Toyota Viosku.Tak lama kemudian, aku sudahmenggerakkan mobilku, bersama Lina di sisiku, mengikuti mobilBenny dan Yayuk. Seperti yang sudah diatur semula, aku membekalTequila, yang katanya bisa membuat wanita jadi horny. Untuk acararahasiaku dan Benny setelah berada di villa nanti.Lina tidak tahu bahwa ketika aku menyetir mobil menuju Cipanas, jantungku berdegup-degup terus, karena membayangkan apa yang akan terjadi beberapa jam lagi. Membayangkan sesuatu yang belum pernahkualami dan akan menimbulkan kesan mendalam dalam kehidupandan hasrat birahiku.Sesampainya di depan villa, jantungku makin berdebar-debar. Tapi aku mencoba menekannya dengan menyapukan pandangan ke sekitar villa, yang memang indah pemandangannya.Diam-diam kuperhatikan Benny. Ternyata sama denganku,senyumnya tampak canggung. Lalu kami masuk ke dalam villa.Linadan Yayuk bersih-bersih dulu di dalam villa, aku dan Benny keluar lagi, lalu berjalan-jalan agak menjauh dari villa. Dan ngobrol dengansuara setengah berbisik:“Kamu nafsu gak liat Yayuk?” tanyanya.“Kamu sendiri gimana? Nafsu gak liat Lina?” aku balik bertanya.“Ya iyalah, makanya aku yang usul pertama, karena tergiur sekaliwaktu melihat dia bugil di hpmu itu.”“Sama,” kataku sambil tersenyum canggung, “aku juga jadi nafsumelihat bentuk istrimu yang seksi…”Darahku tersirap mendengar pujian itu. Tapi terasa makin membuatku penasaran, ingin segera tau apa yang akan terjadi nanti.Kami berunding diam-diam, tentang apa yang akan kami lakukannanti. Setelah matang rencananya, kami kembali ke villa. Di dalamvilla, sudut pandangku mencuri-curi pandang terus ke arah Yayuk,yang nanti akan kugauli. Kurasa Yayuk dan Lina punyakeistimewaaan masing-masing. Kulit Lina kuning mirip kulit wanitaJepang, sementara Yayuk berkulit sawomatang. Lina tergolong berwajah cantik, sementara Yayuk bisa kunilai hitam manis. TubuhYayuk sedikit lebih tinggi daripada Lina, kutaksir sekitar 170cm gitu,sementara Lina 168cm.Yang menarik dari hasil curi-curi pandang ini adalah, toket Yayuk itu…aku yakin besar sekali…mungkin behanya berukuran 38 ke atas.Sedangkan toket Lina biasa-biasa saja, behanya pun cuma 34.Menjelang senja, kami makan malam dulu di restoran yang palingdekat dengan villa keluarga Benny. Pada saat itulah kulihat Lina danYayuk seakan bersaing dalam berpakaian. Mereka seolah ingin tampilseseksi mungkin. Padahal aku tak menganjurkan apa-apa kepadaistriku. Dan kulihat mata Benny sering memperhatikan istriku.Sialan…sebentar lagi dia akan menikmati kemulusan dan kepadatantubuh istriku. Tapi pikiran ini justru diam-diam membuat peniskuhidup, mengeras dan mengeras terus. Terlebih-lebih setelahmembayangkan bahwa untuk pertama kalinya aku akan menikmatikesintalan tubuh Yayuk yang hitam manis itu.Selesai makan, hari mulai malam. Kami pun kembali ke villa.Seperti yang telah direncanakan, kami minum tequila di sofa ruangdepan. Cukup banyak kami membekal minuman itu, karena akumembeli dua botol, ternyata Benny pun membekal tiga botol.Untungnya Lina dan Yayuk tidak menolak waktu ditawari