kita pada isu politik yang lebih luas. Agar dapat membuat penilaian yang objektif makakita harus menempatkan sistem politik dalam lingkungannya. Hal ini dilakukan gunamengetahui bagaimana lingkungan-lingkungan membatasi atau membantu dilakukannyasebuah pilihan politik. Sifat saling bergantung bukan hanya dalam hubungan antarakebijaksanaan dengan sarana-sarana institusional saja, namun lembaga-lembaga atau bagian dari sistem politik tersebut juga saling bergantung. Untuk dapat mengatasi pengaruh lingkungan, Almond menyebutkan enam kategori kapabilitas sistem politik,yaitu kapabilitas ekstraktif, kapabilitas regulatif, kapabilitas distributif, kapabilitassimbolik, kapabilitas responsif, kapabilitas domestik dan internasional.
Analisis Struktural Fungsional dalam Sistem Politik
Menurut Gabriel Almond, dalam setiap sistem politik terdapat enam struktur ataulembaga politik, yaitu kelompok kepentingan, partai politik, badan legislatif, badaneksekutif, birokrasi, dan badan peradilan. Dengan melihat keenam struktur dalam setiapsistem politik, kita dapat membandingkan suatu sistem politik dengan sistem politik yanglain. Hanya saja, perbandingan keenam struktur tersebut tidak terlalu membantu kitaapabila tidak disertai dengan penelusuran dan pemahaman yang lebih jauh dari bekerjanya sistem politik tersebut.Suatu analisis struktur menunjukkan jumlah partai politik, dewan yang terdapat dalam parlemen, sistem pemerintahan terpusat atau federal, bagaimana eksekutif, legislatif, danyudikatif diorganisir dan secara formal dihubungkan satu dengan yang lain. Adapunanalisis fungsional menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga dan organisasi-organisasitersebut berinteraksi untuk menghasilkan dan melaksanakan suatu kebijakan.Input yang masuk dalam sistem politik disalurkan oleh lembaga politik, kemudian akanmenghasilkan output, berupa keputusan yang sah dan mengikat yang sebelumnya melalui proses konversi. Dalam konversi terjadi interaksi antara faktor-faktor politik, baik yang bersifat individu, kelompok ataupun organisasi. Fungsi input, meliputi sosialisasi politik dan rekruitmen politik, artikulasi kepentingan, agregasi kepentingan, dan komunikasi politik. Sedangkan fungsi output, antara lain pembuatan kebijakan, penerapan kebijakan,dan penghakiman kebijakan.
SOSIALISASI, BUDAYA POLITIK DI INDONESIA, DAN EKONOMI POLITIK INDONESIA
Sosialisasi Politik di IndonesiaDalam kegiatan belajar ini ada tiga hal yang dikemukakan. Pertama, mengenai pengertiansosialisasi politik. Kedua, mengenai proses sosialisasi politik di Indonesia, dan ketiga,mengenai agen-agen sosialisasi politik yang berperan dalam penyebaran nilai-nilai politik ke dalam masyarakat.Pada bagian pertama dijelaskan mengenai proses sosialisasi secara umum, kemudian jugadibahas tahapan psikologi politik, dan juga tahapan sosialisasi politik. Setelah