Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Moral Dan Etika Pemimpin Dalam Perspektif Alkitab

Moral Dan Etika Pemimpin Dalam Perspektif Alkitab

Ratings: (0)|Views: 667 |Likes:
Published by Missa Anton

More info:

Published by: Missa Anton on Feb 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
Moral Dan Etika Pemimpin Dalam Perspektif AlkitabBAB I PENDAHULUAN
The leadership paradigm is something dynamic and always up to date to talk from onegeneration to generation. Lately, the leadership under SBY and JK, has planned a leadershipheaded toward Good Governance. All the ³United Cabinet´ were headed toward three mainagenda. They promised to build peacefull situation, justice and democracy and prosperity for all.This policy, of course needs a good basic moral and ethic. Paradigmakepemimpinan merupakan sesuatu yang sangat dinamis. Masalahnya selalu hidup dan aktualuntuk dikaji dari generasi ke generasi. Akhir ± akhir ini Indonesia misalnya di era kepemimpinanSusilo Bambang Yudoyono mencanangkan pola kepemimpinan yang mengarah kepadakepemerintahan yang baik yang dikenal dengan i tilah Good Governance. s Mereka bertekadmewujudkan Indonesia yang aman dan damai, adil dan demokrasi, serta mewujudkankesejahteraan yang melimpah dan merata (peace, justice, democracy and prosperity). Kebijakanyang mulia ini tentu saja membutuhkan landasan moral dan etik kepemimpinan yang baik.Pepatah Arab yang cukup terkenal di Indonesia mengatakan ³Innamal umamu akhlaqu maa baqiat fain humu jahabat akhlaquhum jahabu´ Artinya suatu umat akan kuat karena berpegangteguh pada m
 
oralitas yang ada, namun apabila moral diabaikan maka tunggulah kehancuranumat tersebut. Untuk itulah kita perlu menyadari bahwa krisis yang melanda Bangsa Indonesiasaat ini (krisis keuangan, krisis pangan, krisis minyak, dan krisis lainnya) tidak terlepas dengankemerosotan moral dan etika kepemimpinan di Negara kita. Kasus penyalahgunaan wewenangdan kekuasaan di Lembaga Yudikatif telahmenghancurkan harapan Bangsa Indonesia untuk menegakkan supremasi hukum dan keadilan.Demikian pula kasus penyelewengan dan suap di lembaga legislative telah memusnahkan impianrakyat Indonesia yang telah menunjuk wakilnya dalam memperjuangkan kesejahteraan bersama.Dalam bidang pendidikan, penyelewengan dana pendidikan, perselingkuhan, Pemaksaankelulusan dalam UAN/UNAS dan masih banyak lagi fenomena yang menunjukkan bahwarapuhnya moral dan etika kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjadi penyebab terbesar dari krisis multidimensional di Indonesia saat ini.Sekarang pertanyaannya adalah apa yang menjadi penyebab moral dan etika itu tidak fungsional.Jawabannya adalah selama ini pembangunan yang digalakkan lebih banyak ditekankan danterfokus pada upaya mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang maksimal. Sementara aspek 
 
moralitas dan etika yang berdasarkan nilai ± nilai keagamaan seolah ± olah terabaikan oleh penentu kebijakan untuk dimasukkan dalam proses dan implementasi pembangunan. Perludiingat bahwa pembangunan tanpa dilandasi moral dan etika sudah barang tentu akan berdampak munculnya individu dan kelompok yang tidak sehat secara psikologis dan sosial. Seorang
 
 pemimpin yang baik dalam kepemerintahan seyogyanya menumbuhkan semangat yang kuatuntuk memimpin dirinya sendiri sebelum memimpin bangsanya. Seorang pe
 
mimpin harus
 
memiliki sikap takut akan Tuhan agar dapat tampil sebagai pemimpin sejati. Pemimpin yangdapat dipercaya, jujur, patuh, disiplin, taat azas, mampu berkomunikasi secara efektif, tegas dantekun menegakkan kebenaran sehingga mampu mengalahkan musuh bangsa. Moral melahirkanseorang pe
 
mimpin yang mampu menghargai pekerjaan orang lain, mengakui kemampuan orangyang dipimpin dan menghormati mereka sebagai abdi Negara. Moral mampu mendorong seoran
 
 pemimpin bersikap transparan, keterbukaan dalam melaksanakan amanah yang diembannya.Demikian pula halnya dengan etika yang merupakan refleksi dari moral yang bersumber dariPancasila. Etika yang berhimpitan dengan ³moral´ mampu melahirkan pe
 
mimpin yang sadar akan keterbatasan kekuasaannya. Mengakui dan mendukung adanya keterbatasan penggunaankekuasaan pasti akan mencetak pimpinan yang mampu menghindari penyalahgunaankewenangan. P
 
emimpin yang secara sadar menghindari terjadinya pemerintahan otoriteristik dankekuasaan absolute . Prinsip Kepemimpinan menurut pandangan Alkitab bahwa, P
 
emimpinSebagai Pelayan, Di dalam tugas Kepemimpinannya. Yesus telah mengutarakan prinsipkepemimpinan Kristen di dalam, Markus 9:35 yaitu, ³« Jika seseorang ingin menjadi yangterdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.´ Dan pada Markus 10: 4344, ³Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata : ³kamu tahu, bahwamereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesarpembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian diantara kamu, barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambauntuk semuanya. Karena Anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.´ Yangmenjadi pertanyaan sekarang masih adakah moral dan etika pe
 
