Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemikiran Calvin Mengenai Kitab Suci

Pemikiran Calvin Mengenai Kitab Suci

Ratings: (0)|Views: 260 |Likes:
Published by Otniol Seba

More info:

Published by: Otniol Seba on Feb 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/01/2012

pdf

text

original

 
1
Pemikiran Calvin mengenai Kitab Suci
Oleh: Ev. Otniol Seba, S.Th
1
 I. Pendahuluan
Kitab Suci memegang peranan yang sangat penting di dalam kehidupan JohnCalvin
2
. Pemikiran yang berakar pada Kitab Suci telah menjadikan tulisan-tulisannyadan khotbah-khotbahnya telah menjadi catatan sejarah yang mempengaruhi gereja masakini. Bagi Calvin sendiri mengenal Allah dan pemahaman mengenai Kitab Suci adalahhal yang tidak dapat dipisahkan. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan denganAllah dan seluruh kehendak-Nya dipaparkan di dalam Kitab Suci yang tertulis.Calvin sangat menekankan Kitab Suci di dalam karyanya, Instituto of ChristianReligion. Seluruh pemikiran yang berkaitan dengan Allah sampai kepada hal-hal yangberkaitan dengan kehidupan praktis seorang Kristen di dasarkan kepada Firman Tuhan.Karya dan pemikiran Calvin terbawa di dalam arus reformasi dan mempengaruhigereja-gereja masa kini. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jikalau dikatakan bahwagereja masa kini sangat berhutang banyak di dalam pemikiran Calvin. Pemahaman danpengertian Firman Tuhan yang benar yang telah diwarisi di dalam tradisi Reformasi,khususnya melalui pemikiran Calvin, telah menjadi fondasi yang kokoh bagi gerejasampai hari ini.Paper ini mencoba menguraikan pemikiran Calvin tentang Kitab Suci di dalambukunya, “Institutio of The Christian Religion Volume 1,” terjemahan dari John T.McNeill, terbitan Westminster John Knox Press – Louisville, 2006.
Struktur Pemikiran Calvin mengenai Kitab Suci
I. Di dalam Institutionya, Calvin membahas mengenai doktrin kitabsucinya di dalam buku pertama, pasal 6-10, dengan pembagian sebagaiberikut:
 
Pasal 6 dan pasal 10 merupakan catatan pembuka dan penutup daripemikiran Calvin mengenai Kitab Suci
 
Pasal 7 – 9 merupakan inti pemikiran Calvin mengenai Kitab suci
3
 II. Penjelasan Calvin mengenai Kitab Suci berkaitan dengan:
 
Inspirasi Alkitab
 
Ineransi Alkitab
 
Penafsiran Alkitab
1
Penulis Sedang Menyelesaikan Program Studi, MACE dan M.Div di STT-AletheiaLawang. Melayani sebagai koordinator kerohanian di SMA Kristen Gloria 1 Surabaya danwakil sekretaris umum BPH Majelis Umum GKA Gloria, periode 2009-2011. Mulai Januari2012 melayani di GKA Gloria Pos PI Rungkut Surabaya
 
2
The Bible played a central role in Calvin’s life and work. On April 25, 1564, Calvindictated his testament to a notary, in which he described himself as a servant of the word of God in Genevan Church. He Explained that he strove, in accordance with the grace that Godhad granted him, to proclaim God’s word in its pure form and to interpret scripture accurately,in both of his writings and his speech. Lihat dalam Martin Ernst Hirzel and Martin Sallmann,(edits),
 John Calvin’s Impact on Church and Society
. (Michigan: Wm. B. Eerdmans PublishingHouse, 2009), p. 67.
3
Lihat di dalam Robert L Reymond,
 Doktrin Calvin tentang Kitab Suci
, dalam
PenuntunKe Dalam Theologi Institutes Calvin
, David W. Hall dan Peter A. Lillback (Edits), (Surabaya:Penerbit Momentum, 2009), h. 48.
 
2
II. Pemikiran Calvin Dalam Intitutio I.6-10A. Pemahaman tentang Allah dan Kitab Suci
Calvin memulai argumennya dengan menjelaskan bahwa Allah tidak hanyamenyatakan keagungan-Nya melalui ciptaan, tetapi juga melalui Firman-Nya yangdapat menuntun kepada pemahaman tentang Dia di dalam konteks keselamatan.Alkitab adalah Firman Allah, yang mana Allah menyatakan seluruh kehendak-Nya bagimanusia. Allah tidak hanya menyatakan diri-Nya sebagai pencipta dunia ini, melainkan juga sebagai penebus di dalam hidup manusia. Melalui Alkitablah kita dapat mengenalAllah lebih dekat
4
. Keyakinan Calvin bahwa Alkitab yang telah dipercayakan olehAllah kepada para leluhur, para nabi dan rasul melalui pewahyuan-Nya menjadi saranabagi manusia untuk mengenal Allah untuk mendapatkan tujuan hidupnya. Namunapabila manusia menolaknya mereka hanya akan menemukan kerumitan-kerumitan didalam kehidupannya, kecuali jika kembali berpedoman kepada Firman. Calvinmenuliskan:
 Hence, we must strive onward by this straight path if we seriouslyaspire to the pure contemplation of God. We must come, I say, to theWord, where God is truly vividly described to us from his works, whilethese very works are appraised not by our depraved jugdement but bythe rule of eternal truth. If we turn aside from the Word, as I have just now said, though we may strive with strenuous haste, yet since wehave got off the track, we shall never reach the goal. For we should soreason that the splendor of the divine countenance, which even theapostle call “unapproachable” [I Tim.6:16], is for us like aninexplicable labyrinth unless we are conducted into it by the thread of the Word 
5
.Calvin menggunakan tiga metafora untuk menjelaskan maksudnya mengenaipentingnya pemahaman akan akan Allah di dalam hubungannya dengan Kitab Suci.Pertama, Calvin menggunakan Kitab Suci seperti kacamata yang berfungsi menuntunmanusia untuk memahami penyataan Allah di dalam alam ciptaan-Nya
6
; Kedua, Calvinmenggunakan metafora ”benang” yang dipakai sebagai penuntun di dalam labirin yangmembingungkan
7
; Ketiga, Calvin menggunakan metafora Kitab Suci sebagaimana gurukita yang mengajarkan mengenai pengetahuan yang benar berkaitan dengan sorga
8
 
