JALALUDDIN AS-SUYUTHI & JALALUDDIN MUHAMMAD IBNU AHMAD AL-MAHALLY
Al-Faatihah
001. (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)002. (Segala puji bagi Allah) Lafal ayat ini merupakan kalimat berita, dimaksud sebagaiungkapan pujian kepada Allah berikut pengertian yang terkandung di dalamnya, yaitubahwa Allah Taala adalah yang memiliki semua pujian yang diungkapkan oleh semuahamba-Nya. Atau makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Taala itu adalah Zat yang harusmereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Zat yang berhak untuk disembah. (Tuhansemesta alam) artinya Allah adalah yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiridari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lainnya. Masing-masing merekadisebut alam. Oleh karenanya ada alam manusia, alam jin dan lain sebagainya. Lafal 'al-`aalamiin' merupakan bentuk jamak dari lafal '`aalam', yaitu dengan memakai huruf ya danhuruf nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu atas yang lainnya. Kata 'aalamberasal dari kata `alaamah (tanda) mengingat ia adalah tanda bagi adanya yangmenciptakannya.003. (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yang mempunyai rahmat. Rahmatialah menghendaki kebaikan bagi orang yang menerimanya.004. (Yang menguasai hari pembalasan) di hari kiamat kelak. Lafal 'yaumuddiin' disebutkansecara khusus, karena di hari itu tiada seorang pun yang mempunyai kekuasaan, kecualihanya Allah Taala semata, sesuai dengan firman Allah Taala yang menyatakan, "Kepunyaansiapakah kerajaan pada hari ini (hari kiamat)? Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi MahaMengalahkan." (Q.S. Al-Mukmin 16) Bagi orang yang membacanya 'maaliki' maknanyamenjadi "Dia Yang memiliki semua perkara di hari kiamat". Atau Dia adalah Zat yangmemiliki sifat ini secara kekal, perihalnya sama dengan sifat-sifat-Nya yang lain, yaituseperti 'ghaafiruz dzanbi' (Yang mengampuni dosa-dosa). Dengan demikian maka lafal'maaliki yaumiddiin' ini sah menjadi sifat bagi Allah, karena sudah ma`rifah (dikenal).005. (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohonpertolongan) Artinya kami beribadah hanya kepada-Mu, seperti mengesakan dan lain-lainnya, dan kami memohon pertolongan hanya kepada-Mu dalam menghadapi semuahamba-Mu dan lain-lainnya.006. (Tunjukilah kami ke jalan yang lurus) Artinya bimbinglah kami ke jalan yang lurus,kemudian dijelaskan pada ayat berikutnya, yaitu:007. (Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka), yaitumelalui petunjuk dan hidayah-Mu. Kemudian diperjelas lagi maknanya oleh ayat berikut:(Bukan (jalan) mereka yang dimurkai) Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi. (Danbukan pula) dan selain (mereka yang sesat.) Yang dimaksud adalah orang-orang Kristen.Faedah adanya penjelasan tersebut tadi mempunyai pengertian bahwa orang-orang yangmendapat hidayah itu bukanlah orang-orang Yahudi dan bukan pula orang-orang Kristen.Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan segalasesuatu. Semoga selawat dan salam-Nya dicurahkan kepada junjungan kita NabiMuhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya, selawat dan salam yang banyakuntuk selamanya. Cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong dan Dialah sebaik-baikpenolong. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan hanya berkat pertolongan Allah YangMaha Tinggi lagi Maha Besar.Al-Baqarah001. (Alif laam miim) Allah yang lebih mengetahui akan maksudnya.002. (Kitab ini) yakni yang dibaca oleh Muhammad saw. (tidak ada keraguan) ataukebimbangan (padanya) bahwa ia benar-benar dari Allah swt. Kalimat negatif menjadipredikat dari subyek 'Kitab ini', sedangkan kata-kata isyarat 'ini' dipakai sebagaipenghormatan. (menjadi petunjuk) sebagai predikat kedua, artinya menjadi penuntun (bagiorang-orang yang bertakwa) maksudnya orang-orang yang mengusahakan diri merekasupaya menjadi takwa dengan jalan mengikuti perintah dan menjauhi larangan demimenjaga diri dari api neraka.003. (Orang-orang yang beriman) yang membenarkan (kepada yang gaib) yaitu yang tidakkelihatan oleh mereka, seperti kebangkitan, surga dan neraka (dan mendirikan salat)artinya melakukannya sebagaimana mestinya (dan sebagian dari yang Kami berikan kepadamereka) yang Kami anugerahkan kepada mereka sebagai rezeki (mereka nafkahkan)mereka belanjakan untuk jalan menaati Allah.
