Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
20Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengantar Filsafat Pendidikan Kristen

Pengantar Filsafat Pendidikan Kristen

Ratings: (0)|Views: 1,846 |Likes:
Published by Otniol Seba

More info:

Published by: Otniol Seba on Feb 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
Pengantar Filsafat Pendidikan Kristen
Materi Training Guru Sekolah Kristen Gloria, Februari 2011
Pengantar Filsafat Pendidikan Kristen
Oleh: Ev. Otniol Seba, S.Th
1
I.Pendahuluan
Pendidikan Kristen merupakan salah satu bentuk panggilan dan pelayanan yangdianugerahkan Tuhan kepada setiap orang percaya yang tergabung di dalam komunitasgerejawi. Idealnya di dalam konteks kekristenan, pendidikan Kristen dan filosofinyaseharusnya memegang peranan sangat penting yang dapat menjadi sarana untuk membina pertumbuhan rohani para peserta didik, bukan saja tuntutan untuk percaya dan mengenalsiapakah Tuhan Yesus sang Jurus’lamat itu, melainkan dengan memiliki iman yang benar itu mereka diharapkan dapat mengabdikan diri dengan setia kepada Tuhan Yesus Kristusyang telah menjadi Jurus’lamat mereka. Namun kenyataannya, tidaklah semudah yang dibayangkan. Di dalam proses pelaksanaan pendidikan Kristen dengan filosofinya, banyak orang yang justru tidak dapatmelihat iman yang benar di dalam Kristus, bahkan lebih dari itu, banyak orang menolak iman Kristen setelah melalui suatu proses pendidikan Kristen di dalam jangka waktutertentu. Mengapa bisa terjadi demikian? Tentu banyak hal yang dapat menjadi faktor  penentu kegagalan pelaksanaan pendidikan Kristen (mis. Pribadi yang terlibat di dalam pendidikan Kristen; dasar, tujuan, visi dan misi pendidikan Kristen itu menjadi kabur; program dan pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik, dlsb). Seharusnya pendidikanKristen dapat menjadi berbeda dengan proses pendidikan lainnya. Mengapa harusdemikian? Karena dasar filosofi pendidikan Kristen memang berbeda dengan pendidikanlainnya.Oleh karena itu sebelum kita terjun dan terlibat di dalam proses dan pelaksanaan pendidikan Kristen, ada baiknya kita mengetahui hal-hal yang fundamental berkaitandengan pendidikan Kristen dan filosofinya yang berkaitan dengan itu, di antaranya adalahLatar Belakang munculnya Filsafat Pendidikan Kristen; Dasar Alkitab Bagi FilsafatPendidikan Kristen; Dasar Teologis Bagi Filsafat Pendidikan Kristen; Pemahaman FilsafatPendidikan Kristen; Definisi Pendidikan Kristen; Tujuan Pendidikan Kristen;
 
PemahamanSekolah Kristen; Murid Dalam Perspektif Alkitab; Kurikulum Dalam Sekolah Kristen.
II.Latar Belakang Munculnya Filsafat Pendidikan Kristen
Penggunaan dan penerapan istilah Filsafat pendidikan Kristen itu tidak lepas dari latar  belakang pengaruh Liberalisme yang melanda Eropa dan Amerika pada abad 19. KehadiranLiberalisme tidak hanya menolak paham teologi ortodoks, tetapi berimplikasi terhadapsemua kehidupan masyarakat secara umum, termasuk di dalam dunia pendidikan.Penekanan kepada moralitas (baik dan buruk) sangat bergantung kepada pribadi seseorangdan tidak ditentukan oleh agama dan keyakinan, secara khusus iman Kristen. Bagi para penganut Liberalisme, pendidikan harus lepas dari bayang-bayang iman Kristen.Ketika Liberalisme berkembang dan gereja terhisap di dalamnya, maka secara tidak langsung gereja tidak lagi menekankan mandat Alkitab di dalam dunia pendidikan,melainkan hanya menekankan kebaikan-kebaikan moral semata-mata
2
. Penekanan padamoralitas sebagaimana ditekankan oleh Dewey, merupakan suatu usaha yang dibangun atas
1
Penulis Sedang Menyelesaikan Program Studi, MACE di STT-Aletheia Lawang. Melayanisebagai koordinator kerohanian di SMA Kristen Gloria 1 Surabaya dan wakil sekretaris umum BPHMajelis Umum GKA Gloria, periode 2009-2011.
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011
1
 
