Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.3No.1.Desember2008
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
36
Tujuan Penelitian
1.Untuk mengetahui pengaruh
Marketing Mix
terhadapusaha toko eceran tradisionaldi Kepanjen kabupaten Malang terhadap keputusan pembelian konsumen secarasimultan dan parsial.2.Untuk mengetahui pengaruhyang dominan darivariabel
Marketing Mix
terhadapkeputusan pembelian konsumen ditoko eceran tradisional di Kepanjen kabupatenMalang.
LandasanTeori
Pengertian Eceran
(Retailer) adalah
semua kegiatan yang terlibat dalam penjualan barang atau jasa secara lansung kepada konsumen akhir untuk penggunaan pribadi bukan bisnis disebut usaha eceran
(retailing)
. Sedangkan pengecer atau toko eceran
(retailer)
adalah usaha bisnis yang volume penjualannya terutama berasal dari penjualan eceran(Kotler,2002).Alma (2004) mengemukakan bahwaPerdagangan eceranadalah suatukegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir. Pendapat ini menekankan bahwa pedagang eceran adalah semua kegiatan menjual barang dan jasa kepada konsumen akhir.Dijelaskan pula oleh Kotler (2002) bahwa Organisasi apapun yang menjualkepadakonsumen akhir, baik itu produsen, grosir, atau pengecer, dikatakan melakukan usahaeceran. Tidak masalah bagaimana barang atau jasa itu dijual (melalui orang, surat, teleponatau mesin penjual) atau dimana dijual (di toko, di pinggir jalan atau dirumah konsumen).
Toko pengecer
adalah toko yang menjual produk tertentu pada konsumen akhir dan penjualannya berasal dari penjualan eceran. Untuk dapat menarik minat konsumen agar membeli di toko eceran, maka diperlukan aktivitas pemasaran, yang merupakankegiatantoko eceran guna memperkenalkan barang dagangannya yang ditujukan untuk memuaskankebutuhan dan keinginan konsumennya. Aktivitas pemasaran ini perlu dilakukan karenaterdapat suatu kecenderungan bahwa dalam pengambilankeputusan,konsumen memiliki pertimbangan-pertimbangan atau alasan seperti daya beli, prioritas kebutuhan, harga yangmurah dengan kualitas tinggi, lokasi dekat dengan tempat tinggal dan sebagainya. Sepertiyang dikemukakan oleh Ferrel (1995) bahwa konsumen berbelanja karena berbagai alasan –mencari barang tertentu, mengatasi kebosanan, atau, mempelajari sesuatu yang baru– para pengecer harus melakukan lebih dari sekedar mengisi rak-rak mereka dengan barang- barang yang dijual, mereka harus menyediakan produk-produk yang diinginkan,menciptakan lingkungan yang merangsang berbelanja, dan mengembangkan strategi pemasaran yang meningkatkan jumlah pelanggan toko.Faktor-faktor yang mempengaruhi
perilaku konsumen pada pemasaran retail
menurut Ma’ruf (2005 ) adalah 1) Faktor Lingkungan (Faktor budaya, Faktor sosial, Faktor teknologi dan Faktor infrastruktur) 2) Faktor Pribadi (Aspek pribadi, Aspek kejiwaan/spikologi).
Faktor Budaya
adalah faktor mendasar dalam pembentukan norma-norma yang memiliki seseorang yang kemudian membentuk atau memiliki keinginan dan perilaku menjadi seorang konsumen.
Faktor sosial
merupakan kelompok masyarakat yangmempunyai tingkat tertentu, yang memiliki nilai dan sikap yang berbeda dari kelompok tingkat lain.
Faktor teknologi
bertambah dari tahun ke tahun berikutkecanggihanteknologinya yang bertambah dari waktu ke waktu.Teknologi meliputi alat transportasi, peralatan rumah tangga,
Audio visual
sampai padaInternet dan selular.
Faktor infrastruktur
seperti saranayang memfasilitasi gerak dan kerja individu berpengaruh besar pada