Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Politik Indonesia

Sistem Politik Indonesia

Ratings: (0)|Views: 2,890 |Likes:

More info:

Published by: Biote Kosong Sembilan on Feb 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2013

pdf

text

original

 
Dalam perspektif sistem,
sistem politik adalah
subsistem dari sistem sosial. Perspektif atau pendekatan sistem melihat keseluruhan interaksi yang ada dalam suatu sistem yaknisuatu unit yang relatif terpisah dari lingkungannya dan memiliki hubungan yang relatif tetap diantara elemen-elemen pembentuknya. Kehidupan politik dari perspektif sistem bisa dilihat dari berbagai sudut, misalnya dengan menekankan pada kelembagaan yangada kita bisa melihat pada struktur hubungan antara berbagai lembaga atau institusi pembentuk sistem politik. Hubungan antara berbagai lembaga negara sebagai pusatkekuatan politik misalnya merupakan satu aspek, sedangkan peranan partai politik dankelompok-kelompok penekan merupakan bagian lain dari suatu sistem politik. Denganmerubah sudut pandang maka sistem politik bisa dilihat sebagai kebudayaan politik,lembaga-lembaga politik, dan perilaku politik.Model sistem politik yang paling sederhana akan menguraikan masukan (input) ke dalamsistem politik, yang mengubah melalui proses politik menjadi keluaran (output). Dalammodel ini masukan biasanya dikaitkan dengan dukungan maupun tuntutan yang harusdiolah oleh sistem politik lewat berbagai keputusan dan pelayanan publik yang diberianoleh pemerintahan untuk bisa menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Dalam perspektif ini, maka efektifitas sistem politik adalah kemampuannya untuk menciptakankesejahteraan bagi rakyat. Namun dengan mengingat Machiavelli maka tidak jarang efektifitas sistem politik diukur dari kemampuannya untuk mempertahankan diri dari tekanan untuk berubah. Pandanganini tidak membedakan antara sistem politik yang demokratis dan sistem politik yangotoriter.
PENDEKATAN DALAM ANALISIS SISTEM POLITIK Analisis Sistem Politik Menurut David Easton
Pendekatan sistem politik pada mulanya terbentuk dengan mengacu pada pendekatanyang terdapat dalam ilmu eksakta. Adapun untuk membedakan sistem politik dengansistem yang lain maka dapat dilihat dari definisi politik itu sendiri. Sebagai suatu sistem,sistem politik memiliki ciri-ciri tertentu. Perbedaan pendapat mulai muncul ketika harusmenentukan batas antara sistem politik dengan sistem lain yang terdapat dalamlingkungan sistem politik. Namun demikian, batas akan dapat dilihat apabila kita dapatmemahami tindakan politik sebagai sebuah tindakan yang ingin berkaitan dengan pembuatan keputusan yang menyangkut publik.Perbedaan sistem politik dengan sistem yang lain, tidak menjadikan jurang pemisahantara sistem politik dengan sistem yang lain. Sebuah sistem dapat menjadi input bagisistem yang lain.
 
Dalam sistem politik terdapat pembagian kerja antaranggotanya. Pembagian kerja yangada tidak akan menghancurkan sistem politik karena ada fungsi integratif dalam sistem politik.
Input, Output, dan Lingkungan dalam Sistem Politik 
Input dalam sistem politik dibedakan menjadi dua, yaitu tuntutan dan dukungan. Inputyang berupa tuntutan muncul sebagai konsekuensi dari kelangkaan atas berbagai sumber-sumber yang langka dalam masyarakat (kebutuhan). Input tidak akan sampai (masuk)secara baik dalam sistem politik jika tidak terorganisir secara baik. Oleh sebab itukomunikasi politik menjadi bagian penting dalam hal ini. Terdapat perbedaan tipekomunikasi politik di negara yang demokratis dengan negara yang nondemokratis. Tipekomunikasi politik ini pula yang nantinya akan membedakan besarnya peranan dariorganisasi politik.Output merupakan keputusan otoritatif (yang mengikat) dalam menjawab dan memenuhiinput yang masuk. Output sering dimanfaatkan sebagai mekanisme dukungan dalamrangka memenuhi tuntutan-tuntutan yang muncul.Lingkungan mempunyai peranan penting berupa input, baik tuntutan ataupun dukungan.Kemampuan anggota sistem politik dalam mengelola dan menanggapi desakan ataupun pengaruh lingkungan bergantung pada pengenalannya pada lingkungan itu sendiri.Lingkungan merupakan semua sistem lain yang tidak termasuk dalam sistem politik.Secara garis besar, lingkungan dibagi menjadi dua, yaitu lingkungan dalam (intrasocietal) dan lingkungan luar (extra societal).Setidaknya ada dua kritik yang dilontarkan atas gagasan Easton, yaitu adanya anggapan bahwa pemikiran Easton terlalu teoretis sehingga sulit untuk diaplikasikan secara nyata.Selain terlalu teoretis, pemikiran Easton dianggap tidak netral karena hanyamengedepankan nilai-nilai liberal Barat dengan tanpa memperhatikan kondisi padamasyarakat yang sedang berkembang.
Pendekatan Struktural Fungsional Gabriel Almond
Pendekatan struktural fungsional merupakan alat analisis dalam mempelajari sistem politik, pada awalnya adalah pengembangan dari teori struktural fungsional dalamsosiologi. Dalam pendekatan ini, sistem politik merupakan kumpulan dari peranan- peranan yang saling berinteraksi. Menurut Almond, sistem politik adalah sistem interaksiyang terdapat dalam semua masyarakat yang bebas dan merdeka yang melaksanakanfungsi-fungsi integrasi dan adaptasi (baik dalam masyarakat ataupun berhadap-hadapandengan masyarakat lainnya). Semua sistem politik memiliki persamaan karena sifatuniversalitas dari struktur dan fungsi politik. Mengenai fungsi politik ini, Almondmembaginya dalam dua jenis, fungsi input dan output.Terkait dengan hubungannya dengan lingkungan, perspektif yang digunakan adalahekologis. Keuntungan dari perspektif ekologis ini adalah dapat mengarahkan perhatian
 
