Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Reformasi Perpajakan, Audit Perpajakan Terhadap Kinerja Perusahaan

Pengaruh Reformasi Perpajakan, Audit Perpajakan Terhadap Kinerja Perusahaan

Ratings: (0)|Views: 867 |Likes:
Published by faturasia
Pengaruh Reformasi Perpajakan, Audit Perpajakan Terhadap Kinerja Perusahaan, kariyoto stie asia malang
Pengaruh Reformasi Perpajakan, Audit Perpajakan Terhadap Kinerja Perusahaan, kariyoto stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on Feb 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2012

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
36
PENGARUH REFORMASI PERPAJAKAN, AUDIT PERPAJAKANTERHADAP KINERJA PERPAJAKAN(Studi Pada Kanwil Ditjen Pajak Jawa Timur III Malang)
Oleh :Kariyoto *)AbstractThis study aims to prove empirically the effect of tax reform, tax audit, the performance of taxation. The goal is to test the influence of tax reform, tax audits on the performance of taxation. This study is expected to enrich and complement the repertoire of knowledge in the field of public sector accounting reform, especially the development of taxation, tax audits perpajakan.Populasi performance improvement research is an accountrepresentative spread across the Regional Office of Directorate General of Taxation III EastJava as much as 234 accounts representative. Samples taken as many as124. Respondentswho participated as many as 124 accounts representative. The sampling method proportional stratified random sampling of 50% and data analysis using SEM (StructuralEquation Modelling). The main findings of this study provide information role of taxreform, tax audit in improving the performance of tax shown to be effective.Keywords: reform, auditing, taxation and performance.
*)
Dosen Akuntansi STIE Asia Malang
PENDAHULUAN
Reformasi perpajakan tidak hanya tarif pajak, tetapi reformasi itu harus menyentuhsegala aspek perpajakan yang meliputi perilaku sumber daya manusia, landasan hukumyang konsisten, organisasi modern yang menjamin efisiensi, dan efektivitas sistem perpajakan yang ideal (Setiaji dan Amir, 2006). Reformasi perpajakan sebagai salah satuvariabel yang menentukan kinerja perpajakan selama ini telah mencapai hasil yang baik. Namun, masih ada kekurangan yang harus segera diperbaiki. Menurut Abimanyu (2004)sistem penerimaan negara yang mengurusi masalah pajak perlu direformasi dengan alasanutama. Pertama, ketika hukum dan kebijakan pajak menciptakan potensi peningkatan penerimaan pajak, jumlah aktual pajak yang mengalir ke kas negara tergantung padaefisiensi dan efektivitas administrasi penerimaan negara. Kedua,kualitas administrasi
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
37 penerimaan pajak mempengaruhi iklim investasi dan pengembangan sektor swasta. Ketiga,administrasi perpajakan secara rutin kerap muncul dalam daftar teratas organisasi dengankasus korupsi tertinggi. Keempat, reformasi perpajakan diperlukan untuk memungkinkansistem perpajakan mengikuti perkembangan terbaru dalam aktivitas bisnis dan pola penghindaran pajak yang semakin canggih.Kinerja perpajakan membutuhkan reformasisistem perpajakan. Hal itu setidaknya dapat dilihat dari potensi dan penerimaan pajak.Dilihat dari sudut potensi dan penerimaan pajak, penerimaan pajak Kantor WilayahDirektorat jenderal Pajak yang ada di Indonesiamengalami fluktuasi. Pada tahun 2004,Kanwil Direktorat jenderal Pajak Jawa Timur III hanya menerima 67,98 persen, tahun 2005 penerimaan pajak 81,8 persen, tahun 2006 sebesar 92,36 persen, tahun 2007 dan 2008melebih target masing-masing 101,49 persen dan 100,92 persen dari potensi yang ada.
