Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Reaktualisasi

Reaktualisasi

Ratings: (0)|Views: 18 |Likes:
Published by Auliya Azmie

More info:

Published by: Auliya Azmie on Feb 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/03/2012

pdf

text

original

 
Reaktualisasi Umar bin KhathabDalam Hukum Kewarisan
 
Islam
 
I. Pendahuluan.
Agama Islam yang kita cintai dan yakini kebenarannya adalahagama samawi yang berdasarkan wahyu Allah yang telah lengkapsempurna. Kesempurnaan agama Islam ini telah dinyatakan oleh Allahdalam al-Qur an surah al Maidah ayat 3.Artinya, Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk mu agama mu dantelah Kucukupkan kepadamu nikmat Ku dan telah Ku ridhoiIslam itu jadi agama bagimu.Dengan kekomplitan dan kesempurnaan ini, agama Islam mampumenghadapi kemajuan zaman dan masyarakat manusia sepanjang masa,sebab Islam penuh dengan mutu manikam ajaran yang tidak sajasanggup menghadapi masyarakat zaman unta tempo dulu, tapi jugamampu berhadapan dengan manusia abad ruang angkasa, abad nuklir dan era informasi seperti sekarang iniIslam sebagai agama yang khalidah dan universal mempunyai cirikhas, dan tabiat hukum yang tidak dimiliki oleh agama dan hukumlainnya, yaitu Takamul, wasatiyah dan Harakah.Takamul artinya lengkap, sempurna dan bulat. Di dalamnya berkumpul aneka pandangan hidup, Islam dapat melayani golongan umatIslam yang tetap bertahan pada apa-apa yang usang (Tradisional) dandapat melayani golongan umat yang ingin maju dan dapat pulamelayani ahli pikir, ahli nash dan ahli kitab, dan mampu berasimilasidengan segala bentuk tingkatan masyarakat, dan dalam berasimilasi,hukum Islam memberi menerima, menolak dan membantah menurutkaidah-kaidah yang telah ditetapkan. Dengan teguh ia memelihara ke pribadiannya, namun tidak jumud (beku) dan tidak berlebih-lebihan.Hukum Islam menempuh jalan wasath ( jalan tengah), jalan yangimbang tidak terlalu berat kekanan mementingkan kejiwaan saja dantidak berat kekiri mementingkan kebendaan, La Syarqiyah walaGharbiyah (tidak ke Timur dan tidak ke Barat). Keseimbangan hukum
 
Islam nampak terlihat antara lama dan baru, antara Barat dan Timur danantara masa dulu dan masa kini.Dari segi harakah, hukum Islam mempunyai kemampuan bergerak dan berkembang, mempunyai daya hidup dan dapat membentuk dirisesuai dengan perkembangan kehidupan manusia, karena Islammempunyai kaidah asasiyah yaitu ijtihad.Dalam kaitan inilah kami ingin mencoba mengutarakan cara pandang dan pemikiran Umar bin Khathab dalam mengimplementasikannash al-Quran atau Hadits dengan nalar / qiyas yang berkaitan denganhukum waris, sehingga tetap terpelihara norma lama yang baik danmengambil norma baru yang lebih baik.II. Mengenang keberhasilan Umar bin Khathab.Umar bin Khathab (581 M – 644 M) seperti yang dipahamikebanyakan orang selama ini, beliau adalah orang yang fostur tubuhnyategap, kuat, wataknya keras, pemberani, berdisiplin tinggi, memilikikecerdasan, pemikiran yang maju, tidak mengenal takut dan gentar, dan berkemauan keras. Dari sikapnya seperti itulah beliau mendapat gelar al Faruq’ artinya pembeda/ pemisah ; maksudnya Allah memberinyakeberanian untuk memisahkan yang hak dan yang batil.Untuk perjuangan Islam, Nabi Muhammad saw, pernah berdoamemohon kepada Allah, Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salahseorang dari Amir bin Hisyam atau Umar bin Khathab, dan ternyatadoa nabi dikabulkan dengan masuk Islamnya Umar bin Khathab tahun616 M.Ahli Tafsir meriwayatkan bahwa ada beberapa ayat yang diturunkanatas usul dan saran Umar kepada nabi Muhammad saw. seperti ; ayat125 surah al baqarah tentang bolehnya sholat di maqam Ibrahim, danayat 53 surah al ahzab tentang perintah menggunakan hijab/ tabir bagiistri-istri nabi dalam berbicara dengan tamu-tamunya yang bukanmuhrimnya (belakang hijab).Dalam peribadatan, ijtihad beliau banyak dianut dan diikuti, yaituseperti empat takbir dalam shalat janazah, penyelenggaraan shalatTarawih 20 rakaat berjamaah, penambahan kalimat As shalatukhairun min al Naum‘ (shalat lebih baik dari pada tidur) dalam azansubuh dan sebagainya.
 
Ijtihatnya dibidang hukum antara lain tentang Talak Tiga yangdijatuhkan sekali ucap jatuh Tiga Talak,. pemakaian cambuk dalammelaksanakan hukuman badan, penetapan hukuman 80 kali dera bagi pemabuk, pemungutan zakat atas kuda yang diperdagangkan larangan penyebutan nama-nama wanita dalam lirik syair, meniadakan hukuman potong tangan dalam pencurian dimusim( paceklik (sulit cari makan),memperlakukan tanah taklukan statusnya sebagai Fay dan bukandibagikan kepada yang berperang dan masih banyak yang lain.Umar bin Khathab sebagai Khalipah kedua setelah Abu Bakar AsShiddiq, pada masanya terjadi ekpansi kekuasaan Islam secara besar- besaran dan daulah Islamya berhasil menduduki Suriah, Irak, Mesir,Palestina, dan Fersia, bersamaan itu juga beliau membangun perekonomian umat, menetapkan kebijakan ekonomi dan regulasi pengelolaan dan keuangan Negara.Menurut Dr. Habib Nazir, kebijakan ekonomi Umar bin Khathabantara lain sebagai berikut ;1.
 
Pembangunan imprastruktur dan recoveri ekonomi.2.
 
Pemberdayaan ekonomi domestik 3.
 
Pendirian Baitul Mal secara permanen di ibu kota dan cabang-cabangnya di daerah.4.
 
Mengalokasikan dana cadangan untuk pemerintah apabila dalamkeadaan darurat.5.
 
Tanah mati apabila ditanam menjadi tanah Usyr.6.
 
Bekas pemilik tanah diberi hak pemilikan sepanjang merekamembayar kharaj dan jizyah.7.
 
Mendirikan al Diwan yang mengurus angkatan perang berikut gajidan tunjangannya8.
 
Menetapkan gaji /tunjangan kholifah, Gubernur, Hakim dan para pejabat / pekerja lainnya.9.
 
Membangun system sensus penduduk yang disebut Nassab.10.
 
Melakukan pembenahan peradilan Islam.11.
 
Mendaftar seluruh kekayaan pejabat, untuk menghindari terjadinya penyala gunaan wewenang dan tindakan koropsi.12.
 
dan lain sebagainya.Bidang peradilan Islam beliaulah yang pertama kali meletakkan prinsip-prinsip peradilan (sepuluh macam) yang dikenal dengan risalahUmar bin Khothob kepada Abu Musa Al Asya’ri, atau yang disebut

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->