Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
75Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kanker payudara

kanker payudara

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 7,777|Likes:
Published by bocahwanguk
all about mamae cancer
all about mamae cancer

More info:

Published by: bocahwanguk on Nov 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Dalam pengertian secara umum, kanker dapat dikatakan sebagai pembelahan sel yang tak terkendali. Tanpa memperhatikan jenisnya, kanker  pada mulanya berkembang pada sel normal dan sehat dan memilikikarakteristik dasar sel normal ini, setidaknya dalam tahapan perkembanganawalnya. Namun demikian, sel-sel ini cenderung kehilangan sebagiankemampuannya. Salah satu kemampuan yang penting adalah kemampuanuntuk bereaksi terhadap pesan-pesan yang dikirimkan oleh lingkungannya atauoleh organismenya sendiri, yang mengatur replikasi sel. Ketika ketakteraturanseperti ini terjadi, sel tak lagi dapat mengendalikan replikasinya dan pertumbuhan jaringan. Proses ini, yang dikenal dengan "pembelahan berkesinambungan" secara genetis ditransfer kepada sel-sel baru,mengakibatkan penyebaran tumor, yang pada gilirannya menyerang jaringantetangganya. Sel yang rusak ini memakan nutrisi sel lain, menghabiskan suplaiasam amino yang sangat penting. Sel kanker akhirnya menutup saluran dalamtubuh manusia dengan volumenya yang terus membesar. Mereka berakumulasidalam berbagai organ seperti otak, paru-paru, hati dan ginjal, mengelilingi selsehat dan normal dalam organ ini dan menghalangi fungsi normalnya,akhirnya menimbulkan ancaman yang serius terhadap kehidupan manusia.Sel normal hanya membelah diri kalau mereka menerima perintah darisel tetangganya. Ini termasuk cara pengamanan di dalam organisme itu. Akantetapi, sel kanker tidak merespon mekanisme ini dan menolak setiap pengendalian pada sistem replikasinya. Jenis kanker yang dijelaskan sejauh initak menyebabkan masalah pada sistem pertahanan. Tubuh yang kuat dengansistem pertahanan yang efektif mampu berjuang melawan sel kanker yang berkembang dan bertambah jumlahnya, dan bahkan mengalahkan penyakit itu.Masalah utama muncul ketika membran sel kanker robek sendiri karena bantuan enzim (enzim pac-man), dan bercampur dalam peredaran darahdengan menembus cairan limpatik, dan akhirnya mencapai sel dan jaringanyang jauh.- 1 -
 
Skenario saat ini cukup negatif. Sel yang biasanya bekerja secarakolektif memberi manusia karunia melihat, mendengar, bernapas, dan hidup,tiba-tiba tumbuh membandel, tidak mematuhi perintah "berhenti" yangditerima dari sel tetangganya. Saat mereka terus membelah diri, merekamengusung proses pengrusakan berkecepatan penuh yang membawa padakematian tubuh total.Jika kita bandingkantubuh manusiadengan sebuahnegara, dansistem pertahanan manusia dengan pasukan yang kuat dan bersenjata lengkap, selkanker umpama pemberontak negara. Pemberontak ini semakin hari semakin banyak, terus melakukan perusakan terhadap struktur saat itu. Akan tetapi pasukan tentara di negara ini sama sekali tidak dapat ditembus.Makrofag, prajurit terdepan dari sistem pertahanan, mengepung musuh begitu bertemu dan memusnahkan sel kanker dengan bantuan protein yangkhusus mereka produksi. Selain itu, sel T, prajurit yang kuat dan cerdas, sertasenjata khususnya (antibodi) membunuh sel kanker yang telah mulai berfusike dalam tubuh dan cairan getah bening dengan merobek membran sel.Perjuangan ini terus berlanjut bahkan walau sel kanker telah menyebar. Begitusel kanker terus berkembang, sel pertahanan membantu menghalangikemajuan penyakit, sehingga berkurang.Salah satu sistem di dalam sel tubuh manusia yang mencegah penyebaran sel kanker adalah "apoptosis" yang menyebabkan sel bunuh diri.Apoptosis terjadi kalau DNA sel rusak, atau sel berkembang menjadi tumor,atau gen P53 yang juga dikenal sebagai "gen pencegah kanker" kurang efektif.Meskipun apoptosis mungkin terkesan negatif, sebenarnya peristiwa ini sangat penting, karena dia merintangi penyimpangan berbahaya dan mencegah penyakit diturunkan ke generasi berikutnya. Jika dibandingkan, potensi bahayayang disebabkan oleh sel kanker bisa merusak sekujur tubuh manusia,sementara kehilangan satu sel lebih dapat diterima. Sel-sel di dalam tubuh
Peperangan antara sel kanker (merahjambu) dan limfosit (kuning).
 
 
manusia yang menyadari (!) bahwa ada penyimpangan dalam struktur merekasendiri yang mengancam tubuh manusia, memulai kematiannya sendiri untuk memperpanjang kehidupan manusia.Kanker menjadi bentuk yang mengancam nyawa ketika sel yang rusak ini berkelit dari sistem bunuh diri. Dalamkasus ini, diaktifkanlahsuatu mekanisme pertahanan sekunder untuk mencegahmultiplikasi taterkendali sel-sel ini.Jika mereka berhasil pula melewati penghalang ini, tahapan berikutnya yang mereka hadapi adalah"saat krisis". Pada tahap ini, sel-sel yang telah berhasil meloloskan diri darisistem keamanan sebelumnya sekaligus dibunuh semuanya. Akan tetapi, bisa jadi satu di antara sel-sel ini berhasil mengatasi "krisis". Sel kanker "pemberontak" tersebut akan mentransfer sifat pemberontakannya kepadaturunannya, yang akan bermultiplikasi dalam jumlah besar. Sekarang pasienkanker harus melawan dengan usaha yang intensif.Sel membawa sejenis sistem penanda di permukaannya yangmenentukan posisi mereka dalam tubuh. Tanda ini dapat dibaca oleh sel lainsehingga membantu sel saling mengenali secara tepat tempat mereka masing-masing dan mencegahnya supaya tidak menempati tempat sel lain. Sistem inimenjamin integritas jaringan. Karena mengetahui posisi mereka, sel tak akan pergi ke tempat lain, atau membiarkan sel lain menempati tempatnya, sehinggaakan menjamin pemeliharaan tubuh supaya tetap dalam keadaan sehat. Selyang tak memiliki tempat tertentu atau berada di tempat yang tidak semestinyaakhirnya akan bunuh diri. Namun demikian, dengan adanya sistem penandaini, proses bunuh diri sepenuhnya dihilangkan, karena sel tak diizinkan untuk tidak memiliki tempat atau menempati tempat yang tak sesuai. Proses initidaklah sesederhana dugaan kita. Supaya sistem tetap berfungsi efektif, setiapsel harus mengenali posisi dirinya sendiri selain menghormati posisi sel lain,- 3 -
(
Jika diperlukan, dengan penuhdisiplin sel akan bunuh diri. )

Activity (75)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Danz Adi N liked this
Musannif Ziad liked this
Erica Fitri liked this
GrOban Thanty liked this
Aprina Siregar liked this
Putroe2 liked this
Nur Agami liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->