Taxcoverage ratio
, juga digunakan sebagai indikator potensi penerimaan pajak selain
tax gapratio
sebagai ukuran kinerja penerimaan pajak. Dari sudut pandang
tax coverage ratio
,kinerja penerimaan pajak Kanwil DJP Jawa Timur III juga belum bagus walaupunmengalami peningkatan. Hal itu ditunjukkan padatabel berikut.
Perkembangan
Tax Coverage Ratio
TahunPenerimaanPotensi
Coverage Ratio
20022003200420052006200720084.325.205.000,-4.708.019.000,-2.459.219.000,-2.600.813.000,-3.275.829.000,-4.494.815.000,-5.486.830.000,-4.360.288.000,-5.471.026.000,-3.617.516.000,-3.176.380.000,-3.546.787.000,-4.428.753.000,-5.436.868.000,-99,2086.0567,9881,8892,36101,49100,92Sumber:Kanwil DJP Jawa Timur III MalangSetiyaji dan Amir (2006) mengungkapkan bahwa
tax coverage ratio
yang belumoptimal menimbulkan banyak tafsiran. Sebagian besar pengamat mengindikasikan bahwasistem perpajakan Indonesia belum mampu menjangkau objek pajak dan subjek pajak secara optimal. Di sisi lain, kinerja aparat perpajakanjuga belum optimal. Praktik-praktik  penyimpangan wewenang diduga menjadi penyebab utama masih rendahnya kinerja pajak.
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
38
Reformasi Perpajakan
Konsep reformasi birokrasi yang diadaptasi Abimanyu (2004) dalam bidang perpajakan menegaskan reformasi perpajakan (
taxreform
) sebagai perubahan mendasar disegala aspek perpajakan, yang minimal meliputi 4 aspek: kualitas SDM, ketentuan perpajakan, sistem informasi perpajakan dan pelayanan, tujuan utama meningkatkankepatuhan sukarela, kepercayaan terhadap administrasi perpajakan, dan produktifitas aparat perpajakan yang tinggi.Abimanyu (2004) mengungkapkan reformasi perpajakan memiliki tujuan utamamenegakkan kemandirian ekonomi untuk membiayai pembangunan nasional dengan jalanmeningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak. Pajak secara bertahap diharapkan bisamengurangi ketergantungan Indonesia pada utang luar negeri. Kemandirian ekonomitersebut dapat diwujudkan melalui reformasi perpajakan dengan perubahan mendasar sistem perpajakan yang berlaku menjadi lebih sederhana meliputi: jenis pajak, tarif pajak, pembayaran pajak, pembenahan aparatur perpajakan, prosedur tata kerja, disiplin danmental.Struktur organisasi Ditjen Pajak dan perilaku pengelola pajak perusahaan yang terusdireformasi, memberi gambaran semakin banyak kepentingan saling kontradiksi danmelebihi kapasistas yang wajar. Hal demikian mendorong wajib pajak berperilaku tidak  patuh membayar pajak dan cenderung melakukan penghindaran pajak. Kondisi ini memicumunculnya audit perpajakan, baik yang disebabkan oleh
adverse selection
atau
moral hazard 
(Boylan, 2010).
 Adverse selection
 berkaitan dengan masalah penyajian sisteminformasi perpajakan.
Moral hazard 
 bekaitan dengan usaha atau perilaku wajib pajak yangmenyimpang. Keduanya menimbulkan masalah, karena ada kemungkinan wajib pajak menyajikan informasi yang berbeda dengan informasi yang dimiliki. Supaya masalah yang berkembang dapat dikurangi kedua pihak (fiskus dan wajib pajak) bisa mengaturkembalihubungan yang disepakati agar wajib pajak mengikuti prosedur kerja dan aturan akuntansi perpajakan yang berlaku.Abimanyu (2004) dari sisi reformasi hukum dan kompensasi memberikansumbangan pikiran sebuah kerangka umum timbulnya wajib pajak berperilaku tidak patuh.Karena tidak adanya reformasi penegakan hukum yang jelas, dan kompensasi pajak yang

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Qaupuwoe Ataqee liked this
Justin Ous liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->