2
004. (Dan orang-orang yang beriman pada apa yang diturunkan kepadamu) maksudnyaAlquran, (dan apa yang diturunkan sebelummu) yaitu Taurat, Injil dan selainnya (sertamereka yakin akan hari akhirat), artinya mengetahui secara pasti.005. (Merekalah), yakni orang-orang yang memenuhi sifat-sifat yang disebutkan di atas(yang beroleh petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung)yang akan berhasil meraih surga dan terlepas dari siksa neraka.006. (Sesungguhnya orang-orang kafir) seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan lainnya (sama sajabagi mereka, apakah kamu beri peringatan) dibaca, a-andzartahum, yakni dengan dua buahhamzah secara tegas. Dapat pula hamzah yang kedua dilebur menjadi alif hingga hanyatinggal satu hamzah saja yang dibaca panjang (atau tidak kamu beri peringatan, merekatidak juga akan beriman.) Hal itu telah diketahui oleh Allah, maka janganlah kamu berharapmereka akan beriman. 'Indzar' atau peringatan, artinya pemberitahuan disertai ancaman.007. (Allah mengunci mati hati mereka) maksudnya menutup rapat hati mereka sehinggatidak dapat dimasuki oleh kebaikan (begitu pun pendengaran mereka) maksudnya alat-alatatau sumber-sumber pendengaran mereka dikunci sehingga mereka tidak memperolehmanfaat dari kebenaran yang mereka terima (sedangkan penglihatan mereka ditutup)dengan penutup yang menutupinya sehingga mereka tidak dapat melihat kebenaran (danbagi mereka siksa yang besar) yang berat lagi tetap. Terhadap orang-orang munafikditurunkan:008. (Di antara manusia ada orang yang mengatakan, "Kami beriman kepada Allah dan hariakhir.") yaitu hari kiamat, karena hari itu adalah hari terakhir. (Padahal mereka bukan orang-orang yang beriman). Di sini ditekankan arti kata 'orang', jika kata ganti yang disebutkanlafalnya, yakni 'mereka'.009. (Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman) yakni dengan berpura-pura beriman dan menyembunyikan kekafiran guna melindungi diri mereka dari hukum-hukum duniawi (padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri) karena bencana tipudaya itu akan kembali menimpa diri mereka sendiri. Di dunia, rahasia mereka akandiketahui juga dengan dibuka Allah kepada Nabi-Nya, sedangkan di akhirat mereka akanmenerima hukuman setimpal (tetapi mereka tidak menyadari) dan tidak menginsafi bahwatipu daya mereka itu menimpa diri mereka sendiri. Mukhada`ah atau tipu-menipu di sinimuncul dari satu pihak, jadi bukan berarti berserikat di antara dua belah pihak. Contoh yanglainnya mu`aqabatul lish yang berarti menghukum pencuri. Menyebutkan Allah di sanahanya merupakan salah satu dari gaya bahasa saja. Menurut suatu qiraat tidak tercantum'wamaa yasy`uruuna' tetapi 'wamaa yakhda`uuna', artinya 'tetapi mereka tidak berhasilmenipu'.010. (Dalam hati mereka ada penyakit) berupa keragu-raguan dan kemunafikan yangmenyebabkan sakit atau lemahnya hati mereka. (Lalu ditambah Allah penyakit mereka)dengan menurunkan Alquran yang mereka ingkari itu. (Dan bagi mereka siksa yang pedih)yang menyakitkan (disebabkan kedustaan mereka.) Yukadzdzibuuna dibaca pakai tasydid,artinya amat mendustakan, yakni terhadap Nabi Allah dan tanpa tasydid 'yakdzibuuna'yang berarti berdusta, yakni dengan mengakui beriman padahal tidak.011. (Dan jika dikatakan kepada mereka,) maksudnya kepada orang-orang munafik tadi("Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!") yakni dengan kekafiran danmenyimpang dari keimanan. (Jawab mereka, "Sesungguhnya