Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
68Activity

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PICU

PICU

Ratings: (0)|Views: 1,989 |Likes:
Published by babah79

More info:

Published by: babah79 on Feb 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/02/2013

pdf

text

original

 
STANDAR PENATALAKSANAANUNIT PERAWATAN INTENSIF ANAK PROSEDUR PENERIMAAN, PERAWATAN DAN PEMULANGAN PENDERITAUNIT PERAWATAN INTENSIFI.Indikasi masuk dan keluar penderita ke Unit Perawatan Intensi
Penderita dengan keadaan kritis harus dimasukkan ke ruang Unit Perawatan Intensif.Kondisi-kondisi yang masuk indikasi rawat di Unit Perawatan Intensif adalah :
Sistem Respirasi :
1.Intubasi endotrakeal atau kemungkinan akan membutuhkan intubasi endotrakeal danventilasi mekanik, tanpa memandang etiologinya.2.Penyakit paru, saluran nafas atas atau bawah yang progresif cepat, penyakit berat denganrisiko menjadi kegagalan nafas atau obstruksi total.3.Membutuhkan suplementasi oksigen tinggi (FiO
2
>0,5) tanpa memandang etiologinya.4.Baru dilakukan trakeostomi dengan atau tanpa membutuhkan ventilasi mekanik.5.Barotrauma akut yang menggangu jalan nafas atas atau bawah.6.Membutuhkan pemberian nebulisasi yang sering atau terus menerus.
Sistem Kardiovaskuler
1.Syok dekompensai yang tidak respon pada resusitasi I dan syok berulang.2.Pasca resusitasi kardiopulmoner.3.Disritmia yang mengancam nyawa.4.Gagal jantung kongestif yang tidak stabil, dengan atau tanpa kebutuhan ventilasimekanik.5.Penyakit jantung kongential dengan status kardiorespiratorik yang tidak stabil.6.Setelah dilakukan prosedur kardiovaskuler dan intratorakal yang berisiko tinggi.7.Kebutuhan akan pemonitoran tekanan arteri, tekanan vena sentral atau arteri pulmoner.8.Kebutuhan akan
cardiac pacing 
sementara.
Sistim Neurologis
1.Kejang yang tidak memberikan respon terhadap terapi atau membutuhkan penginfusanobat antikejang terus menerus.2.Perubahan sensorium yang akut dan berat dimana penurunan fungsi neurologiskemungkinan akan terjadi, atau koma dengan kemungkinan gangguan jalan nafas.3.Setelah prosedur neurologis dimana dibutuhkan pemonitoran yang invasif atau observasiketat.4.Inflamasi atau infeksi akut pada medulla spinalis, meningen atau otak dengan gangguanneurologis, metabolik dan hormonal, gangguan respirasi atau hemodinamik atau terdapatkemungkinan peningkatan tekanan intrakranial.1
 
