Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
62Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Behavioristik vs Konstruktivistik 3

Behavioristik vs Konstruktivistik 3

Ratings:

5.0

(5)
|Views: 19,291|Likes:
Published by anon-822292

More info:

Published by: anon-822292 on Nov 20, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
TEORI BEHAVIORISTIK 
Ditulis oleh Arie Asnaldi
Wednesday, 16 April 2008
Penekanan Teori Behviorisme adalah perubahan tingkah laku setelah terjadi prosesbelajar dalam diri siswaTeori Belajar Behavioristik mengandung banyak variasi dalamsudut pandangan. Pelopor-pelopor pendekatan Behavioristik pada dasarnya berpegangpada keyakinan bahwa banyak perilaku manusia merupakan hasil suatu proses belajardan karena itu, dapat diubah dengan belajar baru. Behavioristik berpangkal padabeberapa keyakinan tentang martabat manusia, yang sebagian bersifat falsafah dansebagian lagi bercorak psikologis, yaitu :<!--[if !supportLists]-->1.
 
<!--[endif]-->Manusia pada dasarnya tidak berakhlak baikatau buruk, bagus atau jelek. Manusia mempunyai potensi untuk bertingkah lakubaik atau buruk, tepat atau salah. Berdasarkan bekal keturunan atau pembawaandan berkat interaksi antara bekal keturunan dan lingkungan, terbentuk pola-polabertingkah laku yang menjadi ciri-ciri khas dari kepribadiannya.<!--[if !supportLists]-->2.
 
<!--[endif]-->Manusia mampu untuk berefleksi atas tingkahlakunya sendiri,menangkap apa yang dilakukannya, dan mengatur serta mengontrolperilakunya sendiri.<!--[if !supportLists]-->3.
 
<!--[endif]-->Manusia mampu untuk memperoleh danmembentuk sendiri pola-pola tingkah laku yang baru melalui suatu proses belajar.<!--[if !supportLists]-->4.
 
<!--[endif]-->Manusia dapat mempengaruhi perilaku oranglain dan dirinya pun dipengaruhi oleh perilaku orang lain.Keyakinan-keyakinan itu, sebagaimana dirumuskan oleh Dustin dan George,dikutip dalam buku karangan George dan Kristiani : Theory, Methode, and Processes Of Counceling and Psychotheraphy ( 108 ). Sejalan dengan keyakinan-keyakinan itu, bagiseorang konselor behafioristik perilaku konseling merupakan hasil dari' pengalaman-pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan. Kalau perilaku konselingditinjau dari sudut pandangan apakah perilaku itu tepat dan sesuai dengan situasikehidupannya atau tidak tepat dan salah suai, harus dikatakan bahwa baik tingkah lakutepat maupun tingkah laku salah sama-sama merupakan hasil belajar. Karena tingkah lakusalah merupakan hasil belajar, tingkah laku yang salah itu juga dapat dihapus dan digantidengan tingkah laku yang tepat melalui suatu proses belajar. Teori BehavioristikKonsep Utama:Membatasi perilkaku sebagai fungsi interaksi antara pembawaan dengan lingkungan.Kegunaannya:Untuk membantu individu mengubah perilakunya agar dapat memcahkan masalahnya.Proses Konseling:<!--[if !supportLists]-->1.
 
<!--[endif]-->Bentuk kerjasama antara konselor dengan klienyaitu :<!--[if !supportLists]-->2.
 
<!--[endif]-->Konselor menjelaskan maksd tujuan<!--[if !supportLists]-->3.
 
<!--[endif]-->Klien mengkhususkan perubahan positif.<!--[if !supportLists]-->4.
 
<!--[endif]-->Klien dan konselor menetapkan tujuan.<!--[if !supportLists]-->5.
 
<!--[endif]-->Menjajagi apakah tujuan itu realistis
 
<!--[if !supportLists]-->6.
 
<!--[endif]-->Mendiskusikan manfaat tujuan<!--[if !supportLists]-->7.
 
