Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pembelajaran Yang Menumbuhkan Minat Mahasiswa Berwirausaha

Pembelajaran Yang Menumbuhkan Minat Mahasiswa Berwirausaha

Ratings: (0)|Views: 1,557 |Likes:
Published by faturasia
Pembelajaran Yang Menumbuhkan Minat Mahasiswa Berwirausaha, darpujiyanto stie asia malang
Pembelajaran Yang Menumbuhkan Minat Mahasiswa Berwirausaha, darpujiyanto stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on Feb 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.1.Desember 201
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
21
PEMBELAJARAN YANG MENUMBUHKAN MINAT MAHASISWABERWIRAUSAHAOleh :Darpujiyanto *)Abstraksi
Pembelajaraan kewirausahaan diperlukan sebagai upaya untuk menumbuhkembangkan minatkewirausahaan (
entrepreneurship intention
) agar para lulusan perguruan tinggilebih menjadi penciptalapangan kerja dari pada pencari kerja. Pendidikan kewirausahaan bertujuan untuk menyiapkan agar mahasiswa memiliki kesiapan untuk membuka usaha baru setelah lulus kuliah. Namun demikian pembelajaraan kewirausahaan masih memberikanperdebatan. Perdebatan adalah berkaitan dengan apakah pendidikan kewirausahaan dapat diajarkan serta metode pengajaran yang paling tepat dilakukan. Pandangan tradisional beranggapan bahwa kewirausahaan itu bakat dari lahir dan karenanya tidak dapat diajarkan. Namun beberapa studi empiris menemukan bahwakewirausahaan dapat diajarkan, diantaranya melalui pendekatan
action based learning, experiental learning 
dan
consultation-based learning.
Pembelajaraan kewirausahaan dalam upaya meningkatkan minat mahasiswa untuk berwirausaha,dalam pendekatan teori ekonomi memerlukan faktor pendorong (
 push
) baik dari personal danlingkungan serta faktor penarik (
 pull 
) yang berupa kesempatan-kesempatan untuk berwirausaha. Darisudut pandang Ilmu sosial dan psikologi, teori yang paling sering dipakai dalam memperkirakan suatudorongan perilaku adalah teori
reasoned action
dan teori
 planned behavior.
Pembelajaraankewirausahaan dalam upaya untuk meningkatkan minat mahasiswa untuk berwirausaha memerlukan: pengetahuan, ketrampilan, sikap yang akhirnya menumbuhkan perilaku berwirausaha yangdipengaruhi faktor internal dan eksternal.Paper ini bertujuan: (1) untuk lebih memahami pro kontra pembelajaraan kewirausahaan di perguruantinggi, (2) memahami kerangka teori pembelajaraan kewirausahaan dalam upaya meningkatkan minatmahasiswa untuk berwirausaha.Kata Kunci: pembelajaraan kewirausahaan, minat mahasiswa berwirausaha (
entreprenerushipintenstion
), pendidikan tinggi*) Dosen Manajemen STIE ASIA Malang
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.1.Desember 201
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
22
A. PENDAHULUAN
Jumlah pengangguran dari tahun ke tahun terus meningkat, hal ini disebabkansedikitnya lapangan pekerjaan sedangkan jumlah lulusan sekolah menengah dan perguruantinggi terus bertambah. Akibatnya terjadi ketidakseimbangan antara jumlah lapangan pekerjaan dengan orang yang akan bekerja. Apalagi diperparah dengan timbulnya aksi PHK dari beberapa perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Masalah pengangguran sebenarnya bisa diatasi jikalau negara mampu menyediakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin. Namun hal ini sepertinya tidak mungkin bisa secepatnya terealisasi, karena banyaknyakendala baik dari segi ekonomi maupun sumber daya manusia (SDM) itu sendiri.Berwirausaha merupakan trobosan guna menanggulangi pengangguran terdidik.Mulai tahun 2009, dukungan kegiatankemahasiswaan menyediakan pendidikankewirausahaan kepada mahasiswa yang punya