Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
136Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rangkuman Materi

Rangkuman Materi

Ratings: (0)|Views: 11,504 |Likes:
Published by Taufik Agus Tanto
Rangkuman materi UKA Sergur 2012
Rangkuman materi UKA Sergur 2012

More info:

Published by: Taufik Agus Tanto on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

 
 
Dikembangkan oleh Alumni PJJ S-1 PGSD Universitas Mataram tahun 2010 (Kab. Lombok Utara) 
1.
 
Menguasai substansi dan metodologi dasar keilmuan bahasa Indonesia yang mendukungpembelajaran
 
bahasa Indonesia SD/MI.
1.1.
 
Memilih, menata, dan merepresentasi materi ajar bahasa Indonesia SD berdasarkan pemahaman 
 
tentang bagaimana siswa belajar bahasa Indonesia 
1.1.1.
 
Menganalisis karakteristik perkembangan bahasa anak usia SD
Ross dan Roe (Zuchdi dan Budiasih, 1997) membagi fase/tahap perkembangan bahasa anak seperti berikut.Perkembangan membaca terjadi atas beberapa fase, yaitu sebagai berikut.Fase kesatu, kelas I dan kelas II, anak usia 7 dan 8 tahun, sudah dapat membaca lancar dalam cerita sederhana. Mereka sudah mengenal huruf, suku kata, dan kata untuk keperluan membaca tersebut.Fase kedua, kelas III dan kelas IV, anak sudah dapat menganalisis kata yang tidak diketahuinya menggunakan pola tulisan dan kesimpulan yang didasarkan konteksnya Fase ketiga, kelas IV sampai SLTP, pembelajaran membaca sudah meningkat bukan lagi pengenalan tulisan, melainkan sudah pada tingkat pemahaman bahan bacaan. (Owens dalam Zuchdi, 1996/1997:20 
21).
1.1.2.
 
Memilih materi ajar aspek membaca di kelas rendah SD
Pembelajaran membaca merupakan suatu keterampilan yang kompleks yang melibatkan serangkaian keterampilan lebih kecil lainnya. Secara garis besar, terdapat dua karakteristik yang penting dalam pembelajaran membaca.Karakteristik tersebut adalah sebagai berikut.a.
 
Keterampilan yang bersifat mekanis dapat dianggap berada pada urutan yang lebih rendah.Hal ini mencakup: (a) pengenalan bentuk huruf; (b) pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frase, pola klausa, kalimat, dan lain-lain); (c) pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan baha n tertulis); (d) kecepatan membaca ke taraf lambat.b.
 
Keterampilan bersifat pemahaman yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi. Hal ini mencakup: (a) memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal,retorikal); (b) memahami signifikansi atau makna (a.l. maksud dan tujuan pengarang, releansi/keadaan kebudayaan, dan reaksi pembaca); (c) evaluasi atau penilaian (i si, bentuk); (d) kecepatan membaca yang fleksibel, mudah disesuaikan dengan keadaan (Broghton (et al)
 
Memilih materi ajar Membaca dan Menulis Permulaan(MMP) yang cocok guru perlu mempertimbangkan tingkat kesesuian materi itu dengan tema, dan fokus pembicaraan.Meskipun tema-tema itu bukan merupakan bahan ( isi pelajaran ) yang harus diajarkan, namun penyajian pembelajaran yang didasarkan atas tema-tema tertentu akan lebih mengarahkan kegiatan belajar mengajar siswa dan guru. Tema merupakan alat untuk melakukan kegiatan berbahasa, dan merupakan payung yang membungkus kemasan pembelajaran bahasa Indonesia.Beberapa alternatif tema yang ditawarkan untuk setiap semester dan peringkat kelas sbb: 1.
 
Diri sendiri 2.
 
Keluarga 3.
 
Pengalaman 4.
 
Budi pekerti 5.
 
Lingkungan 6.
 
Kegemaran Dari struktur materi pembelajaran MMP untuk kelas I diarahkan pada pengenalan kalimat berita interaktif (KB + Kki) mis: Ayah tidur, Paman datang dst.
1.1.3.
 
