Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
stad untuk ipa

stad untuk ipa

Ratings: (0)|Views: 325|Likes:
Published by Goes Boed

More info:

Published by: Goes Boed on Feb 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
STAD untuk Pembelajaran IPA
 Oleh Perdy KaruruThursday, 11 January 2007
 Abstrak 
: Salah satu upaya meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelasadalah dengan mengembangkan perangkat pembelajaran. Pengembangan perangkat  pembelajaran dimaksudkan untuk menemukan perangkat yang digunakan di SLTP.Penerapan perangkat ini dilakukan oleh guru mitra yang telah dilatih melalui praktek  pemodelan.Dari hasil penelitian ini diperoleh beberapa temuan antara lain guru dalam mengelola pembelajaran cukup baik, dan dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran, guru mampu melatihkan keterampilan proses dengan baik, mengubah pembelajaran dari teacher center menjadi student centered, serta dapat meningkatkan proporsi jawaban benar siswa. Hasil belajar yang diajar dengan pendekatanketerampilan proses dalam seting pembelajaran kooperatif tipe STAD lebih baik dibanding pembelajaran yang tidak menggunakan pembelajaran kooperatif.
Kata Kunci 
: Pendekatan keterampilan proses (PKP), Pembelajaran kooperatif tipeSTAD (Student Teams Achievement Division), perangkat pembelajaran, kualitas belajar.
1. Pendahuluan
Perkembangan ilmu pengetahuan alam (IPA) telah melaju dengan pesatnya. Hal ini erathubungannya dengan perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi memberikanwahana yang memungkinkan IPA berkembang dengan pesat. Perkembangan IPA yangbegitu pesat, menggugah para pendidik untuk dapat merancang dan melaksanakanpendidikan yang lebih terarah pada penguasaan konsep IPA, yang dapat menunjangkegiatan sehari-hari dalam masyarakat. Untuk dapat menyesuaikan perkembangan IPAkreatifitas sumber daya manusia merupakan syarat mutlak ditingkatkan. Jalur yangtepat untuk meningkatkan sumber daya manusia adalah melalui jalur pendidikan.Dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan khususnyailmu pengetahuan alam arah perkembangannya tidak terlepas dari Kurikulum SLTP1994, yang bertujuan meningkatkan keterampilan proses untuk memperoleh konsep-konsep IPA dan menumbuhkan nilai dan sikap ilmiah dan menerapkan konsep danprinsip IPA untuk menghasilkan karya teknologi sederhana yang berkaitan dengankebutuhan manusia.Perkembangan IPA tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta saja (produk ilmiah)tetapi juga oleh timbulnya metode ilmiah dan sikap ilmiah. Jadi, proses atauketerampilan proses atau metode ilmiah itu merupakan bagian dari IPA khususnyabidang studi IPA-Fisika. Selama siswa menggunakan sikap ilmiah, maka IPA merupakanpengetahuan yang dinamis tidak statis baik dalam teori maupun dalam praktek. IPA
 
bukan sekedar pengetahuan, tetapi IPA adalah
human enterprise
yang melibatkanoperasi mental, keterampilan, dan strategi, yang dirancang manusia untuk menemukanhakikat jagad raya.Menurut kurikulum SLTP 1994, pendekatan IPA adalah pendekatan keterampilan prosesyang menekankan pada keterampilan memperoleh pengetahuan danmengkomunikasikan hasilnya. Hal ini berarti bahwa proses belajar mengajar IPA di SLTPtidak hanya berlandaskan pada teori pembelajaran perilaku, tetapi lebih menekankanpada prinsip-prinsip belajar dari teori kognitif. Namun kenyataan di lapangan prosesbelajar mengajar masih didominasi metode konvensional.Hal ini sejalan dengan pengamatan Sukabdiyah (1999:3) bahwa di sekolah sebagianguru IPA di SLTP yang pernah ikut PKG kembali lagi ke metode konvensional denganberbagai alasan, akibatnya banyak kegagalan yang dialami siswa. Lebih jauh,Sukabdiyah menjelaskan hasil pengamatannya bahwa nilai EBTANAS Murni pada matapelajaran IPA siswa SLTP Negeri-Swasta Jakarta Barat tahun ajaran 1999/2000, dari25.473 siswa yang ikut ujian jumlah siswa yang memperoleh kualifikasi D dengan NEM4,51 - 5,50 adalah 10.123 siswa atau 40%, dan kualifikasi E dengan NEM <>slowlearner, mereka mungkin tidak mendapatkan pelajaran IPA yang sesuai.Dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan keterampilan prosesIPA, para guru sebaiknya membuat rencana pembelajaran untuk satu cawu. Dalamperencana ini ditentukan semua konsep-konsep yang dikembangkan, dan untuk setiapkonsep ditentukan metode atau pendekatan yang akan digunakan serta keterampilanproses IPA yang akan dikembangkan. Gagne dalam Dahar (1986:18) menyebutkanbahwa dengan mengembangkan keterampilan IPA anak akan dibuat kreatif, ia akanmampu mempelajari IPA di tingkat yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih singkat.Dengan menggunakan keterampilan-keterampilan memproses perolehan, siswa akanmampu menemukan dan mengembangkan sendiri fakta dan konsep sertamenumbuhkan dan mengembangkan sikap dan nilai. Seluruh irama, gerak atautindakan dalam proses belajar mengajar seperti ini akan menciptakan kondisi belajaryang melibatkan siswa secara aktif. Agar keterampilan proses yang dikembangkandapat berjalan, siswa perlu dilatih keterampilan proses tersebut sebelum pendekatanketerampilan proses itu dapat dilaksanakan. Menurut Nur (1996:10) pendekatanketerampilan proses dapat berjalan bila siswa telah memiliki keterampilan proses yangdiperlukan untuk satuan pelajaran tertentu.Menurut Kurikulum SLTP 1994, pendekatan adalah pendekatan keterampilan prosesyang menekankan pada keterampilan memperoleh pengetahuan danmengkomunikasikan hasilnya. Hal ini berarti proses belajar mengajar di SLTP tidakhanya berlandaskan pada teori pembelajaran perilaku, tetapi lebih menekankan padapenerapan prinsip-prinsip belajar dari teori kognitif. Implikasi teori belajar kognitif dalam pengajaran IPA adalah memusatkan kepada berpikir atau proses mental anak,dan tidak sekedar kepada hasilnya. Relevansi dari teori konstruktivis, siswa secara aktif membangun pengetahuan sendiri. Salah satu bentuk pembelajaran yang berorientasipada pendekatan konstruktivis adalah pembelajaran kooperatif tipe STAD. Pembelajarankooperatif tipe STAD dicirikan oleh suatu struktur tugas, tujuan dan penghargaankooperatif. Siswa bekerja sama dalam situasi semangat pembelajaran kooperatif sepertimembutuhkan kerjasama untuk mencapai tujuan bersama dan mengkoordinasikan
 