minum,dengan alasan untuk mengusir hawa dingin.Baru menghabiskan dua sloki, wajah Lina mulai merah. Sikapnya padaku mulai romantis. Yayuk pun sama, ia mulai memeluk pinggangBenny dengan sorot mata berharap.Lalu kata Benny, “Kita bikin pesta di dalam kamar yuk…sama-samamain…come on honey,” Benny meraih lengan istrinya sambil melirik  padaku, “ayo Jan…kamarnya cuma satu, kita pake rame2 yok.”Kuraih juga lengan Lina yang tampak mulai agak teler. Lalu kamiikuti langkah Benny ke dalam kamar yang agak besar, dengan dua bed berdampingan. Sesampainya di kamar, Benny langsungmenerkam dan menghimpit istrinya. Adegan itu tidak bisa lama-lamakulihat, karena setelah aku dan istriku naik ke atas bed yang masihkosong, Benny memijat knop sakelar yang letaknya tak jauh dari bantalnya. Kamar itu langsung gelap gulita. Dan terdengar suaraBenny, “Biar kita sama-sama asyik dengan istri kita masing-masing,Jan.”Aku cuma menjawab dengan ketawa kecil. Tapi dalam gelap akumulai menanggalkan pakaianku sehelai demi sehelai, sampaitelanjang bulat, lalu membisiki telinga istriku, “Ayo dong buka pakaianmu semua.”Lina tidak buang-buang waktu. Ia tahu persis apa yang kuinginkandalam saat-saat seperti itu. Dalam kegelapan kamar villa, Lina mulaimenelanjangi dirinya. Sementara kudengar desah napas Yayuk yangmulai tersengal-sengal, entah apa yang sudah terjadi di bed yang satulagi itu. Mungkin Benny sedang menjilati puting payudara atauvagina istrinya, entahlah…yang jelas aku pun mulai menggumuliistriku dalam kegelapan.Terdengar suara Yayuk, “Oooh…Bang Benny…oooh….iya Bang… begituin….oooh…masukin aja Bang…aku gak tahan lagi nih…ooohhh…”Terangsang oleh suara istri sahabatku itu, aku pun mulai menjilati puting payudara Lina. Tapi tak lama kemudian terasa tangankudipegang oleh tangan kasar. Tangan Benny. Aku mengertimaksudnya, bahwa aku harus segera pindah ke bed yang satunya lagi,sementara Benny akan pindah ke bedku.Inilah saat-saat yang paling mendebarkan. Aku bergerak ke arah beddi sebelah, lalu mulai menjamah tubuh Yayuk. Mudah-mudahan sajaYayuk tidak sadar bahwa sekarang bukan lagi suaminya yang akanmenikmati kesintalan tubuhnya. Mudah-mudahan pula Lina tidak menyadari bahwa posisiku sudah diganti oleh Benny.Wow, aku mulai menikmati hangatnya pelukan Yayuk. Tampaknyadia belum sadar bahwa posisi suaminya sudah digantiolehku.”Masukin aja Bang, sudah gak tahan nih…horny banget,” bisik Yayuk yang sudah berada di bawah himpitanku. Bicara begitu,terasa tangan Yayuk mulai memegang batang kemaluanku yang
 
memang sudah keras. Apakah mau main langsung-langsungan saja?Kurasa untuk yang pertama kalinya memang harus begitu. Jangan banyak variasi dulu. Nanti kalau Yayuk dan Lina sudah menyadari halini, barulah pakai foreplay sebanyak mungkin.Maka tanpa banyak pikir-pikir lagi, kubiarkan Yayuk meletakkanujung penisku di ambang vaginanya. Kemudian kudorong sedikitdemi sedikit, persis pada saat kudengar suara Lina, “Mas…cepetandong masukin…duuuhh…kenapa jadi horny gini? Gara-garaminuman tadi kali ya…naaahhh…..iiih…kok punya Mas