kami ini berbuat kebaikan.")dan tidak dijumpai pada perbuatan kami hal-hal yang menjurus pada kebinasaan. MakaAllah swt. berfirman sebagai sanggahan atas ucapan mereka itu:012. (Ingatlah!) Seruan untuk membangkitkan perhatian. (Sesungguhnya mereka itulahyang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar) akan kenyataan itu.013. (Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lainberiman!") yakni sebagaimana berimannya para sahabat Nabi. (Jawab mereka, "Apakahkami akan beriman sebagaimana berimannya orang-orang yang bodoh?") Artinya kamitidak akan melakukan seperti yang dilakukan oleh orang-orang yang bodoh itu. Maka firmanAllah menolak ucapan mereka itu: (Ketahuilah, merekalah orang-orang bodoh tetapi merekatidak tahu) akan hal itu.014. (Dan jika mereka berjumpa) asalnya 'laqiyuu' lalu damah pada ya dibuang karenaberatnya pada lidah berikut ya itu sendiri karena bertemunya dalam keadaan sukun denganwau sehingga menjadi 'laquu' (dengan orang yang beriman, mereka berkata, "Kami telahberiman." Dan bila mereka telah berpisah) dengan orang-orang yang beriman dan kembali(kepada setan-setan mereka) maksudnya pemimpin-pemimpin mereka. (Kata mereka,"Sesungguhnya kami ini bersama kamu) maksudnya sependirian dengan kamu dalamkeagamaan, (kami ini hanya berolok-olok.") dengan berpura-pura beriman.015. (Allahlah yang memperolok-olokkan mereka) artinya membalas olok-olokkan itudengan memperolok-olokkan mereka pula (dan membiarkan mereka) terpedaya (dalamkesesatan mereka) yakni melanggar batas disebabkan kekafiran (terumbang-ambing) dalamkeadaan bingung tanpa tujuan atau pegangan.
3
016. (Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) artinyamengambil kesesatan sebagai pengganti petunjuk (maka tidaklah beruntung perniagaanmereka) bahkan sebaliknya mereka merugi, karena membawa mereka ke dalam nerakayang menjadi tempat kediaman mereka untuk selama-lamanya. (Dan tidaklah merekamendapat petunjuk) disebabkan perbuatan mereka itu.017. (Perumpamaan mereka) sifat mereka dalam kemunafikannya itu, (seperti orang yangmenyalakan) atau menghidupkan (api) dalam kegelapan (dan setelah api itu menerangi)atau menyinari (apa yang di sekelilingnya) hingga ia dapat melihat, berdiang dan merasaaman dari apa yang ditakutinya (Allah pun menghilangkan cahaya yang menyinari mereka)yaitu dengan memadamkannya. Kata ganti orang dijadikan jamak 'him' merujuk kepadamakna 'alladzii' (dan meninggalkan mereka dalam kegelapan tidak dapat melihat) apa yangterdapat di sekeliling mereka, sehingga tidak tahu jalan dan mereka dalam keadaankecemasan. Demikianlah halnya orang-orang munafik yang mengucapkan kata-kataberiman, bila mereka mati mereka akan ditimpa ketakutan dan azab.018. (Mereka tuli) terhadap kebenaran, maksudnya tidak mau menerima kebenaran yangdidengarnya (bisu) terhadap kebaikan hingga tidak mampu mengucapkannya (buta)terhadap jalan kebenaran dan petunjuk Allah sehingga tidak dapat melihatnya, (makamereka tidaklah akan kembali) dari kesesatan.019. (Atau) perumpamaan mereka itu, (seperti hujan lebat) maksudnya seperti orang-orangyang ditimpa hujan lebat; asal kata shayyibin dari shaaba-yashuubu, artinya turun (darilangit) maksudnya dari awan (padanya) yakni pada awan itu (kegelapan) yang tebal, (danguruh) maksudnya malaikat yang mengurusnya. Ada pula yang mengatakan suara darimalaikat itu, (dan kilat) yakni kilatan suara yang dikeluarkannya untuk menghardik,(mereka menaruh) maksudnya orang-orang