Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUKUM PEMERINTAHAN BELANDA

HUKUM PEMERINTAHAN BELANDA

Ratings: (0)|Views: 525 |Likes:
Published by almirafirdaus

More info:

Published by: almirafirdaus on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANPENGANTAR 
Sistem pemerintahan colonial
Kolonialisme yang pernah dilaksanakan di Indonesia memang banyakmewariskan pola dan struktur minimalnya dalam pengertian politik yaitu terbentuknyapemerintahan colonial yang didalamnya termasuk system birokrasi. Dalam konteks hariini kita akan mendapati bahwa birokrasi tidak hanya mendominasi kegiatan administrasipemerintahan, tetapi juga kehidupan politik masyarakat secara keseluruhan. Hal inisesungguhnya bisa kita lihat dalam perjalanan sejarah bangsa ini ada, dan perananbirokrasi yang begitu dominan.Sejarah perkembangan birokrasi diberbagai negara didunia menunjukkan bahwaia diciptakan lebih untuk menghadapi kebutuhan akan pengendalian. Ia diciptakanbukan semata-mata muncul sebagai akibat dari kompleksitas fungsional masyarakatmodern. Fenomena ini tampak lebih nyata di negara-negara dunia ketiga.
1
 Dalam konteks Indonesia perjalanan dan perkembangan birokrasi mempunyaiakar historis yang panjang, jauh sebelum bangsa Belanda datang ke Nusantara sudahterdapat negara-negara kerajaan dengan aparat pemerintahannya untukmelangsungkan jalannya sebuah tatanan bermasyarakat, pada masa tersebut dinusantara eksis berbagai negara kerajaan yang sinkretik, yang menurut Max Weberdisebut negara patrimonial: masyarakat tersusun atas kelas yang berkuasa (raja, Santanaatau bangsawan dan mentri atau pejabat) dan kelas yang dikuasai 9kawula atau wongcilik) dimana kelas ekonomi kelas yang pertama adalah sector foya-foya yang memegangwewenang penggunaan dan pembayaran upeti.
2
 Sampai dengan masuknya Belanda dan membentuk negara Hindia Belandatahun 1807 sebaga negara colonial, konsep pemerintahan modern pertamakalidiperkenalkan oleh gubernur jendral Herman Wilem Daendels yang melihat kegagalandari VOC untuk mendatangkan surplus yang besar bagi negri Belanda dan yang terjadiadalah korupsi yang melanda tubuh VOC yang sampai pada akhirnya mengalamikebangkrutan.
 Kedatangan Belanda ke Indonesia yang pada awalnya hanya mencarirempah-rempah ternyata berubah menjadi menyusun kekuatan untuk mendirikan
1
Mohtar Masoed, Politik Birokrasi dan Pembangunan. Pustaka Pelajar Yogyakarta, tahun 2003hal 71-72.
2
Kuntowijoyo. Agama negara dan Formasi Sosial dalam prisma no.8 tahun 1984.
 
