Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat, Berpikir Sederhana dan Sederhana Berpikir

Filsafat, Berpikir Sederhana dan Sederhana Berpikir

Ratings: (0)|Views: 1,088|Likes:
Published by Darmawan Soegandar

More info:

Published by: Darmawan Soegandar on Feb 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/21/2014

pdf

text

original

 
FILSAFAT, KESEDERHANAAN BERPIKIR DAN CARA BERPIKIRSEDERHANA
1
Oleh : Darmawan Soegandar
2
Sejak dahulu sampai sekarang manusia tidak pernah ada habisnyamemikirkan; apa, mengapa dan bagai mana hakikat dan tujuan hidupnya. Manusiamenjadikan hal ini sebagai pertanyaan utama, mencari-carinya melalui; agama,ideologi, bahkan ilmu sains dan teknologi (yang dalam berbagai hal selalu dikatakanbertolak belakang oleh gereja katolik). Pencarian manusia pada pertanyaan yangtampaknya sederhana ini membuat manusia kemudian memperlebar atau diperlebar oleh pencariannya sendiri. Walau bagai manapun rasanya, saya hampirsampai pada kesimpulan: pencarian kita terhadap hakikat hanya akan membuatkita semakin tidak tahu! Pencarian yang di lakukan manusia melalui sains danteknologi hanya menghasilkan pertanyaan dan ketidaktahuan yang baru. Semakinkita dalam mencari tahu, kita seringkali semakin tidak tahu. Apapun dan seberapabanyakpun yang berhasil kita temukan, kita akan semakin sadar bahwa kitasemakin banyak mendapat pertanyaan-pertanyaan baru untuk di jawab.Untuk menjawab pertanyaan itulah orang lalu berpikir, ada yang berpikirserius ada yang berpikir sekedar untuk memenuhi kebutuhan temporal. Kononorang pertama yang menggunakan akal secara serius adalah Thales (Bapak filsafat)gelar ini diterima karena ia mengajukan pertanyaan sederhana :”Apakahsebenarnya bahan alam semesta ini? Ia menjawab ”Air” setelah itu silih bergantifilisof zaman itu dan sesudah itu mengajukan jawaban. Keseriusan ini lah yangmenurut Prof, I.R. PUDJAWIJATNA menerangkan juga ”Filo” artinya cinta dalam artiseluas-luasnya yaitu ingin dan karena ingin itu selalu berusaha mencapai yangdiinginkannya . ”Sofia artinya kebijaksanaan artinya pandai, mengerti denganmendalam.
1
Disajikan dalam diskusi Filsafat di Sekolah Pascasarja Universitas PendidikanIndonesia. Bandung.
2
PNS di kementerian Agama, Dosen di FKIP UNINUS Bandung.
.
 
2
Asal Usul
Menurut Ciceros (106-43 SM), penulis Romawi orang yang pertama memakaikata-kata filsafat adalah Phytagoras (497 SM), sebagai reaksi terhadap cendikiawanpada masanya yang menamakan dirinya ”Ahli pengetahuan”, Phytagorasmengatakan bahwa pengetahuan dalam artinya yang lengkap tidak sesuai untukmanusia. Tiap-tiap orang yang mengalami kesukaran-kesukaran dalammemperolehnya dan meskipun menghabiskan seluruh umurnya, namun ia tidakakan mencapai tepinya. Jadi pengetahuan adalah perkara yang kita cari dan kitaambil sebagian darinya tanpa mencakup keseluruhannya. Oleh karena itu, makakita bukan ahli pengetahuan, melainkan pencari dan pencinta pengetahuan.Berfilsafat menurut Bambang Q (2009) sebenarnya bukanlah kegiatan yangrumit apalagi sekedar gagah-gagahan dengan teori dan istilah-istilah yang asing.Berfilsafat adalah seni untuk bertanya. Bisa saja hal ini mengakibatkan setiappertanyaan akan di tanyakan berulang-ulang oleh orang berbeda lalu menghasilkan jawaban yang berbeda pula, sesuai dengan bidang minat dan keahlian orang yangbertanya tersebut. Lihatlah pertanyaan yang pertama kali diajukan oleh Thales.Pertanyaan yang menjadi fenomenal dan diingat sampai sekarang. “mengapakepercayaan Yunani mengatakan bahwa asal muasal sesuatu itu para dewa dantidak bersifat tunggal?”. Semua hal menurut kepercayaan bangsa yunani merujukpada dewa yang berbeda. Hal ini membuat Thales berkesimpulan bahwa para Dewabukanlah asal muasal sesuatu tetapi penguasa sesuatu! Hal ini mebuat Thaleskemudian berusaha mencari jawaban pertanyaannya terdahulu “apakah asalmuasal sesuatu?”.Suatu saat Thales pergi ke tepian sungai Nil. Di tepian sungai Nil inilah Thalesmerenung kembali, melakukan pencariannya terhadap jawaban dari pertanyaannyasendiri. “apakah asal muasal sesuatu?”. Suatu ketika Thales melihat tepian sungaiNil begitu suburnya dan menjadi tumpuan warga untuk bercocok tanam. Tetapipada saat yang lain ketika sungai Nil surut karena kemarau, tepian sungai Nilsangat kering sehingga pepohonan mati dan warga pun tak bisa bercocok tanam.Akhirnnya Thales berpikir bahwa asal muasal sesuatu itu adalah Air!Pemikiran ini dengan cepat mengalami tanggapan dari orang lain. Bantahanyang sederhana adalah jika Air adalah asal muasal sesuatu maka apakah api jugaberasal dari air? Padahal sifat api berlawanan dengan air?
 