terasa jadiagak gede? Diapain?”Gila…itu berarti penis Benny sudah dimasukin ke dalam liangkemaluan istriku! Tapi…bukankah penisku juga sudah mulai melesak ke dalam liang senggama Yayuk?Bukan cuma melesak, tapi sudah mulai kuayun dengan mantapnya,karena liang senggama Yayuk sudah banyak lendirnya (mungkin“hasil” rangsangan Benny tadi).Penisku sudah maju mundur dalam jepitan liang surgawi Yayuk yangterasa begini legitnya, mungkin karena dia belum melahirkan anak.Liang vaginanya terasa sangat mencengkram dan hangat. Desahnafasnya pun makin nyata diiringi rintihan-rintihan nikmatnya,“Ooohh Bang…oooh…bang…oooh…kok enak sekali ini bang…..oooh…” sementara kedua lengannya mendekap pinggangkukuat-kuat. Ini membuatku makin bernafsu.Lalu…seperti yang sudah direncanakan, diam-diam Benny memijatsakelar lampu dan….tiba-tiba kamar itu jadi terang benderang. Inisesuai dengan kesepakatan aku dan Benny. Bahwa dalam keadaansudah “telanjur” (penisku sudah main di dalam liang vagina Yayuk dan penis Benny sudah maju mundur di dalam liang vagina istriku), baik Yayuk mau pun istriku takkan bisa menghindar lagi darikenyataan yang sudah direncanakan oleh Benny denganku itu.Setelah kamar villa terang benderang, tentu saja Yayuk dan istrikuterkejut setelah menyadari dengan siapa mereka sedang bersetubuh.“Bang Benny?!” seru istriku di bed sebelah.“Mas Janus?!” seru Yayuk yang sedang kusetubuhi dengangencarnya.Lalu terdengar Benny tertawa, “Hahahaaa….kita lanjutkan saja…sudah telanjur kan?”“Jadi semuanya ini sudah direncanakan?” tanya Yayuk yang tampak  berusaha mengendalikan kekagetannya.“Iya…ini adil kan?” bisikku sambil meremas buah dadanya yang benar-benar montok itu.“Aaahhh…” cuma itu yang terlontar dari mulut Yayuk, kemudian diamendekap lagi pinggangku dan mulai menggoyang pinggulnyadengan gerakan yang trampil, seperti membentuk angka 8.Kulirik Lina seperti bingung. Ia menoleh padaku, seakan bertanyakenapa jadi seperti ini? Lalu kutanggapi dengan senyum…dancelotehku, “Enjoy saja….”Mungkin Lina geram melihatku sedang bersetubuh dengan Yayuk,lalu ia “balas dendam” dengan mencengkram bahu Benny dan mulaimenggoyang pinggulnya. Gila…cemburu juga aku dibuatnya.Seingatku, tak pernah Lina menggoyang pinggulnya seedan itu waktukusetubuhi. Tapi kecemburuanku ini berbuah nafsu dan gairah yangluar biasa. Enjotan penisku di dalam liang surgawi Yayuk terasanikmat luar biasa! Maka semakin edan pula kuhentak-hentak penisku,seperti meronta-ronta dalam jepitan memek Yayuk…oh…ini nikmatsekali!Suasana menjadi semakin erotis dan misterius. Yayuk meladenienjotan penisku dengan energik, pinggulnya meliuk-liuk laksana penari India. Tapi aku tak tahu apa yang bersemayam di benaknya.Ketika aku melirik ke samping, goyang pinggul Lina pun tak kalahedannya. Seolah ingin bersaing dengan dinamisnya goyang pinggulYayuk. Ada perasaan geram dan cemburu di hatiku melihat ulahistriku seperti itu. Tapi bukankah aku sendiri sedang menikmatikehangatan tubuh istri sahabatku?Di tengah persenggamaan yang seru ini aku sempat berbisik terengahdi telinga Yayuk, “Gimana? Enak?”