Pengantar Filsafat Pendidikan Kristen
Materi Training Guru Sekolah Kristen Gloria, Februari 2011
dasar untuk membebaskan masyarakat (Amerika) dari keyakinan terhadap Allah menjadikunci utama berkembangnya sekularisme relatif di dalam dunia pendidikan
3
. Bagi Deweydunia pendidikan harus lepas dari paham dan iman Kristen
4
. Menurut Dewey, kemutlakandogma hanya sekedar hipotesis, kebenaran-kebenarannya hanyalah sebuah pendapat,keyakinan-keyakinannya hanya merupakan hipotesis yang diverifikasi dengan pengalaman.Semua sumber, otoritas dan kriteria-kriteria di dalam seluruh keyakinan seseorang berakar di dalam pengalamannya
5
.Memasuki abad 20, di Amerika telah terjadi pemisahan besar, di mana pendidikanagama khususnya iman Kristen tidak lagi diajarkan di sekolah-sekolah pada umumnya(public school). Oleh karena itu pemahaman mengenai pendidikan Kristen hanya berlakudan dibatasi di dalam lingkup-lingkup gereja, organisasi-organisasi keagamaan inter-denominasi dan kelurga-keluarga Kristen yang masih sangat kuat menjaga tradisi imannya.Dengan demikian filosofi pendidikan Kristen tidak dapat dipahami di dalam sistem pendidikan formal secara umum, melainkan hanya dipahami di dalam sistem pendidikaninformal secara khusus, terbatas pada gereja-gereja, organisasi-organisasi keagamaaninterdenominasi dan keluarga-keluarga.Pada pertengahan abad 19 terjadi kebangunan rohani besar-besaran yang melandaAmerika dan Eropa, di mana kaum injili kembali menegakkan supremasinya dengan“kebangunan-kebangunan” rohani yang melanda orang-orang Kristen dan gereja Tuhan.Akibatnya membawa dampak positif di dalam kehidupan gereja dan masyarakat, termasuk  juga di dalam dunia pendidikan. Para tokoh-tokoh penting di dalam sejarah pendidikanKristen (di antaranya: Charlotte M. Mason, Frank E. Gaebelein, Henry Zylstra, ZomoneWeil
6
) mencoba mengembalikan dunia pendidikan di dalam kerangka filsafat pendidikanKristen yang solid dengan prinsip-prinsip dasar iman Kristen yang berakar kuat di dalamAlkitab. Hal ini berdampak luas dengan dibukanya sekolah-sekolah Kristen oleh lembaga-lembaga Kristen, gereja dan pribadi-pribadi yang memiliki visi dan misi yang sangat soliddidasarkan kepada Alkitab yang adalah Firman Allah.Jadi dapat kita lihat, bahwa di satu sisi Filsafat Pendidikan Kristen yang diterapkandi sekolah-sekolah secara umum ditentang oleh kaum Liberalisme yang menekankan“sekularisme” dan didasarkan pada kebaikan-kebaikan moralitas semata-mata. Hal inimenjadikan filsafat pendidikan Kristen hanya diajarkan dan terbatas pada gereja-gereja,lembaga keagamaan dan keluarga-keluarga
7
. Tetapi di sisi yang lain ketika Amerika dilanda
2
Richard A. Riesen,
 Piety and Philosophy – A Primer for Christian Schools
. (Arizona: ACWPress, 2002), p. 33. Riesen menyatakan:
that the church turned classical liberal education to its own purposes is a good thing, not a bad thing. But the point is that it is not a Christian invention based on a biblical mandate
.
3
Lihat dalam buku, D. Bruce Lockerbie,
 A Passion for Learning – A History of ChristianThought On Education
. (Colorado: Purposeful Design Publication – A Division of ACSI, 2007), p.301.
4
Catatan: Sampai dengan akhir abad 18, sistem pendidikan di Eropa dan Amerika sangatmenekankan pandangan Kristen yang didasarkan pada Alkitab dan pemahaman tentang Allahmenjadi dasar filosofi pendidikannya.
5
Ibid, p. 302.
6
Ibid, p. 311-361
7
Filosofi mengenai pendidikan ini dapat dilihat di dalam pemikiran Rudolf Crump Miller,
 PAK yang Teologis Sentris
. Dalam buku Robert Boehlke. Sejarah Perkembangan Pemikiran danPraktek Pendidikan Agama Kristen: Dari Yohanes Amos Comenius sampai Perkembangan PAK di
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011
2
 
