Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Askep Hiv-Aids 2

Askep Hiv-Aids 2

Ratings: (0)|Views: 1,218|Likes:
Published by O'ol U'ul
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Published by: O'ol U'ul on Feb 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/24/2013

pdf

text

original

 
5. HIV/AIDS
 HIV adalah salah satu virus mematikan yang menimbulkan penyakit AIDS. Bayi dapat terinfeksioleh virus ini selama masa kehamilan atau persalinan. Jika seorang wanita hamil dengan HIV positif, kemungkinan besar bayinya juga terinfeksi oleh HIV.Menyusuijuga dapat menularkanvirus ini ke bayi.Bayi yang terinfeksi HIV mungkin tidak menunjukkan gejala apa pun saat lahir. Namun, dalam 2sampai 3 bulan dia dapat mengembangkan infeksi oportunistik, yaitu penyakit yang berkembangkarena sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pneumonia, tuberkulosis, jamur mulut(sariawan), dll.
AIDS dan Kehamilan
TABLOID IBU DAN ANAK Informasi dikumpulkan oleh relawan YAIIbu hamil yang positif mendetita HIV dapat menularkan kepada janin atau bayinya. Namun,resiko itu dapat diperkecil."Saya kena AIDS, Dok //Gimana// dengan kehamilan saya? Bisa nggak saya dapat bayi yangsehat?" tanya seorang calon ibu, panik dan bertubi-tubi. Sungguh memelas, memang, lantaransebelumnya ia tidak pernah mimpi tertular HIV, yang belum ada penangkalnya itu. Ia punmerasa, gaya hidupnya selama ini normal-normal saja. Demikian pula sang suami, karena itulah,ia tak ingin bayinya seperti dirinya.....Hindari Sakit Saat HamilMemiliki anak adalah hal setiap pasangan suami istri. Namun jika sang istri yang mengandungternyata positif menderita HIV, mereka harus siap dengan kemungkinan bayinya terinfeksi. "Dinegara-negara berkembang rata-rata kemungkinan bayi terinfeksi sekitar 30%. Itu pun jika tidak ada upaya apa-apa," tegas dr. Siti Dhyanti Wishnuwardhani, Sp.O.G.Penularan HIV dari ibu kepada janin yang dikandungnya disebut //transmisi vertical //. "Tetapiibu hamil dengan HIV, tidak 100% menularkan virus pada bayi yang dikandungnya," lanjut staf  pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini. Karena itu, akibatnya ibutidak berpikir untuk segera mengakhiri kehamilan. Yang, paling penting, menurut Dhayanti, ibuharus memperhatikan makanan dan teratur memeriksakan kehamilan. Kemungkinan kena infeksilain pun harus dihindari. Sebab daya tahan tubuh ibu yang menderita HIV sangat rendah. Bilaterkena infeksi, semisal flu, bisa lebih parah dari flu biasa. "Banyak-banyak istirahat, dan jauhi penularan penyakit yang ada disekitarnya," saran Dhayanti.Menular lewat persalinanDunia kedokteran memperkirakan Proses transmisi atau penularan HIV sudah berlangsung sejak  bayi dalam kandungan, yakni melalui Plasenta. Namun, resiko terbesar penularan, menurut
 