“Enak sekali….aaah….” sahut Yayuk dalam bisikan juga, mungkintakut terdengar oleh suaminya.“Nanti lepasin di dalam apa di luar?” bisikku lagi.“Terserah, aku kan belum punya anak…siapa tahu bisa punyadarimu,” bisik Yayuk pelan sekali, pasti takkan terdengar olehsuaminya yang semakin asyik menyetubuhi istriku.Bisikan Yayuk itu membuatku semakin bergairah mengayun batangkemaluanku. Tapi sekaligus membuatku tak bisa bertahan lagi, “Akusudah mau keluar”, bisikku.“Tahan dulu,” sahut Yayuk, “aku juga sudah mau keluar Mas… barengin keluarnya ya…biar enak…”Lalu kami seperti dua ekor binatang buas, saling cengkram, salingremas, saling jambak…dan akhirnya tak tertahankan lagi, bersemburanlah air mani dari batang kemaluanku, disambut dengankedutan-kedutan liang kemaluan Yayuk di puncak orgasmenya.Kami menggelepar…menggeliat…berkejut-kejut…lalu sama-samaterkulai di puncak kepuasan.Tapi kulihat Benny masih asyik mengenjot batang kemaluannya didalam liang kemaluan istriku. Bahkan di satu saat, mereka mengubah posisi. Lina di atas, Benny di bawah. Oh…ini benar-benar membuatku cemburu. Karena kulihat istriku yang aktif mengayun pinggulnya, sementara Benny merem melek sambil terlentang…Kucabut batang kemaluanku dari dalam vagina Yayuk yang sudah basah kuyup oleh spermaku dan lendir Yayuk sendiri. Lalu aku duduk  bersila sambil menonton persetubuhan Benny dengan istriku. Akuterlongong menyaksikan betapa aktifnya Lina saat itu. Dengan sedikit berjongkok, ia mengayun pinggulnya sedemikian rupa, sehingga liangkemaluannya seolah membesot-besot batang kemaluan Benny.Yayuk pun menonton persetubuhan antara suaminya dengan istrikuitu. Dan tampaknya Yayuk seperti kepanasan. Diam-diam iamenggenggam batang kemaluanku yang sudah mulai membesar,karena terangsang menyaksikan istriku sedang gila-gilanya bersetubuh dengan sahabatku. Tiba-tiba Yayuk mendekatkanwajahnya ke pahaku yang sedang bersila ini, ah…tangannyamemegang batang kemaluanku sambil menjilatinya. Sungguhsemuanya ini mendebarkan dadaku…terlebih setelah Yayuk menghisap-hisap penisku, di depan mata suaminya yang sedangmenyetubuhi istriku!Hanya dalam tmpo singkat penisku sudah mengeras kembali. Dengansigap Yayuk mendorong dadaku agar terlentang, lalu dengan berjongkok ia berusaha memasukkan penisku ke dalam liangsurgawinya. Mungkin ia iri melihat suaminya sedang dipuasi olehistriku dalam posisi terbalik begitu, lalu ia ingin melakukan hal yangsama. Blesss….penisku mulai membenam ke dalam liang memek Yayuk…Yayuk mulai memainkan pinggulnya dengan energik sekali, naik turun dan bergoyang meliuk-liuk…ooh…penisku terasa dibesot-besotdan diremas-remas. Bukan main nikmatnya, membuat nafaskutertahan-tahan sambil mulai meremas-remas payudara montok yang bergelantungan di atas dadaku…dan di bed yang satu lagi, kulihatistriku lebih energik lagi, mengenjot pinggulnya sambil berciumandengan Benny. Ih…aku cemburu…tapi kecemburuanku ini jstrumembangkitkan rangsangan dahsyat di jiwaku.Sulit menggambarkan keadaan yang sebenarnya saat itu, karena aku juga sudah dipengaruhi alkohol, dari tequila yang kami minum tadi.Yang jelas, sepulangnya dari villa itu, Lina terus-terusanmenyandarkan kepalanya di bahuku. Kujalankan mobilku dengankecepatan sedang-sedang saja, karena ingin sambil berbincang denganistriku.