Pengantar Filsafat Pendidikan Kristen
Materi Training Guru Sekolah Kristen Gloria, Februari 2011
dengan “kebangunan-kebangunan” rohani, maka secara tidak langsung muncul tokoh-tokohKristen yang memperjuangkan filsafat pendidikan Kristen yang secara khusus diterapkan disekolah-sekolah Kristen, bukan sekolah umum (public school). Dengan demikianmuncullah sekolah-sekolah Kristen dengan filsafat pendidikan Kristen yang didasarkankepada Alkitab dan berakar kuat di dalam tradisi kekristenan.
III.Dasar Alkitab Bagi Filsafat Pendidikan Kristen
Secara umum Filsafat Pendidikan Kristen memiliki pemahaman yang didasarkankepada Alkitab secara utuh. Alkitab dianggap Firman Allah yang berotoritas, sehinggasegala proses yang terjadi di dalam pendidikan Kristen serta filosofi di dalamnya sangat bergantung kepada Firman Allah.Edward L. Hayes, dalam artikelnya “The Centrality of the Bible in ChristianEducation” menjelaskan:
The Bible functions as the primary source and the only inerrant criterion of truth. The primary source of our theological and educational commitments isScripture. All opinions on faith and practice are tested by their adherence to the inspired writings
8
.Hal yang sama juga diungkapkan oleh Warren Benson, dalam tulisannya mengenai“Philosophical Foundation of Christian Education” menjelaskan bahwa:
The first and most  fundamental rung, the Basis of Authority, is Holy Scripture. The Word of God is the “basisupon which all thinking rests. A high view of Scripture is the Christian educator’s ultimate frame of reference
9
.Di dalam Alkitab ada beberapa hal penting yang menunjuk kepada kebenaran ini:Pertama, Injil Matius 5:18, Tuhan Yesus di dalam kotbah-Nya dibukit menjelaskan: KarenaAku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iotaatau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi;Kedua, dalam Injil Yohanes 10:35, Tuhan Yesus berkata, “Kitab Suci tidak dapatdibatalkan”; Ketiga, di dalam Yohanes 17:17, dalam doa-Nya, Tuhan Yesus berkata:“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.” Di dalam ketiga bagian ini ingin menunjukkan pentingnya otoritas dari Firman Allah sebagai dasar darisegala sesuatu yang dilakukan, termasuk di dalamnya adalah pendidikan Kristen denganfilosofinya. Norman De Jonge memberikan gambaran mengenai posisi filsafat pendidikan Kristen,di mana hal itu didasarkan kepada, “Basis of Authority”, yaitu: Firman Allah.EvaluationImplementationStructural OrganizationPurpose and Goals
Indonesia. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2005), h. 690.
8
Edward L. Hayes,
The Centrality of the Bible in Christian Education
. In Bibliotecha SacraV126 - #503 – July 1969. p. 225.
9
Warren S. Benson,
 Philosophical Foundations of Christian Education
. In the book:
Christian Education: Foundation for the Twenty-First Century
. Michael J. Anthony (edit.).(Michigan: Baker Academic, 2001), p. 26.
Ev. Otniol Seba, S.Th -- Copyright © 2011
3

Activity (20)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
dianaputnarubun liked this
dyahs37 liked this
Elgift Putra liked this
butoq_007 liked this
Talvin Taf liked this
Talvin Taf liked this
LasriaGultom liked this
Rima Utami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->