Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nabi Muhammad SAW, Al Qur’an Dan Sistem Pengetahuan Manusia

Nabi Muhammad SAW, Al Qur’an Dan Sistem Pengetahuan Manusia

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 219|Likes:
Published by blue 19

More info:

Published by: blue 19 on Nov 19, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
Nabi Muhammad SAW, Al Qur’an Dan SistemPengetahuan Manusia
Kodefikasi Al Qur’an dan Sistem Ilmu Pengetahuan
Selama berabad-abad, para peneliti sejarah al-Qur’an selalu menemuiketakjuban dengan komposisi dan kodefikasinya. Meskipun al-Qur’andiwahyukan dan dikitabkan sejak berabad-abad yang lalu, jauh sebelum sainsmodern diperbarui setelah tidur panjangnya, siapapun yang mengkaji al-Qur’andengan teliti dan jujur akan menemui suatu fakta yang menarik bahwa komposisidan kodefikasinya adalah suatu komposisi dan kodefikasi yang meliputi berbagaiilmu pengetahuan baik yang pasti maupun yang abstrak.Yang pasti, bersandar pada komposisi dan kodefikasi numerik yang melibatkanpenomoran surat, ayat , jumlah huruf atau nilai numerik susunan kata danhurufnya (al-Jumal bahasa Arab). Pengetahuan yang pasti mengandung suatukaidah bagaimana logika manusia harus disusun dengan suatu konsep yanggenerik dengan algoritma yang kalau ditinjau kembali dari sejarah sains telahdikonsepkan secara aritmatis oleh Phyttagoras (600-500 SM) dan akan merujukpada algoritma Euclids seorang filsuf dan ilmuwan era Yunani Kuno (sekitar 350SM).Yang tidak pasti menjadi suatu syair yang sangat indah dengan corak yang khasdimana faktor pengajaran bagi manusia sangat dominan baik melalui kisah,ungkapan ruhaniah yang berkaitan langsung dengan kondisi kejiwaan manusia,sejarah umat, maupun konsep
recursive 
atau syair yang berulang dengan corakdan konteks yang berbeda yang mampu menembus struktur psikis dan mengsuikkondisi jiwa manusia yang terdalam untuk sejenak merenung dan pada tingkatpengaruh yang tinggi akan mengubah akhlak dan perilaku menuju kemuliaanmanusia sebagai makhluk berakal pikiran dan mempunyai instrumen ruhaniah
 
atau hati yang dapat menjadi halus dan lembut sebagai radar Pesan-pesan Ilahi.Sintesa rasional dan ruhaniah ini menunjukkan intelektualitas dan kualitasruhaniah dari sang penerima wahyu itu sendiri yang mampu memaknai semuacerapan fonemenologis Pesan-pesan Ilahi menjadi Wahyu Yang Diwahyukandari Tuhannya. Wahyu yang Diwahyukan adalah pengetahuan teringgi sebagaifirman Tuhan yang muncul dari kemandirian yang tampil dari kondisi psikogis-ruhaniah Nabi Muhammad SAW sendiri yang berserah diri di hadapan Tuhannyabahwa apa yang diterimanya semata-mata atas idzin dan kehendak Tuhannya,dan bukan pengetahuanh miliknya. Pesan itu akhirnya aktual dan menjadiWahyu sebagai penjelasan bahwa apa yang diungkapkan oleh akal pikiran danhati Nabi Muhammad SAW sebagai penerima wahyu adalah suatu pengetahuanazali dari sumber yang sama dengan Kitab-kitab Agama lainnya yang benar danilmu rasional yang benar yang telah mulai direnungkan bangsa Ionia sejak eraThales (700-600 SM) yang sebelumnya telah berserakan di dunia denganungkapan buah Tiin dan Buah Zaitun yang diberkahi, yang menjadi masak disuatu tempat yang nyaris terkucil yaitu Mekkah, dan pada akhirnya menjadipedoman serta wacana fundamental umat manusia ketika semua ilmupengetahuan itu dimurnikan kembali menjadi Pengetahuan Tauhid dan kemudianterdiferensasikan lebih terperinci menjadi berbagai ilmu pengetahuan denganlandasan aksioma mutlak benar yaitu Bilangan 1 sebagai simbolisme Allah,
al- Haqq 
, Tuhan Yang Esa; atau landasan masa kini sebagai sains dan teknologidijital.
Yang Satu Adalah Aksioma Mutlak Benar
Bagaimana sebenarnya sistem ilmu pengetahuan manusia saat ini dan kaitannyadengan komposisi atau kodefikasi al-Qur’an? Sistem pengetahuan yangdipahami oleh manusia sebagai makhluk berakal pikiran adalah sistem yangmenjelaskan sistem kehidupan yang berubah dan tertutup yang sebenarnyamenyatakan dimensi dan konfigurasi aktual dari semua makhluk yang ada
 
didalamnya. Selain itu, sistem pengetahuan manusia dalam basis geometri,abjad/alfabet, desimal sebenarnya adalah wahyu-wahyu elementer sebagaifondasi wahyu yang diaktualkan atau Wahyu Yang Diwahyukan melalui suatumediator antara dengan maupun tanpa suatu proses. Ciri khas yang munculkemudian dinyatakan sebagai suatu prinsip dasar penciptaan makhluk, baik yanglangsung melalui tangan-tangan Ilahi maupun kita sebutkan sebagai makhlukbuatan manusia, sehingga dalam konsep dasar ilmu pengetahuan di bidanggeometri maupun bilangan muncul batasan-batasan (kendala), sistemberpasangan, misalnya pasangan bilangan prima dan genap dengan PrimaUtama atau Angka Satu sebagai Sebab Tunggal dan Unik.Bilangan Satu adalah aksioma mutlak benar yang menjadi dasar geometri,bilangan dan susunan huruf. Aksioma ini memang wajib mejadi mutlak benarsebab kalau tidak sistem ilmu pengetahuan manusia bisa dikatakan runtuh samasekali dan tidak mewakili realitas yang sebenarnya (artinya sains atau semuaungkapan simboliknya menjadi sekedar permainan atau anagram bilangan danhuruf mirip permainan scramble saja).Kalau kita berbicara dengan pemahaman matematis, maka bilangan Satu secaranumerik menjadi asumsi yang wajib dianut semua manusia yang akal pikirannyamenyepakati sistem bilangan dan logikanya, abjad, alfabet, atau jenis huruflainnya. Bilangan satu dikatakan sebagai representasi sumber asal dari semuapengetahuan yang tercerap dan mendeskripsikan semua makhluk yang adadidalamnya. Jadi, semua makhluk asalnya dari penguraian yang satu yangkemudian didiferensiasikan menjadi potongan-potogan kecil atau diskrit sebagaientitas yang mungkin baru sama sekali setelah disusun ulang dan akhirnyamenjadi makhluk yang disebut dengan “penamaan” baru. Jadi, apa yang kitasebut sebagai benda-benda aslinya memang suatu entitas makhluk yangkemudian disepakati oleh manusia dengan “bilangan , abjad, maupun alfabet”untuk diidentifikasikan. Bentuk aslinya mungkin akan sama sekali lain jika adamisalnya makhluk asing yang bukan berasal dari sistem alam semesta kita.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->