<!--[endif]-->Konselor dan klien membuat salah satukeputusanSifatnya:Manipulatif, bersifat dingin dan klurang menyentuh aspek pribadi dan mengabaikanhubungan antar pribadiPenekanannya:Memusatkan pada perilaku sekarangh dan bukan kepada prilaku yang terjadi di masa lalu.Konselornya:Pemilihan tujuan lebih sering ditentukan oleh konselor.<!--[if !supportLists]-->
<!--[endif]-->Tokoh John Watson (1878 - 1958)John Broades Watson dilahirkan di Greenville pada tanggal 9 Januari 1878 danwafat di New York City pada tanggal 25 September 1958. Ia mempelajari ilmu filsafat diUniversity of Chicago dan memperoleh gelar Ph.D pada tahun 1903 dengan disertasiberjudul "Animal Education". Watson dikenal sebagai ilmuwan yang banyak melakukanpenyelidikan tentang psikologi binatang.Pada tahun 1908 ia menjadi profesor dalam psikologi eksperimenal dan psikologikomparatif di John Hopkins University di Baltimore dan sekaligus menjadi direkturlaboratorium psikologi di universitas tersebut. Antara tahun 1920-1945 ia meninggalkanuniversitas dan bekerja dalam bidang psikologi konsumen. John Watson dikenal sebagai pendiri aliran behaviorisme di Amerika Serikat.Karyanya yang paling dikenal adalah "Psychology as the Behaviourist view it" (1913).Menurut Watson dalam beberapa karyanya, psikologi haruslah menjadi ilmu yang obyektif,oleh karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya diteliti melalui metodeintrospeksi. Watson juga berpendapat bahwa psikologi harus dipelajari seperti orangmempelajari ilmu pasti atau ilmu alam. Oleh karena itu, psikologi harus dibatasi denganketat pada penyelidikan-penyelidikan tentang tingkahlaku yang nyata saja. Meskipunbanyak kritik terhadap pendapat Watson, namun harus diakui bahwa peran Watson tetapdianggap penting, karena melalui dia berkembang metode-metode obyektif dalampsikologi.Peran Watson dalam bidang pendidikan juga cukup penting. Ia menekankanpentingnya pendidikan dalam perkembangan tingkahlaku. Ia percaya bahwa denganmemberikan kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, maka akan dapat membuatseorang anak mempunyai sifat-sifat tertentu. Ia bahkan memberikan ucapan yang sangatekstrim untuk mendukung pendapatnya tersebut, dengan mengatakan: "Berikan kepadasaya sepuluh orang anak, maka saya akan jadikan ke sepuluh anak itu sesuai dengankehendak saya".<!--[endif]-->Pengertian Teori Teori behavioristik adalah teori yang menerapkan prinsip penguatan stimulus-respon. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-responakan semakin kuat bila diberi penguatan. Penguatan tersebut terbagi atas penguatan
 
positif dan penguatan negatif.Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangantingkah laku itu. Sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurangatau menghilang.<!--[if !supportLists]-->
<!--[endif]-->Kerangka Berpikir Teori<!--[if !supportLists]-->1.
 
<!--[endif]-->Pemberian bahan pembelajaran dalam bentukutuh kepada peserta didik<!--[if !supportLists]-->2.
 
<!--[endif]-->Pemahaman oleh peserta didik dilakukan mandirioleh peserta didik. Jika ada yang kurang jelas baru ditanyakan kepada guru<!--[if !supportLists]-->3.
 
<!--[endif]-->Hasil belajar segera disampaikan kepada pesertadidik<!--[if !supportLists]-->4.
 
<!--[endif]-->proses belajar harus mengikuti irama dari yangbelajar<!--[if !supportLists]-->5.
 
<!--[endif]-->Materi pelajaran digunakan sistem modul<!--[if !supportLists]-->
<!--[endif]-->Tokoh<!--[if !supportLists]-->1.
 
<!--[endif]-->Edward Edward Lee thorndike<!--[if !supportLists]-->2.
 
<!--[endif]-->Ivan Petrovich Palvov<!--[if !supportLists]-->3.
 
<!--[endif]-->Burrhus Frederic Skinner<!--[if !supportLists]-->4.
 
<!--[endif]-->Robert Gagne<!--[if !supportLists]-->5.
 
<!--[endif]-->Elbert Bandura<!--[if !supportLists]-->
<!--[endif]-->Aplikasi TeoriGuru menyusun bahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap sehingga tujuanpembelajaran yang harus dikuasai siswa disampaikan secara utuh oleh guru. Guru tidakbanyak memberikan ceramah, tetapi intruksi singkat yang diikuti contoh-contoh baikdilakukan sendiri maupun melalui simulasi. Bahan pelajaran disusun secara hirarki dariyang sederhana sampai pada yang kompleks. Tujuan pembelajaran dibagi dalam bagian-bagian kecil yang ditandai dengan pencapaian suatu ketrampilan tertentu. Pembelajaranberorientasi pada hasil yang dapat diukur dan diamati. Kesalahan harus segeradiperbaiki. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapatmenjadi kebiasaan.<!--[if !supportLists]-->
<!--[endif]-->Kekurangan<!--[if !supportLists]-->1.
 
<!--[endif]-->Sebuah konsekuensi bagi guru, untuk menyusunbahan pelajaran dalam bentuk yang sudah siap<!--[if !supportLists]-->2.
 
<!--[endif]-->Tidak setiap mata pelajaran bisa menggunakanmetode ini<!--[if !supportLists]-->3.
 
<!--[endif]-->Penerapan teori behavioristik yang salah dalamsuatu situasi pembelajaran juga mengakibatkan terjadinya proses pembelajaran yangsangat tidak menyenangkan bagi siswa yaitu guru sebagai sentral, bersikap otoriter,komunikasi berlangsung satu arah, guru melatih dan menentukan apa yang harusdipelajari murid.<!--[if !supportLists]-->4.
 
<!--[endif]-->Murid berperan sebagai pendengar dalam prosespembelajaran dan menghafalkan apa yang didengar dan dipandang sebagai cara

Activity (62)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Adee Nurhayati liked this
Ady Killms liked this
Yani Djaa liked this
Wina Nawangsari liked this
Shaly Tsania liked this
Alive Ichicqiwir liked this
Dan Ne liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->