Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Model Pembelajaran PBL

Model Pembelajaran PBL

Ratings: (0)|Views: 212 |Likes:
Published by Dedi Mukhlas
Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan ...
Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan ...

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Feb 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/09/2014

pdf

text

original

 
 1
MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL)SEKOLAHDASAR.NET - Problem Based Learning (PBL) adalah suatu model pembelajaranyang melibatkan siswa untuk memecahkan masalah melalui tahap-tahap metode ilmiahsehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebutdan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah (Kamdi, 2007: 77). PBLatau pembelajaran berbasis masalah sebagai suatu pendekatan pembelajaran yangmenggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentangcara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran.PBL memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) belajar dimulai dengan satu masalah, (2)memastikan bahwa masalah tersebut berhubungan dengan dunia nyata siswa, (3)mengorganisasikan pelajaran seputar masalah, bukan seputar disiplin ilmu, (4) memberikantanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secaralangsung proses belajar mereka sendiri, (5) menggunakan kelompok kecil, dan (6) menuntutsiswa untuk mendemonstrasi-kan yang telah mereka pelajari dalam bentuk produk ataukinerja. Berdasarkan uraian di atas, tampak jelas bahwa pembelajaran dengan model PBLdimulai oleh adanya masalah yang dalam hal ini dapat dimunculkan oleh siswa ataupun guru,kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui danapa yang mereka perlu ketahui untuk memcahkan masalah tersebut. Siswa dapat memilihmasalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong berperan aktif dalam belajar.Masalah yang dijadikan sebagai fokus pembelajaran dapat diselesaikan siswa melalui kerjakelompok sehingga dapat memberi pengalaman-pengalaman belajar yang beragam padasiswa seperti kerjasama dan interaksi dalam kelompok, di samping pengalaman belajar yang berhubungan dengan pemecahan masalah seperti membuat hipotesis, merancang percobaan,melakukan penyelidikan, mengumpulkan data, menginterpretasikan data, membuatkesimpulan, mempresentasikan, berdiskusi, dan membuat laporan. Keadaan tersebutmenunjukkan bahwa model PBL dapat memberikan pengalaman yang kaya pada siswa.Dengan kata lain, penggunaan PBL dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang apa yangmereka pelajari sehingga diharapkan mereka dapat menerapkannya dalam kondisi nyata padakehidupan sehari-hari.PBL merupakan model pembelajaran yang berorientasi pada kerangka kerja teoritik konstruktivisme. Dalam model PBL, fokus pembelajaran ada pada masalah yang dipilihsehingga siswa tidak saja mempelajari konsep-konsep yang berhubungan dengan masalahtetapi juga metode ilmiah untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh sebab itu, siswa tidak saja harus memahami konsep yang relevan dengan masalah yang menjadi pusat perhatiantetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berhubungan dengan ketrampilan
 
 2
menerapkan metode ilmiah dalam pemecahan masalah dan menumbuhkan pola berpikir kritis.Bila pembelajaran yang dimulai dengan suatu masalah apalagi kalau masalah tersebut bersifatkontekstual, maka dapat terjadi ketidakseimbangan kognitif pada diri siswa. Keadaan inidapat mendorong rasa ingin tahu sehingga memunculkan bermacam-macam pertanyaan disekitar masalah seperti “apa yang dimaksud dengan….”, “mengapa bisa terjadi…”,“bagaimana mengetahuinya…” dan seterusnya. Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut telahmuncul dalam diri siswa maka motivasi intrinsik siswa untuk belajar akan tumbuh. Padakondisi tersebut diperlukan peran guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan siswa tentang“konsep apa yang diperlukan untuk memecahkan masalah”, “apa yang harus dilakukan” atau“bagaimana melakukannya” dan seterusnya. Dari paparan tersebut dapat diketahui bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran dapat mendorong siswa mempunyai inisiatif untuk  belajar secara mandiri. Pengalaman ini sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-haridimana berkembangnya pola pikir dan pola kerja seseorang bergantung pada bagaimana diamembelajarkan dirinya.Berdasarkan uraian di atas, peneliti menarik kesimpulan bahwa PBL sebaiknya digunakandalam pembelajaran karena dengan PBL akan terjadi pembelajaran yang bermakna. Siswayang belajar memecahkan suatu masalah akan membuat mereka menerapkan pengetahuanyang dimilikinya atau berusaha mengetahui pengetahuan yang diperlukannya. Artinya belajar tersebut ada pada konteks aplikasi konsep. Belajar dapat semakin bermakna dan dapatdiperluas ketika siswa berhadapan dengan situasi dimana konsep tersebut diterapkan. Selainitu melalui PBL ini siswa dapat mengintegrasikan pengetahuan dan ketrampilan secara berkesinambungan dan mengaplikasikannya dalam konteks yang relevan. Artinya, apa yangmereka lakukan sesuai dengan aplikasi suatu konsep atau teori yang mereka temukan selama pembelajaran berlangsung. PBL juga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis,menumbuhkan inisiatif siswa dalam bekerja, motivasi internal untuk belajar, dan dapatmengembangkan hubungan interpersonal dalam bekerja kelompok.Ada beberapa langkah cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. Secara umum penerapanmodel ini dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan atau dicari pemecahannyaoleh siswa. Masalah tersebut dapat berasal dari siswa atau mungkin juga diberikan oleh guru.Siswa akan memusatkan perhatiannya di sekitar masalah tersebut. Dengan begitu siswa belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya.Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah.Dengan demikian siswa belajar memecahkan masalah secara sistematis dan terencana. Olehsebab itu, penggunaan PBL dapat memberikan pengalaman belajar melakukaan kerja ilmiahyang sangat baik kepada siswa. Adapun langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL ada delapan tahapan (Pannen, 2001: 11), yaitu: (1) identifikasi masalah,

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Siska Kurniawati liked this
Yen BuYen liked this
oringdebong71 liked this
Hana Khairunnisa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->