kita pada isu politik yang lebih luas. Agar dapat membuat penilaian yang objektif makakita harus menempatkan sistem politik dalam lingkungannya. Hal ini dilakukan gunamengetahui bagaimana lingkungan-lingkungan membatasi atau membantu dilakukannyasebuah pilihan politik. Sifat saling bergantung bukan hanya dalam hubungan antarakebijaksanaan dengan sarana-sarana institusional saja, namun lembaga-lembaga atau bagian dari sistem politik tersebut juga saling bergantung. Untuk dapat mengatasi pengaruh lingkungan, Almond menyebutkan enam kategori kapabilitas sistem politik,yaitu kapabilitas ekstraktif, kapabilitas regulatif, kapabilitas distributif, kapabilitassimbolik, kapabilitas responsif, kapabilitas domestik dan internasional.
Analisis Struktural Fungsional dalam Sistem Politik 
Menurut Gabriel Almond, dalam setiap sistem politik terdapat enam struktur ataulembaga politik, yaitu kelompok kepentingan, partai politik, badan legislatif, badaneksekutif, birokrasi, dan badan peradilan. Dengan melihat keenam struktur dalam setiapsistem politik, kita dapat membandingkan suatu sistem politik dengan sistem politik yanglain. Hanya saja, perbandingan keenam struktur tersebut tidak terlalu membantu kitaapabila tidak disertai dengan penelusuran dan pemahaman yang lebih jauh dari bekerjanya sistem politik tersebut.Suatu analisis struktur menunjukkan jumlah partai politik, dewan yang terdapat dalam parlemen, sistem pemerintahan terpusat atau federal, bagaimana eksekutif, legislatif, danyudikatif diorganisir dan secara formal dihubungkan satu dengan yang lain. Adapunanalisis fungsional menunjukkan bagaimana lembaga-lembaga dan organisasi-organisasitersebut berinteraksi untuk menghasilkan dan melaksanakan suatu kebijakan.Input yang masuk dalam sistem politik disalurkan oleh lembaga politik, kemudian akanmenghasilkan output, berupa keputusan yang sah dan mengikat yang sebelumnya melalui proses konversi. Dalam konversi terjadi interaksi antara faktor-faktor politik, baik yang bersifat individu, kelompok ataupun organisasi. Fungsi input, meliputi sosialisasi politik dan rekruitmen politik, artikulasi kepentingan, agregasi kepentingan, dan komunikasi politik. Sedangkan fungsi output, antara lain pembuatan kebijakan, penerapan kebijakan,dan penghakiman kebijakan.
SOSIALISASI, BUDAYA POLITIK DI INDONESIA, DAN EKONOMI POLITIK INDONESIA
Sosialisasi Politik di IndonesiaDalam kegiatan belajar ini ada tiga hal yang dikemukakan. Pertama, mengenai pengertiansosialisasi politik. Kedua, mengenai proses sosialisasi politik di Indonesia, dan ketiga,mengenai agen-agen sosialisasi politik yang berperan dalam penyebaran nilai-nilai politik ke dalam masyarakat.Pada bagian pertama dijelaskan mengenai proses sosialisasi secara umum, kemudian jugadibahas tahapan psikologi politik, dan juga tahapan sosialisasi politik. Setelah

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
duwiil liked this
Wahyu Hidayat liked this
Suciati Noor liked this
ayu_dya liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->