Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
8Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Differensiasi Untuk Mengatasi Masalah Perguruan Tinggi Swasta

Differensiasi Untuk Mengatasi Masalah Perguruan Tinggi Swasta

Ratings: (0)|Views: 1,665|Likes:
Published by faturasia
Differensiasi Untuk Mengatasi Masalah Perguruan Tinggi Swasta, arijo isnoer narjono stie asia malang
Differensiasi Untuk Mengatasi Masalah Perguruan Tinggi Swasta, arijo isnoer narjono stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on Feb 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/09/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol. 4 No. 1.Desember 2009
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
88
DIFFERENSIASI UNTUK MENGATASI MASALAH PERGURUANTINGGI SWASTA
OlehArijo Isnoer Narjono
*)
Abstraksi
 Kemampuan mengembangkan sektor pendidikan tinggi merupakan salah satu kuncikeberhasilan investasi SDM yang dilakukan oleh suatu negara. Di Indonesia, sektor ini ternyatadapat dikatagorikan sebagai sedang terpuruk yang ditandai dengan banyaknya PTS yang bermasalah dan bangkrut. Solusi untuk memecahkan masalah ini sangat mendesak untuk ditemukankalau tidak ingin sektor pendidikan tinggi semakin terpuruk lebih dalam lagi. Salah satu solusinyaadalah mengembangkan keunggulan bersaing PTS yang berbentuk deferensiasi.
Kata Kunci
: Differensiasi, Masalah PTS*) Dosen Manajemen STIE ASIA Malang
Pendahuluan
Kondisi terseok-seoknya PTS terus menjadi persoalan.Banyak PTS yang gulung tikar ataupun menutup program studinya karena kalah bersaing. Menurut data APTISI pusat,sebanyak 30 persen atau 800-an perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia gulung tikar (Kompas, 2008).Sementara di Jawa Timur sendiri, ada 30dari 351 PTS yang tutup selama kurun waktu lima tahunterakhir (sampai tahun 2009). Selain itu, sebanyak 49 PTS di Jawa Timur dikatakan berada dalamkeadaan tidak sehat (Koran Tempo, 2009).Bangkrutnya PTSPTS tersebut terutama disebabkan tidak ada ataukurangnya minat calonmahasiswa yang mau mendaftar pada PTS tersebut. Akibatnya, sekolah swasta yang mengandalkandana masyarakat tersebut tidak mampu membiayai operasional pendidikan.Jika jumlah mahasiswatidak cukup, kecil kemungkinan PTS bisa survive karena sumber dana sebagian besar berasal darimahasiswa. Walaupun demikian, banyak PTS yang tetap memaksakan diri membuka program studimeskipun jumlah mahasiswanya tidak memadai. Bahkan, ada pula PTS yang tinggal papan namakarena kekurangan mahasiswa tetap beroperasi.
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol. 4 No. 1.Desember 2009
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
89
Umumnya PTSPTS yang gulung tikar tersebut dianggap telah lama bermasalah atau tidak  berkualitas.Beberapa permasalahan yang dihadapi mayoritas PTS di Indonesia, di antaranya terkait pengelolaan keuangan, sarana dan prasarana , kepemimpinan, sumberdaya manusia, citra lembaga,dan organisasi yang tidak sehat sehingga saling gugat di pengadilan.Perkembangan dan perubahan lingkungan yang begitu cepat dan dramatis, termasuk  perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi serta perubahan sosial ekonomi, telahmempengaruhi sektor pendidikan tinggi sehingga mengakibatkan timbulnya persaingan bisnisdalam industri pendidikan tinggi yang begitu ketat. Perkembangan dan perubahan terjadi secaralintas geografis. Secara populer perkembangan tersebutdikenal dengan istilah globalisasi (Siagian,1995). Kondisi yang demikian menuntut setiap PTS untuk bisa menggali dan mengembangkansumber-sumber keunggulan bersaing agar dapat bertahan hidup.Perubahan yang kian cepat di tengah arus globalisasi dan industrialisasi menuntut antisipasi para pengelola pendidikan tinggi, khususnya untuk menghasilkan lulusan yang adaptif. Kalau tidak,akan semakin banyak lagi PTSPTS yang gulung tikar. Faktanya, dari sekitar 2.746 perguruantinggi swasta (PTS), hanya sekitar20 persennya yang siap menyambut tantangan tersebut,selebihnya dinilai belum siap bersaing di era global. Jangankan bersaing di era globalisasi, bersaingdi tingkat lokal saja sudah setengah mati.(Hendrawan, 2009)Permasalahannya sekarang, apa yang diperlukan oleh sebuah PTS jika ingin bukan hanya bertahan, akan tetapi juga tumbuh dimasa datang bahkan di kancah internasional?