“Bagaimana kesanmu, Lin?” tanyaku di satu saat.“Gak tau ah…” Lina menggeleng, tapi kulihat ada senyum di bibirnya.“Suka kan? Bilang aja terus terang. Semuanya ini kan demikenikmatan kita bersama.”“Mas sendiri, suka kan bisa menggauli Yayuk?”“Hmm…terus terang, aku lebih suka melihatmu sedang digauli olehBenny. Ada perasaan cemburu, tapi cemburu itulah yang membuatku jadi sangat terangsang.”Lina terdiam. Lalu kataku, “Makanya satu saat nanti bisa aja kitaundang Benny tanpa istrinya.Atau bisa juga orang lain…biar aku bisamelihatmu digauli lelaki lain yang akan menimbulkan rangsanganhebat bagiku.”Lina menatapku dengan ekspresi aneh. Lalu tanyanya, “Emang Masgak tersiksa kalau aku digauli orang? Buatku, semuanya ini aneh…”“Memang aneh,” sahutku sambil tersenyum, “tapi kamu suka kan?”Dia tak menjawab. Matanya lurus memandang ke depan.“Bilang aja terus terang, kamu suka kan? Seharusnya semua itu jadi pengalaman fantastis buat kita. Bener kan?”“Iya sih…tapi aku takut akibatnya di kemudian hari…”“Misalnya?”“Ya…misalnya Benny…sudah telanjur merasakan tubuhku.Bagaimana kalau nanti ketagihan?”“Kasih aja. Asal di depan mataku, jangan sembunyi-sembunyi.”Lina menatapku dengan sorot aneh, “Mas gak sakit hati melihatkudigauli sama Benny?”“Gak,” aku menggeleng, “kan semuanya yang sudah terjadi tadi sudahkurundingkan dengan Benny beberapa hari yang lalu.”“Jadi semuanya itu benar-benar sudah direncanakan sama BangBenny?”“Ya. Memang tadinya usul itu datang dari dia. Dan aku sangat tertarik  pada usulnya itu. Bukan karena tertarik pada Yayuk, tapi justru inginmenyaksikan kamu di gauli orang lain. Kebetulan aku tahu persissiapa Benny. Dia bersih, tak pernah jajan dan sebagainya.”“Terus…nantinya kita akan begitu lagi, maksudku…ngajak Bennydan Yayuk lagi?”“Semuanya kuserahkan padamu. Karena dalam hal ini kamulah yangharus memutuskan. Dan gak usah di villa itu saja. Bisa juga kita pilihhotel di dalam kota. Dan gak usah di hari libur saja. Kapan saja kitamau, ya kita lakukan.”“Ntar kalau aku ketagihan gimana?” tanya Lina malu-malu.Rupanya kejadian di villa itu membuatnya terkesan dan adakemungkinan ketagihan. Ini mendebarkan. Seandainya dia benar- benar ketagihan, apakah mentalku sudah siap? Ah, sudah kepalangan basah, aku mau jalan terus…karena aku merasakan beberapa hal positif di balik langkah “baru” ini!Di hari-hari berikutnya, aneh…tiap kali aku membayangkan kejadiandi villa itu, membayangkan istriku sedang disetubuhi oleh Benny,nafsuku mendadak bangkit. Lalu kuajak istriku bersetubuh. Anehnyalagi, tiap kali aku bersetubuh dengan istriku, aku jadi powerfull danenergik sekali.Pernah istriku berkata seusai bersetubuh denganku, “Sekarang Mas jadi garang banget…kenapa Mas? Pake obat ya?”“Obatku datang dari jiwaku sendiri. Tiap kali membayangkan kamulagi disetubuhi oleh Benny, hasratku bangkit dengan hebatnya.”“Masa sih? Apa bukan karena terbayang sintal dan seksinya tubuhYayuk?”
 