usahanya untuk menyelesaikan tugas.Menurut Vygotsky, implikasi utama dalam pembelajaran menghendaki seting kelasberbentuk pembelajaran kooperatif, dengan siswa berinteraksi dan saling memunculkanstrategi-strategi pemecahan masalah yang efektif pada masing-masing zonaperkembangan terdekat mereka. Selain itu pembelajaran kooperatif tipe STAD dapatmembantu siswa memahami konsep-konsep IPA yang sulit serta menumbuhkankemampuan kerjasama, berpikir kritis, dan mengembangkan sikap sosial siswa.Pembelajaran kooperatif memiliki dampak yang positif terhadap siswa yang rendah hasilbelajarnya, karena siswa yang rendah hasil belajarnya dapat meningkatkan motivasi,hasil belajar dan penyimpanan materi pelajaran yang lebih lama.Agar pembelajaran kooperatif dapat berjalan dengan baik siswa terlebih dahulu dilatihketerampilan-keterampilan kooperatif sebelum pembelajaran kooperatif itu digunakan.Hal ini dilakukan agar siswa telah memiliki keterampilan yang diperlukan untuk satuanpembelajaran tertentu. Keterampilan kooperatif yang dilatih seperti mengajukanpertanyaan, menjawab pertanyaan/menanggapi, menyampaikan ide/pendapat,mendengarkan secara aktif, berada dalam tugas, dan sebagainya.Agar tujuan pembelajaran mencapai sasaran dengan baik seperti yang tercantum dalamkurikulum, selain digunakan model pembelajaran yang sesuai, perlu adanya perangkatpembelajaran yang sesuai pula. Perangkat yang digunakan dalam penelitian ini adalahperangkat pembelajaran yang dicancang oleh peneliti yang memuat informasi berhargayang dibutuhkan guru, khususnya berbagai macam strategi dan metode serta sumberbelajar yang ditempatkan pada halaman samping sehingga sangat mudah dilihat danmudah dipahami. Keunggulan perangkat dalam penelitian ini dibandingkan denganperangkat pembelajaran yang digunakan di sekolah selama ini khususnya di SLTPCiputra Surabaya adalah kebutuhan siswa yang dimiliki tingkat kemampuan yangberbeda dapat ditangani. Untuk memenuhi kebutuhan seperti itu perangkat inidilengkapi dengan alternatif strategi pengajaran, berupa buku panduan untuk seluruhsiswa, buku guru, LKS (lembar kegiatan siswa), penguatan untuk siswa dengankemampuan rata-rata, dan pengayaan untuk siswa di atas rata-rata.
2. Kajian Literatur2. 1 Tinjauan Umum Pembelajaran Kooperatif 
Pendekatan konstruktivis dalam pengajaran menerapkan pembelajaran kooperatif secara ekstensif, atas dasar teori bahwa siswa akan lebih mudah menemukan danmemahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka dapat saling mendiskusikankonsep-konsep itu dengan temannya (Slavin, 1995).Menurut Thomson, et al (1995), pembelajaran kooperatif turut menambah unsur-unsurinteraksi sosial pada pembelajaran IPA. Di dalam pembelajaran kooperatif siswa belajarbersama dalam kelompok-kelompok kecil saling membantu satu sama lain. Kelasdisusun dalam kelompok yang terdiri dari 4 atau 5 siswa, dengan kemampuan yangheterogen. Maksud kelompok heterogen adalah terdiri dari campuran kemampuansiswa, jenis kelamin dan suku (Thomson, 1995). Hal ini bermanfaat untuk melatih siswamenerima perbedaan pendapat dan bekerja dengan teman yang berbeda latarbelakangnya. Pada pembelajaran kooperatif diajarkan keterampilan-keterampilan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->