Memilih materi ajar aspek menulis di kelas tinggi SD
 
 
Dikembangkan oleh Alumni PJJ S-1 PGSD Universitas Mataram tahun 2010 (Kab. Lombok Utara) 
Materi pembelajaran Bahasa Indonesia SD Kelas IV memuat berbagai kompetensi dalam aspek me-nulis seperti menulis tentang berbagai topik, pengumuman, pantun, dan surat. Dalam berbagai kegiatan menulis tersebut, siswa diharapkan nantinya dapat menulis dengan memperhatikan unsur-unsur kebahasaan dalam kaidah penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, seperti penggunaan ejaan, huruf, dan tanda baca. Hal itu termuat dalam Kompetensi Dasar pelajaran Bahasa Indonesia kelas IV semester II 
‖menyusun karangan tentang berbagai 
topik sederhana tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan,
 penulisan tanda baca dan huruf besar ‖ 
 
1.2.
 
Merencanakan, melaksanakan, mengorganisasi, dan mengevaluasi pembelajaran bahasa Indonesia di 
SD.1.2.1.
 
Memilih berbagai metode pembelajaran menulis permulaan yang dapat mengembangkankemampuan dan kegemaran menulis siswa
Metode Membaca dan Menulis Permulaan (MMP) A.
 
Metode EJA
Pada metode ini, memulai pengajaran dengan mengenalkan huruf alphabet ( A, B, C dst).Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai bunyinya menurut abjad.
Misalnya: b,u,k,u menjadi b.u → bu (dibaca be.u → bu)
 
k.u → ku (dibaca ka.u → ku)
 bu-ku dilafalkan buku Setelah anak-anak menulis huruf lepas tersebut,kemudian anak-anak belajar menulis rangkaian huruf yang berupa suku kata. Proses selanjutnya adalah pengenalan kalimat-kalimat sederhana.Pemilihan bahan ajar untuk pembelajaran MMP hendaknya dimulai dari hal-hal yang konkret menuju hal-hal yang abstrak,dari hal-hal yang mudah,akrab,familiar dengan kehidupan anak menuju yang sulit dan mungkin merupakan suatu yang baru nagi anak.
B.
 
Metode Bunyi 
 Proses pembelajaran MMP melalui metode ini merupakan bagian dari metode eja. Prinsipn dasar dan proses pembelajarannya tidak jauh berbeda dengan metode eja di atas.Perbedaannya terletak pada cara atau sistem pembacaan atau pelafalan abjad(huruf-hurufnya).Misal : Huruf b dilafalkan /eb/-- d dilafalkan /ed/ : dilafalkan dengan e pepet seperti pengucapan pada kata benar,keras,pedas,lemah,dan sebagainya.
Dengan demikian,kata ―nani‖ dieja menjadi :
 
en.a → na
 
en.i → ni → dibaca →nani 
 
C.
 
Metode Suku Kata dan Metode Kata 
Pada metode ini,proses pembelajaran MMP diawali dengan pengenalan suku kata seperti ba,bi,bu,be,bo,ca,ci,cu,ce,co,dan seterusnya. Suku-suku kata tersebut kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna.Misalnya : ba-bi cu-ci ba-bu ci-ca bi-bi ca-ci Langkah-langkah pembelajaran MMP dengan metode suku kata adlah sebagai berikut : 1. Tahap pertama,pengenalan suku-suku kata; 2. Tahap kedua,perangkaian suku-suku kata menjadi kata; 3. Tahap ketiga,perangkaian kata menjadi kalimat sederhana; 4. Tahap keempat,pengintegrasian kegiatan perangkaian dan pengupasan; Karena proses pembelajaran MMP dengan metode ini melibatkan serangkaian proses 
 pengupasan,dan perangkaian,maka metode ini dikenal juga sebagai‖Metode Kupas Rangkai‖.Sebagian orang menyebutkan ―Metode Kata‖ atau ―Metode Kata Lembaga‖.
 
D.
 