Dhayanti terjadi saat persalinan dan sesudah persalinan. Ini karena virus barkembang subur didaerah Vagina. Saat persalinan bayi mengalami kontak yang erat dengan vagina sebagai jalur lahir. Darah yang dikeluarkan saat persalinan pun akan mengenai tubuh bayi. "Jika ada luka pada bayi, virus (dari darah ibu bisa masuk melalui luka). Karena ini biasanya para dokter mengupayakan tidak melakukan tindakan persalinan dengan alat-alat bantu lantaran bisa melukai bayi", ujar Dhyanti.Sesudah persalinan pun bayi masih bisa tertular HIV. melalui ASI kata dokter yang aktif diMasyarakat Peduli AIDS Indonesia (MPAI) ini. Untuk itu ibu pengidap HIV tidak disarankanmemberi ASI. Diakui Dhyanti, ini sulit dilakukan dalam kondisi sekarang, Harga susu formulasangat mahal. Belum lagi rendahnya pemahaman tentang kebersihan saat memberikan susuformula.Tanpa memperhatikan kebersihan air, dari botol susu, bayi sangat rentan terkena diare. Bahkan beberapa kasus menunjukkan, bayi meninggal bukan karena virus, tapi lantaran diare. Karenaitulah WHO (World Health Organization), badan kesehatan PBB, mengajurkan apa ASI tetapdiberikan. "Tapi jangan dicampur (diselang-seling -//Red.//) dengan susu formula. Karena kalau bayi tidak cocok, bisa terjadi luka pada usus. Akibatnya virus dalam ASI bisa masuk melaluiluka tersebut," pesan Dhyanti.Lalu, bagaimana dengan resiko tertular HIV melalui ASI? Dhayanti menegaskan sejak lahir bayisudah harus diberi pengobatan. Yaitu dengan /Zidovudine//, sejenis sirup//antiretroviral// sesuai petunjuk dokter.Cesar dan AZT, Kurangi RisikoPenularan HIV kepada janin dapat diperkecil bila ibu diberi //AZT// atau antiretroviral.Antiretroviral adalah obat yang dapat menurunkan jenis virus, dengan mencegah virusmelakukan 'kopi--cetak'/menggandakan materinya. Selain itu, AZT dapat pula meningkatkandaya tahan tubuh ibu.Menurut penelitian, AZT harus diberikan saat kehamilan 14 minggu. Namun, penelitian lainmerekomondasikan untuk kehamilan 8 minggu. Dengan AZT, kemungkinan penularan bisaditekan sekitar 8-15 persen.Sayangnya, AZT sangat mahal harganya. Tujuh bulan lalu harga AZT di pasaran sekitar Rp 500ribu, untuk pemakaian selama 2 minggu. Namun penelitian terbaru yang dilakukan di India danThailand menyebutkan AZT bisa diberikan pada kehamilan 36 minggu, Berarti hanya 2 minggusebelum proses persalinan. Hasilnya tak jauh beda dengan pemberian AZT pada usia 8 atau 14minggu.Proses persalinan dengan operasi //cesar// pun dianggap dapat mengurangi risiko penularan. Pada proses tersebut bayi tidak 'kontak langsung' dengan jalan lahir (vagina). Juga tidak adakemungkinan bayi terluka akibat alat bantu persalinan. Bahkan menurut pengobatan jika ibumengkonsumsi AZT dan melahirkan dengan cesar, kemungkinan penularan HIV bisa ditekanhingga 1%.
 
Mengingat bedah Cesar mahal dan tidak dapat menjangkau penderita di daerah-daerah terpencil, biasanya dokter akan 'membasmi' HIV dari jalan lahir. Sebelum persalinan vagina yang menjaditempat bersarang virus, dibersihkan dengan antiseptik, setiap 6 atau 8 jam sekali.Tidak Ada Tanda-tandaTidak mudah memastikan bayi yang lahir terinfeksi HIV atau tidak. "Baru bisa diketahui sesudahanak berusia 18 bulan," Dhayanti. Apalagi, tidak ada tanda-tanda fisik yang tampak. Bayi bisasaja berkembang normal, gemuk dan menggemaskan.Selain itu, tidak ada perlakuan khusus untuk bayi yang lahir dari ibu pengidap HIV. Namun, perawatan penunjang harus tetap dilakukan. Nutrisi yang cukup dan seimbang serta imunisasiyang lengkap harus pula diberikan, layaknya pada bayi 'normal' Tapi bila bayi sudahmenunjukkan penurunan daya tahan tubuh , imunisasi dengan vaksin 'hidup' seperti BCG, polio.campak tidak diberikan. Karena justru dapat menimbulkan penyakit pada bayi.Memang tidak mudah untuk menghadapi kenyataan bahwa bayi yang tidak tahu apa-apaterinfeksi HIV> Namun janganlah pesimis. Pengalaman di banyak Negara menunjukkan ,seperlima (20%) bayi yang terinfeksi HIV baru mengalami penyakit yang serius pada usia 1tahun. Sebagian dari jumlah tersebut meninggal ketika usianya 4 tahun. Yang penting "Keluargaharus mendukung terutama kepada sang ibu. Karena ibu bisa mengalami stress karena penyakitnya sendiri, juga melihat penyakit yang diderita bayinya," saran Dhayanti.AIDS...* Singkatan dari //acquired Immunodeficiency Syndrome// (sindrom cacat kekebalan tubuh yangdidapat/bukan keturunan).* Disebabkan virus yang menyerang kekebalan tubuh (//Human Immunodeficiency Virus atauHIV)* Terjadi karena limfosit CD-4 (satu sel darah putih yang bertugas melawan virus, tumor, jamur dan kuman Lain) mati ditumpangi HIV. Sehingga jumlahnya menurun.* Menular lewat hubungan intim tanpa pelindung dengan penderita, transfusi darah, jarumsuntik, ibu hamil (ke bayi).Penderita AIDS di Indonesia* Ditemukan sejak 1987, di Bali* Sampai sekarang jumlah 839 ODHA (Orang Hidup dengan AIDS)* Sebagian (120 orang, dengan komposisi: 97 pria dan 23 wanita, mencakup didalamnya 22 pasutri, 2 memiliki balita, 2 ibu hamil) dinaungi Yayasan Pelita Ilmu (YPI) Jakarta.Wanita Lebih BerisikoResiko wanita terinfeksi HIV, 2-4 kali lebih besar dibanding laki-laki. Mengapa?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->