Masalah PTS Akibat Industrialisasi
Mcleod (2001) mendifinisikan masalah baik secara negatip maupun secara positip.Menurutnya masalah adalah suatu kondisi yang memiliki potensi menimbulkan kerugian luar biasaatau menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Yang terjadi di sektor pendidikan tinggi adalahmasalah dalam arti yang negatip, yaitu adanya kondisi yang telah menimbulkan bangkrutnya banyak PTS.Kalau ditelusuri, masalah yang dihadapi oleh kalangan perguruan tinggi swasta (PTS) diIndonesia sebenarnya merupakan dampak industrialisai terhadap pendidikan tinggi. Seperti kitaketahui bahwa industrialisasi telah lama merambah dan masuk dalam sektor pendidikan tinggi diIndonesia yaitu sejak masa pemerintahan orde baru yang menempatkan pertumbuhan ekonomi danindustri sebagai prioritas terpenting. Realitas ini berlanjut sampai sekarang meskipun pemerintahan
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol. 4 No. 1.Desember 2009
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
90
orde baru telah jatuh dandigantikan pemerintahan orde reformasi. Hal ini akibat berkembangnya paradigma yang menyatakan bahwa industrialisasi, materialisme dan liberalisme dapat membawakemajuan bagi dunia pendidikan tinggi.Dalam beberapa hal, paradigma tersebut memang terbukti membawa dampak positip bagi perkembangan dunia pendidikan tinggi. Industrialisasi telah mengantarkan pendidikan tinggi diIndonesia mengenal alatalat teknik dan komunikasi yang canggih, prosedur akademik yangefesien, manajemen modern dan teknik pemasaran jasa yang makin maju dan agresif. Akibatderegulasi, reformasi dan liberalisasi pendidikan tinggi, PTSPTS baru (dan PTN baru) juga banyak didirikan dan dikembangkan. Berbagai gedung perkuliahan, perpustakaan, ataulaboratorium gencar di bangun. Lama pendidikan menjadi semakin pendek, proses kelulusanmenjadi semakin mudah dan jumlah lulusan perguruan tinggi menjadi maksimal dan meningkat berkesinambungan. Pendidikan tinggi juga telah menjadi sebuah komoditas jasa yang tersediasecara massal dan meratadi hampir seluruh kabupaten di Indonesia.Kehadiran perguruan tinggi (terutama PTS) di daerah-daerah telah mencegah banyaknyamigrasi penduduk dari daerah-daerah ke kota-kota besar. Modernisasi perguruan tinggi dan beragamnya pilihan program studidi dalam negeri juga telah mencegah banyaknya anakanak orang kaya pergi belajar ke luar negeri, sehingga dapat menghemat devisa.Di lain pihak, perkembangan dan kemajuan tersebut bukan tidak membawa masalah.Maraknya PTS telah meningkatkan intesitas persaingan di dunia pendidikan tinggi. Perguruantinggi sebagai unit pengelolah pendidikan tinggi akhirnya direkayasa seperti perusahaan raksasamodern yang selalu memperhatikan efesiensi dan efektivitas. Perang pemasaran denganmenawarkan berbagai janji dan beragam kemudahan menjadi hal biasa dalam usaha menarik mahasiswa. BagiPTS yang tidak siap dengan persaingan dan industialisasi pendidikan tinggi,akhirnya gulung tikar atau menutup program studinya karena kalah bersaing.Ekspansi industri juga telahmemberikan efek yang sangat luas dan mendalam kepadakondisi sosial di kalangan masyarakat akademik. Pendidikan tinggi menjadi tidak bebas otonom.Kurikulum, praktek mengajar, materi pelajaran dan sasaran pengajaran, semuanya harus disesuaikandengan persyaratan teknis dari dunia industri. Kalau tidak 
link and match
dengan dunia industri,maka akan kesulitan mendapatkan mahasiswa dan menyalurkan lulusannya. Fenomena tidak 
link and match
ini banyak dialami oleh kalangan perguruan tinggi swasta (PTS) sehingga berakibat PTStersebut tidak diminati oleh calon mahasiswa.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Aditya Nugraha liked this
Dessy She Cuex'z liked this
Elly Noer liked this
Giovan Aldi liked this
Heriyono Lalu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->