Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
21Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
7 Seks Bebas Dalam Cermin Budaya Jawa

7 Seks Bebas Dalam Cermin Budaya Jawa

Ratings:

4.71

(7)
|Views: 11,420|Likes:
Published by rochani

More info:

Published by: rochani on Nov 17, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
 
P3M STAIN Purwokerto | Moh. Roqib 1
Ibda`
| Vol. 5 | No. 1 | Jan-Jun 2007 | 106-127
 
Seks Bebas dalam Cermin Budaya Jawa: Pandangan Kearifan Lokalterhadap Perilaku
Free Sex 
 
Moh. Roqib
*)
 
*)Penulis adalah Magister Agama (M.Ag.), dosen tetap Jurusan Pendidikan (Tarbiyah) STAINPurwokerto.
 Abstract
: Local wisdom represents the local knowledge based on local cultural values. Local wisdom canbe perceived through people’s everyday life because the end of sedimentation from local wisdom istradition. Local wisdom can become potential energy to develop their environment to become civilized.Local wisdom is a result from common response with environment condition around them.
Keywords
:
local wisdom, culture, environment, response.
 
Pendahuluan
Perbincangan tentang
free sex 
akhir-akhir ini mendapatkan perhatian yang amat tinggi. Di mediaelktronik seakan dapat disaksikan pada setiap program
infotainment 
dan dialog-dialog yangditayangkan oleh stasiun TV. Media cetak juga tidak ketinggalan mengekspos besar-besaran di seputarkehidupan seksual umat manusia ini. Dua peristiwa yang melatarbelakangi terhadap pemberitaan iniadalah dua hal yang berbeda, tetapi memiliki dampak yang luar biasa.
Pertama 
, video mesum Yahya Zaeni (YZ) dengan Maria Eva (ME). Gegap gempita pemberitaankasus ini dapat ditemukan dalam
Kedaulatan Rakyat 
. Pada halaman depan ditulis analisis “Dua SisiYahya Zaini”
1
dan pada halaman belakang (24) diberitakan “Maria Eva Hibur Korban Lapindo” danmenghadiri reuni SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
2
Yahya Zaini mendapat sorotan tajam di antaranyakarena dia memiliki
background 
sebagai anggota DPR dari fraksi Partai Golkar, mantan aktivis PB HMI,dan koordinator bidang keruhanian Partai Golkar. Sementara itu, Maria Eva yang alumni SMAMuhammadiyah 2 Sidoarjo ini sebagai penyanyi dangdut yang berarti sebagai
 public figure 
.
Kedua, 
berita poligami K.H. Abdullah Gimnastiar atau lebih dikenal dengan Aa’ Gym. Pemberitaan terhadapAa’ Gym di antaranya adalah karena ia seorang mubaligh yang sedang berada di atas puncak popularitas. Sebagai pengasuh Pesantren Daruttauhid Bandung, ia memiliki jaringan radio yang sangatluas di berbagai daerah dan TV Manajemen Qolbu yang sering diajarkan kepada umat, saat ia poligamimenuntutnya untuk melaksanakannya lebih disiplin.Meskipun dua kasus ini berbeda, tetapi ada benang merahnya, yaitu seks. Yang pertama terkaitdengan eksploitasi seks di luar akad pernikahan dan kemudian diekspos ke luar, sedangkan yang keduaadalah tentang penyaluran libido seksual yang diikat dalam pernikahan kedua atau poligami. Yangpertama masyarakat seakan sudah ada konsensus bahwa eksploitasi seks tersebut bertentangan denganagama dan norma budaya bangsa, meskipun hal tersebut diakui wajar dilakukan oleh laki-laki danperempuan dewasa, karenanya YZ dan ME tetap bisa diterima oleh masyarakat meskipun hukuman
 