motivasi untuk berwirausaha. Program pendidikan kewirausahaan ini masuk dalam daftar isian pelaksanaan anggaran masingmasing perguruan tinggi, sekitar 70% dari dana yang diterima setiap perguruan tinggi dipakai untuk mendukung mahasiswa dalam menjalankan bisnis (Kompas, 2011).Menurut data dari BPS tentang angka pengangguran dari tahun 2006 sampai 2009mengalami peningkatan. Pada bulan Agustus (2006) terjadi peningkatan yakni dari 182.629 jiwa menjadi 226.261 jiwa sedangkan program diploma berjumlah 224.964 jiwa, pada bulanFebruari ( 2007 ) pengangguran tercatat sebesar 409.890 jiwa sedangkan program diplomasebesar 330.316 jiwa. Sedangkan pada tahun 2008 tercatat lulusan SMA menyumbang angkayang paling besar sekitar sebanyak 3.369.959 juta jiwa diikuti pengangguran SD sebanyak 2.179. 792 juta jiwa, SMP sebanyak 2.166.619 juta jiwa, diploma/akademi sebanyak 519.867 jiwa dan universitas sebanyak 626.202 jiwa. Begitu pula data pada bulan Februari 2009 ada peningkatan pengangguran tercatat sebanyak 9.258.964 juta jiwa dari total angkatan kerjasekitar 113.744.408 juta jiwa, dari jumlah 9,39 juta jiwa penganggur tersebut sebagian besar ada didesa jika dilihat dari latar belakang pendidikan SD kebawah sebanyak 2.508.253 juta jiwa, SLTP sebanyak 2.094.378 juta jiwa, SMA sebanyak 2.341.592 juta jiwa, SMK 
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.1.Desember 201
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
23
sebanyak 1.415.696 juta jiwa, sedangkan diploma sampai sarjana sebanyak 891.638 jiwa.Merupakan suatu presentase peningkatan pengangguran terdidik yang sangat tinggi diIndonesia, jumlah ini diprediksi semakin meningkat apabila tidak segera diatasi, sementaraitu perusahaan perusahaan semakin selektif dalam menerima karyawan. Semua ini menuntutindividu untuk bisa pandai-pandai mengatur strategi, mencari gagasan dan bersikap mandiriuntuk menyiasatinya.Sebagai negara sedang berkembang, Indonesia termasuk masih kekuranganwirausahawan. Hal ini dapat dipahami, kerena kondisi pendidikan di Indonesia masih belummenunjang kebutuhan pembangunan sektor ekonomi. Hampir seluruh sekolah masihdidominasi oleh pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran yang konvensional. Di satu sisiinstitusi pendidikan dan masyarakat kurang mendukung pertumbuhan wirausahawan. Di sisilain, banyak kebijakan pemerintahyang tidak dapat mendorong semangat kerja masyarakat,misalkan kebijakan harga maksimum beras, maupun subsidi yang berlebihan yang tidak mendidik perilaku ekonomi masyarakat.Sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah parawirausahawan. Wirausahawan adalah seorang yang menciptakan sebuah bisnis yang berhadapan dengan resiko dan ketidakpastian bertujuan memperoleh profit dan mengalami pertumbuhan dengan cara mengidentifikasi kesempatan dan memanfaatkan sumber dayayang diperlukan. Dewasa ini banyak kesempatan untuk berwirausaha bagi setiap orang yang jeli melihat peluang bisnis tersebut. Karier kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraanmasyarakat serta memberikan banyak pilihan barang dan jasa bagi konsumen, baik dalammaupun luar negeri. Meskipun perusahaan raksasa lebih menarik perhatian publik dan seringkali menghiasi berita utama, bisnis kecil tidak kalah penting perannya bagi kehidupan sosialdan pertumbuhan ekonomi suatu negara.Dari fenomena yang ada tentang kenaikanjumlah pengangguran terdidik makasemakin menunjukkan pentingnya penerapan pendidikan yang dapat memotivasi mahasiswadalam berwirausaha seletah lulus. Diharapkan mahasiswa mempunyai motivasi dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->