Analisa Sistem Tenaga Listrik/Modul 3/Kuantitas Perunit 2 /7
berarti tegangan ke netral, dan istilah kilovoltampere berarti kilovoltampere per fasa, berlaku rumus-rumus berikut ini untuk hubungan bermacam-macam kuantitas:Arus dasar, A =
LN
kV sar tegangandadasarkVA
,
1
φ
(2.18)Impedansi dasar =
A ArusDasar V sar TeganganDa
LN
,,
(2.19)Impedansi dasar =
( )
φ
12
_ 1000,
kVAdasar kV sar TeganganDa
LN
×
(2.20)Impedansi dasar =
( )
φ
12
,
dasarMVAkV asar TeganaganD
LN
(2.21)Daya dasar, kW
1
φ
= dasar kVA
1
φ
(2.22)Daya dasar, MW
1
φ
= dasar MVA
1
φ
(2.23)Impedansi perunit (pu) =
ΩΩ
,,
asar impedansiDebenarnyaimpedansiS
(2.24)Dalam persamaan-persamaan di atas, subkrip l
φ
dan LN
benturut-tunut menunjukkan“per fasa” dan “saluran-ke-netral”, untuk persamaan-persamaan yang berlaku bagirangkaian tiga-fasa. Jika persamaan-persamaan tersebut dipakai untuk rangkaian ber-fasa-tunggal, kV
LN
berarti tegangan pada saluran berfasa-tunggal, atau tegangan saluran-ke-tanah jika salah satu salurannya diketanahkan.Karena soal-soal rangkaian tiga-fasa dipecahkan sebagai suatu saluran tunggal dengansuatu pengembalian netral (neutral return), dasar-dasar untuk kuantitas pada diagramimpedansi adalah kilovoltampere per fasa dan kilovolt dari saluran-ke netral. Data-data biasanya diberikan sebagai kilovoltamper total tiga-fasa atau megavoltampere dankilovolt antar-saluran. Karena kebiasaan dalam menyatakan tegangan antarsaluran dankilovoltampere total atau megavoltampere total seperti tersebut di atas, mungkin tenjadikesimpangsiuran dalam hubungan antara nilai per-unit dari tegangan saluran dan nilai pen-unit dari tegangan fasa. Meskipun tegangan saluran dapat saja dipilih sebagai dasar,untuk rangkaian berfasa-tunggal jawaban yang diperlukan adalah tetap tegangan ke