 
P3M STAIN Purwokerto | Moh. Roqib 2
Ibda`
| Vol. 5 | No. 1 | Jan-Jun 2007 | 106-127
 
sosial dirasakan amat berat. Kasus kedua merupakan ajaran agama yang
debatable 
, diakui sekaligusdigugat bahkan ada yang mengharamkan. Realitasnya, poligami secara hukum dan perundang-undangan tetap halal, tidak dilarang oleh undang-undang, dan hanya dibatasi agar tidak terjadipenyalahgunaan, seperti dijadikan alat pemuasan nafsu seksual pelakunya. Meskipun demikian, Aa’Gym telah menerima perlakuan sosial yang luar biasa keras,
3
seperti cemoohan dan perlakuan lain yang dapat mengurangi kenyamanan hidupnya.Tulisan ini hendak mengkaji tentang kearifan lokal Jawa terkait dengan kehidupan seks. Tulisanini tidak membahas tentang
halal-haram 
video mesum, dan tidak mengkaji tentang kontraversi diseputar poligami. Kajian difokuskan pada seksualitas masyarakat Jawa.
Binalitas Politik
Godaan hidup bagi orang, menurut orang Jawa adalah harta, wanita, dan tahta. Harta menjadi godaan hidup dalam arti kurang atau berlebih menyangkut kesejahteraan ekonomi. Orang dalamkemiskinan rentan terjerumus dalam kekafiran. Orang yang dilanda miskin-papa akan mudah digodaoleh lingkungan sosialnya untuk menggadaikan kehormatannya. Kemiskinan bisa membuat orangtidak menggunakan nalar sehatnya sehingga ia tergoda untuk mencuri, menjual harga diri denganmelacur seksual (PSK), dan melacur politik sebagai
broker 
dan pecundang politik dengan korupsi danmenjual keadilanKesejahteraan berlebih berarti kekayaan yang melimpah. Kekayaan juga akan mampu menggodaseseorang untuk berperilaku aneh seperti berfoya-foya, berlebih-lebihan (
isyraf dan tabdzir 
),berperilaku aniaya terhadap yang miskin, ingin meraih kekuasaan lewat uang dan kekayaan yangdimiliki, maka terjadilah “
money politics 
”, dan berperilaku seksual menyimpang atau minus moraldengan mempermainkan lain jenis sebagai pemuas nafsu.
Wanita 
sebagai penggoda maksudnya adalah libido suksual yang menggelora yang disimbolkandengan kata
wanita 
. Cinta buta menempatkan nafsu seksual menjadi dominan dan mempengaruhi alurpikir dan kebijakan yang diambil. Nafsu seksual jika telah menjadi orientasi hidup, maka individutersebut membuat semua keputusan dalam hidupnya merupakan transaksi untuk kepentingankepuasan diri. Harta dan kekuasaan yang semestinya menjadi media untuk mendekatkan diri kepadaTuhan dan komunitas sosialnya sebaliknya digunakan untuk mendapatkan kepuasan seks kepadasiapapun yang diminatinya.
Tahta 
menggoda seseorang untuk berperilaku lalim terhadap rakyatnya. Idealnya, harta ataukemampuan ekonomi, wanita, atau nafsu-syahwat (yang mampu membuat manusia
survive 
di bumi),dan tahta atau kekuasaan politik dijadikan sebagai media untuk pengabdian kepada Tuhan dan sesama.Untuk itu, setiap individu yang mampu
eling lan waspada 
, ingat dan waspada terhadap godaan danmampu mengaturnya akan menjadi potensi untuk kebaikan hidupnya.
 