yang ditimpa hujan lebat tadi (jari-jemarimereka) maksudnya dengan ujung jari, (pada telinga mereka, dari) maksudnya disebabkan(bunyi petir) yang amat keras itu supaya tidak kedengaran karena (takut mati) bilamendengarnya. Demikianlah orang-orang tadi, jika diturunkan kepada mereka Alqurandisebutkan kekafiran yang diserupakan dengan gelap gulita, ancaman yang dibandingkandengan guruh serta keterangan-keterangan nyata yang disamakan dengan kilat, merekamenyumbat anak-anak telinga mereka agar tidak mendengarnya, karena takut akanterpengaruh lalu cenderung kepada keimanan yang akan menyebabkan merekameninggalkan agama mereka, yang bagi mereka sama artinya dengan kematian. (Dan Allahmeliputi orang-orang kafir) baik dengan ilmu maupun dengan kekuasaan-Nya hingga tidaksesuatu pun yang luput dari-Nya.020. (Hampir saja) maksudnya mendekati (kilat menyambar penglihatan mereka)merebutnya dengan cepat. (Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalanpadanya) maksudnya pada cahaya atau di bawah sinarnya, (dan bila gelap menimpamereka, mereka pun berhenti) sebagai tamsil dari bukti-bukti keterangan ayat-ayat Alquranyang mengejutkan hati mereka. Mereka membenarkannya setelah mendengar padanya hal-hal yang mereka senangi sehingga mereka berhenti dari apa-apa yang dibencinya.(Sekiranya Allah menghendaki, niscaya dilenyapkan-Nya pendengaran dan penglihatanmereka) baik yang lahir maupun yang batin (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segalasesuatu) yang dikehendaki-Nya, termasuk apa-apa yang telah disebutkan tadi.021. (Hai manusia!) Maksudnya warga Mekah, (Sembahlah olehmu) dengan bertauhid ataumengesakan (Tuhanmu yang telah menciptakanmu) padahal sebelum itu kamu dalamkeadaan tiada (dan) diciptakan-Nya pula (orang-orang yang sebelum kamu, agar kamubertakwa), artinya terpelihara dari siksa dan azab-Nya yakni dengan jalan beribadahkepada-Nya. Pada asalnya 'la`alla' mengungkapkan harapan, tetapi pada firman Allahberarti menyatakan kepastian.022. (Dialah yang telah menjadikan) menciptakan (bagimu bumi sebagai hamparan), yaknihamparan yang tidak begitu keras dan tidak pula begitu lunak sehingga tidak mungkindidiami secara tetap (dan langit sebagai naungan) sebagai atap (dan diturunkan-Nya darilangit air hujan lalu dikeluarkan-Nya daripadanya) maksudnya bermacam (buah-buahansebagai rezeki bagi kamu) buat kamu makan dan kamu berikan rumputnya pada binatangternakmu (maka janganlah kamu adakan sekutu-sekutu bagi Allah), artinya serikat-serikat-Nya dalam pengabdian (padahal kamu mengetahui) bahwa Dia adalah pencipta, sedangkanmereka itu tidak dapat menciptakan apa-apa, maka tidaklah layak disebut dan dikatakantuhan.023. (Sekiranya kamu merasa ragu) atau bimbang (tentang apa yang Kami turunkankepada hamba Kami) maksudnya tentang Alquran yang Kami wahyukan kepadaMuhammad, bahwa itu benar-benar dari Allah, (maka buatlah sebuah surah yang sebandingdengannya) dengan surah yang diwahyukan itu. 'Min mitslihi', min yang berarti dari,maksudnya di sini ialah untuk menjadi keterangan atau penjelasan, hingga artinya ialahyang sebanding dengannya, baik dalam kedalaman makna maupun dalam keindahansusunan kata serta pemberitaan tentang hal-hal gaib dan sebagainya. Yang dimaksud
You're Reading a Free Preview
Page 556 is not shown in this preview.
Add a Comment
Ghazanfar Al Mishryleft a comment
Ebrek Dosantosleft a comment
andi adileft a comment
Jack_Jakaria_2583left a comment
ariefzrleft a comment