“Nggak,” aku menggeleng, “sungguh. Untuk membuktikannya, nantikita ajak Benny saja, tanpa kehadiran Yayuk. Biar kamu percaya, titik syurnya justru waktu menyaksikan kamu digauli Benny.”“Nggak ah. Nggak enak sama Yayuk dong. Rasanya kita sepertimenghianati dia. Kan kita sudah sepakat untuk jalan berempat terus.”“Aku gak butuh Yayuk, aku butuh Benny.”Lina menatapku dengan sorot penuh selidik. Lalu tertunduk, sepertisedang berpikir. Lalu kataku, “Kalau ada orang selain Benny, kamumau?”Lina menatapku lagi. “Takut ah…kalau orangnya punya penyakitkotor bisa menular nanti.”“Orangnya kamu pilih sendiri deh,” kataku sambil memperhatikanreaksi istriku.“Bener nih boleh milih sendiri?” tanyanya canggung.“Bener.”“Gak usah jauh-jauh Mas…kalau Troy gimana?”Aku terkejut. Dia memilih adik kandungku!Tapi apa salahnya?“Hmm…pengen nyobain brondong ya?” kataku sambil mencolek pipiistriku.“Bukan gitu, masalahnya biar rahasia kita gak nyebar ke luar Mas.”Aku setuju. Troy adalah satu-satunya adik kandungku. Dia masihtergolong abg. Dia tinggal di kota lain dan kuliah di kota itu, barusemester pertama. Usianya memang jauh beda denganku. Saat istrikumengajukan namanya, usia Troy baru 18 tahun.“Oke!” aku mengangguk sambil memijat no hp Troy.Lina cuma bengong. Mungkin tak menyangka akan secepat itu.“Hallo, Mas?” terdengar suara Troy di hpku.“Gimana sehat Troy?”“Sehat Mas. Besok libur 3 hari, nanti sore mau ke rumah Mas ya.Kangen sama Bernard. Sudah bisa jalan dia?”“Sudah dong. Ya udah, nanti sore kutunggu ya.”“Siap Boss!”Aku tersenyum mendengar ucapan “siap boss” itu. Memang sejak akuyang membiayai kuliahnya, ia sering memanggilku boss.“Nanti sore dia datang,” kataku sambil menepuk bahu istriku.“Secepat itu?” istriku tercengang.“Kebetulan aja, dia mulai besok libur 3 hari. Jadi mulai nanti malammau nginep di sini.”“Terus…aku harus gimana? Masa aku langsungajak Troy begituan?”“Mmm…gimana ya? Mungkin juga Troy gak mau kalau adaaku….tapi gampang deh…kupasangin kamera cctv aja di kamar, terusaku monitor sambil ngumpet.”“Terus?”“Kamu rayu aja dia sampai mau. Bilangin aku gak ada, padahal akuada di gudang sambil monitor di sana. Hmmm…kebayang nafsunyaaku nanti waktu lihat kamu disetubuhi sama si Troy…!”“Ah…Mas ada aja akalnya….”Dan itulah yang kulakukan. Dengan sigap kupasang kamera cctv,dengan posisi menghadap ke tempat tidur. Monitornya kusimpan digudang. Kuambil kursi untuk aku duduk di depan monitor.Tidak sampai sejam, semuanya beres. Kameranya kusembunyikan didalam lemari, lalu ada lubang kecil yang langsung mengarah ketempat tidur. Soundnya kupasang terpisah, mikrofon kusimpan di balik lukisan, untuk memantaunya aku pakai headphone di gudang.Ketika bunyi motor Troy terdengar memasuki pekarangan, aku sudahduduk di dalam gudang, menghadapi monitor. Lalu terdengar suaraistriku menyambutnya. Pada saat yang sama, hpku yang disilent berkedip-kedip. Ada sms