 
P3M STAIN Purwokerto | Moh. Roqib 3
Ibda`
| Vol. 5 | No. 1 | Jan-Jun 2007 | 106-127
 
Dalam konteks politik yang terjadi akhir-akhir ini, menurut Boni Hargens
4
sebagai binalitaspolitik karena politik tidak hanya rakus uang (
harta 
) dan kekuasaan (
tahta 
) atau
banality of politics 
,tetapi juga haus seks (
binality of politics 
). Ciri banal dan binal dalam politik kita sangat memalukandan telah menisbikan prinsip moralitas dalam politik yang menunjukkan defisit moral pribadi parapejabat publik dan defisit moral politik secara general. Permainan uang, janji-janji jabatan, danpelayanan seks dalam berpolitik menunjukkan indikator dekadensi moral yang amat memprihatinkan.
Seks dalam Masyarakat Jawa
Masyarakat Jawa memandang perempuan sebagai makhluk indah yang dengan kecantikannyamenunjukkan sisi keserasian dan keindahan. Menurut falsafah Jawa, perempuan adalah bumi yangsubur, yang siap menumbuhkan tanaman. Perempuan adalah bunga yang indah, menebarkan bauharum mewangi dan membuat senang siapa saja yang melihatnya. Wanita ideal dalam budaya Jawadigambarkan
 panyandra 
.
Panyandra 
merupakan lukisan keindahan, kecantikan, dan kehalusan melaluiibarat.
5
 Membincang seksualitas perempuan Jawa dimulai dari hubungan-hubungan sosial pada masaremaja dalam sistem sosial Jawa yang erat sangkut-pautnya dengan proses tercapainya tingkatkedewasaan biologis. Masalah seks tidak pernah dibicarakan secara terbuka dalam keluarga danmasyarakat Jawa umumnya, meskipun dalam percakapan banyak lelucon mengenai seks. Bahkan,seorang kiai juga sering bercerita tentang seks kepada santri dan umatnya. Pembicaraan danpengetahuan tentang seks mengalir di antara teman akrab, kawan seprofesi, atau kawan bermain, danada juga yang mendapatkan dari wanita-wanita tunasusila di warung-warung pinggir jalan.Oleh karena ada rasa tabu dalam pembicaraan seks, orang Jawa memiliki simbol
lingga yoni 
.
Lingga 
melambangkan
falus 
atau
 penis, 
alat kelamin laki-laki.
Yoni 
melambangkan vagina, alatkelamin perempuan. Simbol-simbol ini sudah lama dipakai oleh masyarakat nusantara sebagaipenghalusan atau
 pasemon 
dari hal yang dianggap jorok. Simbol lain seperti
lesung alu 
,
munthuk cobek, 
dan sebagainya juga bermakna sejenis. Pelukisan seksual dalam khazanah filsafat Jawa dikenaldengan
isbat curiga manjing warangka 
yang arti lugasnya adalah keris masuk ke dalam sarungnya
.
6
 Dalam melambangkan proses pembuahan ini Hariwijaya mengungkapkannya sebagai berikut.Manusia dalam kosmologi Jawa berasal dari
tirtasinduretna 
 yang keluar saat pertemuan antara
 lingga yoni, 
kemudian berkembang menjadi janin dan dikandung dalam
gua garba. Tirta sinduretna 
merupakan lambang dari air mani atau sperma laki-laki.
Gua garba 
merupakanmelambangkan untuk menghaluskan fungsi rahim seorang wanita. Proses magis spiritual inidisimbolkan dalam kalimat alegoris
bothok bantheng winungkus godhong asem kabitingan alubengkong 
. Secara harfiah, kalimat tersebut berarti sejenis sambal yang dibungkus daun asam yang diberi lidi
alu 
bengkong
. Bothok bantheng 
bermakna sperma;
 godhong asem 
bermaknakemaluan wanita;
alu bengkong 
sebagai simbol alat kelamin pria. Dengan demikian, maknaadalah bahwa asal-usul manusia berasal dari sperma yang membubuhi sel telur dari rahim wanita yang terjadi dalam proses persenggamaan. Dalam pandangan yang lain istilah dalam
bathok 

Activity (21)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Jaen Sekar liked this
Sediyoko Ssi liked this
Poni Darmoyu liked this
Mieu Mie liked this
Rosita Handayani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->