Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Kemasyarakatan Dalam Beberapa Peraturan Perundangan

Aspek Kemasyarakatan Dalam Beberapa Peraturan Perundangan

Ratings: (0)|Views: 107 |Likes:
Published by Abdullah Musa

More info:

Published by: Abdullah Musa on Feb 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2012

pdf

text

original

 
1 of 7
TINJAUAN ASPEK KEMASYARAKATANDALAM BEBERAPA UNDANG-UNDANG YANG BERKAITAN DENGAN SUMBER DAYA ALAMDENGAN TOLAK UKUR UU RI NO 23 TH 1997, TENTANG LH
Oleh: R. Abdullah Musa
A.PENDAHULUAN
Dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 3, dijelaskan bahwa bumi dan airdan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai olehnegara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuranrakyat.Makna dari ayat tersebut secara luas adalah bahwa sumberdayaalam dimanfaatkan tiada lain untuk kesejahteraan rakyat.Namun sayangnya, negara Indonesia yang dikenal sebagai negarayang mempunyai sumberdaya alam yang melimpah, sampai saatini sebagian besar rakyatnya masih jauh dari kesejahteraan atauberkehidupan yang layak, hingga timbullah satu pertanyaan yaknisejauh mana proteksi kepentingan rakyat dalam pemanfaatansumberdaya alam yang terus berlangsung dari dulu hingga kini?.Berbicara mengenai proteksi atau perlindungan, maka mestilahberkaitan erat dengan masalah hukum dan perundang-undangankhususnya undang-undang yang berkaitan langsung dengansumberdaya alam dan lingkungan.Di samping itu, hendaknya produk hukum yang dibuat seharusnyamengedepankan peranserta masyarakat dalam perumusanprogram, sehingga membuat masyarakat tidak semata-mataberkedudukan sebagai konsumen program, tetapi juga sebagaiprodusen karena telah ikut serta terlibat dalam proses pembuatandan perumusannya (Soetomo, 2006).
 Tinjauan Aspek Kemasyarakatan Dalam Beberapa Undang-Undang Yang Berkaitan DenganSumber Daya Alam Dengan Tolak Ukur UU RI No. 23 Th. 1997 tentang LH
Oleh R. Abdullah Musa / P2PA0516
 
2 of 7
Dalam tulisan ini, penulis meninjau aspek kemasyarakatan (bacarakyat) dalam beberapa undang-undang yang berkaitan dengansumberdaya alam dan lingkungan dari sisi redaksionalnya yangtertulis dalam UU tersebutBeberapa undang-undang yang kami pilih, kami anggap telahmewakili dari sekian banyak undang-undang yang berhubungandengan sumberdaya alam dan lingkungan yang masih berlaku,yakni :
1.
UU RI, No. 7 th. 2004 tentang Sumber Daya Air
2.
UU RI, No. 22 th. 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
3.
UU RI, No. 11 th. 1967 tentang Ketentuan-ketentuan PokokPertambangan
4.
UU RI, No. 19 th. 2004 tentang Kehutanan
5.
UU RI, No. 31 th. 2004 tentang Perikanan
B.
KRITERIA PENILAIAN ASPEK KEMASYARAKATAN SECARAREDAKSIONAL
Berikut akan kita bandingkan beberapa aspek kemasyarakatanyang meliputi hak, kewajiban dan peran serta dari beberapaundang-undang tersebut di atas dengan tolak ukur ("bench mark")mengacu pada UU No 23, tahun 1997 bab III (Hak, Kewajiban, danPeran Masyarakat), pasal 5, 6 dan 7.Untuk masalah "hak", penulis mengambil beberapa kriteriapenilaian yakni:(1)Hak hidup yang baik dan sehat(2)Hak atas informasi(3)Hak untuk ikut dalam pengelolaan
 Tinjauan Aspek Kemasyarakatan Dalam Beberapa Undang-Undang Yang Berkaitan DenganSumber Daya Alam Dengan Tolak Ukur UU RI No. 23 Th. 1997 tentang LH
Oleh R. Abdullah Musa / P2PA0516
 
3 of 7
Untuk masalah "kewajiban", penulis mengambil beberapa kriteriapenilaian yakni:(4)Wajib memelihara kelestarian(5)Wajib memberikan informasi yang benarUntuk masalah "peran serta", penulis mengambil beberapa kriteriapenilaian yakni:
(6)
Prinsip kemandirian dan keberdayaan(7)Prinsip kemampuan dan kepeloporan(8)Prinsip kemitraan(9)Pengawasan sosial
(10)
Penyampaian informasi, saran pendapat dan laporanUntuk memudahkan penilaian, masing-masing kriteria diberikanangka sebagai berikut:-Nilai 10 :Untuk secara eksplisit (jelas) tercantumdalam redaksional-Nilai 5 :Untuk secara implisit (samar-samar)tercantum dalam redaksional-Nilai - :Untuk tidak sama sekali tercantum dalamredaksionalMasing-masing naskah undang-undang akan ditotal nilai skornyasebagai bahan ulasan secara umum, Kisaran penilaian adalahtotal skor "100" untuk yang benar-benar secara eksplisit sesuaidengan ketentuan UU RI No. 23 1997, dan total skor "0" untukyang sama sekali tidak secara eksplisit maupun implisitmenjelaskan secara redaksional dalam isi nya yang sejalandengan UU RI No. 23 1997.
 Tinjauan Aspek Kemasyarakatan Dalam Beberapa Undang-Undang Yang Berkaitan DenganSumber Daya Alam Dengan Tolak Ukur UU RI No. 23 Th. 1997 tentang LH
Oleh R. Abdullah Musa / P2PA0516

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->