masuk. Aku agak kaget, karena sms itudatang dari Yayuk, bunyinya: Mas Janus…aku kok jadi kangen ginisih? Kapan kita ketemuan tanpa mereka? Aku pengin nyantai Mas.Kebetulan Bang Benny besok mau ke Medan. Mas datang ya kerumahku besok malam. Jangan takut sama Bang Benny. Aku sudahdapat izin kapan saja ketemu sama Mas Janus boleh. Izinnya cumadengan Mas Janus, dengan orang lain tidak boleh.Aku tersenyum sendiri membaca sms itu, lalu kubalas dengan sedikitgombal : Aku juga kangen sama Yayuk…tapi besok aku harus lihat-lihat dulu apakah besok ada kegiatan atau tidak. Aku siapkok….waktu di villa terasa sekali Yayuk itu…hmmm…pokoknyanikmat sekali…!Yayuk membalas lagi: Ah yang bener? Kirain aku saja yangmerasakan seperti itu. Tapi janji ya, selama Bang Benny di Medan,Mas harus datang ke rumahku.Kujawab lagi: Iya sayang, aku pasti datang!Waktu smsan itu mataku tetap tertuju ke monitor. Kamarku masihkosong. Mungkin Troy masih ngobrol dengan istriku di ruang depan.Tak lama kemudian kulihat di monitor sudah ada “kehidupan”. Troymasuk ke dalam kamarku bersama istriku. Cepat kupasangkanheadphone di telingaku. Dan terdengar suara mereka:“Kamar mandi yang di belakang gak ada shower air panasnya, Troy.Makanya enak di kamar mandi yang ini.”“Iya Mbak. Ohya, Mas Janus kapan pulangnya?”“Gak tau. Tapi kayaknya sih tengah malam nanti, atau mungkin juga besok pagi langsung ke kantor, pulang ke sini besok sore.”“Oh gitu…aku mau mandi dulu ya Mbak.”“Iya. Perlu ditemenin nggak?”Troy tampak kaget, menatap istriku yang mendadak bersikap centil.“Ah, Mbak Lina…ada-ada saja.”“Lho…aku nggak main-main kok…”“Bisa dibunuh aku nanti sama Mas Janus.”“Nggak lah….nyante aja lagi…”Troy tampak bingung sesaat, lalu masuk ke dalam kamar mandi yang bersatu dengan kamarku.Pada saat yang sama, datang lagi sms dari Yayuk: Bang Benny sudah berangkat Mas. Ke rumahku dong sekarang…lagi horny…pengensama Mas Janus…abisnya terkesan sih sama Mas…Aku tercenung. Kok jadi bentrok gini waktunya ya? Apakah akuharus pergi diam-diam ke rumah Benny? Lalu harus meninggalkandetik-detik yang mendebarkan dan siap kurekam itu?Yayuk memang sexy. Tapi saat ini aku lebih tertarik untuk melihatapa yang akan dilakukan oleh Lina dan adikku. Maka kubalas smsYayuk: Paling bisa nanti tengah malam atau besok pagi…lagi adakerjaan yang belum bisa ditinggalin…gimana?Yayuk membalas smsku: Iya deh, kutunggu ya Mas…kalau pintu sdh pada dikunci, call aja dulu, biar kubukain…maunya sih nanti tengahmalam juga gakpapa…kalau pagi kan kurang romantis…he e eAku tersenyum sendiri. Bakalan sibuk nih aku nanti.Sejenak kulupakan dulu Yayuk yang setengah memaksaku datang kerumahnya, karena kulihat di monitor Troy sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di tubuhnya, sementara Linasedang duduk di depan meja rias.Lalu:“Troy…tolong lepasin ritsleting ini dong,” pinta Lina sambilmenunjuk ke bagian punggung gaunnya.“Mmm…aku mau pake baju dulu Mbak…”“Gak usahlah, pake bajunya nanti saja. Masa minta tolong sedikit saja pake ntar dulu?!”