Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Pengaruh Strategi Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Toko Eceran Tradisional Kepanjen Malang

Analisis Pengaruh Strategi Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Toko Eceran Tradisional Kepanjen Malang

Ratings: (0)|Views: 1,295 |Likes:
Published by faturasia
Analisis Pengaruh Strategi Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Toko Eceran Tradisional Kepanjen Malang, tin agustina karnawati & lilik nurhamzah stie asia malang
Analisis Pengaruh Strategi Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Toko Eceran Tradisional Kepanjen Malang, tin agustina karnawati & lilik nurhamzah stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on Feb 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/21/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.3No.1.Desember2008
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
34
ANALISIS PENGARUH STRATEGI MARKETING MIX TERHADAPKEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMENTOKO ECERAN TRADISIONALKEPANJEN MALANG
Oleh:Tin Agustina Karnawati*)Lilik Nur Hamzah
 Abstract Marketing is the key factor to continuity of company, trough understanding of customer’sneeds and giving a good servicethancustomer’s loyality can be acquired. Retail businessis a service business that eventually growth up, especially in town environment can be animportant trading chain in the state economy. However, it’s important know the retail business strategy to maintain the retail business, with the marketing mix development, that is :location, merchandise, price, promotion, store atmosphere, and retail service.Marketing is a tool for the marketer which consist of variouselement of marketin programthat needs to be considered for the implementation of marketing strategy and positioning can be succeed. This research want’s to know how the influence of Retail of Marketing Mixtoward Customer’s buying decision in traditionalretail store in Kepanjen, Malang. Key word : Retail business strategy, Marketing Mix development 
*) Dosen Tetap Jurusan Manajemen STIE ASIA Malang
Latar Belakang
Banyak bentuk bisnis yang menggunakan pola pelayanan yang diorientasikan pada pelanggan termasuk pada bisnis usaha eceran (retailer) yang dewasa ini begitu banyak  bermunculan dan menjamur terutama di lingkungan perkotaan, hal ini dapat dipengaruhioleh makin maraknya pertumbuhan usaha
minimarket 
dan adanya banyak pembangunanRuko (Rumah Toko) di pusat perkotaan dan jalan raya yang dirasa strategis untuk usahatersebut. Yang dimaksud pengecer adalah sebuah organisasi yang membeli produk denganmaksud menjual produk itu kembali kepada para konsumen akhir.Bisnis eceran, yang kini popular disebut bisnis ritel, merupakan bisnis yangmenghidupi banyak orang dan memberi banyak keuntungan bagi sementara orang lain.Bahkan pada saat krisis moneter melanda Indonesia di akhir tahun 1997, yang kemudian berkembang menjadi krisis ekonomi, perekonomian Indonesia banyak tertolong oleh sektor  perdagangan eceran, pengecer juga sebagai mata rantai perdagangan. Pasar ritel dapattumbuh terus sebagai akibat dari perkembangan berbagai bidang, pertama yangmempengaruhi pertumbungan pasar ritel adalah perkembangan demografi. Pangsa pasar ritel periode Mei 2002April 2003 menunjukkan Jawa Barat (termasuk Depok, Bogor,Tengerang, dan Bekasi) mencapai 20,7 %, Jawa Tengah 16,3 %, Jawa Timur 15,9%,Jakarta 15,0%, Sumatra Utara 11,0%, Sumatra Selatan 7,8%, Daerah-daerah lain13,4% (Bisnis Indonesia, 14 Agustus 2003 dari AC Nielsen).Penduduk Indonesia sebagai penduduk kelima terbanyak didunia (setelah China,India, AS, dan Rusia) dengan kondisi perekonomian mayoritas rumah tangga menengah ke bawah tersebar di lebih dari 30 provinsi di berbagai pulau. Menurut perhitungan BPS, parakonsumen Indonesia menghabiskan US$100 per orang per tahun untuk belanja di riteltradisional atau sekitar Rp 150 triliun setelah perhitungan kurs yang berlaku dan jumlah
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.3No.1.Desember2008
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
35 penduduk. Pasar ritel Indonesia pada tahun 2003 diperebutkan oleh pengecer modern dan pengecer tradisonal. Pasar tradisional, dalam wujud warung, toko, pasar, mengalami penurunan pangsa pasar dari 79,8% menjadi 73,8%, meskipun dalam nilai omzetmenunjukkan kenaikan dari Rp 145,5 triliun ke Rp 196,3 triliun.Jumlah gerai di Indonesiamenurut penelitian AC Nielsen (Bisnis Indonesia, 20 Agustus 2004) adalah ritel modern5.079 gerai dan ritel tradisional1.745.589 gerai.Jadi peminat pasar eceran atau bisniseceran tradisional paling besar.Kecamatan Kepanjen pada tahun 2006 tercatat sebanyak 89 usaha dagang yangterdaftar resmi pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang termasuk usaha dagang eceran.Jumlah 89 ini terbagi menjadi 3 SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan)yaituSIUP besar = 3; SIUP menengah = 7; SIUP kecil 79 usaha. Yang membedakan antaraSIUP besar, menengah, dan kecil adalah dilihat dari modal awal usaha dagang tersebutdimulai. Jika SIUP besar memiliki modal awal antara Rp.500 juta ; SIUP menengah denganmodalawal antara Rp.500.000Rp 5.000.000dan SIUP kecil modal awal dibawah Rp500.000.Jika diperhatikan sudah banyak toko eceran yang awalnya hanyalah merupakan usahakecil-kecilan kini telah menjadi usaha
