Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA - SINGAPURA

PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA - SINGAPURA

Ratings: (0)|Views: 104 |Likes:
Published by marcolausantosa
DONWLOAD ARTIKEL PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA - SINGAPURA
DONWLOAD ARTIKEL PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA - SINGAPURA

More info:

Published by: marcolausantosa on Feb 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2012

pdf

text

original

 
1
 
PERKEMBANGAN HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-SINGAPURA
 
Sumber:http://marcolausantosa.blogspot.com/2011/01/perkembangan-hubungan-bilateral.html 
I.
 
POLITIK
 
Sejak tampilnya pemerintahan baru di Indonesia dan Singapura pada semester ke-2tahun 2004, hubungan bilateral Indonesia-Singapura mengindikasikanperkembangan yang lebih positif dan konstruktif. Saling kunjung antar KepalaPemerintahan kedua negara dan pejabat tinggi lainnya juga menunjukkanpeningkatan yang signifikan. Indikasi positif ini juga telah mendorongpengembangan sektor-sektor kerjasama baru yang saling menguntungkan dankemajuan upaya penyelesaian outstanding issues. Pernyataan PM Lee Hsien Loongdi Parlemen pada 19 Januari 2005 dan pernyataan Menlu George Yeo di Parlemenpada 18 Januari 2005, 17 Oktober 2005 dan 2 Maret 2006 mengindikasikanpentingnya kedudukan Indonesia bagi Singapura dan kemajuan dalam hubunganbilateral Indonesia-Singapura, khususnya menyangkut upaya penyelesaianoutstanding issues.Pada pertemuan informal Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan PMSingapura Lee Hsien Loong di Bali, 3-4 Oktober 2005 memenuhi usulan PMSingapura, kedua kepala pemerintahan ini sepakat memparalelkan perundingan 3perjanjian kerjasama yaitu perjanjian kerjasama pertahanan, perjanjian ekstradisidan perjanjian counter-terrorism.Kunjungan kenegaraan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Singapura 15-16 Pebruari 2005, kunjungan kerja Presiden RI ke Singapura pada 6-7 Agustus2006 dan pertemuan informal Presiden RI dengan PM Lee Hsien Loong di sela-sela Pertemuan Tahunan Forbes Global CEO Conference ke-6 di Singapura pada 4September 2006 telah memantapkan pengertian bersama kedua negara untuk mengembangkan jalinan hubungan bilateral dengan spektrum elemen substansiseluas mungkin, sementara secara simultan memajukan pembicaraan mengenaipenyelesaian berbagai outstanding issues. Peran menonjol Pemerintah danmasyarakat Singapura dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban
 
2
 
bencana alam gempa bumi dan Tsunami di Sumatera Utara dan Nanggroe AcehDarussalam Aceh pada 26 Desember 2004, bencana gempa dasar laut di dekatPulau Nias dan Pulau Simeleu Maret 2005, bencana gempa bumi di Yogyakartadan Jawa Tengah dan tsunami di Pangandaran 2006 tersebut telah berpengaruhpositif terhadap persepsi publik tertentu Indonesia terhadap Singapura, danmerupakan faktor positif lain bagi perkembangan hubungan baik kedua negara.
 
II.
 
EKONOMI
1.
 
Hubungan Ekonomi Bilateral
Pada dasarnya kedua negara memiliki tingkat komplementaritas ekonomi yangtinggi. Di satu sisi, Singapura mempunyai keunggulan di sektor knowledge,networking, financial resources dan technological advance. SementaraIndonesia memiliki sumber daya alam dan mineral yang melimpah sertatersedianya tenaga kerja yang kompetitif.Sebagai negara yang wilayahnya kecil, pasar domestiknya sangat terbatas dansumber daya alamnya langka, Singapura sangat menggantungkanperekonomiannya pada perdagangan luar negeri. Oleh karena itu pulaSingapura sangat berkepentingan terhadap sistem perdagangan internasionalyang terbuka dan bebas di bawah naungan WTO. Guna mengamankankepentingannya, Singapura tidak hanya mengandalkan pada proses negosiasimultilateral, sejak 1999 Singapura telah mulai menjajagi bentuk-bentuk pengaturan perdagangan bilateral. Belakangan dengan tersendatnya prosesnegosiasi di WTO, Singapura semakin gencar menempuh langkah-langkahbilateral dan regional yang diyakini dapat mengakselerasi proses liberalisasiperdagangan dan memperkuat sistem perdagangan multilateral.Pada dasarnya hubungan bilateral Indonesia-Singapura memiliki fondasi yangsangat kuat yang dibuktikan dengan telah ditandatanganinya berbagaiKesepakatan ataupun Perjanjian antara kedua negara. Selain itu, untuk fondasikerjasama ekonomi khususnya antara Singapura dengan Batam dan Riau,kedua negara memiliki Legal Framework yang kokoh denganditandatanganinya beberapa Persetujuan antara lain:
 
3
 
 
Basic Agreement on Economic and Technical Cooperation yangditandatangani di Singapura 29 Agustus 1974;
 
 
Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik RI-Singapura (1977);
 
 
Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik untuk Pengembangan PulauBatam (31 Oktober 1980);
 
 
Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda/P3B (1990);
 
 
Persetujuan Kerjasama Ekonomi dalam rangka Pengembangan PropinsiRiau (28 Agustus 1990);
 
 
Perjanjian Peningkatan dan Perlindungan Penanaman Modal(P4M/IGA) ditandatangani pada 16 Februari 2005. Indonesiameratifikasi pada Februari 2006;
 
 
Framework Agreement on Economic Cooperation in the Island of Batam, Bintan and Karimun (SEZ’s), 25 Juni 2006.
 
Pemberdayaan sektor swasta juga sudah kembali meningkat yang ditandaidengan cukup tingginya kegiatan kunjungan antara para pelaku usaha keduanegara. Sebagai hasilnya, semakin meningkatnya transaksi perdagangan daninvestasi kedua negara. Sesuai dengan data dari International EnterpriseSingapore Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ke-5 Singapura dengantotal nilai perdagangan mencapai S$ 54 milyar (2005) yang mengalamipeningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun 2004 yang mencapai nilai S$30,1 milyar. Ekspor Indonesia ke Singapura mencapai S$ 16,4 milyarsementara impornya mencapai S$ 13,7 milyar.
2.
 
Perdagangan
Hubungan dan kerjasama bilateral Singapura – Indonesia dibidang ekonomi,perdagangan dan investasi sepanjang enam bulan pertama 2006 tidak sebaik tahun sebelumnya. Ekspor Singapura-Indonesia pada Kuartal II/2006, menurutIE Singapore, mencapai S$ 2,7 juta sementara pada Kuartal I/2006 mencapaiS$ 2,9 juta setelah tahun 2005 mencapai 11.95 juta. Penurunan yang mencapai1,4% dari Kuartal I/2006 dan hampir 18% jika dibandingkan tahun 2005 inimenurut IE Singapore disebabkan oleh lemahnya ekspor produk elektronik dannon-elektronik.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->