Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 1,954|Likes:
Published by faturasia
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia, aditya hermawan stie asia malang
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam Perspektif Hukum Di Indonesia, aditya hermawan stie asia malang

More info:

Published by: faturasia on Feb 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/04/2013

pdf

text

original

 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
83
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DALAM PERSPEKTIFHUKUM DI INDONESIA
Oleh :Aditya Hermawan*)Abstraksi
Makalah ini ditujukan untuk membangun sebuah konstruksi tanggung jawab sosial perusahaan yang didasarkan atas perspektif hukum yang berlaku diIndonesia. Diperoleh realita bahwa lemahnya produk hukum di Indonesiaterhadap tanggung jawab sosial perusahaan dapat menjadikan perusahaanmemanfaatkan tanggung jawab sosial perusahaan sebagai alat untuk memolescitra perusahaan di mata publik.Tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanyasebatas pelaporan ‘sosial’-nya saja, namun lebih ditekankan pada tindakanuntuk melestarikan lingkungan dan kelangsungan hidup masyarakat. Sebuahkritik yang mendasar, dimana tanggung jawab sosial perusahaan yangseharusnya ditujukan untuk meletarikan lingkungan dan kelangsungan hidup,melainkan untuk memoles citra perusahaan di mata publik.
Kata Kunci:
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan*)Dosen Akuntansi STIE ASIA Malang
Latar Belakang
Perusahaan pada saat ini dihadapkan padatuntutan atas tanggung jawab yangmemperhatikan kelangsungan hidup masyarakatl dan kontribusi perusahaan terhadapkelestarian lingkungannya. Jika masyarakat menganggap perusahaan tidak memperhatikanaspek sosial serta tidak merasakan kontribusi secaralangsung bahkan merasakan dampanegatif beroperasinya perusahaan maka kondisi itu akan menimbulkan resistensimasyarakat atau gejolak sosial. Perusahaan dituntut untuk tidak hanya memandang labasebagai satu-satunya tujuan dari perusahaan, namun kepedulian perusahaan terhadap ke-lestarian lingkungan dan kualitas hidup manusia (Gray et al., 1995; Mirfazli dan Nurdiono,2007).Menurut Grayet. al.,(1995), tumbuhnya kesadaran masyarakat akan peran perusahaan di tengah komunitas masyarakat melahirkan kritik karena entitas bisnis dalamaktivitasnya menciptakan masalah sosial, polusi, sumber daya, limbah, mutu produk,tingkatsafetyproduk, serta hak dan status tenaga kerja. Tekanan dari berbagai pihak memaksa perusahaan untuk menerima tanggungjawab atas dampak aktivitas bisnisnya
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
84terhadap masyarakat. Perusahaan dihimbau untuk bertanggungjawab terhadap pihak yanglebih luas dari pe-megang saham dan kreditur saja. Freedman (1962) dalam Grayet. al.,(1995) menyatakan bahwa tanggung jawab perusahaan untuk memaksimalkan laba tidak secara universal lagi diterima. Kesadaran masyarakat yang semakin memikirkan kelestarianalam untuk kelangsungan hidup manusia dalam bentuk tanggung jawab sosial perusahaankepada masyarakat dan lingkungannya.Fenomena inilah yang kemudian menyulut wacana pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan (Ljungdahl, 2004:8-9;Siregar, 2007:286;Ardana, 2008:33).Konseptanggung jawab sosial perusahaanmuncul sebagai akibat adanya kenyataan perusahaan mencari keuntungan semaksimal mungkin tanpa memperdulikan kesejahteraankaryawan, masyarakat dan lingkungan alam. Seiring dengan meningkatnya kesadaran dankepekaan daristakeholdersperusahaan maka konsep tanggung jawab sosial muncul danmenjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan kelangsungan hidup perusahaan di masayang akan datang.Tanggung jawab sosial perusahaandapat dipahami secara sederhanasebagai suatu konsep yang mewajibkan perusahaan untuk memenuhi dan memperhatikankepentingan parastakeholderdalam kegiatan operasinya mencari keuntungan. Keterlibatan perusahaan dalam pemeliharaan dan pelestarian lingkungan berarti perusahaan berpartisipasi dalam usaha mencegah terjadinya bencana serta meminimalkan dampak  bencana yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan. Dengan menjalankan tanggung jawab sosialnya, perusahaan diharapkan ikut berkontribusi terhadap peningkatan kualitashidup masyarakat dan lingkungan dalam jangka panjang.Di awal perkembangannya, bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang palingumum adalah pemberian bantuan terhadap organisasi lokal dan masyarakat miskin,kemudian berkembang menjadi kegiatan sosial perusahaan di dalam masyarakat, seperti bantuan bencana alam, mudik bareng, pendampingan UKM, bantuan pendidikan, kesehat-an,community developmentbagi masyarakat sekitar perusahaan dan masih banyak lagi(Achda, 2008; Ardana, 2008; Daniri, 2008). Pendekatan tanggung jawab sosial perusahaanyang berdasarkan motivasi karitatif dan kemanusiaan ini pada umumnya dilakukansecaramandiri. Implementasi tanggung jawab sosial perusahaan pada tataran ini hanya sekadardogood to look good, yakni berbuat baik agar terlihat baik. Dengan kata lain, tanggung jawab
 
 Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi ASIAVol.5No.2.Juni 2011
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
85sosial perusahaan hanyalah alat bagi perusahaan untuk membanguncitra yang positif dimata publik.Tidak tepatnya tujuan dan pelaksanaantanggung jawab sosial perusahaan,oleh banyak perusahaan dianggap sebagai cara ampuh dan mujarab dalam memoles tanggung jawab sosial dan lingkungannya agar terlihat lebih ‘seksi’ dan nge-top. Kegiatan sosial danaktivitas lingkungan perusahaan tersebut kemudian dianggap sebagai tanggung jawab sosialmereka,sehingga tidak lain hanya sebatas ‘pelaporan kegiatan sosialnya’.Tidak meng-herankan apabila tanggung jawabsosial perusahaan seringkali hanyalah merupakanrangkaian pernyataan atau prinsip yang bersifat kabur sehingga tidak mampu menjadi panduan dalam situasi konkret serta tidak dapat berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian berbagai masalah sosial dan lingkungan yang mencuat sebagai dampak kinerja bisnis.Tanggung jawab sosial perusahaan sebagai konstruksi sosial selayaknya selaras dengan pemahaman atas tanggung jawab sosial.Belum adanya standar yang mengatur pelaksanaan dan pelaporan tangung jawabsosialnya, maka pelaksanaan dan pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan saat ini dapatdikatakan sebagai suatu inisiatif dari perusahaan yang bersangkutan. Namun, tanggung jawab sosial perusahaan merupakan suatu kewajiban bagi perusahaan untuk menanggungsegala sesuatunya yang timbul dari aktifitas operasionalnya yang dapat memberikandampak pada kelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup komunitas sosial. Olehkarena itu, diperlukan hukum dan perundang-undangan untuk memberikan jaminankepastian atas hak-hak dan kepentinganstakeholderoleh perusahaan yang diimbangidengan suatu standar yang mengatur mengenai bagaimana tanggung jawab sosial perusaha-an dilaksanakan dan dilaporkan.Pemerintah sebagai regulator seharusnya melindungikepentingan stakeholder melalui peraturan dan perundang-undangan yang berlaku diIndonesia.Yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimanakah konstruksi tanggung jawabsosial perusahaan dalam perspektif hukum yang berlaku di Indonesia?
Fokus Pembahasan
Tanggung jawab sosial perusahaanseharusnya ditujukan kepada tindakan yangharus dilakukan oleh perusahaan sebagai konsekuensi atas tindakan yang telah dilakukan

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Wahyu T-sosro liked this
Eman Ogie liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->