Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DISKURSUS POSTMODERISME KEPEMIMPINAN

DISKURSUS POSTMODERISME KEPEMIMPINAN

Ratings: (0)|Views: 316|Likes:
Published by faturasia
DISKURSUS POSTMODERISME KEPEMIMPINAN, ike kusdyah rachmawati stie asia malang
DISKURSUS POSTMODERISME KEPEMIMPINAN, ike kusdyah rachmawati stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on Feb 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
98
DISKURSUS POSTMODERISME KEPEMIMPINANIke Kusdyah Rachmawati*)Abstraksi
Modernitasdianggap lebih menghasilkan kecemasan dari pada kesejahteraan. Dengandemikian, modernisme jelas bukanlah sebuah idealism yang dapat diterima secara utuh.Pemikiran pun bergeser ke arah yang dianggap lebih baik, dan di sinilah postmodernismemengambil peran utama.Konsep kaum postmodernisme telah membuka sebuah wilayahwacana yang terbuka dan demokratis. Wacana yang telah melahirkan dan membentuk wajah masyarakat kontemporer. Diskursus postmodernisme, merupakan alat analisissekaligus potret dari masyarakat kontemporer yang memasuki dunia yang tanpa kepastian,tanpa keseragaman, dan dunia yang berputar cepat dengan perubahan-perubahan.Keyword : Postmodernitas, pemimpin*) Dosen jurusan manajemen STIE ASIA malang
DISKURSUS POSTMODERNITAS
Berbincang masalah postmodernitas terlintas mendalam tentang kebudayaan postmodern. Konsep kebudayaan postmodern memiliki karakteristik khusus yaitu hilangnyakeserbatunggalan, kepastian, dan ke-universalan. Sifat era postmodern itu tampak secarakonseptual pada gagasan seperti intertekstualitas dan simulasi.Intertekstualitas berartiketergantungan suatu teks pada teks-teks sebelumnya. Istilah yangpertama kali digunakan oleh(Kristeva dalam gunawan 1998) menunjukkan bahwa kebenaran tidak berada di luar interaksiantarteks.Terdapat perbedaan aksentuasi makna dan semangat ketika postmodernisme difahami sebagai periode kesejarahan dan mode pemikiran,meskipun keduanya memiliki keterkaitan yang amaterat.Yang pertama mengajak kita untuk memusatkan pada kajian sosiologis terhadap kehidupanmasyarakat postmodern, sedang yang kedua pada analisa konseptual-filosofis. Memahamikonsep post-modernisme kita memang mudah terjebak dalam berbagai kerancuan perspektif,terutama bila kita hendak sangat nyinyir (baca :kritis) membuat batasan-batasan tegas yangmemisahkan antara modernisme dan post-modernisme. Karikatur post-modernisme mudah
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
99 bercampur baur dengan substansi isinya yang kompleks. Post-modernisme kerap tumpang tindihdengan post-modernisme dalam perspektif filsafat.Yasraf (1998).Perbin cangan tentang perubahan gaya, dengan pembabakan tersendiri, yang kedua tentang perubahan kerangka dasar  pemikiran. Belum lagi pembicaraan pada fenomena kultural, macam kultur kritik atau punideologiekritik, juga sering membaur dengan pembicaraan pada wilayah problematikaepistemologis, sehingga antara simptom dan substansi, juga antara objek kajian dan paradigma berpikir,terjadi kerancuan yang menyulitkan kita untuk menyiangi duduk perkara tentangkebenaran.Dengan kata lain, kebenaran adalah hasil saling keterkaitan antarteks, di masa lalu,kini, dan masa datang. Simulasi adalah konsep yang dirumuskan oleh Baudrillard (1993 ),seorang pemikir Perancis. Apa yang dimaksud dengan simulasi adalah terjadinya suatu prosesyang melahirkan fenomena"seolah-olah".Fenomena "seolah-olah" itu sangat jelas tergambar  pada kultur kapitalisme mutakhir. Kapitalisme ini dalam mempertahankan daur hidupnya tidak saja menekankan pada proses produksi dan investasi, tetapi lebih menekankan pada mekanisme penciptaan kesan melalui media informasi.Sebagal contoh, banyak iklan yangmengkampanyekan kesan seolah-olah suatu produk kecantikan adalah lambang dari kecantikanalami. Hubungan antara kecantikan alami dan produk kecantikan sebelumnya mungkin tidak dikenal. Namun karena keduanya kerap dihadirkan dalam satu wadah iklan, lambat laun terciptaasosiasi antara keduanya. Pada tahap selanjutnya produk kecantikan tersebut benar-benar dipercaya sebagai representasi kecantikan alami.Fenomena itu menunjukkan bahwa makna yangsebelumnya tidak ada dapat saja diciptakan dan kemudian menjadi benar-benar dipercaya ada.Oleh karena itu Baudrillard ( 1993 ) menyatakan bahwa kini tercipta apa yang disebut simulasi,yaitu ruang pemaknaan di mana tanda-tanda saling terkait tanpa harus memiliki tautan logis.Itulahhiper-realitas.Karakteristik kebudayaan postmodern dengan demikian menggambarkansuatu wacana yang penuh dengan ketegangan, kehilangan kepastian bentuk, makna, dan dasar.Semua karakteristik tersebut adalah sisi lain kebudayaan postmodernisme di mana semuanyamenjadi mungkin, semuanya menjadi sah.Penjelajahan konseptual kaum postmodernisme telah membuka sebuah wilayah wacana yangterbuka dan demokratis. Wacana yang telah melahirkan dan membentuk wajah masyarakatkontemporer. Diskursus postmodernisme, merupakan alat analisis sekaligus potret darimasyarakat kontemporer yang memasuki dunia yang tanpa kepastian, tanpa keseragaman, dan
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
100dunia yang berputar cepat dengan perubahan-perubahan.
PARADIGMA POSTMODERN
Ephoria tema postmodernisme ini bukanlah tanpa alasan. Sebagai sebuah pemikiran, postmodernisme pada awalnya lahir sebagai reaksi kritis dan reflektif terhadap paradigma modernisme yang dipandang gagal menuntaskan proyek Pencerahan danmenyebabkan munculnya berbagai patologi modernitas.. Rosenau ( 1992) , dalamkajiannya mengenai postmodernisme dan ilmu-ilmu sosial, mencatat setidaknya adalimaalasan penting gugatan postmodernisme terhadap modernisme (Rosenau, 1992: 10).
 Pertama
, modernisme dipandang gagal mewujudkan perbaikan-perbaikan ke arah masadepan kehidupan yang lebih baik sebagaimana diharapkan oleh para pendukungnya.
 Kedua
,ilmupengetahuan modern tidak mampu melepaskan diri dari kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan otoritas keilmuan demi kepentingan kekuasaan.
 Ketiga
, terdapat banyak kontradiksi antara teori dan fakta dalam perkembangan ilmu-ilmu modern.
 Keempat 
, adasemacam keyakinan bahwa ilmu pengetahuan modern mampu memecahkan segala persoalan yang dihadapi manusia. Namun ternyata keyakinan ini keliru dengan munculnya berbagai patologi sosial.
 Kelima
, ilmu-ilmu modern kurang memperhatikan dimensi-dimensi mistis dan metafisismanusia karena terlalu menekankan atribut fisik individu.Dengan latar belakang demikian, modernisme mulai kehilangan landasan praksisnya untuk memenuhi janji-janji emansipatoris yang dahulu lantang disuarakannya. Modernisme yangdulu diagung-agungkan sebagai pembebas manusia dari belenggu mitos dan berhala

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Choirur liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->