B. Otoritas Kitab Suci
Selanjutnya di dalam Institutionya, Calvin menyatakan bahwa Alkitab yangadalah Firman Allah memiliki otoritas yang tidak bergantung kepada manusia.Sebaliknya Alkitab memiliki otoritas penuh di antara orang-orang percaya hanya ketikamereka memandangnya firman yang diturunkan dari sorga, sebagaimana telahdiperdengarkan Allah. Calvin menuliskan:
 Hence the Scripture obtain fully authorityamong believers only when men regard them as having sprung from heaven, as if therethe living words of God were heard 
9
. Singkatnya dapat disimpulkan bahwa otoritasKitab Suci berasal dari Tuhan dan bukan dari pengakuan manusia.
4
J.T. McNeill (Edits),
Calvin – Intitutes of The Christian Religion
, Volume I.(Louisville: Westminster John Knox Press, 2006), p. 69-70. (I.6.1)
5
Ibid, p. 72-73, (I.6.3).
6
Lihat dalam Institutes I.6.1.
7
Lihat dalam Institutes I.6.3
8
Lihat dalam Institutes I.6.2-4)
9
Ibid, p. 74, (I.7.1)
 
3Otoritas Kitab Suci juga bukan berasal dari gereja. Bagi Calvin, Kitab Suci itumemang diberikan Allah kepada gereja-Nya. Gereja memegang peranan pentingmeneruskan wibawa dan otoritas Kitab Suci yang adalah Firman Allah. Mengapademikian? Calvin menjelaskan bahwa karena gereja didirikan di atas Firman Allah olehpara nabi dan rasul, sudah semestinya gereja menerima dan meneguhkan berita FirmanAllah itu. Gereja harus menghormati berita kitab suci yang merupakan penjabarantentang kebenaran Tuhan. Calvin menuliskan:For if the Christian church was from beginning founded upon the writingsof the prophets and the preaching of the apostles, wherever this doctrine isfound, the acceptance of it – without which the church itself would neverhave existed – must certainly have preceded the church. Thus, while thechurch receives and gives its seal of approval to the scripture, it does notthereby render authentic what is otherwise doubtful or controversial. Butbecause the church recognize Scripture to be the truth of its own God, as apious duty it unhesitatingly venerates Scripture
10
.Bagi Calvin dalam hal ini harus dapat dipahami bahwa gereja tidak berwenangmenentukan Kitab Suci adalah Firman Allah, karena Kitab Suci adalah Firman Allahbagi dirinya sendiri. Dapat dikatakan bahwa gereja hanya sebagai pengantar yangmempersiapkan umat Tuhan untuk percaya akan berita Firman Allah itu sendiri.
C. Kesaksian Roh Kudus tentang Kitab Suci
Calvin menjelaskan hubungan antara kesaksian Roh Kudus yang meneguhkanwibawa dari Kitab Suci. Calvin menegaskan Roh kuduslah yang menghubungkanantara kita dengan Firman Allah. Roh Kudus memateraikan kesaksian-Nya mengenaikitab suci yang adalah Firman Allah di dalam hati seseorang. Bagaimanakah caranyasehingga kita yakin bahwa apa yang diberitakan itu adalah Firman Allah? Calvinmeyakini bahwa para nabi memang berbicara tentang Firman Allah dan Roh Kudusyang memateraikan perkataan nabi yang adalah Firman Allah itu ke dalam hatiseseorang, sehingga orang yang menerima pemberitaan ini, diyakinkan dalam hatinyaoleh Roh Kudus bahwa itu adalah Firman Allah. Calvin menuliskan:If we desire to provide in the best way for our conscience-that they maynot be perpetually beset the instability of doubt or vacillation, and thatthey may not also boggle at the smallest quibbles-we ought to seek ourconviction in a higher place than human reason, judgement, orconjectures, that is, in the secret testimony of the spirit
11
…But I reply: thetestimony of the spirit is more excellent than all reason. For God alone is afit witness of himself in his Word, so also the Word will not findacceptance in men’s hearts before it is sealed by the inward testimony of the spirit
12
.Singkatnya, Calvin menekankan hubungan yang erat sekali antara Firman Tuhandan karya dari Roh Kudus. Keduanya berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan
13
.
10
Ibid, p. 75-76, (I.7.2)
11
Ibid, p. 78. (I.7.4).
12
Ibid, p. 79. (I.7.4)
13
Penjelasan Calvin ini menegaskan posisinya yang bertentangan dengan apolegetKatolik, Saledeto yang memisahkan antara Roh Kudus dan Firman Allah. Dalam bantahannya

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->