Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penyakit Brucellosis Pada Hewan

Penyakit Brucellosis Pada Hewan

Ratings: (0)|Views: 321 |Likes:
Published by Andrew Loindong
Sebuah Tinjauan Pustaka tentang penyakit pada Hewan.
Tugas Mata Kuliah Kesehatan ternak
Sebuah Tinjauan Pustaka tentang penyakit pada Hewan.
Tugas Mata Kuliah Kesehatan ternak

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Andrew Loindong on Feb 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

 
PENYAKIT BRUCELLOSIS PADA HEWAN
(Sebuah Tinjauan Pustaka)
Oleh : Andrew Loindong 
Penyakit Brucellosis merupakan penyakit ternak yang menjadi problem nasional baik untuk kesehatan masyarakat maupun persoalan ekonomi peternak. Penyakit ini disebabkan olehmikroorganisme yang termasuk dalam genus Brucella, dengan infeksi yang tersifat pada hewanmaupun manusia. Di Indonesia kecenderungan meningkatnya populasi dan lebih seringnyamutasi sapi perah menjadi penyebab utama meningkatnya kasus brucellosis. Penyakit bruselosistelah dimasukkan dalam daftar penyakit menular yang harus dicegah dan diberantas sejak tahun1959.
A.
 
Etiologi
Penyakit brucellosis, atau yang dikenal dengan penyakit keluron pada sapi disebabkanoleh Brucella Abortus. Secara morfologi, kuman Brucella. Spesies brucellosis yang laindiantaranya adalah Brucella suis dan Brucella meletensis juga dapat menyerang sapi, namunorganisme tersebut biasanya hanya terbatas didalam system retikuloendotelial, serta tidak mengakibatkan gambaran penyakit yang jelas.
B.
 
Cara Penularan
C
ara penularan yang paling banyak adalah melalui air atau pakan yang tercemar olehselaput janin atau cairan yang keluar dari rahim hewan penderita infeksi. Penularan bakteri brucellosis ini melalui jilatan dari sapi sapi tersebut, kemudian bakteri brucellosis dapatmemasuki tubuh melalui selaput lender konjungtiva atau melalui gesekan kulit yang sehat. Untuk terjadinya infeksi melalui konjungtiva diperlukan kurang lebih 1,5 juta bakteri brucella.Penularan dari pejantan yang terinfeksi brucellosis kepada induk betina dapat terjadi melaluikawin alami atau juga dapat melalui proses inseminasi buatan dilakukan lewat intra uterindengan sperma yang mengandung brucellosis. Penularan penyakit brucellosis juga dapat terjadi
 
melalui air susu induk yang diminum oleh pedet sapi, namun terjadinya infeksi melalui air susutersebut sangat kecil sekali.Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui saluran pencernaan, misalnya minum air susu yang tidak dimasak yang berasal dari ternak penderita brucellosis. Penularan melaluiselaput lendir atau kulit yang luka, misalnya kontak langsung dengan janin atau plasenta (ari-ari/bali) dari sapi penderita brucellosis dapat juga menyebabkan penularan brucellosis padamanusia.
C.
 
Patogenesis
Permulaan infeksi brucellosis terjadi pada kelenjar limfe supramamaria. Pada uterus, lesi pertama terlihat pada jaringan ikat antara kelenjar uterus mengarah terjadinya endometritisulseratif, kotiledon kemudian terinfeksi disertai terbentuknya eksudat pada lapisanallantokhorion. Brucella banyak terdapat pada vili khorion, karena terjadi penghancuran jaringan, seluruh vili akan rusak menyebabkan kematian fetus dan abortus. Jadi kematian fetusadalah gangguan fungsi plasenta disamping adanya endotoksin. Fetus biasanya tetap tinggal diuterus selama 24-72 jam setelah kematian. Selaput fetus menderita oedematous dengan lesi dannekrosa.Pada hewan jantan, infeksi akan diikuti oleh orkhitis yang kronis dan perlekatan antaratunika vaginalis testis, sel mani abnormal dan fibriosis yang kronis dari jaringan interstitial.Terjadi pengumpulan makrofag dan limfosit pada jaringan testis. Ampula dan vas deferent,terjadi nekrosa jaringan ikatnya.
D.
 
G
ejala klinis
G
ejala klinis dari penyakit brucellosis ini adalah abortus atau dimasyarakat dan peternak dikenal dengan nama keluron. Keguguran biasanya terjadi pada umur kebuntingan 6 sampai 9 bulan kebuntingan, selaput fetus yang yang diaborsikan terlihat oedema, hemoragi, nekrotik danadanya eksudat kental serta adanya retensi plasenta, metritis dan keluar kotoran dari vagina.Penyakit brucellosis ini juga menyebabkan perubahan didalam ambing. Lebih dari separo darisapi-sapi yang titer aglutinasinya tinggi menunjukkan presentasi yang tinggi didalam ambingnya.Selain itu juga penyakit brucellosis ini menimbulkan lesi higromata terutama pada daerah sekitar lutut. Lesi ini terbentuk sebagai regangan sederhana atas bungkus sinovia pada persendian, yang
 
 berisi cairan yang jernih atau jonjot fibrin maupun nanah. Kemungkinan terjadinya higromaakibat adanya suatu trauma kemudian kuman kuman brucella yang berada didalam darahmembentuk koloni didaerah persendian tersebutPada pejantan penyakit brucellosis dapat menyerang pada testis dan mengakibatkanorkhitis dan epididimitis serta gangguan pada kelenjar vesikula seminalis dan ampula.Brucellosis juga menyebabkan abses serta nekrosis pada buah pelir dan kelenjar kelamintambahan. Sehingga semen yang diambil dari pejantan mungkin mengandung bakteri brucellaabortus.
http://www.pojok-vet.com
y
 
 Sapi 
G
ejala klinik yang mencolok terjadi abortus, terutama pada usia kebuntingan lanjut (7-8 bulan). Umumnya sapi hanya mengalami keguguran sekali saja pada kebuntingan yang brurutan.Meskipun demikian induk sapi yang mengalami keguguran tersebut masih membawa Br. abortussampai 2 tahun. Sapi yang terinfeksi secara kronik dapat mengalami higroma (pembesarankantong persendian karena berisi cairan bening atau fibrinopurulen).
y
 
 B
abi 
Menimbulkan arthritis, osteomielitis, bursitis dan spondilitis. Kadang-kadang ditemukan pula posterior paralisis yang disebabkan oleh nekrosis discus intervetebrales. Pada babi jantandapat ditemukan orchitis tetapi Br.suis tidak ditemukan pada semen atau urine. Dibandingkandengan sapi abortus relatif jarang terjadi pada babi.
y
 
 A
njing 
Br. canis merupakan penyebab utama sterilitas pada pejantan dan abortus pada induk,terutama terjadi di kennel (pembiak) anjing di Amerika. Anjing yang menerita brucellosis akutmengalami kebengkaan kelenjar limfe prefemuralis dan submandibularis. Pada anjing jantan brucellosis menyebabkan orchitis sehingga testis terlihat membengkak beberapa lama kemudiandiikuti atropi, testis terlihat mengecil karena sel pembentuk spermatozoa mengalami kerusakan
Su
mber : www.shvoong.com

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Locked Block liked this
aininarsyilini liked this
aininarsyilini liked this
aininarsyilini liked this
aininarsyilini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->