retail 
yang cukup besar dan berkembang sehinggamampu bersaing dengan
minimarket.
Bahkan dari segi penyediaan barang dan pelayanan pun tidak kalah dengan
minimarket.
Berkembangnya usaha eceran sendiri dikarenakansemakin majunya masyarakat dan meningkatnya kebutuhan yang segera dipenuhi, olehkarena itu kahadiran toko eceran menjadi alternatif bagi masyarakat dalam memenuhikebutuhannya.Bagaimana cara pengusaha
retailer 
itu sendiri untuk dapat mempertahankan usahatoko ecerannya salah satunya dengan pengembangan bauran pemasaran atau disebut
marketing mix
yang meliputi lokasi, merchandise (barang yang dijual),ketetapan harga, promosi ,atmosfer dalam toko dan retail service.
Marketing mix
merupakan tool atau alat bagi marketer yang terdiri dari berbagai elemen suatu program pemasaran yang perludipertimbangkan agar implementasi strategi pemasaran dan positioning yang ditetapkandapat berjalan sukses.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dikajidalam penelitian ini adalah :1.Apakah
Marketing Mix
yang meliputi Lokasi,
Merchandise, Pricing 
, PromosiPenjualan, Atmosfer dalam Toko dan
 Retail Service
 berpengaruh terhadapusahatoko eceran tradisional di Kepanjen Kabupaten Malang terhadap keputusan pembelian konsumenbaik secara simultan maupun parsial?
2.
Variabel
Marketing Mix
yang manakahdiantaraLokasi,
Merchandise, Pricing 
,Promosi Penjualan, Atmosfer dalam Toko dan
 Retail Service
yangberpengaruhdominanterhadap keputusan pembelian konsumen toko eceran tradisional diKepanjen Kabupaten Malang?
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.3No.1.Desember2008
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
36
Tujuan Penelitian
1.Untuk mengetahui pengaruh
Marketing Mix
terhadapusaha toko eceran tradisionaldi Kepanjen kabupaten Malang terhadap keputusan pembelian konsumen secarasimultan dan parsial.2.Untuk mengetahui pengaruhyang dominan darivariabel
Marketing Mix
terhadapkeputusan pembelian konsumen ditoko eceran tradisional di Kepanjen kabupatenMalang.
LandasanTeori
Pengertian Eceran
(Retailer) adalah
semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara lansung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi bukan bisnis disebut usaha eceran
(retailing)
. Sedangkan pengecer atau toko eceran
(retailer)
adalah usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan eceran(Kotler,2002).Alma (2004) mengemukakan bahwaPerdagangan eceranadalah suatukegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Pendapat ini menekankan bahwa pedagang eceran adalah semua kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir.Dijelaskan pula oleh Kotler (2002) bahwa Organisasi apapun yang menjualkepadakonsumen akhir, baik itu produsen, grosir, atau pengecer, dikatakan melakukan usahaeceran. Tidak masalah bagaimana barang atau jasa itu dijual (melalui orang, surat, teleponatau mesin penjual) atau dimana dijual (di toko, di pinggir jalan atau dirumah konsumen).
Toko pengecer 
adalah toko yang menjual produk tertentu pada konsumen akhir dan penjualannya berasal dari penjualan eceran. Untuk dapat menarik minat konsumen agar membeli di toko eceran, maka diperlukan aktivitas pemasaran, yang merupakankegiatantoko eceran guna memperkenalkan barang dagangannya yang ditujukan untuk memuaskankebutuhan dan keinginan konsumennya. Aktivitas pemasaran ini perlu dilakukan karenaterdapat suatu kecenderungan bahwa dalam pengambilankeputusan,konsumen memiliki pertimbangan-pertimbangan atau alasan seperti daya beli, prioritas kebutuhan, harga yangmurah dengan kualitas tinggi, lokasi dekat dengan tempat tinggal dan sebagainya. Sepertiyang dikemukakan oleh Ferrel (1995) bahwa konsumen berbelanja karena berbagai alasan –mencari barang tertentu, mengatasi kebosanan, atau, mempelajari sesuatu yang baru–  para pengecer harus melakukan lebih dari sekedar mengisi rak-rak mereka dengan barang- barang yang dijual, mereka harus menyediakan produk-produk yang diinginkan,menciptakan lingkungan yang merangsang berbelanja, dan mengembangkan strategi pemasaran yang meningkatkan jumlah pelanggan toko.Faktor-faktor yang mempengaruhi
 perilaku konsumen pada pemasaran retail 
menurut Ma’ruf (2005 ) adalah 1) Faktor Lingkungan (Faktor budaya, Faktor sosial, Faktor teknologi dan Faktor infrastruktur) 2) Faktor Pribadi (Aspek pribadi, Aspek kejiwaan/spikologi).
 Faktor Budaya
adalah faktor mendasar dalam pembentukan norma-norma yang memiliki seseorang yang kemudian membentuk atau memiliki keinginan dan perilaku menjadi seorang konsumen.
 Faktor sosial 
merupakan kelompok masyarakat yangmempunyai tingkat tertentu, yang memiliki nilai dan sikap yang berbeda dari kelompok tingkat lain.
 Faktor teknologi
 bertambah dari tahun ke tahun berikutkecanggihanteknologinya yang bertambah dari waktu ke waktu.Teknologi meliputi alat transportasi, peralatan rumah tangga,
 Audio visual 
sampai padaInternet dan selular.
 Faktor infrastruktur 
seperti saranayang memfasilitasi gerak dan kerja individu berpengaruh besar pada

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Randi Marchiano liked this
Budi Darmawan S liked this
HRDGA1974 liked this
Ana Alves liked this
Nadira Shahnaz liked this
Nadira Shahnaz liked this
Nadira Shahnaz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->