mimpin kita yang mau menjadiseorang ³Pelayan´ Semoga. Oleh karena itu untuk mewujudkan hal tersebut, maka padakesempatan ini penulis ini melakukan suatu kajian teoritis dalam bentuk makalah yang berjudul :MORAL DAN ETIKA KEPEMIMPIN PENDIDIKAN DALAM PANDANGAN ALKITABBAB II PEMBAHASANI.KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN A. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan memiliki pandangan yang berbeda ± beda oleh para ahli, sehingga merekapun memberikan definisitentang kepemimpinan berbeda pula, adapun pendapat para ahli mengenai definisi pendidikanyaitu : 1. Overton (2002) menjelaskan: kepemimpinan adalah kemampuan untuk memperolehtindakan dengan dan melalui orang lain dengan kepercayaan dan kerjasama. 2. Manz dan Sims,Jr (2001) berpendapat bahwa, pe
 
mimpin adalah orang yang memiliki kekuasaan, kewenangan ataukarisma yang cukup untuk mempengaruhi orang lain. 3. James M. Black (1961), Leadership iscapable persuading others to work together under directions as a team to accomplish certaindesignated objectives, (Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup menyakinkan oranglain supaya bekerjasama di bawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuantertentu) 4. Ordway Tead (1935), Leadership is the activity of influencing people to cooperatetoward some goal which come to find desirable, (Kepemimpinan adalah aktivitas mempengaruhiorang-orang agar mau bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan yang mereka inginkan). 5.G.L. Freeman & E.K. Taylor (1950), Leadership is an ability to create group action toward anorganizational objective with maximum effectiveness and cooperation from each individual
 
(Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuanorganisasi dengan efectivitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu). 6. George R.Terry (1972), Leadership is the relationship in which one person, or the leader, influences othersto work together willingly on related tasks to attain that which the leader desires,(Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorangatau pe
 
mimpin, mempengaruhi orang-orang lain untuk bekerjasama secara sadar dalamhubungan tugas untuk mencapai yang diinginkan pe
 
mimpin). 7. Menurut Shelton (1997) ada beberapa prinsip kepemimpinan yang perlu dipahami yaitu: a. Kepemimpinan adalah tidak ekslusif bagi kedudukan eksekutif b. Organisasi akan hancur tanpa kepemimpinan c. Hal yang benar untuk memimpin harus dimunculkan d. Fokus kepemimpinan terhadap hubungan timbal balik e. Kepemimpinan bersifat kontekstual f. P
 
emimpin memberikan inspirasi kepada orang lainuntuk memimpin g. Keterampilan manajemen adalah suatu komponen penting dalamkepemimpinan h. Kepemimpinan dapat dipelajari Berdasarkan keterangan diatas dapatdisimpulkan kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi orang lain baik individu maupunkelompok yang dengan sukarela melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu. B. Unsur -unsur Kepemimpinan Menurut Hersey dan Blandchart (1988) berpendapat bahwa unsur kepemimpinan itu yaitu pe
 
mimpin (Leader), pengikut (Follower), dan situasi (Situation) tempatdi mana berlangsungnya proses kepemimpinan. Sedangkan yang membedakan pe
 
mimpin denganyang dipimpin dapat dilihat dari bakat-bakatnya. Ada enam bakat menurut Kilpatrik dan Locke(Overton, 2002), yaitu: 1. Keberanian 2. Keinginan/ dorongan untuk memimpin 3. Kejujuran danintegritas 4. Rasa percaya diri 5. Kecerdasan6. Pengetahuan yang relevan dengan pekerjaan
 
Pemimpin tidak akan eksis tanpa anggota atau pengikut. Menurut Owens (1995:122) bahwa ada beberapa hal p
 
emimpin berhubungan dengan anggotanya: 1. Mendorong menyatukan anggotadalam mewujudkan visi 2. Membangkitkan komitmen pribadi untuk berusaha membawa visimemasuki masa depan yang lebih baik 3. Mengatur lingkungan kerjasama yang menjadikantujuan sebagai nilai terpusat dalam organisasi 4. Memudahkan pekerjaan yang mereka butuhkanmelakukannya untuk mencapai visi. C. Kekuasaan dan KepemimpinanDisini kepemimpinan sesorang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kekuasaan. Ada lima jenis kekuasaan menurut French dan Reven yang dikutip Owens (1995), yaitu: 1. Reward Power,suatu kekuasaan yang diperoleh atas dasar pemberian hadiah atau reward kepada anggotasehingga mereka melakukan kegiatan kegiatan yang diinginkan. 2. Coercive Power, kekuasaanyang bersifat paksaan melibatkan kemampuan mengawasi dan memberi hukuman sehinggaoranglain mematuhinya. 3. Expert Power, kekuasaan yang didasarkan atas penguasaan pengetahuan tertentu sehingga mampu mendorong orang melakukan sesuatu karena pengaruhnyayang berdasar pengetahuannya. 4. Legitimate Power, kekuasaan yang dimiliki karenakewenangannya dalam posisi tertentu pada organisasi sehingga diakui oleh orang lain memilikihak yang wajib untuk dipatuhi. 5. Referent Power, kekuasaan datang dari keinginan bawahanuntuk mengidentifikasi atau menyenangkan atasannya. D. Keterampilan dan SifatKepemimpinan 1. Keterampilan memimpin Hersey dan Blanchard (1988:5) mendefinisikankepemimpinan adalah setiap tindakan yang dilakukan untuk mempengaruhi orang lainmelakukan sesuatu sesuai dengan harapan yang mempengaruhi didalamnya telah terjadi proses

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rico Firgus liked this
Masrolince Purba liked this
Filipus Heryanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->