5.Trauma kepala dengan peningkatan tekanan intrakranial.6.Kondisi-kondisi preoperatif bedah syaraf dengan penurunan fungsi neurologis.7.Disfungsi neuromuskuler progresif dengan atau tanpa gangguan sensorium yangmembutuhkan pemonitoran kardiovaskuler dan/atau bantuan pernafasan.8.Kompresi medulla atau impending kompresi.9.Pemasangan drainase ventrikuler eksternal.
Hematologi/onkologi
1.Transfusi tukar.2.Plasmaferesis atau leukoferesis dengan kondisi klinis yang tidak stabil.3.Koagulopati berat.4.Anemia berat yang menyebabkan gangguan hemodinamik atau respiratorik.5.Komplikasi berat dari krisis sickle cell, seperti perubahan neurologis, acute chestsyndrome, atau anemia aplastik dengan instabilitas hemodinamik.6.Memulai kemoterapi yang memiliki risiko terjadinya sindroma lisis tumor.7.Massa tumor yang menekan atau mengancam pembuluh darah atau organ vital atausaluran nafas.
Endokrin/metabolik 
1.Ketoasidosis diabetik berat yang membutuhkan pengobatan yang melebihi standar.2.Gangguan elektrolit berat lain seperti :-Hiperkalemia, di mana dibutuhkan pemonitoran jantung dan intervensi terapetik akut.-Hipokalsemia atau hiperkalsemia bermakna yang membutuhkan monitoring.-Hipoglikemia atau hiperglikemia berat.-Asidosis metabolik berat yang membutuhkan penginfusan bikarbonat, pemonitoran yang intensif atau intervensi yang kompleks.-Intervensi yang kompleks untuk mempertahankan keseimbangan cairan.3.Gangguan metabolisme bawaan dengan penurunan keadaan umum yang akut yangmembutuhkan bantuan pernafasan, dialisis akut, hemoperfusi, penatalaksanaanhipertensi intrakranial atau zat-zat inotropik.
Gastrointestinal
1.Perdarahan gastrointestinal berat yang menyebabkan instabilitas hemodinamik ataurespirasi.2.Setelah endoskopi emergensi untuk mengangkat benda asing.3.Gagal hati akut yang menyebabkan koma, instabilitas hemodinamik atau respirasi.
Bedah
1.Pasca Bedah kardiovaskuler.2.Pasca Bedah toraks.3.Prosedur bedah syaraf.4.Bedah otolaringologis.2
 
5.Bedah kraniofasial.6.Bedah ortopedik dan tulang belakang.7.Bedah umum dengan instabilitas hemodinamik atau respirasi.8.Transplantasi organ.9.Trauma multipel dengan atau tanpa instabilitas kardiovaskuler.10.Kehilangan darah hebat, baik selama pembedahan atau pada periode pasca operasi.
Sistim renal
1.Gagal ginjal2.Kebutuhan akan hemodialisis akut, peritoneal dialisis atau terapi penggantian ginjal yangterus menerus pada penderita yang stabil.3.Rhabdomyolisis akut dengan insufisiensi ginjal.
Multi Sistim dan lain-lain
1.Ingesti bahan toksik atau overdosis obat dengan kemungkinan terjadinya dekompensasisistim-sistim organ utama.2.Sindroma disfungsi organ multipel.3.Dicurigai atau ditemukan adanya hipertermia malignan.4.Trauma listrk atau trauma rumah tangga atau lingkungan lain.5.Adanya luka bakar yang meliputi > 10% permukaan tubuh.
II. Indikasi keluar / pindah dari ICU :
Kriteria untuk transfer / keluar dari ICU adalah :1.Parameter hemodinamik stabil.2.Status respirasi stabil (penderita telah diekstubasi dengan hasil gas darah arteri dalam batas normal) dan jalan nafas paten.3.Kebutuhan oksigen minimal dan tidak melebihi batas standar penatalaksanaan di bangsal pasien yang bersangkutan.4.Tidak lagi membutuhkan obat-obatan inotropik, vasokonstriksi, vasodilator atauantiaritmia atau hanya membutuhkan dosis rendah yang aman diberikan di bangsal.5.Disritmia jantung telah terkendali.6.Peralatan pemonitoran tekanan intrakranial telah dilepas.7.Status neurologis stabil dengan kejang yang telah terkendali.8.Seluruh saluran untuk memonitor hemodinamika telah dilepas.9.Penderita dengan ventilasi mekanik kronik yang penyakit kronisnya telah mengalami perbaikan atau sembuh serta kondisi lainnya stabil dan dapat dirawat di bangsal yangsecara rutin bisa merawat penderita dengan ventilasi kronik atau dirawat di rumah.10.Peritoneal dialisis atau hemodialisis rutin dengan perbaikan penyakit kronis dimana tidak memerlukan penatalaksanaan yang melebihi penatalaksanaan di bangsal.11.Penderita dengan jalan nafas buatan (trakeostomi) yang tidak lagi memerlukan penghisapan lendir yang sering.3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->