Metode Global (Metode Kalimat ) 
Proses pembelajaran MMP yang diperlihatkan melalui proses ini diawali dengan penyajian beberapa kalimat secara global. Agar membantu pengenalan kalimat yang dimaksud,biasanya menggunakan gambar. Di bawah gambar dimaksud, dituliskan sebuah kalimat yang kira-kira merujuk pada makna gambar tersebut.Selanjutnya, setelah anak diperknalkan dengan beberapa kalimat,barulah proses pembelajaran MMP dimulai. Melalui proses pengurai menjadi satuan-satuan yang lebih kecil,seperti kalimat menjadi satuan-satuan yang lebih kecil,seperti kata,suku kata,dan huruf,selanjutnya anak mengalami proses belajar MMP.Misalnya : ini mimi 
 
 
Dikembangkan oleh Alumni PJJ S-1 PGSD Universitas Mataram tahun 2010 (Kab. Lombok Utara) 
ini mimi i-ni mi-mi i-n-i m-i-m-i 
E.
 
Metode SAS( Struktural Analitik Sintetik ) 
SAS merupakan salah satu jenis metode yang biasa digunakan untuk proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Pembelajaran MMP dengan metode ini mengawali pelajarannya dengan menampilkan dan mengenalkan sebuah kalimat utuh. Mula- mula anak disuguhi sebuah struktur yang memberi makna lengkap,yakni struktur kalimat. Hal ini dimaksudkan untuk mambangun konsep-konsep kebermaknaan pada diri anak. Dan akan lebih baik jika struktur kalimat yang disajikan sebagai bahan pembelajaran MMP dengan metode ini adalah struktur kalimat yang digali dari pengalaman berbahasa si pembelajar itu sendiri.Prosespenguraian atau penganalisisan dalam pembelajaran MMP dengan metode SAS,meliputi: 1. Kalimat menjadi kata-kata 2. Kata-kata menjadi suku 
 –
suku kata 3. Suku kata menjadi huruf-huruf Pada tahap selanjutnya anak diajak menyimpulkan satuan-satuan bahasa yang telah terurai tadi dikembalikan lagi kepada satuannya semula,yakni dari huruf-huruf menjadi suku kata,suku kata menjadi kata,kata-kata menjadi kalimat. Sehingga anak akan menemukan kembali wujud struktur semula,yakni menjadi sebuah kalimat utuh.Misal : ini mama Ini mama i-ni ma-ma i n i m a m a i-ni ma-ma ini mama ini mama Dalam bermacam-macam metode yang biasa digunakan MMP dapat kita simpulkan bahwa tidak ada metode yang terbaik dan metode terburuk. Metode terbaik adalah metode yang paling cocok dengan pembawa metode tersebut.
1.2.2.
 
Merancang berbagai kegiatan menulis di kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuanmenulis dan berpikir siswa
Teknik dan Model Pembelajaran Menulis Cerita Berdasarkan butir-butir pembelajaran menulis di kelas tinggi (kelas 3-6) SD terdapat ragam teknik pembelajaran menulis. Teknik pembelajaran menulis dikelompokkan menjadi dua, yakni: 1.
 
Menulis cerita Teknik ini terdiri atas 6 macam, yaitu: a)
 
Teknik menyusun kalimat.Teknik menyusun cerita dapat dilakukan dengan: menjawab pertanyaan, melengkapai kalimat, memperbaiki susunan kalimat,memperluas kaiimat, subtitusi, transfomtasi, dan membuat kaiimat.b)
 
Teknik memperkenalkan cerita dapat dilakukan dengan: baca dan tulis, simak dan tulis; meniru model; menyusun paragaf; menceritakan kembali; membuat 2.
 
Menulis untuk keperluan sehari-hari, yang meliputi: a)
 
menulis surat,b)
 
menulis pengumuman,c)
 
mengisi formulir,d)
 
menulis surat undangan,e)
 
membuat iklan, dan f)
 
menyusun daftar riwayat hidup.Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi: menceritakan gambar, melanjutkan ceria lain, menceitakan mimpi, menceriakan pengalaman, dan menceritakan cita-cita.1.
 
Menceritakan gambar.Model ini dapat dilakukan mulai kelas 4 SD. Guru memperlihatkan beberapa gambar,selanjutnya, siswa diminta mengamati gambar tersebut dengan teliti. Kemudian, mereka diminta untuk menuliskannya ke dalam centa lengkap.2.
 
Melanjutkan centa.

Activity (136)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Apriani liked this
Laily Mabrorah liked this
Jajang Sulaeman liked this
Munjirin Apon liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->