“Iya, iya Mbak,” sahut Troy sambil menghampiri istriku. Aku yakinini trik yang sedang dilancarkan oleh istriku, untuk langsungmenjebak Troy.Memang benar dugaanku…waktu Troy menarik ritsliting bagian punggung gaun istriku, kulihat istriku memegang tangan Troy sambilmenatapnya: “Troy…”“Ya Mbak…?” Troy tampak gugup ditatap seperti itu oleh istriku.“Kamu pernah begituan sama cewek?”“Ma…maksud Mbak?”“Masa gak ngerti sih…” kulihat tangan istriku menyergap ke dalamhanduk Troy, “Ininya pernah dimainkan sama cewek gak? Hihihihi… panjang gede penismu Troy…Mas Janus kalah sama kamu…sudahkeras lagi…”“Mbak…ohhh…mbak….” Troy tampak gelagapan.Lina bangkit dari kursi di depan meja rias. Lalu melangkah ke pintu,menutup dan sekaligus menguncinya. Lalu balik lagi menghampiriTroy yang berdiri kebingungan, masih dengan handuk melilit di badannya.Lina melingkarkan lengannya di leher Troy. Dan terdengar suaranya,“Sudah pernah bersetubuh dengan cewek belum?”“Pernah…” sahut Troy hampir tak terdengar.Lina tersenyum, “Bagus…berarti kamu sudah pengalaman…aku lagihorny Troy…kamu mau kan? Mumpung Mas Janus gak ada…”Lina mengakhiri ajakannya dengan menarik handuk yang melilit di pinggang Troy. Ini membuat Troy langsung telanjang bulat. Dankulihat batang kemaluannya sudah ngaceng dengan mantapnya. Akuiri juga melihat batang kemaluan Troy, yang ternyata lebih panjangdan lebih besar daripada punyaku. Baru sekali ini aku melihat bentuk  batang kemaluan adikku setelah usianya hampir dewasa begitu.“Mbak…” Troy tampak kebingungan, karena Lina sudah memegangzakarnya sambil mendorong dadanya sehingga terlentang di atastempat tidurku.Ini mulai menegangkan bagiku. Kesannya tidak seperti waktu swinger di villa tempo hari. Mungkin karena kali ini aku konsen ke satu arah,ke adegan istriku yang sedang merangsang adik kandungku!“Iiih…punyamu kok panjang dan gede gini, Troy…sudah keras sekalilagi…Mas Janus kalah nih sama punya kamu…” Lina mulaimenciumi penis adikku, membuatku semakin degdegan. Terlebihketika ia mulai melepas beha dan celana dalamnya, yang membuatTroy melotot. Aku juga melotot tegang. Penisku sudah ereksi sejak tadi, serasa mau ngecrot saja. Tapi kucoba menenangkan diri denganmenyalakan rokok dan mengikuti adegan selanjutnya.Setelah telanjang bulat, istriku menelentang di sisi Troy sambil bergumam, suaranya tidak begitu jelas. Troy mengangguk, lalu bergerak menindih dada istriku.Kusangka Troy mau langsung memasukkan penisnya ke vaginaistriku. Ternyata tidak. Dia mulai mengemut-emut puting payudaraistriku. Tangan istriku mulai menggapai-gapai di punggung Troy…lalu kepala Troy menurun ke arah perut istriku…turun terus sampai berada di antara kedua pangkal paha istriku. Jantungku semakindagdigdug, kutenangkan lagi dengan sebatang rokok. Oooh, kulihatistriku mulai menggeliat dan melenguh-lenguh…Troy semakinagresif menjilati kemaluan istriku….sampai akhirnya kudengar istrikumerengek, “Sudah cukup Troy…sekarang… masukin aja Troy…masukin aja sayang…..aku ingin merasakan punyamu yang tinggi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->