3
Kesederhanaan
Seringkali, dalam banyak diskusi kita mengalami kejumudan pemecahan. Halini seringkali diakibatkan karena kita terlalu menganggap bahwa berfilsafat adalahberpikir yang rumit, berpikir yang kompleks. Apakah kompleksitas dan kerumitanberpikir menjadi strata kepintaran dan kehebatan seseorang dalam berfilsafat? Danapakah benar pemikiran yang telah ditanamkan oleh para guru, dan orang-orangberilmu dulu dimasa kecil kepada kita bahwa, Tuhan hebat karena mampumenciptakan alam semesta yang rumit? Apakah Tuhan hebat karena mampumenciptakan alam semesta yang kompleks?Dari sisi sains hal ini malah menjadi absurt, karena bukankah setiap masalahdalam ilmu pengetahuan yang ingin dicari adalah pemecahan sederhanya?Bukankah dalam ilmu pengetahuan kita diminta mencari penyederhanaan masalahdalam persamaan yang sederhana dan ringkas? Bukankah dalam setiap perkaramatematis, kita selalu diminta mencari penyelesaian yang paling sederhana?Ilmu, setidaknya memiliki beberapa kaidah, sebagai syarat dan karakteristikilmu pengetahuan yang diperoleh dari penelitian ilmiah, yaitu : 1. Orde; Suatufenomena/gejala alam yang ditangkap pancaindra (atau dengan alat bantu) sebagaisesuatu yang teratur dan berjalan dalam pola tertentu. Kita ambil contoh gejalabenda yang dipegang dan dilepas maka akan jatuh kebawah, disembarang tempatdan waktu didunia ini benda akan jatuh kebawah. Pola tertentu yang teraturantersebut memungkinkan kita melakukan generalisasi yang berlaku umum. Ordedalam gejala alam memiliki keteraturan dalam space yang relatif absolut/tetapyang lebih dibandingkan gejala yang melibatkan manusia, manusia lebih mudahberubah bahkan dinamis, sehingga generalisasi gejala tentang manusia harus lebihhati-hati. 2. Determinisme; ilmu percaya bahwa setiap peristiwa mempunyaisebab, determinan, atau antesenden (pendahulu) yang dapat diselidiki. Dapatkemukakan tidak ada yang bersifat tunggal, suatu gejala akan senantiasa berkaitandengan gejala yang lain. Apakah keterkaitan itu sebagai faktor-faktor pendorongsehingga menyebabkan adanya suatu gejala, apakah dari sebab-sebab tersebutakan timbul adanya akibat tertentu dan seterusnya. 3. Parsimoni (kesederhanaan),setiap ilmu pengetahuan harus dapat mengambarkan maupun menjelaskan gejalayang komplek dalam bentuk yang sederhana - yang mudah dipahami. Sederhanadisini bukan berarti kesederhanaan dalam kerangka pemikiran, justru semakinsistematis dan mudah dipahami gejala yang kompleks-pemikiran yang luas tentu

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->