kekuasaan di Indonesia. Melalui lembaga dagang VOC, terbentuklah cita-citamencari kekayaan di Indonesia, serta memengaruhi berbagai hal di Indonesia,antara lain, lembaga dagang VOC memiliki pengurus terdiri dari tujuh belas orangyang disebut De Heeren Zeventien (Dewan Tujuh Belas) yang berpusat di negeriBelanda. Sebagai pelaksana harian di Indonesia, Dewan Tujuh Belas mengangkatgubernur jenderal yang didampingi Dewan Hindia. Dewan Hindia (Ideler) ini beranggotakan sembilan orang yang sebagian menjabat gubernur di daerah sepertiBanten, Cirebon, dan Surabaya. Gubernur jenderal bersama Dewan Hindiamengemudikan pemerintahan VOC di Indonesia yang kekuasaannya tidak terbatas. Selain gubernur jenderal, diangkat pula seorang direktur jenderal yang bertugas mengurusi perniagaan serta mengurus perkapalan.Setelah VOC runtuh, Indonesia diperintah oleh Daendels. Gubernur Jenderal Daendels, memerintah pulau Jawa pada tahun 1808-1811. Dia menjualtanah-tanah disekitar Jakarta dan Krawang kepada orang-orang Eropa danTionghoa yang kaya, yang juga diberi hak untuk menuntut pekerjaan rodi dari penduduk yang bermukim diatas tanah itu. Inilah asal mula adanya tanah-tanah partikelir di Pulau Jawa
3
. Ia membagi Pulau Jawa menjadi sembilan karesidenanyang dikepalai oleh seorang perfect. Ia juga mendirikan Pengawas Keuangan(Algemene Rekenkamer). Sikap otoriter Daendels menyebabkan banyak  peperangan dengan raja-raja daerah serta keburukan pemerintahannya sehingga iaditarik kembali pulang ke negeri Belanda.Tujuan dikirimnya Gubernur Jenderal Daendels ke Jawa adalah untuk memperkuat pertahanan Jawa sebagai basis melawan Inggris di Samudera Hindia.Dalam rangka mempertahankan Jawa dari serangan Inggris, Daendles membuat beberapa kebijakan, di antaranya :(a) Membuat
Grote Postweg 
(Jalan Raya Pos) dari Anyer (Banten) sampaiPanarukan (Jawa Timur); jalan ini didirikan agar di setiap kota/kabupaten yangdilaluinya terdapat kantor-kantor pos; dengan adanya pos-pos ini maka penyampaian berita akan lebih cepat sehingga berita apa pun akan lebih cepatditerima.
3
Andel, J.Ph : Sejarah Ekonomi, Jakarta, 1959.
 
(b) Mendirikan benteng-benteng pertahanan sebagai antisipasi terhadap serangandari tentara Inggris yang juga ingin menguasai Jawa.(c) Membangun pangkalan angkatan laut di Merak dan Ujung Kulon.(d) Menambah jumlah pasukan dari 4.000 orang menjadi 18000 orang, yangsebagian besar orang-orang Indonesia (dari Maluku, Jawa).(e) Mendirikan pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.Selain itu, Daendels juga mengubah sistem pemerintahan tradisionaldengan sistem pemerintahan Eropa. Pulau Jawa di bagi menjadi sembilan
 p
refektur 
(keresidenan), yang dikepalai oleh seorang residen yang membawahkan beberapa bupati (kabupaten). Para bupati ini diberi gaji tetap dan tidak diperkenanan meminta upeti kepada rakyat. Dampaknya kewibawaan para bupatidihadapan rakyatnya menjadi merosot, karena bupati adalah pegawai pemerintahyang harus tunduk kepada keinginan pemerintah. Rakyat Indonesia mengalami penderitaan yang sangat hebat. Selain dituntut untuk membayar pajak-pajak  pemerintah, mereka juga diharuskan terlibat dalam kerja paksa (rodi) pelaksanaan pembangunan Jalan Raya Pos. Untuk menutupi biaya pembangunan, tanah-tanahrakyat dijual kepada orang-orang partikelir Belanda dan Tionghoa. Penjualantanah juga termasuk penduduk yang mendiami wilayah tersebut, sehingga penderitaan rakyat kecil semakin bertambah akibat dari tindakansewenangwenang para pemilik tanah. Ribuan rakyat Indonesia meninggal dalam pembuatan Jalan Raya Pos dikarenakan kerja yang sangat berat sedangkan merekatidak dibayar dan diberi makan dengan layak.Daendels membagi wilayah pemerintahanya dalam
³
 p
erfectur´
yang bisadi samakan dengan gewes dan dikepalai oleh seorang perfect. Istilah perfectadalah suatu istilah prancis nama itu dipakai, karena Deandels terkenal sebagaiseorang pengagum perancis. Jalan pemerintah pada masa itu sangat sentralistis,ialah dari gubernur jendral kepada perfect, perfect kepada bupati, dan bupatikepada pegawai bawahannya.
Setelah bangsa Belanda mendirikan pemerintahan Hindia belanda dan diikutidengan membenahi system pemerintahan dengan membenahi system pemerintahandengan menggunakan prinsip-prinsip modern, kemudian dia yang lantas mereformasisystem administrasi Belanda: membagi daerah-daerah administras menjadi kerasidenan-

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
1 thousand reads
Mofa Erlambang liked this
Drajat Wirdianto liked this
Julia Kartika liked this
Sri Nur Hari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->